Kamis, 01 Januari 2015

PENDEKAR BELITUNG DI TANAH BETAWI




PENGANTAR
“Kilau itu terus menyala sampai jauh malam. Eksploitasi timah secara besar-besaran secara nonstop diterangi ribuan lampu dengan energi jutaan kilo watt. Jika disaksikan dari udara di malam hari, Pulau Belitong tampak seperti familia besar Ctenopore, yakni ubur-ubur yang memancarkan cahaya terang berwarna biru dalam kegelapan laut: sendiri,kecil, bersinar, indah dan kaya raya. Belitong melayang-layang di antara Selat Gaspar dan Karimata, bak mutiara dalam tangkupan kerang…..”
Demikianlah lukisan Andrea Hirata dalam novelnya “Laskar Pelangi” tentang pulau Belitung, sebuah sebuah pulau yang mungkin sudah lama terlupakan. Sebuah pulau yang dahulu terkenal dengan hasil bumi lada Putih , dan bahan tambang galian tipe C seperti timah, pasir kuarsa, tanah liat putih dan granit. Pada akhir abad ke 7, pulau ini merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang saat itu menguasai Nusantara. Tahun 1293, sebuah armada pedagang dari China masuk ke pulau ini saat terdampar dari perjalanan ke pulau Jawa sudah.  Pada abad ke 17, pulau Belitung telah menjadi jalur perdagangan para pedagang Arab dan China. Belitung kemudian dikuasai Britania Raya tahun 1812, sebelum kemudian menyerahkannya kepada Belanda bersama-sama penyerahan Bengkulu, Singapura dan New Amsterdam (sekarang bagian dari New York).
Tapi dari sanalah, dari pulau yang terlupakan dan jauh dari perhatian itu, datang seorang sosok pemimpin yang berjiwa keras, tegas dan berani. Ia mendedikasikan dirinya untuk memberikan pelayanan bagi rakyat khususnya masyarakat lemah yang seringkali tidak mendapatkan keadilan dan kehidupan yang layak. Dia menentang berbagai praktek yang lazim dilakukan dalam dunia dunia politik namun tidak sesuai dengan nuraninya. Merebut kekuasaan baginya hanya semata agar bisa melayani lebih banyak warga yang membutuhkan pertolongan.  Panggil saja dia: Ahok.
MASA KECIL
Ahok terlahir dengan nama lengkap Basuki Tjahaya Purnama di desa Manggar, ibukota kabupaten Belitung Timur, tanggal 29 Juni 1966. Dari bumi yang kini dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi inilah Ahok menjalani masa kecilnya bersama orangtuanya alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw) dan tiga orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Kejia).
Orang tua Ahok sangat perduli pada pendidikan dan berusaha keras agar mereka dapat memperoleh pendidikan yang setinggi-tingginya. Dalam perbincangan di meja makan setiap makan malam, ayahnya selalu memberikan nasehat-nasehat kepada mereka. Ayahnya mengingatkan bahwa dia tidak akan meninggalkan harta warisan kepada mereka karena harta bisa dirampok orang dan hilang dalam sekejab. Tapi ilmu dan nama baik tidak akan bisa diambil orang dari mereka. Ibunya yang memiliki usaha apotik juga sangat rajin menabung dan menyimpan emas untuk keperluan pendidikan mereka.
MASA  BERSEKOLAH
Ahok bersekolah di Belitung hingga SMP dan kemudian melanjutkan sekolah di SMA III PSKD Jakarta. Di masa bersekolah, Ahok dikenal sebagai murid yang pintar dan sering menjadi juara kelas. Setelah lulus SMA, Ahok mendaftar jadi mahasiswa fakultas Kedokteran UKI sesuai keinginan ayahnya agar dia menjadi dokter. Ayahnya ingin dia bisa membantu kesehatan masyarakat di kampung bila dia kelak menjadi dokter. Memang, walaupun Pulau Belitung dikarunia kekayaan alam yang melimpah, namun sebagian besar masyarakatnya, kecuali pegawai atau staff PT Timah,  hidup dalam kemiskinan dan sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Namun Ahok hanya bertahan 1 minggu karena merasa dirinya tidak cocok menjadi dokter. Ahok kemudian pindah dan mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geodesi di Universitas Trisakti. Ayahnya sangat kecewa Ahok meninggalkan Fakultas Kedokteran. Namun Ahok beralasan pasien akan lebih cepat mati bila dia jadi dokternya karena dokternya seorang koboi. Ayahnya akhirnya bisa menerima keputusannya.
MASUK DUNIA USAHA
Setelah lulus kuliah tahun 1990, Ahok kembali ke Bangka dan mendirikan CV Panda, yang bergerak sebagai kontraktor  penambangan PT Timah. Ahok pun kemudian terjun ke dunia usaha dengan mendirikan pabrik pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.Lokasi pabriknya kemudian tumbuh menjadi Kawasan Industri Air Kelik (KIAK). Tahun 2004, Ahok berhasil meyakinkan investor dari Korea untuk menanamkan modal pabrik pengolahan dan pemurnian timah (Tin Smelter), yang dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.
MENJADI  ANGGOTA DEWAN
Tahun 1995, Ahok frustasi dan ingin pindah ke luar negeri karena usahanya dihambat pejabat sehingga harus ditutup. Namun ayahnya meningatkan agar dia jangan pergi karena rakyat miskin membutuhkannya. Ayahnya memberi nasehat, ”orang miskin jangan melawan orang kaya, orang kaya jangan melawan penguasa atau pejabat.”  Maka akan lebih bermanfaat bila Ahok menjadi penguasa sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi banyak orang. Ahok menyatakan tidak mungkin orang yang muka ‘minyak babi’ seperti mereka  dipilih oleh masyarakat yang mayoritas Muslim menjadi pejabat. Namun ayahnya meyakinkan, suatu saat kelak mayasrakat akan memilihnya secara langsung untuk memimpin mereka.
Tahun 2003, Ahok merasakan panggilan yang kuat untuk masuk ke dunia politik agar bisa membantu masyarakat. Maka Ahok kemudian meninggalkan jabatannya sebagai Ketua Majalis Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar Rayon 11 Pluit, dan membawa keluarganya pulang ke kampung halaman. Dia kemudian bergabung dengan Partai Indonesia Baru (PIB) yang didirikan (alm) Dr. Syahrir dengan menjadi Ketua DPC PIB di Belitung Timur tahun 2004.
Pada saat pemilu tahun 2004, Ahok memilih menjalankan prinsip Prophetical Voice atau Suara Kenabian dibanding Political Voice. Prophetical Voice artinya dalam berpolitik, melakukan fungsi “kenabian” untuk menyuarakan kebenaran sekalipun dengan resiko kalah atau ditolak. Sedangkan Political Voice berarti tidak perduli halal atau haram yang penting menang dalam Pemilu. Banyak tawaran untukmemberikan suara kepada partainya dengan syarat bermacam imbalan, seperti permintaan uang Rp 20.000 per orang, permintaan sumbangan untuk rumah ibadah, permintaan tangki air, dll. Ahok menolak semua permintaan mereka dengan mengatakan jika mereka mempercayai dia ,silahkan pilih. Tapi jika tidak, silahkan memilih partai lain lain yang mau memenuhi permintaan mereka. Hasilnya pada pemilu 2004, partai PIB kalah telak di Belitung Timur. Di Kabupaten Belitung Timur yang berpenduduk 93,25% Muslim dan 0,82% Kristen, Ahok mendapat 2,7% suara untuk 2 daerah pemilihan. Ahok berhasil menjadi anggota DPRD periode 2004-2009 karena sisa pembagian suara.
Pada saat menjadi anggota DPRD, Ahok menjalankan “perjuangan revolusioner”, dengan tidak melakukan Surat Perjalanan Dinas yang fiktif, melakukan kunjungan kerja yang tidak perlu atau menerima amplop pada saat kunjungan ke perusahaan BUMN  dan swasta.
MENJADI BUPATI
Tahun 2005, Ahok maju menjadi calon Bupati kabupaten Belitung Timur bersama wakilnya ,Khairul Efendi dari Partai Nasional Kebangkitan Bangsa (PNKB) dan berhasil menang.  Pada saat menjabat sebagai Bupati, Ahok selalu berusaha mendengarkan keluhan warganya. Dia sering masuk ke warung kopi berbincang dengan rakyatnya. Di rumah pribadinya juga ia seperti dokter praktek yang setia menerima dan meladeni kelompok-kelompok masyarakat yang datang mengadu padanya. Banyak masyarakat yang mengetahui nomor telepon pribadinya melalui kartu nama yang dia bagi-bagikan sehingga warga mudah menyampaikan keluhan mereka kepada sang bupati.
Ahok membuat kebijakan pendidikan gratis untuk siswa di Belitung Timur mulai dari Sekolah dasar hingga SMA. Siswa-siswa berprestasi mendapat beasiswa dan dikirim belajar di Universitas Trisakti. Biaya kesehatan gratis juga diberikan kepada warga di rumah sakit, ambulans ,ICU, dan biaya bersalin. Santunan juga diberikan bagi keluarga yang ditinggal anggota keluarganya.                                                                                                                                                                                                     
Menurut Ahok, dalam sebuah tulisannya berjudul “Politik BTP untuk Keadilan Sosial “ untuk mengenang (alm) Pdt. Dr.Daud Palilu,  ada tiga hal yang  harus dilakukan untuk membuat kebijakan yang pro keadilan sosial. Pertama, menghilangkan kebocoran APBD, sehingga pemerintah memiliki cukup uang untuk melayani masyarakat (Bersih), Kedua, memberikan informasi anggaran kepada masyarakat mulai alokasi sampai pertanggungjawabanannya sehingga masyarakat mau berpartisipasi (Transparan) dan ketiga, menjadi pelayan yang professional yang berarti mudah dihubungi langsung oleh masyarakat sehingga tahu kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol kinerja bawahan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. (Profesional).
Ahok membuat program pembiayaan kesehatan gratis dengan bekerja sama dengan PT Askes. Pemerintah daerah Belitung Timur membuat kesepakatan dimana pemerintah hanya  membayarkan premi untuk 50%  penduduk. Asuransi ini untuk perawatan kelas tiga, termasuk biaya ambulans, pengobatan sampai melahirkan. Ahok mendorong PT Askes melakukan uji coba selama 3 bulan. Hasilnya pasien di Puskesmas naik 300% dan PT Askes mendapat keuntungan hampir Rp 2 milyar.
Tahun 2007, Ahok menyerahkan jabatan Bupati kepada wakilnya Khairul Effendi, untuk kemudian maju dalam pencalonan sebagai Gubernur Bangka Belitung.  Namun dalam perebutan suara yang ditengarai ada kecurangan tersebut, Ahok dinyatakan kalah. 
ANGGOTA DPR RI
Tahun 2009, Ahok berhasil masuk ke Senayan sebagi anggota DPR RI mewakili partai Golkar dari daerah pemilihan Bangka Belitung. Selama menjadi anggota DPR di Komisi II, Ahok dikenal vocal membongkar berbagai praktek penipuan anggaran yang dilakukan anggota dewan. Misalnya saat kunjungan kerja ke Maroko sebagai anggota delegasi Grup kerja Sama Bilateral DPR dan parlemen Maroko pada bulan September 2010. Kunjungan yang berdurasi resminya 4 hari ternyata dimanfaatkan rekan-rekannya untuk mengunjungi Spanyol meski tidak ada dalam rencana perjalanan. Mereka juga mendapatkan uang dinas US $ 400 per hari selama di Spanyol.  Ahok juga menolak tawaran mendapatkan uang saku penuh 7 hari meskipun tidak turut dalam rombongan ke Spanyol. Banyak penyimpangan yang dilihat Ahok selama masa tugasnya yang singkat di DPR, seperti, permainan jumlah hari kunjungan dan rapat, perubahan tiket perjalanan, dana taktis dalam berbagai kunjungan , pembiayaan pembahasan RUU yang tidak transparan, pengambilan kelebihan uang reses, serta pemotongan pajak anggota DPR yang tidak jelas. Meskipun Ahok sudah melaporkan hal tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPR, namun tidak ada tindak lanjut yang dilakukan oleh BK.
Untuk mendorong tumbuhnya pemimpin yang Bersih, Transparan dan Professional, Ahok mengusulkan langkah-langkah : pertama DPR perlu mendorong revisi UU no 28 tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang besih dan bebas KKN dengan menambahkan pasal yang memberikan sanksi hukum kepada penyelenggara Negara yang terlambat maupun tidak memberikan  laporan harta kekayaannya secara akurat. Mereka juga wajib menyerahkan SPT saat menyerahkan laporan kekayaan agar bisa dilakukan pengecekan konsistensi para penyelenggara Negara dalam membayar pajak. Bila ada ketidakcocokan maka berakibat pada penyitaan harta penyelenggara Negara tersebut.
Kedua, DPR perlu mendorong revisi dalam Undang-Undang no 14. Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan mewajibkan KPK mempublikasikan LHKPN dan SPT para penyelenggara Negara yang mengumpulkan LHKPN-nya untuk mendorong  transparansi dan partisipasi public dalam mengawasi konsistensi kerja KPK dan pejabat Negara lainnya.
Ketiga, merevisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi agar pembuktian terbalik diterapkan secara konsisten sebagai metode pembuktian dalam kasus pengadilan tindak pidana korupsi mengingat korupsi di Indonesia sudah dianggap sebagai kejahatan luar biasa.
Keempat, Pemerintah mendukung KPK agar memiliki wewenang pemeriksaan dan klarifikasi atas LHKPN dan SPT pajak yang dilaporkan. Hal ini penting agar ada tindak lanjut terhadap laporan yang mencurigakan. KPK sendiri harus menjadi institusi yang bersih dan juga mempublikasikan LHKPN dan SPT anggotanya.
Kelima, perlu terobosan revolusioner sehingga ada ruang yang terbuka bagi munculnya pemimpin-pemimpin idealis. Untuk menjaga kandidat-kandidat yang maju adalah yang bersih, maka perlu dibuat kewajiban pembuktian terbalik bagi para kandidat yang berencana maju dalam Pilkada.
MENJADI WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA
Tahun 2012, Ahok, ayah dari 3 orang anak , berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi) maju dalam Pemilihan Gubernur/wakil Gubernur DKI Jakarta yang didukung oleh PDI Perjuangan dan partai Gerindra. Saingan mereka adalah Gubernur petahana (incumbent) Fauzi Bowo dari partai Demokrat dan Alex Nurdin/Nono Sampono dari partai Golkar. Berkat dukungan masyarakat, Joko Widodo terpilih sebagai Gubernur dan Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Visi Pemerintahan Jokowi –Ahok adalah menuju Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan,dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Mereka kemudian membuat Sembilan program-unggulan untuk mengimplementasikan visi tersebut.
Dalam waktu singkat, mereka telah berhasil membuat program-program yang merupakan terobosan. Beberapa program yang dianggap berhasil mereka perbuat antara lain:
1. Penertiban PKL di Pasar Tanah Abang
Selama puluhan tahun pasar tanah Abang dikenal sebagai daerah yang macet, akibat para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Memindahkan para pedagang tersebut tidak mudah karena terkait dengan para preman, politikus, tukang parkir dan organisasi masyarakat  yang mendapat  keuntungan dengan kehadiran para PKL Tanah Abang. Setelah perdebatan keras, akhirnya para pedagang bersedia direlokasi ke Blok G Pasar Tanah Abang dengan insentif 6 bulan tidak membayar sewa.
2. Pembangunan Taman Waduk Pluit,
Pembangunan Taman Waduk Pluit mendapat tentangan keras dari masyarakat yang tinggal di daerah tersebut  yang harus dipindah dari area tersebut. Taman  senilai Rp 10 milyar ini dibangun dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan-perusahaan swasta yang dikumpulkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT Jakarta Propertindo. Pengerukan waduk ini juga sejalan dengan program Jokowi-Ahok untuk mengantisipasi  banjir ,rob dan genangan air. Kini, di tempat yang dulunya kumuh ini, setiap sore menjadi arena berkumpul dan bermain gratis untuk anak-anak dan orangtua.
3. Menggunggah Laporan Kegiatan ke Youtube
Sebagai bentuk Transparansi program Pemda DKI, Ahok berinisiatif mengunggah (upload) kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur  di situs Youtube agar masyarakat bisa menyaksikan program yang sudah dan sedang dijalankan pemerintah daerahnya. Ahok menyatakan sering menerima respon positif dari masyarakat perihal akun yang memuat kegiatan gubernur dan wakil gubernur (www.youtube.com/user/PemprovDKI)
Berbeda dengan Gubernur Jokowi yang lembut dan tenang, Ahok tampil dengan profil yang galak, sering marah-marah namun sangat perduli pada kepentingan rakyat banyak. Beberapa tindakan Ahok yang sangat keras sering terasa terlalu keras bagi sebagian orang, namun sebagian lagi melihatnya sebagai sesuatu yang sudah seharusnya. Sifat Ahok mungkin mirip Bobby Kennedy ,  mati terbunuh tahun 1968 dalam usia 42 thn,yang dinilai memiliki kualitas menonjol dalam kemampuannya untuk meledak dalam apa yang disebut sebagai amarah moral. Dia tidak dapat mentolerir kemiskinan, buta aksara, malnutrisi, prasangka,kemaksiatan, persekongkolan, yang semuanya dianggapnya sebagai penghinaan pribadi.  Beberapa contoh tindakan Ahok yang dianggap cukup keras antara lain:
1.       Mengubah rumah dinas Lurah dan Camat menjadi taman untuk pedagang kaki lima.
Ahok menganggap para lurah dan camat di Jakarta dengan penghasilan yang tinggi sudah mampu memiliki rumah sendiri. Jadi,lebih baik rumah dinasnya dibongkar dan dijadikan tempat untuk kepentingan umum.
2.       Menghapus mobil dinas.
Pemda DKI berupaya melakukan penghematan dengan meniadakan mobil dinas untuk pegawai. Sebagai gantinya ,pemda menyewa mobil punya pegawai sehingga pemda bebas dari biaya pemeliharaan. Para pegawai merawat mobil tersebut dengan baik karena mobilnya sendiri. Dengan kebijakan ini, Pemda bisa menghemat ratusan  milliar rupiah.
3.       Memecat Pegawai PNS Malas
Ahok menegaskan , bila menemui PNS DKI yang ogah-ogahan bekerja, maka ia akan memecat pegawai tersebut karena gaji PNS di Jakarta sudah hampir menyamai pegawai swasta.
4.       Memangkas Anggaran Pidato
Salah satu visi Jokowi-Ahok adalah penghematan anggaran, sehingga mereka sangat teliti dalam pembuatan anggaran. Salah satu anggaran yang dianggap pemborosan adalah biaya pembuatan naskah pidato Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencapai 1,2 milliar. Ahok tegas menyatakan akan memotong anggaran tersebut.
5.        Memotong Anggaran pembangunan
Ahok mengerti bahwa banyak dana-dana proyek yang sengaja digelembungkan oleh konsultan proyek. Untuk itu dia menyatakan akan memotong 25% dari anggaran pembangunan yang diajukan. Kalau tidak mau, dia akan menggunakan dari biaya operasional pemda.
Karakter yang menonjol
Sebagai seorang pribadi , Ahok memiliki beberapa karakter yang sangat mendukung keberhasilannya dalam memimpin. Karakter Ahok yang menonjol antara lain:
1. Mengasihi
 Pada saat menjabat Bupati Belitung Timur, Ahok menanyakan kebutuhan keluarga termasuk uang sekolah anak kepala Dinas dan Pegawai di Pemerintahan kabupaten Belitung Timur. Setelah diketahui, Ahok memberikan gaji sesuai kebutuhan mereka dengan persyaratan tidak boleh mengambil keuntungan dari setiap proyek yang diperuntukkan untuk rakyat. Menurut Ahok, tidak mungkin seorang pelayan akan melayani dengan baik sementara istri dan anaknya tidak bisa makan atau dipenuhi kebutuhannya secara wajar. Dengan strategi ini, para pejabat dan pegawai melayani masyarakat Belitung Timur dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan Belitung Timur bebas dari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
2.  Berani
Ahok dikenal sangat berani menentang kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan hati nuraninya, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak yang dilayaninya. Ketika DPRD Belitung Timur menolak mengesahkan anggaran yang dia ajukan yang berisi anggaran pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat Belitung Timur, Ahok menyatakan jika DPRD tidak menyetujui, maka dia akan menggunakan anggaran tahun lalu tapi mereka semua tidak akan terima gaji. Akhirnya, DPRD Belitung Timur menyetujui anggaran tersebut.
Ketika Partai Gerindra yang mencalonkannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendukung kembali ke sistim pemilihan tidak langsung, dimana kepala daerah dipilih oleh DPRD, Ahok  menyatakan menolak keputusan partai tersebut. Ahok menyatakan sistem tersebut hanya akan menjadikan kepala daerah sebagai sapi perahan anggota DPRD. Karena merasa sikap partai tersebut tidak sesuai lagi dengan nuraninya, Ahok menyatakan mundur dari partai Gerindra.       
3.  Terbuka
Ahok menganggap dirinya adalah pelayan masyarakat DKI dan masyarakat DKI adalah tuannya. Sebagai tuan, mereka harus mengetahui gaji pelayannya. Itulah sebabnya Ahok membuka besaran gaji dan dana operasionalnya untuk diketahui umum. Dalam sebuah  wawancara di acara Kick Andy, Ahok secara terbuka menjawab kisaran penerimaannya berupa gaji dan tunjangan sebagai Wakil Gubernur sekitar 1 milliar lebih dalam setahun. Dia menyatakan bahwa jumlah itu sudah cukup baginya untuk hidup. 
4.Bekerja Untuk Semua
Ahok sangat menentang politik yang berdasarkan SARA. Menurutnya, masalah terbesar bangsa kita untuk mendapatkan pemimpin yang baik, karena seringnya orang yang tidak mampu bersaing menggunakan pendekatan SARA untuk membujuk rakyat memilih pemimpin yang seagama, sesuku, seras. Padahal pemimpin Indonesia bukanlah pemimpin agama. Misalnya, orang Padang, atau Batak Islam, tidak mungkin jadi pemimpin di Sulawesi utara, atau Papua. Demikian sebaliknya, orang Papua tidak mungkin jadi pemimpin di Aceh. Akhirnya yang didapat  adalah pemimpin yang terburuk dari yang buruk. Harusnya pemimpin dipilih adalah yang Bersih, Terbuka dan Profesional,  bukan karena suku, agama atas rasnya. Dalam kepemimpinannya, walau dia seorang Kristen , dia lebih banyak membantu para penjaga mesjid dan pembangunan mesjid di daerahnya karena menganggap ekonomi orang Kristen lebih baik sehingga tanpa dibantu pemerintah daerahpun mereka bisa membangun sendiri gerejanya.
PENGHARGAAN DAN KARYA
Atas prestasinya dalam memerangi korupsi saat menjabat sebagai Bupati, pada tahun 2006 Majalah Tempo menobatkannya sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah Indonesia. Kemudian di tahun 2007, Ahok dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan masyarakat Transparansi Indonesia. Ahok juga telah menulis sebuah buku berjudul Merubah Indonesia tahun 2008.
PENUTUP
Ahok telah meretas jalan berliku dan penuh kerikil tajam untuk mewujudkan impian ayahnya dan dirinya demi  dapat meraih kekuasaaan agar bisa membantu lebih banyak orang yang miskin dan membutuhkan di tengah-tengah bumi berpijak yang kaya raya. Sebagaimana dinyatakan oleh John Stott, bahwa visi adalah suatu ihwal melihat sesuatu yang imaginatif , suatu ketidakpuasan yang mendalam tentang situasi masa kini selaku suatu fakta , dibarengi pandangan yang amat tajam tentang bagaimana yang selayaknya selaku suatu kemungkinan.  Amarah terhadap penyalahgunaan kekuasaan dan Iba hati terhadap warga yang menderita dan tak berdaya ,menjadi kombinasi yang kuat membentuk visi dan kepemimpinan Ahok. Perlawanan dan perjuangan bagai seorang pendekar itu telah dimulainya sepuluh tahun lalu di tanah Melayu yang ramai dengan galian tambang, Belitung. Dan kini dia mengulangi perjuangannya di tanah Betawi sebagai Wakil Gubernur ,kemudian Gubernur, menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai presiden. Tanah  yang penuh gedung menjulang dengan lampu warna-warni yang tak henti berpijar  sepanjang malam : Jakarta.(RH)
Bahan Bacaan:
1.        Radis Bastian, Ahok, Penerbit  Palapa, Yogjakarta, 2013
2.        Piter Randan Bua, Berkaca Pada Kepemimpinan Ahok, Penerbit  Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia, Yogyakarta, 2013
3.        Dwi Joko Rusriyanto (Ed),Berpihak Kepada yang Tersisih dan Terpinggirkan, Penerbit Tim Kajian GKI Kwitang, Jakarta, 2011
4.        John Stott, Isu-Isu Global: Menantang Kepemimpinan Kristiani, Penerbit Yayasan Komunikasi Bina Kasih, Jakarta 1996
5.        Andrea Hirata, Laskar Pelangi, Penerbit Bentang, Yogyakarta, 2008
6.        http ://www.ahok.org/berita/news/pdf-buku-merubah-indonesia/

1 komentar:

  1. Promo Spesial Bonus 100% !

    Daftar Judi CASINO Online Terpercaya di Indonesia Disitus Bolavita sekarang juga !

    Menyediakan Minimal Deposit & Withdraw yang relatif murah... Hanya Rp 50.000,- Menjamin keamanan dan kenyamanan anda bermain !

    Proses transaksi penarikan dana dan deposit tidak sampai 5 menit ! Mengutamakan kenyamanan dan keamanan para member !

    Menyediakan transaksi yang cukup lengkap, seperti Ovo, Gopay, Linkaja, Dana, Pulsa dan Semua Jenis rekening Yang ada di Indonesia.

    Selain Menyediakan Casino Live, Juga menyediakan permainan lainnya yang lengkap dan populer !
    Anda bisa langsung mengklaim Bonus 100% !

    Untuk Informasi selengkapnya, Jangan Sungkan Hubungi Kontak Cs kami yang online 24 Jam dibawah ini :

    » Nomor WhatsApp : +62812-2222-995
    » ID Telegram : @bolavitacc
    » ID Wechat : Bolavita
    » ID Line : cs_bolavita

    BalasHapus