PENGANTAR
“Kilau itu terus menyala sampai jauh malam.
Eksploitasi timah secara besar-besaran secara nonstop diterangi ribuan lampu
dengan energi jutaan kilo watt. Jika disaksikan dari udara di malam hari, Pulau
Belitong tampak seperti familia besar Ctenopore,
yakni ubur-ubur yang memancarkan cahaya terang berwarna biru dalam kegelapan
laut: sendiri,kecil, bersinar, indah dan kaya raya. Belitong melayang-layang di
antara Selat Gaspar dan Karimata, bak mutiara dalam tangkupan kerang…..”
Demikianlah
lukisan Andrea Hirata dalam novelnya
“Laskar Pelangi” tentang pulau
Belitung, sebuah sebuah pulau yang mungkin sudah lama terlupakan. Sebuah pulau
yang dahulu terkenal dengan hasil bumi lada Putih , dan bahan tambang galian
tipe C seperti timah, pasir kuarsa, tanah liat putih dan granit. Pada akhir
abad ke 7, pulau ini merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang saat itu
menguasai Nusantara. Tahun 1293, sebuah armada pedagang dari China masuk ke
pulau ini saat terdampar dari perjalanan ke pulau Jawa sudah. Pada abad ke 17, pulau Belitung telah menjadi
jalur perdagangan para pedagang Arab dan China. Belitung kemudian dikuasai Britania
Raya tahun 1812, sebelum kemudian menyerahkannya kepada Belanda bersama-sama
penyerahan Bengkulu, Singapura dan New Amsterdam (sekarang bagian dari New
York).
Tapi dari
sanalah, dari pulau yang terlupakan dan jauh dari perhatian itu, datang seorang
sosok pemimpin yang berjiwa keras, tegas dan berani. Ia mendedikasikan dirinya
untuk memberikan pelayanan bagi rakyat khususnya masyarakat lemah yang
seringkali tidak mendapatkan keadilan dan kehidupan yang layak. Dia menentang
berbagai praktek yang lazim dilakukan dalam dunia dunia politik namun tidak
sesuai dengan nuraninya. Merebut kekuasaan baginya hanya semata agar bisa
melayani lebih banyak warga yang membutuhkan pertolongan. Panggil saja dia: Ahok.
MASA KECIL
Ahok terlahir
dengan nama lengkap Basuki Tjahaya Purnama di desa Manggar, ibukota kabupaten
Belitung Timur, tanggal 29 Juni 1966. Dari bumi yang kini dikenal sebagai
Negeri Laskar Pelangi inilah Ahok menjalani masa kecilnya bersama orangtuanya
alm. Indra Tjahaja Purnama (Zhong Kim Nam) dan Buniarti Ningsing (Bun Nen Caw)
dan tiga orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS dan Bupati di
Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki
(praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Kejia).
Orang tua Ahok
sangat perduli pada pendidikan dan berusaha keras agar mereka dapat memperoleh
pendidikan yang setinggi-tingginya. Dalam perbincangan di meja makan setiap
makan malam, ayahnya selalu memberikan nasehat-nasehat kepada mereka. Ayahnya
mengingatkan bahwa dia tidak akan meninggalkan harta warisan kepada mereka
karena harta bisa dirampok orang dan hilang dalam sekejab. Tapi ilmu dan nama
baik tidak akan bisa diambil orang dari mereka. Ibunya yang memiliki usaha
apotik juga sangat rajin menabung dan menyimpan emas untuk keperluan pendidikan
mereka.
MASA BERSEKOLAH
Ahok bersekolah
di Belitung hingga SMP dan kemudian melanjutkan sekolah di SMA III PSKD
Jakarta. Di masa bersekolah, Ahok dikenal sebagai murid yang pintar dan sering
menjadi juara kelas. Setelah lulus SMA, Ahok mendaftar jadi mahasiswa fakultas
Kedokteran UKI sesuai keinginan ayahnya agar dia menjadi dokter. Ayahnya ingin
dia bisa membantu kesehatan masyarakat di kampung bila dia kelak menjadi
dokter. Memang, walaupun Pulau Belitung dikarunia kekayaan alam yang melimpah,
namun sebagian besar masyarakatnya, kecuali pegawai atau staff PT Timah, hidup dalam kemiskinan dan sulit untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan.
Namun Ahok hanya
bertahan 1 minggu karena merasa dirinya tidak cocok menjadi dokter. Ahok
kemudian pindah dan mendaftar sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Mineral
jurusan Teknik Geodesi di Universitas Trisakti. Ayahnya sangat kecewa Ahok
meninggalkan Fakultas Kedokteran. Namun Ahok beralasan pasien akan lebih cepat
mati bila dia jadi dokternya karena dokternya seorang koboi. Ayahnya akhirnya
bisa menerima keputusannya.
MASUK DUNIA USAHA
Setelah lulus
kuliah tahun 1990, Ahok kembali ke Bangka dan mendirikan CV Panda, yang
bergerak sebagai kontraktor penambangan
PT Timah. Ahok pun kemudian terjun ke dunia usaha dengan mendirikan pabrik
pengolahan pasir kuarsa di Dusun Burung Mandi, Kecamatan Manggar, Belitung
Timur.Lokasi pabriknya kemudian tumbuh menjadi Kawasan Industri Air Kelik
(KIAK). Tahun 2004, Ahok berhasil meyakinkan investor dari Korea untuk
menanamkan modal pabrik pengolahan dan pemurnian timah (Tin Smelter), yang
dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.
MENJADI ANGGOTA DEWAN
Tahun 1995, Ahok
frustasi dan ingin pindah ke luar negeri karena usahanya dihambat pejabat
sehingga harus ditutup. Namun ayahnya meningatkan agar dia jangan pergi karena
rakyat miskin membutuhkannya. Ayahnya memberi nasehat, ”orang miskin jangan
melawan orang kaya, orang kaya jangan melawan penguasa atau pejabat.” Maka akan lebih bermanfaat bila Ahok menjadi
penguasa sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi banyak orang. Ahok
menyatakan tidak mungkin orang yang muka ‘minyak babi’ seperti mereka dipilih oleh masyarakat yang mayoritas Muslim
menjadi pejabat. Namun ayahnya meyakinkan, suatu saat kelak mayasrakat akan
memilihnya secara langsung untuk memimpin mereka.
Tahun 2003, Ahok
merasakan panggilan yang kuat untuk masuk ke dunia politik agar bisa membantu
masyarakat. Maka Ahok kemudian meninggalkan jabatannya sebagai Ketua Majalis
Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar Rayon 11 Pluit, dan membawa keluarganya
pulang ke kampung halaman. Dia kemudian bergabung dengan Partai Indonesia Baru
(PIB) yang didirikan (alm) Dr. Syahrir dengan menjadi Ketua DPC PIB di Belitung
Timur tahun 2004.
Pada saat pemilu
tahun 2004, Ahok memilih menjalankan prinsip Prophetical Voice atau Suara Kenabian dibanding Political Voice. Prophetical Voice artinya dalam berpolitik, melakukan fungsi
“kenabian” untuk menyuarakan kebenaran sekalipun dengan resiko kalah atau
ditolak. Sedangkan Political Voice
berarti tidak perduli halal atau haram yang penting menang dalam Pemilu. Banyak
tawaran untukmemberikan suara kepada partainya dengan syarat bermacam imbalan,
seperti permintaan uang Rp 20.000 per orang, permintaan sumbangan untuk rumah
ibadah, permintaan tangki air, dll. Ahok menolak semua permintaan mereka dengan
mengatakan jika mereka mempercayai dia ,silahkan pilih. Tapi jika tidak,
silahkan memilih partai lain lain yang mau memenuhi permintaan mereka. Hasilnya
pada pemilu 2004, partai PIB kalah telak di Belitung Timur. Di Kabupaten
Belitung Timur yang berpenduduk 93,25% Muslim dan 0,82% Kristen, Ahok mendapat
2,7% suara untuk 2 daerah pemilihan. Ahok berhasil menjadi anggota DPRD periode
2004-2009 karena sisa pembagian suara.
Pada saat
menjadi anggota DPRD, Ahok menjalankan “perjuangan revolusioner”, dengan tidak
melakukan Surat Perjalanan Dinas yang fiktif, melakukan kunjungan kerja yang
tidak perlu atau menerima amplop pada saat kunjungan ke perusahaan BUMN dan swasta.
MENJADI BUPATI
Tahun 2005, Ahok
maju menjadi calon Bupati kabupaten Belitung Timur bersama wakilnya ,Khairul
Efendi dari Partai Nasional Kebangkitan Bangsa (PNKB) dan berhasil menang. Pada saat menjabat sebagai Bupati, Ahok
selalu berusaha mendengarkan keluhan warganya. Dia sering masuk ke warung kopi
berbincang dengan rakyatnya. Di rumah pribadinya juga ia seperti dokter praktek
yang setia menerima dan meladeni kelompok-kelompok masyarakat yang datang
mengadu padanya. Banyak masyarakat yang mengetahui nomor telepon pribadinya
melalui kartu nama yang dia bagi-bagikan sehingga warga mudah menyampaikan
keluhan mereka kepada sang bupati.
Ahok membuat
kebijakan pendidikan gratis untuk siswa di Belitung Timur mulai dari Sekolah
dasar hingga SMA. Siswa-siswa berprestasi mendapat beasiswa dan dikirim belajar
di Universitas Trisakti. Biaya kesehatan gratis juga diberikan kepada warga di
rumah sakit, ambulans ,ICU, dan biaya bersalin. Santunan juga diberikan bagi
keluarga yang ditinggal anggota keluarganya.
Menurut Ahok,
dalam sebuah tulisannya berjudul “Politik
BTP untuk Keadilan Sosial “ untuk
mengenang (alm) Pdt. Dr.Daud Palilu, ada
tiga hal yang harus dilakukan untuk
membuat kebijakan yang pro keadilan sosial. Pertama,
menghilangkan kebocoran APBD, sehingga pemerintah memiliki cukup uang untuk
melayani masyarakat (Bersih), Kedua,
memberikan informasi anggaran kepada masyarakat mulai alokasi sampai
pertanggungjawabanannya sehingga masyarakat mau berpartisipasi (Transparan) dan
ketiga, menjadi pelayan yang
professional yang berarti mudah dihubungi langsung oleh masyarakat sehingga
tahu kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol kinerja bawahan berdasarkan
laporan yang masuk dari masyarakat. (Profesional).
Ahok membuat
program pembiayaan kesehatan gratis dengan bekerja sama dengan PT Askes.
Pemerintah daerah Belitung Timur membuat kesepakatan dimana pemerintah
hanya membayarkan premi untuk 50% penduduk. Asuransi ini untuk perawatan kelas
tiga, termasuk biaya ambulans, pengobatan sampai melahirkan. Ahok mendorong PT
Askes melakukan uji coba selama 3 bulan. Hasilnya pasien di Puskesmas naik 300%
dan PT Askes mendapat keuntungan hampir Rp 2 milyar.
Tahun 2007, Ahok
menyerahkan jabatan Bupati kepada wakilnya Khairul Effendi, untuk kemudian maju
dalam pencalonan sebagai Gubernur Bangka Belitung. Namun dalam perebutan suara yang ditengarai
ada kecurangan tersebut, Ahok dinyatakan kalah.
ANGGOTA DPR RI
Tahun 2009, Ahok
berhasil masuk ke Senayan sebagi anggota DPR RI mewakili partai Golkar dari
daerah pemilihan Bangka Belitung. Selama menjadi anggota DPR di Komisi II, Ahok
dikenal vocal membongkar berbagai praktek penipuan anggaran yang dilakukan
anggota dewan. Misalnya saat kunjungan kerja ke Maroko sebagai anggota delegasi
Grup kerja Sama Bilateral DPR dan parlemen Maroko pada bulan September 2010.
Kunjungan yang berdurasi resminya 4 hari ternyata dimanfaatkan rekan-rekannya
untuk mengunjungi Spanyol meski tidak ada dalam rencana perjalanan. Mereka juga
mendapatkan uang dinas US $ 400 per hari selama di Spanyol. Ahok juga menolak tawaran mendapatkan uang
saku penuh 7 hari meskipun tidak turut dalam rombongan ke Spanyol. Banyak
penyimpangan yang dilihat Ahok selama masa tugasnya yang singkat di DPR,
seperti, permainan jumlah hari kunjungan dan rapat, perubahan tiket perjalanan,
dana taktis dalam berbagai kunjungan , pembiayaan pembahasan RUU yang tidak
transparan, pengambilan kelebihan uang reses, serta pemotongan pajak anggota
DPR yang tidak jelas. Meskipun Ahok sudah melaporkan hal tersebut ke Badan
Kehormatan (BK) DPR, namun tidak ada tindak lanjut yang dilakukan oleh BK.
Untuk mendorong
tumbuhnya pemimpin yang Bersih, Transparan dan Professional, Ahok mengusulkan
langkah-langkah : pertama DPR perlu
mendorong revisi UU no 28 tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang besih
dan bebas KKN dengan menambahkan pasal yang memberikan sanksi hukum kepada
penyelenggara Negara yang terlambat maupun tidak memberikan laporan harta kekayaannya secara akurat.
Mereka juga wajib menyerahkan SPT saat menyerahkan laporan kekayaan agar bisa
dilakukan pengecekan konsistensi para penyelenggara Negara dalam membayar
pajak. Bila ada ketidakcocokan maka berakibat pada penyitaan harta
penyelenggara Negara tersebut.
Kedua, DPR perlu mendorong revisi dalam
Undang-Undang no 14. Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan
mewajibkan KPK mempublikasikan LHKPN dan SPT para penyelenggara Negara yang
mengumpulkan LHKPN-nya untuk mendorong
transparansi dan partisipasi public dalam mengawasi konsistensi kerja
KPK dan pejabat Negara lainnya.
Ketiga, merevisi Undang-Undang Tindak
Pidana Korupsi agar pembuktian terbalik diterapkan secara konsisten sebagai
metode pembuktian dalam kasus pengadilan tindak pidana korupsi mengingat
korupsi di Indonesia sudah dianggap sebagai kejahatan luar biasa.
Keempat, Pemerintah mendukung KPK agar
memiliki wewenang pemeriksaan dan klarifikasi atas LHKPN dan SPT pajak yang
dilaporkan. Hal ini penting agar ada tindak lanjut terhadap laporan yang
mencurigakan. KPK sendiri harus menjadi institusi yang bersih dan juga
mempublikasikan LHKPN dan SPT anggotanya.
Kelima, perlu terobosan revolusioner
sehingga ada ruang yang terbuka bagi munculnya pemimpin-pemimpin idealis. Untuk
menjaga kandidat-kandidat yang maju adalah yang bersih, maka perlu dibuat
kewajiban pembuktian terbalik bagi para kandidat yang berencana maju dalam
Pilkada.
MENJADI WAKIL
GUBERNUR DKI JAKARTA
Tahun 2012,
Ahok, ayah dari 3 orang anak , berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi) maju
dalam Pemilihan Gubernur/wakil Gubernur DKI Jakarta yang didukung oleh PDI
Perjuangan dan partai Gerindra. Saingan mereka adalah Gubernur petahana
(incumbent) Fauzi Bowo dari partai Demokrat dan Alex Nurdin/Nono Sampono dari
partai Golkar. Berkat dukungan masyarakat, Joko Widodo terpilih sebagai
Gubernur dan Ahok menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Visi Pemerintahan
Jokowi –Ahok adalah menuju Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi
tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang
berkebudayaan,dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik.
Mereka kemudian membuat Sembilan program-unggulan untuk mengimplementasikan
visi tersebut.
Dalam waktu
singkat, mereka telah berhasil membuat program-program yang merupakan
terobosan. Beberapa program yang dianggap berhasil mereka perbuat antara lain:
1. Penertiban
PKL di Pasar Tanah Abang
Selama puluhan
tahun pasar tanah Abang dikenal sebagai daerah yang macet, akibat para pedagang
yang berjualan di pinggir jalan. Memindahkan para pedagang tersebut tidak mudah
karena terkait dengan para preman, politikus, tukang parkir dan organisasi
masyarakat yang mendapat keuntungan dengan kehadiran para PKL Tanah
Abang. Setelah perdebatan keras, akhirnya para pedagang bersedia direlokasi ke
Blok G Pasar Tanah Abang dengan insentif 6 bulan tidak membayar sewa.
2. Pembangunan
Taman Waduk Pluit,
Pembangunan Taman Waduk Pluit mendapat tentangan keras dari masyarakat
yang tinggal di daerah tersebut yang
harus dipindah dari area tersebut. Taman
senilai Rp 10 milyar ini dibangun dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan-perusahaan swasta yang
dikumpulkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo. Pengerukan waduk ini
juga sejalan dengan program Jokowi-Ahok untuk mengantisipasi banjir ,rob dan genangan air. Kini, di tempat
yang dulunya kumuh ini, setiap sore menjadi arena berkumpul dan bermain gratis
untuk anak-anak dan orangtua.
3. Menggunggah
Laporan Kegiatan ke Youtube
Sebagai bentuk Transparansi program Pemda DKI, Ahok berinisiatif
mengunggah (upload) kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur di situs Youtube agar masyarakat bisa
menyaksikan program yang sudah dan sedang dijalankan pemerintah daerahnya. Ahok
menyatakan sering menerima respon positif dari masyarakat perihal akun yang
memuat kegiatan gubernur dan wakil gubernur (www.youtube.com/user/PemprovDKI)
Berbeda dengan
Gubernur Jokowi yang lembut dan tenang, Ahok tampil dengan profil yang galak,
sering marah-marah namun sangat perduli pada kepentingan rakyat banyak.
Beberapa tindakan Ahok yang sangat keras sering terasa terlalu keras bagi
sebagian orang, namun sebagian lagi melihatnya sebagai sesuatu yang sudah
seharusnya. Sifat Ahok mungkin mirip Bobby Kennedy , mati terbunuh tahun 1968 dalam usia 42
thn,yang dinilai memiliki kualitas menonjol dalam kemampuannya untuk meledak
dalam apa yang disebut sebagai amarah moral. Dia tidak dapat mentolerir
kemiskinan, buta aksara, malnutrisi, prasangka,kemaksiatan, persekongkolan,
yang semuanya dianggapnya sebagai penghinaan pribadi. Beberapa contoh tindakan Ahok yang dianggap
cukup keras antara lain:
1. Mengubah
rumah dinas Lurah dan Camat menjadi taman untuk pedagang kaki lima.
Ahok menganggap
para lurah dan camat di Jakarta dengan penghasilan yang tinggi sudah mampu
memiliki rumah sendiri. Jadi,lebih baik rumah dinasnya dibongkar dan dijadikan
tempat untuk kepentingan umum.
2. Menghapus
mobil dinas.
Pemda DKI
berupaya melakukan penghematan dengan meniadakan mobil dinas untuk pegawai.
Sebagai gantinya ,pemda menyewa mobil punya pegawai sehingga pemda bebas dari
biaya pemeliharaan. Para pegawai merawat mobil tersebut dengan baik karena
mobilnya sendiri. Dengan kebijakan ini, Pemda bisa menghemat ratusan milliar rupiah.
3. Memecat
Pegawai PNS Malas
Ahok menegaskan
, bila menemui PNS DKI yang ogah-ogahan bekerja, maka ia akan memecat pegawai
tersebut karena gaji PNS di Jakarta sudah hampir menyamai pegawai swasta.
4. Memangkas
Anggaran Pidato
Salah satu visi
Jokowi-Ahok adalah penghematan anggaran, sehingga mereka sangat teliti dalam
pembuatan anggaran. Salah satu anggaran yang dianggap pemborosan adalah biaya
pembuatan naskah pidato Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencapai 1,2 milliar.
Ahok tegas menyatakan akan memotong anggaran tersebut.
5. Memotong Anggaran pembangunan
Ahok mengerti
bahwa banyak dana-dana proyek yang sengaja digelembungkan oleh konsultan
proyek. Untuk itu dia menyatakan akan memotong 25% dari anggaran pembangunan
yang diajukan. Kalau tidak mau, dia akan menggunakan dari biaya operasional
pemda.
Karakter yang
menonjol
Sebagai seorang
pribadi , Ahok memiliki beberapa karakter yang sangat mendukung keberhasilannya
dalam memimpin. Karakter Ahok yang menonjol antara lain:
1. Mengasihi
Pada saat menjabat Bupati Belitung Timur, Ahok
menanyakan kebutuhan keluarga termasuk uang sekolah anak kepala Dinas dan
Pegawai di Pemerintahan kabupaten Belitung Timur. Setelah diketahui, Ahok
memberikan gaji sesuai kebutuhan mereka dengan persyaratan tidak boleh
mengambil keuntungan dari setiap proyek yang diperuntukkan untuk rakyat.
Menurut Ahok, tidak mungkin seorang pelayan akan melayani dengan baik sementara
istri dan anaknya tidak bisa makan atau dipenuhi kebutuhannya secara wajar.
Dengan strategi ini, para pejabat dan pegawai melayani masyarakat Belitung
Timur dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan Belitung Timur bebas dari
korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
2. Berani
Ahok dikenal
sangat berani menentang kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan hati
nuraninya, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak yang
dilayaninya. Ketika DPRD Belitung Timur menolak mengesahkan anggaran yang dia
ajukan yang berisi anggaran pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat
Belitung Timur, Ahok menyatakan jika DPRD tidak menyetujui, maka dia akan
menggunakan anggaran tahun lalu tapi mereka semua tidak akan terima gaji.
Akhirnya, DPRD Belitung Timur menyetujui anggaran tersebut.
Ketika Partai
Gerindra yang mencalonkannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendukung
kembali ke sistim pemilihan tidak langsung, dimana kepala daerah dipilih oleh
DPRD, Ahok menyatakan menolak keputusan
partai tersebut. Ahok menyatakan sistem tersebut hanya akan menjadikan kepala
daerah sebagai sapi perahan anggota DPRD. Karena merasa sikap partai tersebut
tidak sesuai lagi dengan nuraninya, Ahok menyatakan mundur dari partai
Gerindra.
3. Terbuka
Ahok menganggap
dirinya adalah pelayan masyarakat DKI dan masyarakat DKI adalah tuannya.
Sebagai tuan, mereka harus mengetahui gaji pelayannya. Itulah sebabnya Ahok
membuka besaran gaji dan dana operasionalnya untuk diketahui umum. Dalam
sebuah wawancara di acara Kick Andy, Ahok secara terbuka menjawab
kisaran penerimaannya berupa gaji dan tunjangan sebagai Wakil Gubernur sekitar
1 milliar lebih dalam setahun. Dia menyatakan bahwa jumlah itu sudah cukup
baginya untuk hidup.
4.Bekerja
Untuk Semua
Ahok sangat
menentang politik yang berdasarkan SARA. Menurutnya, masalah terbesar bangsa
kita untuk mendapatkan pemimpin yang baik, karena seringnya orang yang tidak
mampu bersaing menggunakan pendekatan SARA untuk membujuk rakyat memilih
pemimpin yang seagama, sesuku, seras. Padahal pemimpin Indonesia bukanlah
pemimpin agama. Misalnya, orang Padang, atau Batak Islam, tidak mungkin jadi
pemimpin di Sulawesi utara, atau Papua. Demikian sebaliknya, orang Papua tidak
mungkin jadi pemimpin di Aceh. Akhirnya yang didapat adalah pemimpin yang terburuk dari yang buruk.
Harusnya pemimpin dipilih adalah yang Bersih, Terbuka dan Profesional, bukan karena suku, agama atas rasnya. Dalam
kepemimpinannya, walau dia seorang Kristen , dia lebih banyak membantu para
penjaga mesjid dan pembangunan mesjid di daerahnya karena menganggap ekonomi
orang Kristen lebih baik sehingga tanpa dibantu pemerintah daerahpun mereka
bisa membangun sendiri gerejanya.
PENGHARGAAN DAN
KARYA
Atas prestasinya
dalam memerangi korupsi saat menjabat sebagai Bupati, pada tahun 2006 Majalah
Tempo menobatkannya sebagai salah satu dari sepuluh tokoh yang mengubah
Indonesia. Kemudian di tahun 2007, Ahok dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi
oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara, dan masyarakat Transparansi Indonesia. Ahok juga
telah menulis sebuah buku berjudul Merubah
Indonesia tahun 2008.
PENUTUP
Ahok telah
meretas jalan berliku dan penuh kerikil tajam untuk mewujudkan impian ayahnya
dan dirinya demi dapat meraih kekuasaaan
agar bisa membantu lebih banyak orang yang miskin dan membutuhkan di
tengah-tengah bumi berpijak yang kaya raya. Sebagaimana dinyatakan oleh John
Stott, bahwa visi adalah suatu ihwal melihat sesuatu yang imaginatif , suatu
ketidakpuasan yang mendalam tentang situasi masa kini selaku suatu fakta ,
dibarengi pandangan yang amat tajam tentang bagaimana yang selayaknya selaku
suatu kemungkinan. Amarah terhadap
penyalahgunaan kekuasaan dan Iba hati terhadap warga yang menderita dan tak
berdaya ,menjadi kombinasi yang kuat membentuk visi dan kepemimpinan Ahok.
Perlawanan dan perjuangan bagai seorang pendekar itu telah dimulainya sepuluh
tahun lalu di tanah Melayu yang ramai dengan galian tambang, Belitung. Dan kini
dia mengulangi perjuangannya di tanah Betawi sebagai Wakil Gubernur ,kemudian
Gubernur, menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai presiden. Tanah yang penuh gedung menjulang dengan lampu
warna-warni yang tak henti berpijar
sepanjang malam : Jakarta.(RH)
Bahan Bacaan:
1.
Radis Bastian, Ahok, Penerbit Palapa, Yogjakarta, 2013
2.
Piter Randan Bua, Berkaca Pada Kepemimpinan Ahok,
Penerbit Yayasan Taman Pustaka Kristen
Indonesia, Yogyakarta, 2013
3.
Dwi Joko
Rusriyanto (Ed),Berpihak Kepada yang Tersisih
dan Terpinggirkan, Penerbit Tim Kajian GKI Kwitang, Jakarta, 2011
4.
John Stott,
Isu-Isu Global: Menantang Kepemimpinan Kristiani, Penerbit Yayasan Komunikasi
Bina Kasih, Jakarta 1996
5.
Andrea Hirata, Laskar Pelangi, Penerbit Bentang,
Yogyakarta, 2008
6.
http ://www.ahok.org/berita/news/pdf-buku-merubah-indonesia/

Promo Spesial Bonus 100% !
BalasHapusDaftar Judi CASINO Online Terpercaya di Indonesia Disitus Bolavita sekarang juga !
Menyediakan Minimal Deposit & Withdraw yang relatif murah... Hanya Rp 50.000,- Menjamin keamanan dan kenyamanan anda bermain !
Proses transaksi penarikan dana dan deposit tidak sampai 5 menit ! Mengutamakan kenyamanan dan keamanan para member !
Menyediakan transaksi yang cukup lengkap, seperti Ovo, Gopay, Linkaja, Dana, Pulsa dan Semua Jenis rekening Yang ada di Indonesia.
Selain Menyediakan Casino Live, Juga menyediakan permainan lainnya yang lengkap dan populer !
Anda bisa langsung mengklaim Bonus 100% !
Untuk Informasi selengkapnya, Jangan Sungkan Hubungi Kontak Cs kami yang online 24 Jam dibawah ini :
» Nomor WhatsApp : +62812-2222-995
» ID Telegram : @bolavitacc
» ID Wechat : Bolavita
» ID Line : cs_bolavita