Pengantar
Perusahaan
Samsung didirikan pada tahun 1938 oleh
Lee Byung –Chul. Bisnis awalnya bergerak di bidang pengadaan kebutuhan
sehari-hari masyarakat seperti beras, gula dan lain-lain. Namun sejak tahun
1983, Samsung mulai masuk ke bidang industri yang membutuhkan sumber daya
manusia yang berintelegensia tinggi. Samsung masuk dalam 6 bidang bisnis
seperti telekomunikasi (telepon dan jaringan), peralatan rumah tangga digital
(TV, mesin cuci, oven, microwave, DVD player,dll), Media digital, Semikonduktor
dan kenderaan bermontor ( termasuk alat berat). Tahun 2012, Samsung berhasil
menjadi produsen handphone no 1 di
dunia, menggeser Nokia sebelumnya merajai penjualan handphone di seluruh dunia
sejak tahun 1998.
Pola Pendidikan
SDM
Tahun 2013, Samsung
memiliki sekitar 427.000 orang karyawan di seluruh dunia. Samsung
memperkenalkan sistem manajemen yang disebut” Manajemen Carilah”. Maksudnya adalah
Samsung harus mencari orang-orang genius untuk bekerja bersama Samsung. Hal ini
berangkat dari kesadaran bahwa penurunan kinerja perusahaan Jepang sebagian
diakibatkan ketidakmampuan memburu orang-orang yang memiliki talenta. Kategori
orang genius yang dicari Samsung adalah, pertama, tidak memandang kewarnegaraan
orang tersebut. Kedua, mereka memiliki kemampuan intelektual kuat secara
global. Ketiga, mengutamakan mahasiswa Teknik atau eksakta.
Samsung
Electronics membuat pusat penelitian pengembangan kemampuan orang genius.
Kriteria orang genius adalah, pertama,
mampu menciptakan produk yang belum ada di perusahaan dan melalui produk
tersebut mampu permintaan dan dapat memimpin pasar dalam jangka waktu menengah.Kedua, memiliki kemampuan inovasi, yaitu
mendorong terciptanya ide-ide kreatif di luar streotif. Ketiga, bersifat professional serta mampu berorganisasi. Keempat, memiliki rasa kemanusiaan.
Samsung membuat
beberapa level tingkatan orang genius., yaitu level S, H dan A. Orang genius level S (Super), memiliki kemampuan super yang tersembunyi dan mampu
menyelesaikan pekerjaan dengan hasil mengagumkan dan merupakan calon orang yang
akan memimpin Samsung di masa depan. Level
H (High Potensial), yaitu yang
tidak cukup dinilai berdasarkan hasil kerja, tapi memiliki bakat tersembunyi yang
memperlihatkan kemungkinan (probabilitas) super. Level A tdaik sebagus level S,
tapi harus memperlihatkan kemungkinan level kemampuan super tersembunyi.
Samsung memiliki
lebih dari seribu orang dewan peneliti berlevel S yang bergaji tahunan tiga
kali lipat dibanding para eksekutif. Diantara mereka ada yang menjalankan
Yayasan Samsung Fellow, yang merupakan kantor kehormatan terbaik bagi
orang-orang genius yang memiliki standar teknis terbaik di dunia. Mereka
membuat program untuk meningkatkan jumlah orang genius yang bergelar master
atau doktor sebanyak seribu orang per tahun. Selain itu, mereka juga mengirim
orang - orang genius yang memiliki ilmu pengetahuan dasar dari China, India
,Rusia ,dan lain-lain untuk melanjutkan kuliah di universitas di Korea serta
merancang tempat penelitian berbasis di Amerika, Uni Eropa, Jepang ,China.
Manajemen
Kreatif
Pada saat
Samsung mulai berkembang, mereka meminjam teknologi dan cara mengelola
perusahaan dari perusahaan lain, seperti melakukan benchmarking dengan sistem pengelolaan SDM perusahaan Sony dan General Electric.
Namun sejak Samsung menjadi perusahaan nomor satu dunia, Presiden Direktur Lee
Kun Hee menyadari tidak ada lagi perusahaan yang akan mau meminjamkan atau
mengajari teknologinya kepada Samsung. Oleh sebab itu, Presiden Lee mengatakan
mereka harus percaya diri untuk mengembangkan teknologi dan sistem manajemen
yang dibuat sendiri. Mereka harus menjalankan manajemen kreatif. Kunci untuk
mendukung manajemen kreatif adalah manajemen SDM.
Salah satu sistem
pendidikan yang dijalankan Samsung adalah sistem “Spesialis Lokal”. Sistem ini
merupakan kursus untuk perkembangan SDM global dengan cara mengirim pegawai ke
luar negeri, yang bekerja selama lebih dari 3 tahun melalui penelitian tentang
bahasa dan lingkungan social serta budaya setempat. Pegawai tersebut bekerja dan berjalan-jalan
semaunya di daerah tempatnya bekerja dan mengabadikan pengalamannya ke dalam
notebook dan kamera yang sudah disediakan kantor. Catatan pengalamannya nantinya akan keluar di
intranet sehingga bisa dibaca oleh yang lain.
Untuk pegawai baru,
Samsung juga membuat pendidikan melalui
camp training selama empat minggu. Materi pembelajaran bermacam-macam, antara
lain pendidikan SVP (Samsung Shared Value Program), SLP (program pengembangan
manajer tingkat tinggi) dan SGP (program pengembangan SDM global).
SDM “Tipe T”
Samsung mencari
SDM yang berkualitas tipe T, yaitu pekerja yang menguasai pekerjaan di
bidangnya dan memiliki kemampuan dan
pengetahuan yang luas. Kualitas tipe T memili tiga arti, pertama , berpikir solid, memiliki pengertian dalam menguasai
seluruh pekerjaan. Tugas apapun yang diberikan kepada SDM tipe T, hasilnya berkualitas lebih bagus.Kedua, bila diperlukan ide kreatif dalam bisnis baru serta
berkombinasi dengan teknologi yang berbeda, maka SDM berkualitas tipe T akan
lebih dibutuhkan. Ketiga, SDM
berkualitas tipe T memiliki sistem manajemen untuk menghadapi lingkungan
global.Istilah lain untuk SDM tipe T adalah SDM yang menguasi bidang spesialis,
tapi juga mengetahui berbagai bidang yang luas (spesialis-generalis).
SDM berkualitas
tipe “T” adalah SDM yang memiliki 4C,
yaitu Compassion, Conception, Controversy
dan Commitment. Memiliki Compassion
maksudnya bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk mengerti keinginan dan
memikirkan kenyamanan konsumen. Conception,
adalah kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dan pengalaman yang
dimiliki secara kreatif serta selalu
berupaya menyelesaikan setiap masalah dengan cara apapun. Controversy adalah dimana personil tersebut menikmati munculnya
kontroversi kreatif dengan saling berbagi ide sehingga muncul ide baru yang
berguna bagi keberlangsungan bisnis.Commitment,
adalah, setelah menyampaikan idenya,SDM tersebut berusaha dengan sekuat tenaga
untuk mewujudkannya. Dia akan berusaha sendiri bila tidak ada yang
mendukungnya dan terus berkarya.
Sistem MBA Samsung
SDM berkualitas
tipe T yang diinginkan Samsung dapat dibentuk dengan adanya pengembangan SDM
dalam sistem MBA (Master of Business Administration) Samsung. Samsung
mempromosikan dan menggali bakat berkualitas generasi penerusnya di antara
pegawainya sendiri. Sistem MBA Samsung dilakukan dengan menyeleksi pegawai dari
jajaran kepala bagian dan wakil kepala bagian, lalu membinanya menjadi pemimpin
atau CEO Perusahaan.
BUDAYA
PERUSAHAAN
Salah satu
Budaya Perusahaan yang dikembangkan Samsung adalah tentang Staff. Samsung menghargai manusia dengan segala pemikirannya
sehingga selalu mengupayakan peningkatan kualitas para pekerjanya dengan
menciptakan situasi yang kondusif agar pekerja merasa bekerja di Samsung adalah
pekerjaan seumur hidupnya. Dengan demikian akan tercipta kesetiaan dan
kepedulian karyawan terhadap perusahaan. Mereka juga aktif mencari penyelesaian
permasalahan perusahaan. Dengan bekerja seumur hidup, kualitas hidup pekerja
juga diupayakan meningkat Mereka mendapat jaminan hari tua sehingga bisa
menikmati masa tua bersama keluarga. Nantinya, dua keturunan anak mereka juga
dapat bekerja di Samsung.
Penutup
Pengembangan karyawan melalui pendidikan dan sistem yang dibuat
Samsung terbukti telah mampu menghantar perusahaan ini menjadi perusahaan nomor
1 di dunia. Ada baiknya perusahaan-perusahaan di Indonesia mencoba mengikuti sistem
yang mereka jalankan dengan melakukan penyesuaian seperlunya sesuai kondisi
setempat. Semoga suatu saat akan ada perusahaan Indonesia yang mengikuti jejak
Samsung menjadi perusahaan yang dihormati di dunia Internasional.
Sumber:
- Koh Sung –Hee, dkk, Why Samsung : Menginspirasi Dunia, Menciptakan Masa Depan, Penerbit Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2013
- http://en.wikipedia.org/wiki/Samsung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar