Minggu, 05 Oktober 2014

Manajemen SDM Ala Samsung




Pengantar
Perusahaan Samsung didirikan pada tahun 1938  oleh Lee Byung –Chul. Bisnis awalnya bergerak di bidang pengadaan kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti beras, gula dan lain-lain. Namun sejak tahun 1983, Samsung mulai masuk ke bidang industri yang membutuhkan sumber daya manusia yang berintelegensia tinggi. Samsung masuk dalam 6 bidang bisnis seperti telekomunikasi (telepon dan jaringan), peralatan rumah tangga digital (TV, mesin cuci, oven, microwave, DVD player,dll), Media digital, Semikonduktor dan kenderaan bermontor ( termasuk alat berat). Tahun 2012, Samsung berhasil menjadi produsen handphone  no 1 di dunia, menggeser Nokia sebelumnya merajai penjualan handphone di seluruh dunia sejak tahun 1998.
Pola Pendidikan SDM
Tahun 2013, Samsung memiliki sekitar 427.000 orang karyawan di seluruh dunia. Samsung memperkenalkan sistem manajemen yang disebut” Manajemen Carilah”. Maksudnya adalah Samsung harus mencari orang-orang genius untuk bekerja bersama Samsung. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa penurunan kinerja perusahaan Jepang sebagian diakibatkan ketidakmampuan memburu orang-orang yang memiliki talenta. Kategori orang genius yang dicari Samsung adalah, pertama, tidak memandang kewarnegaraan orang tersebut. Kedua, mereka memiliki kemampuan intelektual kuat secara global. Ketiga, mengutamakan mahasiswa Teknik atau eksakta.
Samsung Electronics membuat pusat penelitian pengembangan kemampuan orang genius. Kriteria orang genius adalah, pertama, mampu menciptakan produk yang belum ada di perusahaan dan melalui produk tersebut mampu permintaan dan dapat memimpin pasar dalam jangka waktu menengah.Kedua, memiliki kemampuan inovasi, yaitu mendorong terciptanya ide-ide kreatif di luar streotif. Ketiga, bersifat professional serta mampu berorganisasi. Keempat, memiliki rasa kemanusiaan.
Samsung membuat beberapa level tingkatan orang genius., yaitu level S, H dan A. Orang genius level S (Super), memiliki kemampuan super yang tersembunyi dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil mengagumkan dan merupakan calon orang yang akan memimpin Samsung di masa depan. Level H (High Potensial), yaitu yang tidak cukup dinilai berdasarkan hasil kerja, tapi  memiliki bakat tersembunyi yang memperlihatkan kemungkinan (probabilitas) super. Level A tdaik sebagus level S, tapi harus memperlihatkan kemungkinan level kemampuan super tersembunyi.
Samsung memiliki lebih dari seribu orang dewan peneliti berlevel S yang bergaji tahunan tiga kali lipat dibanding para eksekutif. Diantara mereka ada yang menjalankan Yayasan Samsung Fellow, yang merupakan kantor kehormatan terbaik bagi orang-orang genius yang memiliki standar teknis terbaik di dunia. Mereka membuat program untuk meningkatkan jumlah orang genius yang bergelar master atau doktor sebanyak seribu orang per tahun. Selain itu, mereka juga mengirim orang - orang genius yang memiliki ilmu pengetahuan dasar dari China, India ,Rusia ,dan lain-lain untuk melanjutkan kuliah di universitas di Korea serta merancang tempat penelitian berbasis di Amerika, Uni Eropa, Jepang ,China.
Manajemen Kreatif
Pada saat Samsung mulai berkembang, mereka meminjam teknologi dan cara mengelola perusahaan dari perusahaan lain, seperti melakukan benchmarking dengan sistem pengelolaan SDM  perusahaan Sony dan General Electric. Namun sejak Samsung menjadi perusahaan nomor satu dunia, Presiden Direktur Lee Kun Hee menyadari tidak ada lagi perusahaan yang akan mau meminjamkan atau mengajari teknologinya kepada Samsung. Oleh sebab itu, Presiden Lee mengatakan mereka harus percaya diri untuk mengembangkan teknologi dan sistem manajemen yang dibuat sendiri. Mereka harus menjalankan manajemen kreatif. Kunci untuk mendukung manajemen kreatif adalah manajemen SDM.
Salah satu sistem pendidikan yang dijalankan Samsung adalah sistem “Spesialis Lokal”. Sistem ini merupakan kursus untuk perkembangan SDM global dengan cara mengirim pegawai ke luar negeri, yang bekerja selama lebih dari 3 tahun melalui penelitian tentang bahasa dan lingkungan social serta budaya setempat.  Pegawai tersebut bekerja dan berjalan-jalan semaunya di daerah tempatnya bekerja dan mengabadikan pengalamannya ke dalam notebook dan kamera yang sudah disediakan kantor.  Catatan pengalamannya nantinya akan keluar di intranet sehingga bisa dibaca oleh yang lain.
Untuk pegawai baru, Samsung juga membuat pendidikan  melalui camp training selama empat minggu. Materi pembelajaran bermacam-macam, antara lain pendidikan SVP (Samsung Shared Value Program), SLP (program pengembangan manajer tingkat tinggi) dan SGP (program pengembangan SDM global).
SDM “Tipe T”
Samsung mencari SDM yang berkualitas tipe T, yaitu pekerja yang menguasai pekerjaan di bidangnya dan memiliki kemampuan  dan pengetahuan yang luas. Kualitas tipe T memili tiga arti, pertama , berpikir solid, memiliki pengertian dalam menguasai seluruh pekerjaan. Tugas apapun yang diberikan kepada SDM tipe T, hasilnya  berkualitas lebih bagus.Kedua, bila diperlukan ide kreatif dalam bisnis baru serta berkombinasi dengan teknologi yang berbeda, maka SDM berkualitas tipe T akan lebih dibutuhkan. Ketiga, SDM berkualitas tipe T memiliki sistem manajemen untuk menghadapi lingkungan global.Istilah lain untuk SDM tipe T adalah SDM yang menguasi bidang spesialis, tapi juga mengetahui berbagai bidang yang luas (spesialis-generalis).
SDM berkualitas tipe “T” adalah SDM yang memiliki 4C, yaitu Compassion, Conception, Controversy dan Commitment. Memiliki Compassion maksudnya bahwa orang tersebut memiliki kemampuan untuk mengerti keinginan dan memikirkan kenyamanan konsumen. Conception, adalah kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki secara kreatif  serta selalu berupaya menyelesaikan setiap masalah dengan cara apapun. Controversy adalah dimana personil tersebut menikmati munculnya kontroversi kreatif dengan saling berbagi ide sehingga muncul ide baru yang berguna bagi keberlangsungan bisnis.Commitment, adalah, setelah menyampaikan idenya,SDM tersebut berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Dia akan berusaha sendiri bila tidak ada yang mendukungnya  dan terus berkarya.
Sistem MBA Samsung
SDM berkualitas tipe T yang diinginkan Samsung dapat dibentuk dengan adanya pengembangan SDM dalam sistem MBA (Master of Business Administration) Samsung. Samsung mempromosikan dan menggali bakat berkualitas generasi penerusnya di antara pegawainya sendiri. Sistem MBA Samsung dilakukan dengan menyeleksi pegawai dari jajaran kepala bagian dan wakil kepala bagian, lalu membinanya menjadi pemimpin atau CEO Perusahaan.
BUDAYA PERUSAHAAN
Salah satu Budaya Perusahaan yang dikembangkan Samsung adalah tentang Staff. Samsung menghargai manusia dengan segala pemikirannya sehingga selalu mengupayakan peningkatan kualitas para pekerjanya dengan menciptakan situasi yang kondusif agar pekerja merasa bekerja di Samsung adalah pekerjaan seumur hidupnya. Dengan demikian akan tercipta kesetiaan dan kepedulian karyawan terhadap perusahaan. Mereka juga aktif mencari penyelesaian permasalahan perusahaan. Dengan bekerja seumur hidup, kualitas hidup pekerja juga diupayakan meningkat Mereka mendapat jaminan hari tua sehingga bisa menikmati masa tua bersama keluarga. Nantinya, dua keturunan anak mereka juga dapat bekerja di Samsung.
Penutup
Pengembangan karyawan  melalui pendidikan dan sistem yang dibuat Samsung terbukti telah mampu menghantar perusahaan ini menjadi perusahaan nomor 1 di dunia. Ada baiknya perusahaan-perusahaan di Indonesia mencoba mengikuti sistem yang mereka jalankan dengan melakukan penyesuaian seperlunya sesuai kondisi setempat. Semoga suatu saat akan ada perusahaan Indonesia yang mengikuti jejak Samsung menjadi perusahaan yang dihormati di dunia Internasional.
Sumber:
  1. Koh Sung –Hee, dkk, Why Samsung : Menginspirasi Dunia, Menciptakan Masa Depan, Penerbit Bentang Pustaka, Yogyakarta, 2013
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Samsung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar