
Seringkali kita diperhadapkan antara 2 kenyataan yang melahirkan dilema : apakah kita akan menggeluti hobby kita yang menghabiskan waktu dan dana, atau membangun bisnis yang menghasilkan uang meski tidak sesuai dengan hobby kita. Hobby jelas bisa diolah menjadi bisnis, tapi hasilnya belum tentu mampu menopang hidup kita sepenuhnya. Di sinilah masalahnya: hidup tertekan demi hobby , atau hidup lumayan dengan mengubur habis hobby kita itu.
Terlepas dari 2 pilihan di atas, mungkin kita tetap bisa menjalaninya secara bersamaan sembari perlahan-lahan mengembangkan kreatifitas agar keduanya bisa saling menopang. Hobby bahasa misalnya, bisa dijadikan bisnis dengan mulai mengajar dari sedikit murid. Seiring waktu dan pengalaman yang bertambah, kita bisa menjadikannya menjadi kursus yang lebih formal dengan fasilitas yang lebih besar dan lengkap.Infrastruktur berupa gedung dan peralatan audio visual ,laboratorium, perpustakaan, bisa kita tambah perlahan-lahan. Demikian juga kurikulum bisa diperkaya dengan perbandingan kurikulum maupun hasil yang didapat dari pengalaman.
Beberapa perguruan/lembaga pendidikan yang ada saat ini sebenarnya didirikan atas hasrat dan minat yang tinggi pada pendidikan. Dari bidang ini, usaha mereka kemudian berkembang, walaupun core bisnisnya tetap lembaga pendidikan. Primagama, misalnya, berhasil memperluas line bisnisnya menjadi aneka rupa bisnis: restoran, ritel,dll.
Untuk mencapai skala yang lebih besar , mungkin perlu dibuat perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek. Harus ada tenggat waktu untuk mencapai target-target tertentu . Misalkan sebuah kursus bahasa Inggeris yang dimulai dari murid di bawah 10 orang. Mungkin bisa dibuat target 1 tahun ke depan memiliki 50 orang siswa, tahun kedua 100 -150 orang dsiswa bahasa Inggeris. Di tahun ketiga jenis kursus bisa diperluas menjadi 2-3 jenis kursus, misalkan ditambah kursus komputer dan bahasa Perancis.
Kursus komputer bisa dimulai secara terpisah berupa kursus MS. Office, Excel, word, Power Point. Bisa juga dibuat paket kursus Bahasa Inggeris + Komputer. Tujuannya adalah melengkapi siswa dengan kemampuan berbahasa secara aktif serta juga mampu mengoperasikan komputer yang umum dipakai dalam urusan kantor. Dengan menggabungkan kedua skill ini, siswa diharapkan mampu bersaing dalam dunia pekerjaan.
Pengembangan kursus komputer bisa dilakukan dengan menambah penawaran kursus , misalkan kursus pemograman menggunakan bahasa Visual basic, C++,Delphi,dll. Di bidang hardware, bisa dibuat kursus merakit dan mereparasi komputer. Arahnya adalah menyiapkan siswa untuk mampu bekerja mandiri setelah usai menjalani kursus. Siswa yang sudah mengikuti kursus pemograman diharapkan menjadi programmer handal. Demikian juga siswa hardware, diharapkan menjadi teknisi handal yang banyak dibutuhkan.
Kunci utama kesuksesan lembaga pendidikan adalah mampu bertahan seiring waktu, sebab orang umumnya lebih percaya dengan lembaga yang sudah lama berdiri dan memiliki banyak pengalaman. Reputasinya akan meningkat bila para alumni lembaga tersebut memiliki karir dan prestasi yang bagus di masyarakat. Jadi, teruslah berjuang...!
Bojong Kulur ,10 Desember 2007
Bojong Kulur ,10 Desember 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar