<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913</id><updated>2011-11-29T14:11:00.459-08:00</updated><category term='birokrasi'/><category term='Puisi'/><category term='media'/><category term='wisata'/><category term='Leadership'/><category term='Politik'/><category term='Refleksi'/><category term='etika'/><category term='sepakbola'/><category term='Organisasi'/><category term='Hukum'/><category term='Pendidikan'/><category term='agama'/><category term='Demokrasi'/><category term='Sosial'/><category term='ekonomi'/><category term='Entrepreneurship'/><title type='text'>SOLITUDE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4768308893991836139</id><published>2011-11-20T21:27:00.001-08:00</published><updated>2011-11-20T21:41:36.459-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Pengobatan Gratis di Kampung Ciketing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wyUDsO5L7NM/TsniAaFZTZI/AAAAAAAAAZA/jsl_57PX59w/s1600/IMG_2895.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wyUDsO5L7NM/TsniAaFZTZI/AAAAAAAAAZA/jsl_57PX59w/s320/IMG_2895.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677317301907049874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Minggu pagi 30 Oktober 2011. Matahari pagi menebarkan kehangatan cintanya di Kampung Ciketing RW 001 Desa Sumur Batu,Bantar Gebang,Bekasi. Tanah halaman rumah pak RW&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lokasi pelaksanaan pengobatan gratis tampak kering. Kondisi tanah pagi ini sangat membantu untuk pelaksanaan pengobatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengingat beberapa hari sebelumnya hujan turun deras dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengobatan Gratis ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperkirakan dihadiri sekitar 300 orang warga dari 4 RT di RW 001.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pengobatan Gratis ini merupakan kerjasama WKPUB,GKI Bektim dan GKI Kemang Pratama. Pemilihan lokasi di RW 001 Desa SUmur batu karena daerah ini berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sumur Batu. Kondisi udara yang tercemar bau sampah dan rembesan air membuat warga sekitar berpotensi terserang berbagai jenis penyakit. Pengobatan gratis secara berkala diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat dalam hal biaya pengobatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tenda putih berumbai merah dan kursi-kursi sudah terpasang rapi saat rombongan GKI&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8_dDof-h4as/TsniMPhL9nI/AAAAAAAAAZM/ZWlGxRMuYfA/s1600/IMG_2899.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8_dDof-h4as/TsniMPhL9nI/AAAAAAAAAZM/ZWlGxRMuYfA/s320/IMG_2899.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677317505229256306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kemang Pratama tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Beberapa baris kursi sudah diisi ibu-ibu,anak-anak dan ibu lanjut usia. Mereka seakan tak sabar untuk mendapatkan pengobatan segera. Sementara rombongan GKI KP segera membenahi meja untuk tempat obat-obatan dan meja pemeriksaan dokter. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BTbkDDspzjw/Tsnifo_NruI/AAAAAAAAAZY/oueY14JjHwk/s1600/IMG_2901.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BTbkDDspzjw/Tsnifo_NruI/AAAAAAAAAZY/oueY14JjHwk/s320/IMG_2901.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677317838483599074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak berapa lama, rombongan dari GKI Bektim telah toba di lokasi. Rombongan mereka membawa serta dokter yang akan melakukan pengobatan. Ada 5 orang dokter umum dan 3 orang dokter gigi yang berperan serta kali ini. Wajah-wajah dokter tersebut menyiratkan pengalaman sekian puluh tahun dalam praktek pengobatan. Mereka juga membawaa obat-obatan dalam box plastic dalam jumlah yang cukup banyak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sekitar pukul 09.00 wib, acara pengobatan dibuka secara resmi. Perwakilan dari WKPUB bapak&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-d0FfLZxnfnk/Tsniz0IFHnI/AAAAAAAAAZk/FSsZpTMSZfY/s1600/IMG_2890.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-d0FfLZxnfnk/Tsniz0IFHnI/AAAAAAAAAZk/FSsZpTMSZfY/s320/IMG_2890.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677318185070960242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tajudin menyampaikan bahwa program Pengobatan Gratis ini dilaksanakan oleh WKPUB yang merupakan gabungan dari beberapa kelompok agama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kegiatan seperti ini juga sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya di tempat lain. Untuk kali ini, pelaksanaan pengobatan Gartis dipercayakan kepada GKI Bekasi Timur dan GKI Kemang Pratama. Sementara Ketua RW 001 Desa Sumur Batu menyampaikan rasa terima kasihnya karena warganya bisa mendapatkan pengobatan gratis serta berharap kegiatan seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa dilanjutkan di kemudian hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hSzyaYdq9RA/TsnjHD9s6-I/AAAAAAAAAZw/GcFsyItzIm4/s1600/IMG_2898.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hSzyaYdq9RA/TsnjHD9s6-I/AAAAAAAAAZw/GcFsyItzIm4/s320/IMG_2898.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677318515739913186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemeriksaan warga oleh dokter dilakukan di teras rumah Pak RW. Anak-anak, ibu lanjut usia bahkan anggota Polri yang mengawasi kegiatan pengobatan ikut serta dalam pemeriksaan. Dokter gigi kelihatan juga cukup sibuk melayani pemeriksaan gigi pasien. Agak berbeda dengan pengobatan sebelumnya di rawa Lumbu dimana dokter gigi relatif sepi pasien. Kali ini, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sekitar 15 orang warga yang memeriksakan giginya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Jalannya pengobatan tidak semulus yang dibayangkan. Jumlah warga yang datang hampir &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-aAGfqNCcZS8/TsnjiBVCsnI/AAAAAAAAAZ8/OG2SFN9W-tM/s1600/IMG_2902.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-aAGfqNCcZS8/TsnjiBVCsnI/AAAAAAAAAZ8/OG2SFN9W-tM/s320/IMG_2902.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677318978888970866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dalam waktu bersamaan seperti tidak mampu tertampung di tempat yang tersedia. Posisi duduk mereka juga terpencar tidak sesuai dengan yang seharusnya. Jumlah yang cukup banyak membuat waktu tunggu peracikan obat jadi cukup panjang. Seorang nenek yang diperiksa lebih awal sempat kesal dan pulang karena telah menunggu lama tapi belum mendapatkan obatnya. Akhirnya panitia menyerahkan obat si nenek kepada cucunya yang ikut menyertainya berobat. Panitia juga meminta pengertian warga bahwa tidak selalu nomor urut awal akan mendapat obat lebih dulu karena mungkin proses peracikan obat lebih lama meskipun memang bisa saja nomornya tertimpa oleh nomor peserta lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YlFtGhXhWtk/Tsnjz_upNEI/AAAAAAAAAaI/6b94gFAOQ3k/s1600/IMG_2896.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YlFtGhXhWtk/Tsnjz_upNEI/AAAAAAAAAaI/6b94gFAOQ3k/s320/IMG_2896.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677319287697126466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika hari telah menjelang siang, pendaftaran peserta pengobatan pun ditutup. Hingga selesai pengobatan tercatat sekitar 267 orang pasien yang mendapat pengobatan. Jumlah ini mendekati target yang diperkirakan sekitar 300 orang pasien. Secara umum, sambutan warga cukup baik dan antusias mengkuti pelayanan pengobatan. Hampir tidak ada waktu luang bagi panitia untuk jeda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sebagai bahan evaluasi, untuk pelayanan berikutnya sebaknya dilakukan persiapan yang lebih &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-C1q_AU5L6SM/TsnkIUUzmbI/AAAAAAAAAaU/NsFf7-pJdvA/s1600/IMG_2905.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-C1q_AU5L6SM/TsnkIUUzmbI/AAAAAAAAAaU/NsFf7-pJdvA/s320/IMG_2905.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677319636823284146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;matang. Mengingat acara ini dilakukan secara bersama oleh dua gereja, koordinasi dan perencanaan bersama yang lebih detail mengenai teknis pelaksanaan sangat diperlukan. Layout alur pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, tempat peracikan obat, hingga penyerahan obat harus dibahas dengan matang sesuai kondisi lokasi yang ada. Demikian juga posisi kursi pasien harus diatur agar jalannya pelayanan lebih lancer.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan target pasien 300 orang dibutuhkan tenda dan kursi lebih untuk menampung warga yang datang.&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-16XOtH_ehgQ/TsnkXyz1MqI/AAAAAAAAAag/RBeGpc_Q26s/s1600/IMG_2892.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-16XOtH_ehgQ/TsnkXyz1MqI/AAAAAAAAAag/RBeGpc_Q26s/s320/IMG_2892.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677319902704513698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sekitar pkl 13.00 Wib semua pelayanan telah usai. Panitia mulai mengemasi barang-barang yang harus dibawa pulang. Sebagian panitia masih menyantap makan siang. Setelah doa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama, rombongan GKI Bektim dan GKI KP saling bersalaman dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik. Satu persatu mobil panitia segera beranjak meninggalkan area pengobatan. Namun di situ, di tenda putih berumbai merah itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih tertinggal jejak-jejak hati yang tulus melayani sesama.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4768308893991836139?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4768308893991836139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/11/pengobatan-gratis-di-kampung-ciketing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4768308893991836139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4768308893991836139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/11/pengobatan-gratis-di-kampung-ciketing.html' title='Pengobatan Gratis di Kampung Ciketing'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wyUDsO5L7NM/TsniAaFZTZI/AAAAAAAAAZA/jsl_57PX59w/s72-c/IMG_2895.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2662230574041067455</id><published>2011-05-01T00:36:00.000-07:00</published><updated>2011-05-01T01:01:49.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Preseden Buruk Akibat Pembatalan IMB GKI Yasmin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VHLBr4e0LaA/Tb0OEogVGzI/AAAAAAAAAXE/u-YgwkIevts/s1600/gkiyasmin.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VHLBr4e0LaA/Tb0OEogVGzI/AAAAAAAAAXE/u-YgwkIevts/s320/gkiyasmin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601648984274049842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan keputusan Walikota Bogor yang membekukan ijin Gereja GKI Yasmin ternyata tidak menyelesaikan masalah yang sudah berlangsung 4 tahun. Alih-alih mengikuti keputusan MA sebagai Institusi Yudikatif tertinggi dalam tatanan Hukum Negara, Walikota Bogor justru membuat keputusan kontradiktif, yaitu pertama mencabut keputusan pembatalan tapi kemudian mencabut lagi ijin yang sudah diberikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pemda Bogor menyampaikan 3 alasan terkait pembatalan IMB tsb. Pertama ,keputusan Rapat Muspida Bogor bulan Januari 2011. Kedua, bukti-bukti yang ditemukan mengenai adanya kecurangan ketua RT mengenai persetujuan warga sebagaimana hasil keputusan Pengadilan Tinggi Bogor bln Januari 2011. Ketiga, untuk menjaga keamanan dan ketertiban karena adanya tekanan dari sekelompok masyarakat yang tidak menyetujui kehadiran gereja tsb.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Mengenai alasan pertama, menjadi pertanyaan apakah keputusan Rapat Muspida bisa menganulir keputusan Yudikatif tertinggi Negara? Hal ini penting disikapi karena bisa menimbulkan preseden buruk tata kelola pemerintahan ke depan. Keputusan Pemerintah Pusat maupun lembaga Hukum tertinggi kemungkinan akan diabaikan begitu saja oleh Pemda yang merasa memiliki otoritas tertinggi di daerahnya dan melupakan relasi bahwa dirinya adalah bagian dari sistem ketatanegaraan secara keseluruhan. Indonesia bisa jadi akan berubah menjadi bentuk- pemerintahan federal dalam praktek meskipun secara resmi masih menjadi Negara kesatuan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Alasan kedua, alasan bukti kecurangan ketua RT , timbul petrtanyaan : mengapa suara-suara keberatan mncul 2 tahun setelah IMB dikeluarkan dan Gedung gereja sudah berdiri? Mengapa surat keputusan pengadilan yang menyatakan adanya kecurangan lahir 4 tahun setelah pembekuan dilakukan? Bukankah harusnya adanya surat keputusan pengadilan terlebih dahulu baru dilakukan pembekuan? Mengapa Surat Keputusan Pengadilan Negeri Bogor lahir setelah Surat Keputusan Mahkamh Agung turun? Kembali pertanyaannya, bisakah keputusan Pengadilan Negeri Bogor menganulir Keputusan Mahkamah Agung? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Alasan ketiga Pemda untuk demi menjaga kemanan dan ketertiban, sesungguhnya adalah ranah tugas Pemda Bogor untuk memberikan pengamanan bagi warga yang dibelenggu haknya, bukan memberi pengamanan bagi yang membelenggu hak orang lain. Bila ada sekelompok masyarakat yang menyerang kelompok lain di tanah yang menjadi hak miliknya, Kepolisinan Republik Indonesia wajib menangkap kelompok tersebut. Yang terjadi, Polri membiarkan kelompok tersebut bebas namun melarang warga GKI memasuki tanah gereja yang dimiliki secara legal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Untuk menyelesaikan permasalahan GKI Yasmin, ada beberapa solusi yang harus diambil.Pertama, Pemda Bogor mencabut kembali pembatalan IMB GKI Yasmin. Pemerintah daerah harus memberi contoh ketaatan kepada hukum dengan melaksanakan secara tegas keputusan Mahkamah Agung bulan Desember 2010, yang membatalkan pembekuan IMB oleh Pemda Bogor. Bila keputusan Lembaga Yudikatif tertinggi tidak dihargai, lantas kemanakah lagi orang harus mencari keadilan? Jika aparat pemerintah sebagai pembuat undang-undang tidak taat kepada peraturan dan undang-undang, ketaatan seperti apakah yang bisa dituntut pemerintah kepada warganya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kedua ,Pemda Bogor harus melindungi hak-hak warga Gereja GKI Yasmin untuk beribadah di tempat yang mereka miliki secara legal. Upaya pemindahan ke tempat lain yang dipinjamkan pemerintah hanya menunjukkan bahwa kebebasan mereka untuk melaksanakan ibadah masih dihalangi atau tergantung keputusan pemerintah setempat. Pemda seharusnya tidak melupakan bahwa warga gereja telah berupaya keras untuk untuk memembeli tanah hingga mendirikan bangunan di tempat itu tanpa bantuan pemerintah (swadaya). Mereka memberikan iuran, membuat lelang, atau mengadakan malam dana dan upaya kreatif lainnya tanpa mengganggu ketertiban umum seperti meminta uang di jalanan, untuk bisa mengumpulkan dana yang tidak sedikit jumlahnya. Sangat tidak adil bila kerja keras seperti itu digagalkan dengan selembar surat pembatalan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ketiga, Pemda dan aparat kepolisian harus berupaya melindungi hak-hak warga beribadah dari gangguan pihak-pihak yang berupaya menghalangi berdirinya bangunan gereja tersebut. Aparat kepolisian semestinya menangkap orang-orang tersebut bukan justru menghalangi hak warga untuk beribadah dengan alasan demi menjaga ketertiban masyarakat. Pelarangan penggunaan gedung gereja tersebut bisa saja dilakukan oleh aparat kepolisian jika terbukti kegiatan di tempat tersebut menyimpang dari ijin penggunaan bangunan yang diberikan. Atau kegiatan di tempat tersebut terbukti menimbulkan keresahan atau keonaran dan gangguan bagi warga sekitar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Keempat, pemerintah pusat seharusnya merevisi SKB 2 menteri yang menjadi akar persoalan timbulnya masalah pendirian rumah ibadah selama ini. SKB ini jelas hanya menguntungkan umat mayoritas di suatu daerah, terlepas apapun agamanya, dan menjadi batu sandungan bagi umat minotritas.Hal ini disebabkan SKB ini semata-mata melihat sisi kuantitas dan menutup mata terhadap realitas kepelbagaian yang ada. Umat minoritas tentu tidak terkonsentrasi tinggal di suatu wilayah sehingga untuk meminta ijin umat beragama lain bukanlah perkara mudah di tengah-tengah sifat saling curiga bahwa agama minoritas akan berupaya melakukan penyebaran agama. Ini semacam paranoia. Padahal persoalannya hanyalah mungkin mereka hanya mampu membeli tanah di tempat tersebut, bukan karena ada rencana menarik warga sekitar menjadi penganut agamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kelima, Ijin mendirikan bangunan rumah ibadah sebaiknya disamakan prosedurnya dengan ijin mendirikan bangunan umumnya. Dalam persyaratan mendapatkan IMB untuk gedung perusahaan misalnya, hanya membutuhkan Ijin dari warga yang berbatasan langsung dengan bangunan yang hendak didirikan, ijin dari RT/RW hingga kelurahan dan kecamatan. Tidak ada ketentuan harus mendapatkan tanda tangan sekian puluh warga sekitar. Padahal dari segi dampak, perusahaan tersebut bisa saja menimbulkan dampak negative bagi warga dalam skala penduduk dan wilayah yang jauh lebih besar,misalnya pencemaran lingkungan berupa polusi udara, suara, maupun air tanah, yang diakibatkan aktivitas perusahaan tersebut. Pengalaman penulis mengurus IMB gedung perusahaan tempat penulis bekerja, sepanjang aparat terkait mendapatkan “haknya”, tidak pernah ada masalah mendapatkan ijin tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Keputusan Pemerintah Kotamadya Bogor untuk membatalkan IMB GKI Yasmin, dan pembiaran pemerintah pusat terhadap keputusan semacam ini terus berlanjut, bisa menimbulkan citra buruk bagi Negara dan pemerintahan Indonesia secara luas. Lembaga Amnesti Internasional sudah menyampaikan penilaian bahwa Negara Indonesia sedang menuju arah yang salah (Wrong Direction) setelah melihat tindakan-tindakan represif terhadap kaum minoritas, termasuk kasus Ciketing dan Ahmadiyah, tanpa adanya perlindungan dari pemerintah. Tindakan Pemda Bogor ini juga bisa menjadi preseden dimana pemerintah daerah lain juga berani melakukan tindakan pembangkangan hukum serupa dengan mengabaikan Keputusan Hukum resmi dari tingkat pusat. Jika itu terjadi, kita bukan hanya akan menuju arah yang salah seperti penilaian Amnesti Internasional, tapi sedang bersiap-siap menuju Negara Gagal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Dimuat dalam : Tabloid Mediator Edisi 1 Mei 2011&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2662230574041067455?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2662230574041067455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/05/preseden-buruk-akibat-pembatalan-imb.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2662230574041067455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2662230574041067455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/05/preseden-buruk-akibat-pembatalan-imb.html' title='Preseden Buruk Akibat Pembatalan IMB GKI Yasmin'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VHLBr4e0LaA/Tb0OEogVGzI/AAAAAAAAAXE/u-YgwkIevts/s72-c/gkiyasmin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1226546021323287162</id><published>2011-04-10T15:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T16:51:45.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Pengobatan Gratis Untuk Warga Rawa Lumbu Bekasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3ZyccAPN2Ko/TaI58E5D8PI/AAAAAAAAAWE/SSMD4Uo0KrE/s1600/kantor.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3ZyccAPN2Ko/TaI58E5D8PI/AAAAAAAAAWE/SSMD4Uo0KrE/s320/kantor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594097391415587058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kantor Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Bekasi, terlihat masih sepi di Minggu pagi 10 April 2011 sekitar pkl 08.30 WIB ketika kami tiba untuk melakukan pelayanan pengobatan gratis. Di teras depan kantor Kelurahan, nampak sudah menunggu tiga orang wanita yang ternyata adalah dokter dan suster Puskesmas kelurahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kami segera menurunkan perlengkapan seperti wireless, papan nama dan bahan konsumsi, dan membawa masuk ke ruangan tempat diadakannya pengobatan. Meja-meja segera diatur posisi sesuai alur pengobatan. Meja-meja dokter diatur memanjang dan ditaruh papan nama masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk memudahkan mereka memilih tempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tak lama rombongan dari Gereja GKI Bektim,Jatinegara Jakarta Timur dan GKI Harapan Jaya&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7TzhpsHZM7E/TaI90j5RnaI/AAAAAAAAAWk/bxjZRSig_2Q/s1600/racikobat.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7TzhpsHZM7E/TaI90j5RnaI/AAAAAAAAAWk/bxjZRSig_2Q/s320/racikobat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594101660345540002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; ,Bekasi, memasuki area kantor kelurahan., bergabung dengan tuan rumah GKI Kemang Pratama,Bekasi. Mereka membawa serta dokter dan obat-obatan yang diperlukan. Setelah mereka datang, alur susunan meja diubah lagi untuk mengantiasipasi adanya penumpukan pasien bila semua kegiatan dilakukan dalam satu ruangan. Akhirnya bagian untuk pelayanan obat dipindah ke luar ruangan. sehingga di ruangan dalam hanya khusus untuk meja pemeriksaan dokter.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Satu per satu warga mulai berdatangan, khususnya warga berusia lanjut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah mendaftar&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tIQ9_gQTGvk/TaI6wTW1NfI/AAAAAAAAAWM/6PgJVqhmowo/s1600/tekanandarah.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tIQ9_gQTGvk/TaI6wTW1NfI/AAAAAAAAAWM/6PgJVqhmowo/s320/tekanandarah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594098288651744754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dengan menunjukkan surat dari kelurahan atau RT/RW, lalu, berat badan mereka ditimbang,kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darah oleh petugas. Selanjutnya mereka diarahkan ke ruang periksa dokter. yang terdiri dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;6 dokter umum dan 1 orang dokter gigi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Di tengah-tengah pemeriksaan yang mulai berjalan, pak Lurah Bojong Rawa Lumbu akhirnya datang dan memberi sambutan. Lurah menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-36n6v2YIY0o/TaI7xyGwy1I/AAAAAAAAAWU/xOhUiPWDK0g/s1600/lurah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-36n6v2YIY0o/TaI7xyGwy1I/AAAAAAAAAWU/xOhUiPWDK0g/s320/lurah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594099413597342546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pelayanan Pengobatan Gratis bagi warganya dalam rangka perayaan Ulang Tahun Kota Bekasi. Dan berharap pelayanan pengobatan yang sudah 2 kali dilaksanakan ini dapat dilanjutkan pada tahun yang akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ketika hari beranjak siang, semakin banyak warga yang datang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk mendapatkan pengobatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain orang tua, terdapat jiga ibu-ibu yang membawa bayinya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sesudah selesai diperiksa dokter, dengan tertib mereka menunggu obat yang sedang disiapkan oleh bagian farmasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sekitar pukul 12.30 WIB, kegiaatan pelayanan pengobatan gratis ini akhirnya selesai. Total&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QbVk1ktiBKs/TaI81E2rodI/AAAAAAAAAWc/FnW8u6HEEJA/s1600/pemeriksaan1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-QbVk1ktiBKs/TaI81E2rodI/AAAAAAAAAWc/FnW8u6HEEJA/s320/pemeriksaan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594100569681404370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; sekitar 161 orang warga yang tercatat mendapatkan pelayanan pengobatan ini. Menurut salah seorang dokter, umumnya penyakit yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka derita adalah inspeksi saluran pernapasan atas. (ISPA).Semoga pelayanan pengobatan gratis ini bisa membantu meringankan beban masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di saat peningkatan biaya hidup seperti yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0j70tohJWrU/TaI_Oto4O_I/AAAAAAAAAWs/d_do4ypwtA4/s1600/pemeriksaan2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0j70tohJWrU/TaI_Oto4O_I/AAAAAAAAAWs/d_do4ypwtA4/s320/pemeriksaan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594103209149348850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YkkE6MqdJuI/TaJAHrKyF2I/AAAAAAAAAW0/QI3ZOAurYoo/s1600/pemeriksaa3.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YkkE6MqdJuI/TaJAHrKyF2I/AAAAAAAAAW0/QI3ZOAurYoo/s320/pemeriksaa3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594104187738789730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bX8hP3blVvQ/TaJA16v6P0I/AAAAAAAAAW8/YYICkf9dubU/s1600/menunggu.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bX8hP3blVvQ/TaJA16v6P0I/AAAAAAAAAW8/YYICkf9dubU/s320/menunggu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594104982195027778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1226546021323287162?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1226546021323287162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/04/pengobatan-gratis-untuk-warga-rawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1226546021323287162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1226546021323287162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/04/pengobatan-gratis-untuk-warga-rawa.html' title='Pengobatan Gratis Untuk Warga Rawa Lumbu Bekasi'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3ZyccAPN2Ko/TaI58E5D8PI/AAAAAAAAAWE/SSMD4Uo0KrE/s72-c/kantor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8535517541826689157</id><published>2011-03-24T13:27:00.000-07:00</published><updated>2011-03-24T13:46:48.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sajak- Sajak  Persembahan</title><content type='html'>&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Perpisahan di Bukit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                      (Untuk Alm.Bapak)&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Damailah di sini&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Di bukit ini&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Bersama desau angin padang&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;dan gerimis yang menciumi senja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kutabur bunga&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Putih&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Hijau&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Ungu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dan beribu perih menyesak dada&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Damailah di sini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;di bukit ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari jauh&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pesanmu kuingat selalu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;            &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bekasi, 23 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;"&gt;                                                                                              Pagi di Bulan Juni&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                                                   (Untuk Aretha)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                             Saat kau terjaga pagi ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                             Kudekap tubuh mungilmu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                             Menapaki jalan kecil di depan rumah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                             menyapa daun-daun pohon Seri yang basah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                             sisa hujan tadi malam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                            Burung-burung kecil yang gemericit&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                            Dan senyum mentari menitip&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                            Sinar cinta di pipimu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                            Kubisikkan sebait doa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;                                                                                            Pagi ini milikmu selamanya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                                                                                                                        &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bekasi, 26 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seorang Ibu Di Depan Istana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;                   (Untuk ibu mahasiswa korban penembakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu  &lt;p&gt;Berbaju hitam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;berdiri menatap Istana&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;meneriakkan keadilan dalam diam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;untuk anaknya yang tertembak&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;di Semanggi 12 tahun lampau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang ibu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;berpayung hitam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tatapannya teguh dan dalam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tanpa lelah menunggu dalam diam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;tahun demi tahun yang buram&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang ibu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berbaju hitam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;berpayung hitam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hanya menatap dalam diam&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;sebab telah kering telaga air mata&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Telah punah kata-kata&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hingga memutih rambutnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;hingga memutih tulangnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                         &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bekasi, 4 September 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8535517541826689157?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8535517541826689157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/sajak-sajak-persembahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8535517541826689157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8535517541826689157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/sajak-sajak-persembahan.html' title='Sajak- Sajak  Persembahan'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2984618944830982772</id><published>2011-03-18T17:04:00.001-07:00</published><updated>2011-04-15T13:02:07.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Hongkong dan Sebuah Cerita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-prNYmsth4dY/TYQG_5wcUYI/AAAAAAAAAVU/UXKtFhNdGg0/s1600/restoranapung.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-prNYmsth4dY/TYQG_5wcUYI/AAAAAAAAAVU/UXKtFhNdGg0/s320/restoranapung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585597132751786370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                        &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk: Aretha &amp;amp; Ester&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Hari masih cerah dan berangin saat rombongan kami tiba kembali di Hongkong dari Shenzhen, tgl 21 Februari 2011.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di siang hari Hongkong sesungguhnya seperti jantung yang tak berdenyut. Hanya Gedung-gedung tinggi yang tampak sejauh mata memandang. Manusia-manusianya barangkali masih terkungkung dalam pekerjaan di balik gedung-gedung yang jangkung itu. Barangkali inilah potret kota modern. Semua sibuk dalam kesenyapan dalam ruang yang tak terpantau oleh mata.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Namun saat malam menampakkan bayangnya, Hongkong menjadi jejeran manusia yang sibuk berjalan dan berkumpul di tengah-tengah kota, restoran dan tempat jualan. Gadis –gadis Hongkong sangat memperhatikan penampilan. Di musim semi yang cukup dingin ini mereka mengenakan jas mantel dan juga sepatu boot. Pakaian-pakaian yang mereka kenakan terlihat kualitasnya cukup bagus dan modis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tempat favorit untuk berbelanja di malam hari adalah Lady’s market. Lady’s market adalah pasar yang berada di tengah jalan di pusat kota Hongkong ,dekat Nathan Road. Barangkali mirip pedagang kaki lima yang ada di Blok M. Mereka menjual berbagai barang dagangan seperti pakaian, tas,sepatu maupun mainan anak-anak. Kami datang ke psaar ini saat malam tiba. Suasanya sangat ramai dengan pembeli . Bukan hanya orang Asia yang datang ke pasar ini,tapi juga orang-orang bule. Entahlah apakah mereka sedang berlibur atau memang bekerja di Negara ini. Mirip dengan di Louhu market, harga yang pertama kali mereka tawarkan cukup tinggi. Tapi bila pembeli pintar menawar, bisa jadi turun sepertiganya. Saya membeli tas seharga HK $ 80 setelah tawar menawar yang cukup alot dari harga semula sekitar HK $ 180 (Kurs 1 dollar HK ssekitar Rp 1160.)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-St1-D71xmYQ/TYP0NkclYhI/AAAAAAAAAVE/CmRMzC0HvXY/s1600/tarzan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-St1-D71xmYQ/TYP0NkclYhI/AAAAAAAAAVE/CmRMzC0HvXY/s320/tarzan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585576476828590610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada banyak tempat hiburan di Hongkong yang menjadi tujuan wisata. Disneyland Hongkong termasuk salah satu yang cukup terkenal. Di sini ragam permainannya kebanyakan masih warisan Disneyland tempo dulu seperti kuda-kuda berputar, Winne the Pooh,dll. Ada juga tempat kediaman Tarzan di atas pohon yang dilengkapi dengan cerita sejarah Tarzan. Saya tak membaca persis kisahnya tapi sepintas dia adalah anak dari penumpang kapal yang terdampar.kemudian dia diasuh oleh Gorilla. Saat naik rumah pohon tempat tarzan dirawat, saya sempat terkejut karena ada suara bayi menangis. Ternyata ada rekaman suara yang dipasang dengan suara bayi menangis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ada juga layar 4 dimensi dengan 1 layar lebar di tengah dan 2 layar lagi di kiri dan kanan dengan psosisi miring. Sempat kaget juga ketika adegan sang bebek membuka tutup botol ,ruapan airnya titba-tiba menampar muka.Saya belum paham dari mana air itu berasal sampai seorang teman menjawab airnya dari kursi di depan kita. Saya coba menduga-duga kenapa gambarnya seperti kelihatan ada di depan kita. Ketika kacamata yang diberikan saya buka kelihatannya gambarnya biasa saja di depan layer. Saya menduga hal itu ditimbulkan efek kacamata plastic yang dikenakan ada lekukan-lekukan sehingga bayangan binatang itu seperti nyata ada di depan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Permainan modern di sini ada juga tapi masih kalah dengan yang ada di Dunia Fantasi ,Ancol. Salah satunya adalah Space  Mountain , permainan yang mirip dengan halilintar yang ada di Ancol. Bedanya Space  Mountain ada dalam ruang tertutup dengan pemandangan seperti bintang-bintang di angkasa. Saya sebenarnya sudah jera naik permainan seperti ini setelah pertama kali main tahun 1998, tapi entah mengapa saya tergoda untuk mencoba lagi. Tapi nyatanya selama menjalaninya saya hanya mampu menutup mata dan setengah menyesal kenapa saya tergoda lagi . Untunglah permainannya tidak lama . Di sore hari, ada acara karnaval yang menutup semua acara pada hari itu. Iring-iringan Boneka raksasa beserta penari dan lagu yang menarik mampu menyedot seluruh pengunjung berbaris menyaksikan sepanjang jalan yang dilalui&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kita bisa memandang kota Hongkong dari gunung bernama Victoria Peak. Untuk menuju puncak&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vhQYl7JSIdc/TYP08zLWZbI/AAAAAAAAAVM/Wp26VpZZRzo/s1600/puncak.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vhQYl7JSIdc/TYP08zLWZbI/AAAAAAAAAVM/Wp26VpZZRzo/s320/puncak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585577288236688818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; gunung ini tersedia kereta api listrik dengan tingkat kemiringan sekitar 45&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;. Dari puncak gunung kita dapat menikmati pemandangan kota Hongkong yang dipenuhi gedung-gedung tinggi menjulang. Saya membayangkan bila kereta api listrik sejenis ini ada di Gunung Bromo atau tempat wisata pegunungan lainnya di Indonesia, tentu akan lebih banyak orang yang mau berwisata ke pegunungan yang indah itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-l2J7ptN1XTg/TYQHg7brnVI/AAAAAAAAAVc/FQjIflsDdCw/s1600/patunglilin.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-l2J7ptN1XTg/TYQHg7brnVI/AAAAAAAAAVc/FQjIflsDdCw/s320/patunglilin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585597700137262418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di sini ada juga gallery patung lilin tokoh-tokoh terkenal, namanya Madame Tussaud. Anda bisa berpose dengan tokoh-tokoh terkenal yang barangkali anda kagumi, baik bintang film maupun tokoh-tooh politik seperti Angelina Jolie dan Brad Pitt, Jacky Chan, Obama, Mahatma Gandhi, dll. Banyak pengunjung yang berpose mesra dengan patung tokoh idolanya,seakan berfoto dengan tokoh aslinya. Berita terakhir, patung lilin penyanyi remaja Justin Bieber juga sudah dipajang di Madame Tussaud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ketika berkunjung ke "Avenue of Star" di Tsim Sha Tsui kami diperkenalkan dengan tempat &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HKjCg9CyLUc/TYi7DOERPLI/AAAAAAAAAV0/AvHr1ohbtIQ/s1600/brucelee.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-HKjCg9CyLUc/TYi7DOERPLI/AAAAAAAAAV0/AvHr1ohbtIQ/s320/brucelee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586921001743105202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;yang sering menjadi tempat shooting film di masa Bruce Lee. Patung Bruce Lee dengan adegan acting bela diri dipajang. Patung ini menjadi sasaran berfoto para turis. Masing-masing berupaya menirukan gerakan kung-fu Bruce Lee atau seolah hendak menantangnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tenaga Kerja Indonesia ternyata cukup banyak di Hongkong. Menurut data laporan Liputan6 SCTV, hingga bulan Mei 2010 jumlah tenaga kerja Indonesia di Hongkong sudah mencapai 136.000 orang. Tapi berbeda mungkin dengan kehidupan TKI di Arab Saudi, TKI di Hongkong kelihatan cukup bebas. Kami bertemu dengan beberapa orang TKI yang berprofesi sebagai penjaga orang tua dan membawanya jalan-jalan di pagi hari. Ada juga mungkin yang menjadi pembantu rumah tangga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-dFud52eBpHc/TYQJeuCwZ3I/AAAAAAAAAVs/sN0RETpvioM/s1600/tki.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dFud52eBpHc/TYQJeuCwZ3I/AAAAAAAAAVs/sN0RETpvioM/s320/tki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585599861206574962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dekat hotel tempat kami menginap, saya melihat sebuah biro jasa tenaga kerja yang memajang foto-foto tenaga kerja yang mereka tawarkan kepada majikan yang membutuhkan. Para Tenaga kerja Indonesia rata-rata pendidikan SMP sementara tenaga kerja Filipina berpendidikan SMA dan bisa berbahasa Inggeris. Namun kami bertemu juga dengan tenaga kerja Indonesia yang sudah pintar berbahasa mandarin. Menurut informasi teman-teman dari Jawa, mereka ini biasanya memiliki rumah yang bagus di kampungnya hasil dari bekerja beberapa tahun di Hongkong &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Hongkong sesungguhnya terdiri dari banyak pulau, terdiri dari 2 pulau besar dan sejumlah pulau-pulau kecil. Pulau-pulau itu dihubungkan dengan jembatan-jembatan ,tapi ada juga yang dihubungkan dengan terowongan bawah laut. Bis-bis tingkat masih ada di sini sementara di Jakarta sudah punah sejak 10 tahun lalu. Sangat mengagumkan melihat bahwa tanah-tanah dan pulau tersebut kebanyakan adalah gunung batu yang yang tidak bisa ditumbuhi tanaman dan sayuran. Komoditas sayuran Hongkong mayoritas diimpor dari Negara lain. Bila anda berniat berbisnis dengan Hongkong ,maka ekspor sayur-sayuran adalah salah satu komoditas yang pasti dibutuhkan di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Hari terakhir sebelum kembali ke Indonesia, saya manfaatkan untuk jalan-jalan di pagi hari. Jalanan terlihat sangat sepi. Kami berjumpa dengan orang tua yang sedang berlatih Tai Chi. Banyak juga orangtua yang mengumpulkan sampah-sampah rumah-tangga. Seorang supir berumur sekitar 60 tahun sedang menaikkan sampah karton ke atas truknya. Dia mengerjakan semuanya seorang diri tanpa kenek. Untungnya pintu truknya sudah dilengkapi hidrolik yang bisa naik turun otomatis sehingga tidak perlu mengangkut sendiri barang-barang itu ke atas truk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ada pepatah mengatakan “Banyak berjalan ,Banyak Yang dilihat”. Semoga Cerita perjalanan ini bisa menjadi wawasan melihat kemajuan Negara lain untuk kemajuan bangsa kita sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2984618944830982772?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2984618944830982772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/hongkong-dan-sebuah-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2984618944830982772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2984618944830982772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/hongkong-dan-sebuah-cerita.html' title='Hongkong dan Sebuah Cerita'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-prNYmsth4dY/TYQG_5wcUYI/AAAAAAAAAVU/UXKtFhNdGg0/s72-c/restoranapung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7169724088376271209</id><published>2011-03-11T14:05:00.000-08:00</published><updated>2011-03-11T15:01:49.117-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Musim Semi di Shenzhen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Qk6ibHZKcWY/TXqfFr9x5CI/AAAAAAAAAUE/s7ERmDINt_s/s1600/morning.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Qk6ibHZKcWY/TXqfFr9x5CI/AAAAAAAAAUE/s7ERmDINt_s/s320/morning.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582949608129160226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musim semi sedang memeluk kota Shenzhen di bulan Februari 2011. Udara dingin sekitar 10-15&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C begitu terasa di jemari ketika kami memasuki perbatasan Hongkong dan Shenzhen di sore hari. Di kantor imigrasi kami mengantri keluar dari imigrasi Hongkong langsung menuju pemeriksaan Shenzhen di ujung bangunan yang sama. Hongkong dan Shenzhen hanya dipisahkan sebuah teluk yang dihubungkan sebuah jembatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa kilometer. Ketika keluar dari gedung imigrasi bis kami sudah menunggu dan siap memasuki kota industri di Cina. Tak lama ,kami memasuki kota yang penuh dengan bangunan gedung dan apartemen kota Shenzhen. Tak terlihat sebuah rumahpun yang menyendiri di atas tanah seperti umumnya di Indonesia. Kabarnya,hanya orang-orang kaya yang sanggup membeli rumah sendiri di luar apartemen.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Gelap telah mulai melingkupi kota saat kami tiba di Hotel Century Plaza di pusat Shenzhen.Setelah menaruh barang-barang di kamar,kami segera berangkat ke restoran tak jauh dari hotel. Berjalan kaki di sini ternyata sangat menyenangkan. Trotoar 1-2 mtr tersedia bagi pejalan kaki tanpa khawatir diserobot motor atau kepentok pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar seperti di Jakarta. Sejauh yang kami jumpai hanya ada 1 toko kecil pedagang Koran di trotoar yang cukup lebar sehingga tidak terlalu mengganggu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di restoran yang berada di sebuah gedung perbelanjaan kami menikmati makan malam bersama. Terkadang ada kesulitan juga karena pelayannya ternyata tidak bahasa Inggeris,sementara teman kami yang etnik Chinese pun tidak bisa berbahasa setempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Selesai makan ,rombongan kami diajak belanja ke pasar murah bernama Louhu Market. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Harga-harga di sini sebenarnya tak selalu murah. Pembeli harus pintar menawar barang. Seorang teman membeli koper dengan harga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rmb100 (sekitar Rp 110.000,-) dari harga yang semula ditawarkan Rmb 400. Seorrang teman yang bangga membeli sebuah dompet seharga 60 RMb dari harga semula ditawarkan 100 Rmb kecele setelah tahu di tempat lain dijual 5 bh untuk 100 Rmb. Suasananya mirip pasar Mangga Dua sebenarnya. Sebagian pedagang juga bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Entahlah apakah mereka keturunan Indonesia atau mengerti sedikit bahasa Indonesia karena sering berjumpa pembeli dari Indonesia. Sekali waktu kami berpapasan dengan pembeli dari Bandung.”Periksa hiji-hiji”,katanya ke temannya. Setelah berkeliling,kami kembali ke Hotel di tengah cuaca yang semakin dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Esok paginya sebelum sarapan, cuaca cukup sejuk saya manfaatkan untuk berkeliling seputar &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-v3Swl6K0JKY/TXqgaFhH72I/AAAAAAAAAUM/v89FHg344z0/s1600/halte.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-v3Swl6K0JKY/TXqgaFhH72I/AAAAAAAAAUM/v89FHg344z0/s320/halte.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582951058097303394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;hotel bersama seorang teman. Hari minggu pagi itu kenderaan tidak terlalu banyak lalu lalang. Bus umum di sini tidak banyak seperti di Jakarta. Hanya ada bus panjang dan bis tingkat serta taxi. Bus umum berhenti di halte-hal yang ditentukan. Tak ada bis yang berhenti di sembarang tempat. Haltenya pun sederhana.hanya sekedar penutup untuk berlindung tanpa bangku. Saya terpesona dengan kebersihan kota ini. Jalanan terlihat selalu bersih tanpa serakan sampah. Pagi itu kami melihat petugas yang menyapu jalanan dan melap tong sampah dengan air sehingga terlihat bersih kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-esKrpdy1xNQ/TXqhZgXtKmI/AAAAAAAAAUU/VWDklvOSWn0/s1600/motorcina.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-esKrpdy1xNQ/TXqhZgXtKmI/AAAAAAAAAUU/VWDklvOSWn0/s320/motorcina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582952147637316194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang lebih mengagetkan ternyata tidak ada motor Jepang sama sekali di China,khususnya Shenzhen. Hanya ada motor listrik buatan Cina tanpa suara dan polusi.Jumlahnya pun tidak banyak. Barangkali jumlah motor karyawan di pabrik perusahaan kami lebih banyak dari motor yang kami temui di jalanan kota Shenchen saat itu. Untuk mobil,memang ada juga mobil-mobil Jepang seperti Toyota Camri, maupun mobil Korea dan Eropa. Tapi mobil merk Cina juga banyak berseliweran. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Barangkali bila Indonesia bisa seperti Shenzhen, kita tidak perlu bersesak dalam kemacetan di&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-E9XuegrD-Fo/TXqjFQUPU3I/AAAAAAAAAUc/O_Lc4kywDfo/s1600/shenzhen2.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-E9XuegrD-Fo/TXqjFQUPU3I/AAAAAAAAAUc/O_Lc4kywDfo/s320/shenzhen2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582953998753682290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; jalan raya.Namun persoalannya mungkin tidak mudah karena menyangkut kebijakan pemerintah masing-masing. Pemerintah Cina kabarnya memiliki kebijakan untuk membatasi masukknya produk Jepang karena menyangkut nasionalisme untuk tidak mau kalah dari Jepang. Sementara pemerintah kita bangga bila investor Jepang masuk ke Indonesia dan puas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia sekedar tempat perakitan dan pasar produk Jepang selama puluhan tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RFlLE4B7Aq4/TXqkKqAmZlI/AAAAAAAAAUk/IjaHPauKle0/s1600/eiffelcina.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RFlLE4B7Aq4/TXqkKqAmZlI/AAAAAAAAAUk/IjaHPauKle0/s320/eiffelcina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582955191061603922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shenzhen tidak hanya menawarkan keindahan kota bagi para wisatawan. Mereka juga menyediakan tempat hiburan yang cukup mengagumkan. Salah satunya adalah Window of the World. Di tempat hiburan ini, orang bisa melihat tempat-tempat keajaiban di dunia, dalam bentuk miniatur, seperti Candi Borobudur, Gunung Himalaya, Air terjun Niagara. Menara Pisa. Namun karena hanya dalam bentuk miniatur, kesan kesan perjumpaan dengan bentuk aslinya kurang terasa. Hanya satu dalam ukuran besar yang mirip aslinya yaitu Menara Eiffel dengan tinggi sekitar 100 mtr.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Splendid China adalah tempat hiburan lain yang menyuguhkan budaya Cina. Kami sempat menyaksikan Horse War, semacam perang berkuda yang melibatkan puluhan pemeran. Setelah itu ada pertunjukan tarian yang sangat menarik di Impression Theather, yang dikemas dengan musik,tata lampu dan permainan panggung menggunakan hidrolik. Panggung bisa berubah dalam sekejab tanpa jeda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Di salah satu panggung outdoor ,pemainnya hampir 500 orang. Penampilan kolosal yang&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Jdu2-Nb8XCQ/TXqnsRsKayI/AAAAAAAAAU0/TjOCh8np4sA/s1600/penari.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jdu2-Nb8XCQ/TXqnsRsKayI/AAAAAAAAAU0/TjOCh8np4sA/s320/penari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582959067183868706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; spaktakuler sangat mempesona para penonton. Permainan panggung hidrolik yang bisa naik turun dan maju mundur, lampu megah warna-warni, , kawat baja, sinar lasser, binatang seperti kuda,domba,gajah betul-betul mengagumkan. Ketika kita masih terfokus pada satu adegan ternyata panggung sudah berubah dengan adegan lain. Penggunaan spotlight juga dipergunakan untuk mengalihkan perhatian penonton ketika ada perubahan adegan.Pelajaran yang bisa dipetik dari sini adalah bila melakukan suatu acara, kemaslah secara kolosal, melibatkan tekonologi dan permainan musik dan lampu yang megah.Sehingga hasilnya adalah decak kagum dan seruan Wooooow….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wiMeVFGRsOE/TXqpV7-G4sI/AAAAAAAAAU8/1Plcath731g/s1600/spotlightgirl.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wiMeVFGRsOE/TXqpV7-G4sI/AAAAAAAAAU8/1Plcath731g/s320/spotlightgirl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582960882419688130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ungkapan Belajarlah hingga ke negeri Cina memang bukan sekedar basa-basi. Hanya dalam 30 tahun, Shenzhen sudah berhasil membangun kotanya menjadi sebuah kota modern, tertata rapi, bersih dan bebas dari kemacetan sebagaimana kota-kota besar lain. Kemanapun kami pergi sepanjang perjalanan 3 hari di kota ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serasa terus berada di wilayah Sudirman,Thamrin dan Gatot Subroto, Semua itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang pro pada pembangunan yang terencana dengan baik dan juga kepatuhan warganya pada kebijakan yang sudah diambil. Saya mendesahkan harap semoga pemerintah daerah Jakarta dan kota-kota lain mau berkunjung dan belajar dari kota ini. Barangkali di tengah dinginnya musim semi dan udara yang bersih, kita bisa berefleksi dengan jernih untuk membangun kota-kota di sini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan lebih baik.Semoga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7169724088376271209?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7169724088376271209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/musim-semi-di-shenzhen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7169724088376271209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7169724088376271209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/03/musim-semi-di-shenzhen.html' title='Musim Semi di Shenzhen'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Qk6ibHZKcWY/TXqfFr9x5CI/AAAAAAAAAUE/s7ERmDINt_s/s72-c/morning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5728639098127838643</id><published>2011-02-12T04:08:00.001-08:00</published><updated>2011-02-12T04:10:11.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Pemimpin Yang Lupa Berdiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-LvqcN5UA--U/TVZ4cmG7pnI/AAAAAAAAAT0/4oddApbxBik/s1600/hosni_mubarak.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 289px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-LvqcN5UA--U/TVZ4cmG7pnI/AAAAAAAAAT0/4oddApbxBik/s320/hosni_mubarak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572774021578860146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesalahan terbesar para pemimpin bukanlah ketidakmampuan mereka membuat program pembangunan yang indah untuk rakyatnya. &lt;span lang="SV"&gt;Tetapi  kegagalan dalam memutuskan berapa lama dia akan memegang jabatannya,  tepat ketika dia memulainya. Dia akhirnya terbius oleh pesona jabatan  tersebut, seperti bunyi sebuah iklan televisi ”kalau sudah duduk lupa  berdiri”. Maka kitapun menyaksikan dengan dada sesak pemimpin yang naik  ke puncak kekuasaannya, ketika seorang anak lahir dan dia masih di sana  ketika si anak tersebut membopong bayi di pundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_artikel"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketika  Orde Baru lahir, banyak orang yang merajut harapan akan suatu kehidupan  yang baru. Bahwa nantinya harga-harga tak lagi mahal dan bahan makanan  mudah diperoleh. Kita tak perlu mengantri demi seliter minyak untuk  menanak nasi nanti malam. Dan semoga Jenderal pendiam dan banyak senyum  itu akan berbeda dengan si Bung yang menggenggam erat kursi kepresidenan  selama 20 tahun sejak kemerdekaan. Namun ketika 6 pelita telah berlalu,  orang-orang kembali bersua di jalan buntu yang sama. Jenderal Tua itu  ternyata masih ada di sana, dia tetap enggan beranjak dari kursinya yang  reyot hingga api amarah berkobar dan menghabisi segalanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Namun  Indonesia bukanlah kekecualian. Dari ujung utara Benua Afrika, ke  Jazirah Arab, hingga ke Kuba di Amerika Selatan, kita melihat raut wajah  pemimpin yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Raut-raut wajah yang tak  menyiratkan iba pada kemiskinan penduduknya. Wajah mereka begitu tenang  dan tak terusik dengan suara tangis warganya. Mungkin suara-suara itu  terlalu jauh di bawah menara gading kekuasaannya. Atau suara-suara itu  hanya terpendam di sudut hatinya yang dibalut rasa takut. Tapi tidakkah  suara-suara terpendam itu memancar di kabut bola mata mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Barangkali  memang negara-negara berkembang belum punya sejarah panjang  berdemokrasi yang tegas membatasi masa jabatan seorang Kepala Negara,  seperti Amerika dan Inggris. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Tapi lihatlah, Corazon Aquino membatasi masa jabatannya sendiri hanya 1 periode selama 6 tahun. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dan  dia gigih berjuang menentang penggantinya Presiden Fidel Ramos yang  berupaya meng-amandemen undang-undang itu. Jadi persoalannya bukanlah  sejarah yang panjang tapi kemauan untuk memberi yang terbaik untuk  rakyatnya dan kepatuhan pada undang-undang yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ukuran  keberhasilan seorang pemimpin sesungguhnya bukanlah seberapa lama dia  memimpin. Tapi lebih pada seberapa banyak calon pemimpin yang mampu  menggantikannya. Tugas pemimpin adalah menyiangi dan menyirami ladang  agar tunas-tunas itu mekar dan berkembang. Sebagaimana tunas yang  berlomba semakin tinggi untuk merebut cahaya mentari, para pemimpin  harapan itupun saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Dan ketika  saatnya tiba, dengan hati lega dan puas sang pemimpin mempersilahkan  mereka maju ke depan dan ikut dalam barisannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Namun,  layaknya perokok dan rokoknya, si pemimpin jadi sulit berpisah dengan  jabatannya. Jabatan itupun ternyata menjadi candu Kemewahan, Kemudahan,  dan Penghormatan. Segalanya perlahan melebur menjadi bagian dari diri  sang pemimpin. Ketika sang waktu mengingatkannya untuk menepi, ada rasa  penolakan yang memberati jiwanya. Ketakutan akan kehilangan semua  kemudahan dan penghormatan itu mendorongnya untuk bertahan. Diapun  mengingkari suratan alam, bahwa untuk segala sesuatu di bawah matahari  ada waktunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Maka,  bila kita sekarang menyaksikan perlawanan rakyat terhadap pemimpin di  Mesir, Yaman, Albania, sebagai resonansi perlawanan rakyat di Tunisia,  itu artinya rakyat dimanapun sudah tidak tunduk pada pemimpin yang abai  pada suara dan keresahan mereka. Mereka bersama mengepalkan tangan pada  pemimpin yang menutup lorong-lorong perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Rakyatpun  tidak butuh pemimpin baru untuk menggerakkan langkah-langkah mereka.  Karena nurani sejatinya sama pada setiap orang. Dan ketika nurani itu  bergema, itulah yang menuntun mereka berpadu dalam barisan. Maka  alun-alun kotapun sesak oleh massa. Dan suara-suara mereka bergema di  angkasa agar telinga si pemimpin yang mulai pekak dapat mendengar.  Hingga akhirnya, dengan diam-diam dia pun beringsut dari kursi tuanya.  Lalu menghilang ke sudut-sudut malam yang kelam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5728639098127838643?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5728639098127838643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/02/pemimpin-yang-lupa-berdiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5728639098127838643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5728639098127838643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/02/pemimpin-yang-lupa-berdiri.html' title='Pemimpin Yang Lupa Berdiri'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-LvqcN5UA--U/TVZ4cmG7pnI/AAAAAAAAAT0/4oddApbxBik/s72-c/hosni_mubarak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7877819984829667647</id><published>2011-01-26T13:27:00.001-08:00</published><updated>2011-01-26T13:30:55.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kenangan KKN di Pulau Bangka (4):  Penyuluhan di Desa dan Khitanan Massal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TUCSAsQiCEI/AAAAAAAAATg/1E-5OZQbo1w/s1600/Khitanan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TUCSAsQiCEI/AAAAAAAAATg/1E-5OZQbo1w/s320/Khitanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566609680008087618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu tugas wajib mahasiswa KKN adalah memberikan penyuluhan kepada penduduk desa sesuai disiplin ilmu masing-masing. Di desa kami terdapat 10 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan seperti Kedokteran, Pertanian, Hukum, Ekonomi, Sipil, Elektro, Sospol,Keguruan,dll. Saya yang berasal dari Teknik Elektro berencana memberikan penyuluhan mengenai Cara-cara Menggunakan Listrik dengan hemat.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Untuk mendapatkan bahan, saya berangkat ke kantor PLN di kota Pangkal Pinang yang jaraknya cukup jauh dari desa. Pagi-pagi saya berangkat naik bus. Bentuk bus sudah termasuk lama yaitu berbentuk panjang dengan kepala. Seingat saya di kota kami bus sejenis ini sewaktu saya masih kanak-kanak. Untuk menghidupkannya harus diengkol dulu di bagian kepalanya. Namun demikian, bus ini masih cukup kuat untuk menempuh perjalanan dari desa ke kota Pangkal Pinang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sesampai di Pangkal Pinang, saya segera menuju kantor PLN. Setelah memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan saya, saya pun diberikan bahan-bahan yang perlu untuk bahan penyuluhan. Saya pun sempat bertanya-tanya dengan petugas PLN terkait materi tersebut. Setelah selesai,saya segera kembali ke terminal bus untuk pulang ke desa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Masih tengah hari ketika saya tiba di terminal. Namun ternyata bus yang kembali ke desa sudah habis. Terpaksa saya harus menunggu hingga esok hari. Kebingungan perlahan menyergap karena tidak tahu harus kemana menginap hingga esok tiba. Tak seorangpun kenalan ada di kota ini. Kuseret kaki perlahan keluar terminal sekedar mencari tahu apakah ada penginapan kecil di sekitarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tiba-tiba saya melihat ada gereja Katolik di dekat terminal. Saya pun segera masuk dan berjumpa dengan penjaga gereja. Saya jelaskan bahwa saya anak KKN di desa dan ketinggalan bis dan minta ijin jika boleh menumpang menginap semalam. Syukurlah, mereka mengijinkan dan mempersilahkan saya masuk ke kamar yang memang khusus disediakan untuk tamu yang menginap. Saya pun merasa lega dan bisa menginap hingga kembali esok harinya.Malamnya kami bercakap-cakap santai. Tak terduga, ternyata mereka mengenal keluarga Simatupang,tetanggaku di Palembang. Kebetulan mereka juga sama-sama dari Bangka dan berasal dari Koba.Hmmm…andaikan saya sepintar Mark Zuckerberg, mungkin saya sudah menemukan Facebook saat itu…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ketika tiba saat penyuluhan, pendudukpun diundang untuk berkumpul di balai desa. Secara bergantian kami memberikan penjelasan sesuai topik kami masing-masing. Selain topik Cara-cara menggunakan Listrik dengan hemat yang saya bawakan, ada juga topic Kesadaran Hukum yang dibawakan oleh teman Damanik dari Fakultas Hukum, Selain itu ada juga yang membawakan topik cara membuat Alat Penyaring Air, yaitu drum yang diisi ijuk, pasir, batu kali,dll. Kebetulan pada waktu itu musim kemarau sehingga sumur-sumur penduduk yang cukup dalam pun hampir kering.Mereka, termasuk kami juga, harus mencari air di tempat-tempat yang lain yang kurang terjamin kebersihannya. Sedemikian susahnya air, terkadang untuk buang air besar kami harus pergi ke kebon-kebon di belakang posko hanya bermodal daun-daun untuk membersihkan tubuh. Untuk mandi, kami yang pria pergi ke kali kecil di pinggiran desa. Lelaki dan perempuan menyatu mandi di kali tanpa perasaan apa-apa karena memang sudah terbiasa dan tidak ada pilihan. Tapi teman-teman kami yang perempuan malu ikut mandi di sungai. Mereka lebih memilih meminta air dari penduduk untuk mandi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Yang menarik adalah acara Khitanan Massal yang ditangani oleh rekan dari Fakultas Kedokteran.Anak-anak dari usia sekitar 6-12 tahun yang mau khitanan berkumpul di rumah penduduk yang sudah ditentukan. Kami sendiri ikut membantu menggunting, sementara teman calon dokter bertugas menjahit. Banyak penduduk, anak-anak dan dewasa yang menyaksikan acara ‘pemotongan’ tersebut. Mereka terkadang tertawa geli bila ada anak yang menangis-nangis ketakutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Berbagi ilmu sebagai salah satu wujud pengabdian dan ucapan terima kasih kepada masyarakat adalah tujuan pelaksanaan KKN.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang mampu kami berikan saat itu mungkin saja masih jauh dari harapan masyarakat itu sendiri. Namun begitulah kondisi yang ada. Semoga kebersamaan dan kedekatan selama KKN membawa kesan dan kenangan yang indah dan bisa berlanjut di masa berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Blog : http://rihat-online.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7877819984829667647?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7877819984829667647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7877819984829667647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7877819984829667647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-4.html' title='Kenangan KKN di Pulau Bangka (4):  Penyuluhan di Desa dan Khitanan Massal'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TUCSAsQiCEI/AAAAAAAAATg/1E-5OZQbo1w/s72-c/Khitanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8359045896601561179</id><published>2011-01-16T04:36:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T04:41:11.258-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Kenangan KKN di Pulau Bangka (3): Budaya Sepintu Sedulang dan Kawin Massal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TTLmu_W_0QI/AAAAAAAAATQ/6hixNGTRbG0/s1600/sepintu%2Bsedulang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 277px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TTLmu_W_0QI/AAAAAAAAATQ/6hixNGTRbG0/s320/sepintu%2Bsedulang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562762184712245506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lain lubuk lain ikannya, lain daerah lain pula budayanya. Dan Pulau Bangka pun ternyata memiliki budaya yang cukup unik yang tidak saya jumpai di ibukota propinsi ,Palembang. Bila ada kegiatan acara keagamaan atau nasional, biasanya diadakan acara makan bersama. Mereka menyebutnya “Sepintu Sedulang.” Dulang adalah nampan (talam ) dari bambu.Makan acara ini adalah setiap rumah (pintu) membawa bermacam kanan di atas dulang yang dibawa ke Balai desa. Di sana, makanan itu dibagi (share) dengan tetangga lain. Kita bisa menikmati bermacam-macam makanan di acara ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kami mengadakan KKN, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan di bulan Agustus.. Sebagai anak KKN, kami diundang untuk ikut makan bersama dan  mencipi bermacam makanan yang dibawa penduduk. Penduduk juga cukup menghargai kami dan menawarkan makanan-makanan yang mereka bawa. Dengan sukacita kamipun mencicipi makan dari dulang-dulang yang ada di dekat kami. Ikan ,ayam, sayuran,daging,dll, kami santap dengan rasa gembira. Maklum, di rumah posko kami makanan terbatas…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tradisi Sepintu Sedulang sangat menguatkan rasa kebersamaan di antara penduduk. Dengan segala keterbatasan mereka , masih ada kerelaan untuk saling berbagi makanan untuk dinikmati bersama. Saya jadi teringat saat tinggal di kampung, sesaat sebelum perayaan Natal, kami semua makan bersama di siang hari. Bedanya adalah,di kampung makanan dimasak bersama, bukan dibawa dari rumah. Tapi nuansa kebersamaan dan keceriaan hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kawin Massal&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Bangka bagian selatan, setiap bulan Agustus biasanya menjadi bulan orang naik ke pelaminan. Tak ada penjelasan resmi mengapa di bulan sekitar agustus, hanya mungkin karena pada saat &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TTLnBxG8GzI/AAAAAAAAATY/IbD8DWuSPCM/s1600/kawinmassal2.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 300px; height: 224px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TTLnBxG8GzI/AAAAAAAAATY/IbD8DWuSPCM/s320/kawinmassal2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562762507304311602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;itu banyak orang yang panen lada sehingga punya banyak uang. Terkadang di suatu kampung bisa ada yang menikah 3 orang atau lebih dalam 1 hari dengan jarak rumah yang tidak terlalu jauh. Mereka menyebutnya kawin massal. Biasanya, tanggal pesta pernikahan itu sudah diketahui oleh tetangga dari desa-desa lain. Maka pada hari H pesta, rombongan dari suatu desa akan berangkat beramai-ramai naik bus ke desa yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daya tarik pesta ini adalah karena di setiap pesta ada Musik Dangdut yang digelar malam hari. Dalam satu desa ada 3 group musik yang manggung. Karena jarak rumah para pengantin tidak terlalu jauh, maka suara musik dan lagu yang kita dengar bisa tumpang tindih. Namun semua orang larut dalam kegembiraan keramaian dan hiburan yang jarang ada di desa mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keramaian ini dimanfaatkan pula oleh pedagang-pedagang. Berbagai barang dagangan mulai dari makanan hingga perabot rumah tangga digelar di pinggir jalan.  Ratusan orang hilir mudik antara panggung musik dan tempat belanja. Ada yang membeli dan ada pula yang hanya sekedar melihat-lihat. Yang pasti, pesta pernikahan ternyata bisa menjadi pemicu ekonomi kerakyatan. Semakin banyak pesta,semakin larislah jualan para pedagang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi anak muda, ini adalah kesempatan untuk mencari pacar dari desa lain. Pemuda-pemudi biasanya sudah bersiap-siap dengan tampilan terbaik agar bisa mendapat pasangan di pesta itu. Ada yang berlanjut, tapi ada juga yang berakhir begitu saja. Rata-rata pemuda-pemudi di sana menikah pada usia dini. Tak jarang pernikahan itupun berakhir dengan cepat karena memang belum cukup matang untuk sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pulau Bangka memang menyimpan keunikan budaya yang belum tentu ada di tempat lain. Budaya seperti Sepintu Sedulang pantas dilestarikan karena mencerminkan semangat kebersamaan dan kesediaan untuk saling berbagi. Semoga semangat seperti ininbisa juga diterapkan di daerah-daerah lain meskipun dalam wujud yang tidak harus persis sama. Demikian juga tradisi kawin massal patut dijaga agar tetap terpelihara. Bila pemda setempat bisa mengelola budaya Sepintu Sedulang dan Kawin Massal dengan baik, bukan tidak mungkin akan menjadi objek wisata budaya di Pulau Bangka yang dapat menarik kunjungan turis ke sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8359045896601561179?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8359045896601561179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-3-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8359045896601561179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8359045896601561179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-3-budaya.html' title='Kenangan KKN di Pulau Bangka (3): Budaya Sepintu Sedulang dan Kawin Massal'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TTLmu_W_0QI/AAAAAAAAATQ/6hixNGTRbG0/s72-c/sepintu%2Bsedulang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8309070247953648676</id><published>2011-01-10T07:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T07:42:27.324-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Kenangan KKN di Pulau Bangka (2):  Negeri Timah ,Lada Putih dan Madu Hitam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSsoEVHMkHI/AAAAAAAAAS4/jQ491S-i-8M/s1600/penambangandarat2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSsoEVHMkHI/AAAAAAAAAS4/jQ491S-i-8M/s320/penambangandarat2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560582219770925170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Desa Ranggas terletak di daerah Bangka bagian Selatan, bagian dari Kecamatan Toboali. Di Bangka bagian selatan banyak ditemui kolam (penduduk menyebutnya kolong) bekas galian timah yang tidak terpakai lagi. Penduduk juga tidak berani menggunakan air dari kolong karena dikhawatirkan mengandung logam bekas galian timah. Ada rasa prihatin menyeruak menyaksikan tanah-tanah itu tak berguna lagi setelah isinya dikuras habis oleh penambang sejak jaman Belanda hingga masa PN Timah Bangkrut.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Bila kita membuka lembar sejarah, penambangan timah di Bangka sesungguhnya sudah dimulai sejak masa Hindia Belanda tahun 1709 di kecamatan Toboali. Belanda pun akhirnya menguasai penambangan timah di Bangka dengan membentuk perusahaan "Banka Tin Winning Bedrijf" (BTW).di Belitung, Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan di pulau Singkep , NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM). Ketika masa kemerdekaan, pemerintah menasionalisasi ketiga perusahaan tersebut dan kemudian digabung menjadi PN Timah dan akhirnya menjadi PT tambang Timah.. Ketika kami melakukan KKN. PT Tambang Timah sudah menutup operasi di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bumi Bangka. Tapi masih ada perusahaan yang mengelola timah di kota kecamatan Koba, yaitu PT Kobatin&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Ketika kandungan Timah masih melimpah dan harganya masih bagus, Pulau Bangka mengalami kejayaan. Namun ketika cadangannya mulai menipis dan hargapun goyah, yang tersisa hanya hamparan kolong tak berguna. Mustahil rasanya untuk meminta pemerintah untuk menguruk kolong-kolong besar itu agar kembali dapat ditanami oleh penduduk setempat. Apa yang terjadi di Bangka, mungkin akan terulang kembali di Kalimantan dan Papua yang sekarang habis-habisan dikeruk oleh para pengelola tambang. Gunung-gunung di Papua yang tadinya tinggi menjulang, kini menjadi lembah dalam. Mungkin 20 tahun lagi, lembah-lembah itu akan menjadi danau-danau raksasa yang tak berfungsi karena bahaya kandungan logam di dalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Setelah masa keemasan timah surut, bumi Bangka masih memiliki kekayaan bumi yaitu lada &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSsoS2MPu_I/AAAAAAAAATA/9REUrHxlhHk/s1600/lada.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSsoS2MPu_I/AAAAAAAAATA/9REUrHxlhHk/s320/lada.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560582469168643058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;putih (&lt;i style=""&gt;Muntok white pepper&lt;/i&gt;). Sama seperti timah, lada putih Bangka sudah jadi primadona sejak jaman VOC menguasai bumi pertiwi. Sebagian besar penduduk di desa Ranggas dan beberapa bagian Bangka selatan lainnya hidup sebagai petani lada. Mereka memiliki kebun yang lokasinya cukup jauh dari desa. Untuk mencapainya mereka menggunakan sepeda motor seperti motor trail yang handal digunakan menembus hutan ladang Dengan hasil penjualan ladanya, tak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;heran hampir setiap rumah memiliki motor. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Lada yang telah dijemur biasanya dijual ke para pedagang (pengumpul) lada yang kemudian menjualnya lagi ke kota. Biasanya para pengumpul lada hidupnya lebih mewah dari para petani. Terkadang harga jual petani ke pedagang cukup tinggi, tapi terkadang harga lada juga bisa jatuh. Entahlah apakah para pedagang itu juga ikut mempermainkan harga dari petani atau memang sesuai harga lada di pasar dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Namun harga lada putih yang tinggi juga membawa dampak buruk bagi masyarakat. Banyak anak-anak usia sekolah akhirnya berhenti sekolah dan pergi berladang. Sebagian besar hanya sampai tingkat SD dan sebagian kecil melanjut ke SMP yang berada di desa lain. Orangtua sepertinya juga tidak menuntut mereka untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Banyak anak-anak akhirnya, khususnya anak perempuan menikah pada usia dini setelah berhenti sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sepanjang ingatan saya mengenai madu sejak anak-anak, warna madu selalu merah. Namun di Pulau Bangka, kami menemukan madu warna hitam atau yang mereka sebut madu pahit karena rasanya memang agak pahit. Menurut data berbagai sumber, kumbang penghasil madu tersebut adalah &lt;span class="hanifreadmore"&gt;lebah liar jenis APIS DORSATA yang mengisap sari bunga &lt;/span&gt;kembang Pelawan &lt;span class="hanifreadmore"&gt;atau dalam bahasa latinnya "Cyanometra Cauliflora".&lt;/span&gt;. Menurut penduduk desa, madu hitam sangat berkhasiat untuk meningkatkan stamina tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Dari segi harga waktu itu, tahun 1994, harga madu hitam lebih mahal dari madu merah. Saat itu kami membeli langsung dari penduduk desa dalam botol-botol Aqua. Saat itu, dan juga kini, madu hitam juga dijual di kota-kota, namun dikhawatirkan sudah tidak murni lagi seperti bila dibeli langsung dari penduduk yang mendapatnya dari hutan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pulau Bangka dalam bayangan saya saat hendak berangkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah daerah tertinggal akibat jauhnya wilayah mereka dari ibukota propinsi Sumatera Selatan. Namun yang tidak saya sadari adalah ternyata Bangka pernah memiliki sejarah perdagangan yang hebat yang membuat para pedagang dari Eropa datang untuk berdagang dan akhirnya menguasai kekayaan buminya. Adakah kini,setelah resmi menjadi Propinsi Bangka- Belitung, daerah ini bisa meraih kembali masa kejayaannya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8309070247953648676?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8309070247953648676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-2-negeri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8309070247953648676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8309070247953648676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-2-negeri.html' title='Kenangan KKN di Pulau Bangka (2):  Negeri Timah ,Lada Putih dan Madu Hitam'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSsoEVHMkHI/AAAAAAAAAS4/jQ491S-i-8M/s72-c/penambangandarat2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8029055241994003799</id><published>2011-01-06T07:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-06T07:51:59.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Kenangan KKN di Pulau Bangka (1): Dari Sungai Musi ke Desa ranggas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSXkdr729vI/AAAAAAAAASw/epWN2GFlEM0/s1600/ampera.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSXkdr729vI/AAAAAAAAASw/epWN2GFlEM0/s320/ampera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559100513719875314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Matahari cerah di bulan Juli 1994 mengantarkan kapal yang mengangkut mahasiswa UNSRI melaksanakan tugas KKN di Pulau Bangka. Perlahan kapal menyusuri Sungai Musi dari pelabuhan Teluk Betung (?), melewati Jembatan Ampera menuju pelabuhan Bom Baru. Dari Bom Baru, kapal kembali berlayar membelah bagian hilir sungai menuju muara. Sungai Musi ternyata semakin melebar menuju muara, kira-kira 2 atau 3 kali lebar sungai yang membelah dua Kota Palembang. Muara sungai sepi ,berbeda dengan di kota yang ramai hilir mudik peraho bermotor dan deretan rumah-rumah panggung yang dibangun di pinggir sungai.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kuliah Kerja Nyata adalah suatu yang menyenangkan dan dinantikan para mahasiswa. Bila sudah menunaikan tugas KKN sepertinya masa wisuda sudah menjelang, karena melaksanakan KKN adalah satu persyaratan untuk bisa mengambil kerja praktek sebelum Tugas Akhir. KKN juga dinantikan karena ada kesempatan bertemu dan tinggal bersama dengan mahasiswa dari fakultas lain. Tak jarang kebersamaan selama di desa berlanjut menjadi tautan kasih. Sebagian berlanjut seusai KKN, sebagian meredup serempak dengan selesainya kegiatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sepanjang malam kapal mengarungi sungai sebelum masuk ke laut yang memisahkan pulau Sumatera dengan Pulau Bangka. Pagi hari kapal melepas sauh di pelabuhan Mentok. Dari sana, bis rombongan anak KKN membawa kami menuju ibukota kabupaten bangka.Sungai Liat. Di kantor pemerintah daerah kabupaten kami disambut Pemda setempat. Pesan-pesan dari pemerintah serta harapan agar KKN ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat di pedesaan .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Dari Sungai Liat, kami menuju desa yang sudah ditentukan. Rombongan kami mendapat lokasi di Desa Ranggas, Bangka Selatan, tidak terlalu jauh dari kecamaan Koba, tempat pengolahan timah PT Kobatin. Jumlah mahaiswa KKN di desa kami ada 10 orang, 7 pria dan 3 wanita. Kami tinggal di sebuah kantor kepala desa yang baru dibangun dan belum digunakan. Kantor itu terdiri dari 2 kamar, 1 ruang tamu dan 1 kamar mandi. Kami bertujuh tidur dalam 1 kamar seperti ikan dencis disusun rapih. Di kamar sebelah tidur rekan mahasiswi. Bila malam tiba, dan ruangan gelap karena belum ada listrik, kami bernyanyi sebelum tidur, Rekan Damanik dari Fakultas Hukum langsung menarik suara tingginya mengalunkan lagu lama Kembar Group :”Bila Kuingat…masa yang telah lalu…dst….Terkadang untuk menggoda cewek manis di kamar sebelah dilantunkanlah lagu lawas…”Di antara hatimu hatiku terbentang dinding yang tinggi….he.he.he..”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Demikianlah kami melalui hari-hari pertama di pulau Bangka. Interaksi dengan penduduk pun terjalin baik. Terkadang kami datang ke rumah pak Lurah untuk berbagi cerita. Para penduduk,khususnya gadis-gadis suka datang malu-malu ke pos kami tapi tidak berani mendekat. Kegiatan masyarakat juga seperti tahlilan kami ikuti. Yang lucu kami yang Kristen ikut Tahlilan, meski hanya duduk diam sambil memanjatkan doa dalam hati, tapi teman yang berlatar belakang Muhammadiyah tidak mau ikut. Katanya di Muhammadiyah tidak dikenal tradisi tahlilan karena orang hidup tidak bisa lagi mendoakan orang yang sudah meninggal. Ya, begitulah hidup,selalu ada perbedaan sudut pandang dan pemikiran. Bagimanapun kita harus menghargainya karena perbedaan adalah kekayaan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8029055241994003799?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8029055241994003799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-1-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8029055241994003799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8029055241994003799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/kenangan-kkn-di-pulau-bangka-1-dari.html' title='Kenangan KKN di Pulau Bangka (1): Dari Sungai Musi ke Desa ranggas'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSXkdr729vI/AAAAAAAAASw/epWN2GFlEM0/s72-c/ampera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5658451222237196298</id><published>2011-01-04T07:22:00.001-08:00</published><updated>2011-01-04T07:25:01.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>CATATAN  KECIL TAHUN 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM7iIzyLHI/AAAAAAAAASo/ffk3BMGtB1M/s1600/akucintaindonesia3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 303px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM7iIzyLHI/AAAAAAAAASo/ffk3BMGtB1M/s320/akucintaindonesia3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558351822771596402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Baru saja kita melewati tahun 2010. Sepanjang tahun 2010, banyak sekali peristiwa penting yang menimpa Indonesia. Peristiwa-peristiwa tersebut berada dalam beragam aspek seperti Politik, hukum, ekonomi, bencana alam, olahraga,dll. Sebagaimana umumnya di akhir tahun, kita mencoba merefleksikan semua kejadian itu untuk dapat mengambil hikmah,pelajaran, kesadaran baru dalam rangka menyongsong Indonesia yang lebih baik di tahun berikutnya.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Awal tahun lalu, diramaikan dengan kasus Bank Century yang mewarnai dan menyedot energi dan dana bangsa ini. Namun sangat disayangkan penyelesaian kasus ini ditutup begitu saja dengan menjadikan menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai kurban deal politik. Setelah Sri Mulyani hijrah ke Bank Dunia, kasus inipun perlahan redup. Partai Golkar yang semula getol mengangkat kasus ini kemudian merapat kembali ke pangkuan Partai Demokrat. Dalam hitungan hari, Aburizal Bakri menjadi Ketua Harian Sekretariat Gabungan (Setgab) dengan Presiden Yudoyono sebagai ketua umumnya. Di sini mengemuka dugaan bahwa target Golkar hanyalah menyingkirkan Sri Mulyani dari barisan kabinet. Padahal masih ada Budiono yang menjadi Gubernur Bank Indonesia saat pencairan tersebut yang belum diusik. Biaya sekian milyar untuk penyelidikan kasus tersebut oleh Pansus DPR menguap ke udara tanpa hasil konkrit. Rekomendasi DPR pun oleh KPK diannggap tidak dapat dijadikan sebagai bukti hukum. Bila demikian, sesungguhnya untuk apa dibentuk Pansus tersebut bila kesimpulan penyelidikannya tidak berkekuatan apa-apa?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pada pertengahan tahun 2010, mencuat kasus rekening gemuk para perwira tinggi Polri. Majalah Tempo mengangkat berita mengenai rekening para perwira tinggi Polri yang jumlahnya tidak wajar bila ditinjau dari pendapatan resmi mereka sebagai pejabat. Data ini sebenarnya merupakan temuan PPATK, lembaga Negara yang bertugas mengawasi transaksi mencurigakan. Kasus ini menjadi heboh karena majalah Tempo yang mau terbit tiba-tiba hilang di pasaran karena diduga diborong oleh orang-orang yang tidak senang dengan isi pemberitaan tersebut. Tindakan ini sebetulnya telah mengingkari hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya. Andaikan berita ini mengandung ketidakakuratan data, maka Polri bisa mempergunakan hak jawab dengan menyodorkan bukti-bukti yang sah. Namun sangat disayangkan, penyelesaian kasus ini pun terkesan ditutupi, karena orang yang diduga terlibat dalam rekening mencurigakan tersebut tidak mendapatkan sanksi administrasi dan pidana yang jelas. Pejabat tertinggi Polri pun langsung menyangkal berita tersebut tanpa mengadakan penyelidikan yang mendalam. Bila, tindakan perwira tinggi ini dianggap sebagai nila setitik , maka sikap protektif Kapolri tersebut dapat digolongkan sebagai nila sebelanga merusak susu sebelanga.. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Bila Polri sungguh-sungguh mendukung pelayanan umum yang bersih , di masa depan sebaiknya Kapolri harus menanggapi positif setiap pemberitaan mengenai oknum Polri. Pemberitaan negatif mengenai personil polri tidak identik dengan tindakan mengotori Institusi Polri secara keseluruhan. Oleh sebab itu, Kapolri harus terbuka menerima segenap kritik, dan kemudian menyelidiki kebenarannya. Bila terbukti, maka Kapolri harus berani menjatuhkan sanksi administratif dan pidana kepada anggotanya. Perlindungan atas nama ‘esprit de corps’ tidak tepat dipergunakan. Bagaimanapun kepolisian adalah Institusi milik masyarakat dan dibiayai oleh masyarakat melalui pajak. Maka sudah selayaknya Polri juga terbuka bila ada anggotanya yang menyalahgunakan wewenangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Dalam relasi antar umat beragama ,kita masih menjumpai sikap diskriminatif terhadap umat minoritas oleh sebagian pihak. Kasus pembakaran mesjid Ahmadiyah dan juga pemukulan terhadap pendeta HKBP Ciketing menjadi contoh kasus yang menonjol. Padahal dalam bingkai keIndonesiaan, kedua organisasi agama tersebut sudah hadir dan berperan aktif di bumi pertiwi jauh sebelum Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 ditegakkan. Persoalan ini menjadi berlarut karena tidak adanya ketegasan pemerintah pusat, daerah dan aparat kepolisian terhadap pelaku penyerangan. Alih-alih menangkap para pelaku, polisi malah menutup tempat peribadatan mereka dan mengungsikan mereka ke tempat lain dengan alasan agar tidak diserang oleh kelompok yang bertanggung jawab. Menjadi tanda tanya besar, mengapa unit usaha seperti bengkel, pabrik, tempat hiburan,dll dapat memperoleh ijin dengan dapat dalam hitungan minggu atau bulan, namun untuk tempat ibadah umat minoritas justru dipersulit. Indonesia adalah rumah besar bagi seluruh warganya tanpa melihat latar belakang suku dan agama yang sesungguhnya sudah selesai pada masa Sumpah pemuda diikrarkan tahun 1928, sebelum NKRI diproklamirkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tahun 2010 juga ditandai dengan bencana alam yang datang secara beruntun. Dimulai dari banjir bandang di Wasior, Tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi yang kesemuanya merenggut korban jiwa dalam jumlah massif. Yang menjadi masalah setiap kali timbul bencana, adalah lambatnya respon pemerintah mengevakuasi korban bencana serta penanganan mereka di pengungsian. Sistem yang ada sepertinya tidak bekerja secara otomatis ketika bencana terjadi. Padahal Badan penanggulangan bencana telah dibentuk mulai tingkat pusat sampai daerah. Semestinya badan-badan tersebut sudah melakukan persiapan secara sistematis mulai dari pra bencana, saat bencana dan pasca terjadinya bencana. Dengan demikian maka akan ada persiapan yang lebih matang dan dapat menghindari jatuhnya banyak korban sia-sia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kasus bencana banjir di Wasior sekaligus mengingatkan kita bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlindungan alam merupakan satu kesatuan dengan perlindungan manusia yang tinggal di dalamnya. Manusia adalah bagian kecil dari alam sekitarnya sehingga perusakan lingkungan pada gilirannya adalah penghancuran manusia yang tinggal di dalamnya juga. Persoalannya adalah pelaku perusakan alam sekitar seringkali berada jauh dari lokasi. Tangan mereka bekerja melalui perusahaan-perusahaan yang menebangi pohon-pohon untuk diekspor ke luar negeri. Kesadaran untuk pentingnya menjaga kelestarian alam terabaikan karena mereka tidak menjadi korban jika alam itu mengamuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kita juga diingatkan bahwa saat ini bukan lagi era eksplorasi kekayaan alam. Masa eksplorasi kandungan bumi sudah saatnya digantikan eksplarasi alam pikiran dan kreatifitas. Pengembangan ekonomi kreatif merupakan kandungan kekayaan yang tak ada habisnya. Negara-negara yang maju saat ini justru bukan dari hasil kekayaan alam tapi penelitian dan pengembangan industri otomotif, elektronik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;animasi, fashion dan jasa. Negara Korea Selatan merdeka pada tahun yang hampir sama dengan Indonesia, namun tingkat ekonnominya sekarang jauh melampaui Indonesia berkat pengembangan ekonomi berbasis Industri. Merek-merek seperti Hyundai, LG, Samsung sekarang menjadi merek dunia. LG dan Samsung bahkan menjadi pionir dalam industri televisi layar datar berbahan LCD, sementara Indonesia hanya menjadi tempat relokasi pabrik dan menjadi target pasar besar karena jumlah penduduknya yang begitu banyak. Ann Wan Seng dalam bukunya Rahasia Bisnis Orang Korea&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(2006), dalam salah satu babnya memaparkan Strategi Bisnis Korea adalah dengan menguasai teknologi informasi. Untuk mewujudkan mimpinya menjadi pemain utama bidang teknologi tingkat dunia, mereka membangun rantai informasi di seluruh negeri yang dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat. Seluruh sekolah juga dilengkapi dengan fasilitas internet. Dan lebih dari 50 5 orang Korea telah dapat menggunakan komputer dan jasa internet. (hal 183). Sementara di Indonesia kita belum tahu persis berapa persen penduduknya yang bisa menggunakan komputer dan internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Akhir tahun ini diakhiri dengan keberhasilan (kegagalan?) Indonesia dalam turnamen sepakbola piala Asean. Di satu sisi program naturalisasi 2 pemain asing membantu mengangkat kinerja tim secara keseluruhan. Di sisi lain, terlihat bahwa kebijakan pengelolaan sepakbola kita tidak mampu mengangkat anak bangsa sendiri untuk tampil ke kancah internasional. Sebenarnya hal in merupakan turunan dari kebijakan PSSI yang memperbolehkan hingga 5 pemain asing dalam 1 klub. Akibatnya peluang bagi pemain lokal untuk tampil dan mengembangkan diri khususnya di posisi strategis seperti striker dan gelandang tengah menjadi terbatas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Penyakit seluruh kepengurusan PSSI dari dulu sampai sekarang adalah ingin melihat tim Indonesia menjadi juara di periode kepengurusannya. Dengan orientasi semacam itu, maka mereka menempuh jalan pintas dengan mengirim satu tim belajar ke luar negeri dan terakhir menaturalisasi pemain. Jalan pintas seperti ini bisa saja berhasil namun menelan dana yang terlalu besar dan tidak berkelanjutan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Untuk periode ke depan, ada baiknya pengurus PSSI menyusun semacam Sasaran lima tahunan pembinaan sepakbola Indonesia untuk jangka 20-30 tahun. Misalnya dimulai dengan pengadaan lapangan berkualitas internasional di setiap klub peserta Liga Sepakbola Indonesia. Bila sasaran ini tercapai, kepengurusan tersebut bisa dianggap berhasil meski secara prestasi tim nasional belum memadai. Sasaran Periode berikutnya bisa ditetapkan misalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengembangkan pemain usia dini mulai usia 7-9 tahun di seluruh negeri. Standarisasi pola latihan , asupan nutrisi , daya tahan (endurance) dan kecepatan lari juga juga harus ditetapkan mengacu pada standar internasional untuk setiap level usia. Bila melihat kemampuan dan ukuran fisik pemain nasional Indonesia saat ini, sampai kapanpun Indonesia tidak akan bisa bergaung di level Asia, apalagi dunia. Hal ini merupakan resultan dari tidak jelasnya pembinaan fisik dan kompetisi yang tidak teratur secara berjenjang dari usia anak-anak dan remaja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Catatan-catatan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di atas adalah wujud keprihatinan kita mengenai pengelolaan negeri milik kita bersama. Sebagaimana cermin yang memantulkan segenap noda di wajah kita agar kita bisa tampil bersih dan menyenangkan semua orang yang melihat, maka catatan reflektif ini pun berharap bisa menjadi cermin yang memantulkan segenap carut marut pengelolaan berbagai masalah social negeri ini sehingga bisa kita perbaiki di tahun 2011 yang baru saja kita jejaki.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5658451222237196298?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5658451222237196298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/catatan-kecil-tahun-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5658451222237196298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5658451222237196298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/catatan-kecil-tahun-2010.html' title='CATATAN  KECIL TAHUN 2010'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM7iIzyLHI/AAAAAAAAASo/ffk3BMGtB1M/s72-c/akucintaindonesia3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-102721303984492758</id><published>2011-01-04T07:13:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T07:16:22.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><title type='text'>Wajah Otoriter Pengurus PSSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM5X_4HghI/AAAAAAAAASg/lycN4Y0MIY0/s1600/irfan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 392px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM5X_4HghI/AAAAAAAAASg/lycN4Y0MIY0/s400/irfan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558349449551905298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ancaman PSSI untuk mencoret pemain nasional yang begabung dengan klub yang bermain di Liga Primer Indonesia ,seperti Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan dari Persema Malang, merupakan cermin watak otoriter pengurus PSSI. Dalam suatu organisasi atau Negara di bawah pemerintah otoriter, maka segala keputusannya adalah “Titah”yang tak boleh dilawan atau didebat. Tidak ada tawar menawar atau adu argumentasi yang menuju win-win solution. Prinsipnya hanya take it or leave it.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ditelusuri, kehadiran Liga Primer Indonesia yang digagas pengusaha Arifin Panigoro merupakan akibat jalan buntu upaya perbaikan persepakbolaan nasional yang dikuasai oleh kelompok politikus yang membentangkan sayap-sayapnya di seluruh sendi-sendi kehidupan nasional termasuk di sepak bola. Bahkan Presiden SBY dan Menpora Andi Mallarangeng pun tak mampu berbuat apa-apa untuk menggusur rejim Nurdin Halid cs dengan menggelar Kongres Sepakbola Nasional di Malang. Ketika itu mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menyatakan KSN ini bukan ada maksud ‘Biru ‘mau menggusur ‘Kuning’. Maksudnya Partai Demokrat bukan hendak menggeser kekuasaan Partai Golkar di PSSI. Namun nyatanya kekuasaan Nurdin Halid tak tergoyahkan. Inisatif Nurdin Halid untuk membawa timnas berkunjung ke kediaman Aburizal Bakrie untuk mendapatkan hadiah milyaran rupiah secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa Nurdin memiliki beking orang penting dan salah satu paling kaya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengusaha Arifin panigoro jelas bukan orang baru di kancah sepakbola. Jika mau jujur, seluruh pemain yang dkirim PSSI belajar di Uruguay saat ini adalah hasil kompetisi Liga Medco usia 15 tahun yang digagas Arifin Panigoro. Apakah PSSI mengelola turnamen usia muda? Tidak ada. Terakhir malah Kompas menggelar Liga Gramedia usia 14 tahun. Pertanyaannya mengapa PSSI tidak melarang Liga Medco dan Liga Gramedia, bukankah itu bukan dikelola oleh PSSI ? Mengapa PSSI memanfaatkan pemain hasil kompetisi Liga Medco tersebut untuk tim nasional, sementara untuk Liga Primer Indonesia diancam dicoret dari tim nasional, termasuk seluruh wasit yang bertugas di Liga tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya PSSI bisa menempatkan diri di atas semua golongan yang berniat luhur memajukan sepakbola nasional. Bila Pengurus PSSI mau mengakui keterbatasan mereka dalam memajukan sepakbola nasional, maka mereka justru harus menyambut upaya siapa saja yang ingin berkontribusi di dalamnya.PSSI tetap bisa mengakomodasi hasil seluruh liga tersebut dengan menarik pemain-pemain terbaik yang ada untuk mewakili Indonesia. Jadi biarkanlah kedua liga itu menjalankan kompetisinya. Nanti kita lihat liga mana yang betul-betul mampu melahirkan pemain professional berkualitas yang mampu membawa harum Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang pasti Liga Primer Indonesia ingin menjalankan liga yang professional tanpa menggerogoti keuangan Negara lewat APBD seperti yang sekarang dilakukan peserta Liga Super Indonesia. Bila kita berkaca dari Negara-negara seperti Inggeris, dan spanyol, hasil terbesar pendapatan klub dan liga adalah dari iklan televisi, penjualan merchandise, tiket penonton,sponsor,dll. Tidak ada klub professional yang mendapat kucuran dana dari pemerintah. Bahkan ketika masa Galatama masih ada tahun 80-an, klub juga merupakan swadaya pemilik klub bukan dari pemerintah daerah. Jangan-jangan , memang uang Negara itulah yang diincar pengurus sepakbola sekarang karena gampang dan tidak perlu peras keringat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-102721303984492758?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/102721303984492758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/wajah-otoriter-pengurus-pssi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/102721303984492758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/102721303984492758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2011/01/wajah-otoriter-pengurus-pssi.html' title='Wajah Otoriter Pengurus PSSI'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TSM5X_4HghI/AAAAAAAAASg/lycN4Y0MIY0/s72-c/irfan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7856543429588557538</id><published>2010-12-25T16:33:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T16:38:17.305-08:00</updated><title type='text'>Kidung Natal Dari Balik Tembok Penjara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TRaNnqQlVOI/AAAAAAAAASQ/FEKZ41atonQ/s1600/pohon%2Bnatal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 174px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TRaNnqQlVOI/AAAAAAAAASQ/FEKZ41atonQ/s320/pohon%2Bnatal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554782902906344674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perayaan Natal sebaiknya tak hanya dirayakan di gereja dan gedung-gedung megah. Berita keselamatan itu selayaknya juga dikabarkan hingga menjangkau mereka yang tersisih dan terpinggirkan oleh berbagai masalah kehidupan anak manusia pribadi lepas pribadi. Sebab Yesus datang ke dunia sejatinya adalah untuk membebaskan mereka yang terbelenggu dalam dosa, dalam kemiskinan, dalam kesakitan dan juga mereka yang terpenjara karena kejahatan-kejahatannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika masih duduk di kelas 3 SMA di SMAN 1 Padang Sidempuan, kami merayakan Natal di penjara pada perayaan Natal bulan Desember 1988. Penjara tersebut berada di luar kota tak seberapa jauh dari pusat kota Padang Sidempuan. Kebetulan Kepala lapas penjara saat itu adalah bapak salah seorang teman sekolah marga Sipayung. Maka segala urusan perijinan untuk pengadaan perayaan Natal di penjara pun lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perayaan Natal tersebut tentu melibatkan para narapidana beragama Kristen. Selain kegiatan kebaktian, kami mengadakan acara lomba yang melibatkan narapidana. Lomba yang kami adakan saat itu antara lain Lomba Baca Indah Alkitab, Lomba Cerdas tangkas Alkitab dan beberapa lomba lain yang saya sudah tidak ingat persisnya. Sebagai ketua Panitia Natal saya juga menjadi salah seorang juri bersama penatua gereja orangtua salah seorang adik kelas marga Simanungkalit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar awal tahun 2000, saya diajak teman mengikuti kebaktian perayaan Natal  yang mereka&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TRaN3Aq75VI/AAAAAAAAASY/mntoUaLejlc/s1600/penjara.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 178px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TRaN3Aq75VI/AAAAAAAAASY/mntoUaLejlc/s320/penjara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554783166620493138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; adakan di penjara anak-anak di daerah Pondok Bambu, Jakarta Timur. Mirip dengan perayaan natal di Sidempuan, perayaan inipun melibatkan anak-anak penghuni Lapas dalam berbagai kegiatan lomba. Ada perasaan campur aduk saat itu. Di satu sisi, kita gembira melihat mereka merasakan kegembiraan mengikuti lomba dan mendpat hadiah yang mungkin tak pernah atau jarang mereka dapatkan di penjara. Di sisi lain , timbul tanda tanya, seperti apakah nanti masa depan anak-anak ini bila di usia semuda ini mereka telah merasakan kerasnya kehidupan penjara dan mendapat stigma mantan penghuni penjara? Pertanyaan lebih jauh, apakah mereka yang masih di bawah umur layak menghuni penjara untuk segala pelanggaran-pelanggaran mereka? Berapa sebenarnya usia yang layak dianggap patut mendapat hukuman karena kejahatan yang dilakukan secara sadar? Sebaliknya, berapa banyak orang dewasa di luaran sana yang lepas dari jeratan hukum atas perbuatan kejahatan kerah putih yang dilakukan secara lihai ? Tidakkah mereka lebih pantas menghuni penjara dibanding anak-anak yang masih polos ini?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari berbagai persoalan penyebab mengapa mereka ada di sana dan apakah mereka pantas menjadi penghuninya, para penghuni penjara tetaplah sama seperti kita yang ingin menyanyikan Kidung “Malam Kudus” dengan sukacita penuh. Kehadiran saudara-saudaranya, Anda dan saya, sangatlah membantu mereka untuk tetap memiliki pengharapan akan kebebasan dengan kedatangan Sang Juru Selamat di hari Natal yang indah ini. Selamat Natal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7856543429588557538?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7856543429588557538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/12/kidung-natal-dari-balik-tembok-penjara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7856543429588557538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7856543429588557538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/12/kidung-natal-dari-balik-tembok-penjara.html' title='Kidung Natal Dari Balik Tembok Penjara'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TRaNnqQlVOI/AAAAAAAAASQ/FEKZ41atonQ/s72-c/pohon%2Bnatal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5848326462289531143</id><published>2010-11-29T15:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T15:28:39.840-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><title type='text'>Barca Benamkan Madrid 5-0</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TPQ11wfuRnI/AAAAAAAAARs/HOoOcS4FrzY/s1600/villa.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TPQ11wfuRnI/AAAAAAAAARs/HOoOcS4FrzY/s320/villa.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545116238867220082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Real Madrid boleh saja menaburkan uang milyaran untuk merekrut bakat-bakat terbaik dari seluruh dunia: Ronaldo, Pepe, Calvalho dari Portugal, Khedira, Oetzil dari Jerman, Angel di Maria dari Argentina, Karem Benzami dari Perancis dan pelatih terbaik peraih dua kali juara Champion Jose Maurinho dari Portugal. Namun semua itu tidak mampu membantahkan bahwa kebersamaan dan saling pengertian dalam sebuah tim adalah segalanya seperti yang diperagakan Barcelona. Permainan tiki-taka yang diperagakan Spanyol dalam Piala Dunia lalu, dipertontonkan secara sempurna oleh Barcelona ketika membenamkan Real Madrid 5-0 di Nou Camp pagi ini.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pertandingan Barcelona- Real Madrid berlangsung ketat dan keras dari awal hingga akhir pertandingan. Pada menit ke 5, sepakan kaki kiri dari ujung kiri pertahanan Madrid nyaris membobol gawang Madrid andaikan tidak membentur gawang jauh. Namun serangan bergelombang Barcelona terus datang tiada henti. Tusukan Iniesta dari sayap kiri melahirkan gol oleh tendangan first time Xavi Hernandes. Gol ini disusul gol oleh Pedro di menit ke 17 berkat kerja sama apik Messi yang memberi umpan ke David Villa di ujung kotak penalti. Villa membawa bola ke garis gawang sebelum memberikan umpan tarik yang disambut langsung oleh Pedro di mulut gawang Madrid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Kerasnya pertandingan di babak pertama ditandai acungan kartu kuning oleh wasit kepada Ronaldo dan penjaga gawang Barcelona Victor Valdes. Insiden ide bermula ketika Ronaldo hendak mengambil bola out yang dipegang pelatih Pep Guardiola di pinggir lapangan. Namun Guardiola justru membuang bola sehingga Ronaldo sedikit kesal dan mendorong Guardiola dengan tangannya. Sikap Ronaldo terhadap pelatih mereka disambut emosi oleh seluruh pemain Barca yang langsung mengerubungi Ronaldo. Kartu kuning juga diberikan kepada David Villa yang menendang Khedira dan Pepe yang menahan Messi yang sedang melaju ke jantung pertahanan Madrid. Yang aneh justru ketika Calvalho menyikut muka Messi di belakangnya sehingga Messi terjatuh namun yang mendapat kartu kuning justru pemain mungil asal Argentina tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Babak kedua, dominasi Barcelona makin tak tertahankan. David Villa kembali membobol gawang Madrid dua kali. Gol keempat Barcelona merupakan umpan Messi yang memberikan umpan ke Villa yang adu sprint dengan pemain Madrid sebelum mencocor bola ke gawang Madrid melewati kaki penjaga gawang Real. Barca kemudian melakukan pergantian pemain. Villa diganti Bojan Kirkic, dan Xavi Hernandez diganti Jeffren. Namun pergantian ini tidak menghentikan arus serangan Barcelona. Serangan yang dibangun Bojan dari sayap kiri, kemudian mengirimkan umpan horizontal ke muka gawang Real yang disambut sontekan gol oleh Jeffren di menit 90. Kerasnya pertandingan babak kedua diakhiri dengan kartu merah untuk Sergio Ramos yang mendorong wajah Carlos Puyol setelah messi dijatuhkan pemain Madrid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Pertandingan Barcelona melawan Real Madrid selamanya akan menjadi pertarungan musuh abadi. Ini bukanlah pertarungan semata-mata antar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2 kota di Spanyol atau pertarungan gengsi 2 klub terkuat untuk membuktikan siapa yang bakal menjadi juara. Ronaldo, Pepe, Benzami dan Khedira mungkin tidak memahami.Ini adalah pertarungan antara bangsa Catalan (Barca) dengan Spanyol (Madrid). Api inilah yang senantiasa menyala di dada Pique, Puyol, Xavi, Ienesta, Pedro, Valdes dan para penonton di Nou Camp. Maka ketika peluit akhir berbunyi, dan papan skor menunjukkan angka 5-0, penonton dan pemain Barca larut dalam kegembiraan. Dan Mourinho hanya mampu terkatup dalam diam. Di sini, dia bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“The Special One”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5848326462289531143?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5848326462289531143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/11/barca-benamkan-madrid-5-0.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5848326462289531143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5848326462289531143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/11/barca-benamkan-madrid-5-0.html' title='Barca Benamkan Madrid 5-0'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TPQ11wfuRnI/AAAAAAAAARs/HOoOcS4FrzY/s72-c/villa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3108858405169094967</id><published>2010-11-22T14:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T14:22:02.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>NgeBlog Membangkitkan Kembali Gairah Menulis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TOrsztDp_7I/AAAAAAAAARk/k76aXIZYPRo/s1600/gbr3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TOrsztDp_7I/AAAAAAAAARk/k76aXIZYPRo/s320/gbr3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542502664445231026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika masih kelas SMA sekitar tahun 1986, saya sangat tertarik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada dunia menulis. Sebagaimana kebiasaan masa itu, saya membuat buku harian untuk mencurahkan pikiran, perasaaan dan pengalaman sehari-hari. Saya juga mencoba membuat cerpen dan tulisan yang saya kirim ke Harian Sinar Indonesia Baru ,Medan. Saat itu ada sebuah cerpen anak-anak dan sebuah tulisan opini yang dimuat di halaman yang khusus ditujukan bagi penulis muda dan terbit tiap hari Sabtu. Memang saat itu Harian SIB sedang mencoba membina para penulis muda dengan membentuk ikatan-ikatan orang muda yang berminat menulis di beberapa kota di Sumatera Utara. Mereka sering juga mengadakan pertemuan-pertemuan semacam Kopdar yang sering diadakan Kompasiana saat ini.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Namun perjalanan waktu membawa saya ke dunia lain. Sepanjang masa kuliah hampir saya tidak pernah lagi menulis. Seakan-akan minat besar di masa SMA itu lenyap di telan bumi. Hingga ketika era blog mulai muncul di awal tahun 2000, saya kembali mulai menulis dengan membuat blog di blogger (tahun 2002). Saat itu blog dikenal sebagai diary online. Tak heran isi blog saat itu lebih kepada kegiatan sehari-hari maupun curahan hati seorang ibu mengenai kelakuan anaknya, atau sejenisnya. Saya pun mengisi blog dengan kegiatan sehari-hari dengan pergi ke warnet-warnet yang ada di lingkungan sekitar. Tapi itupun tak berlangsung lama. Saya pun kembali didera kebosanan untuk hanya pergi ke warnet malam hari untuk sekedar menuliskan hal-hal yang saya anggap sepele dan tak berguna. Ditambah lagi keuangan juga seret, maka lengkaplah sudah alasan untuk berhenti ke warnet dan menulis di blog.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tahun 2006, saya kembali menemukan minat menulis saat mendapati blog ternyata sudah berkembang lebih jauh dari yang saya kenal dulu. Blog tidak lagi skedar menumpahkan uneg-uneg dan curahan hati pengalaman sehari-hari, tapi sudah menjadi arena untuk memaparan pemikiran dan opini selayaknya di media cetak umumnya. Pengalaman sehari-hari juga sudah dikemas dalam bentuk tulisan yang bagus dan sistematis disertai foto-foto yang menajamkan kesan tulisan tersebut. Saya kembali membuat blog dan mulai membuat tulisan-tulisan pendek sekitar 1 halaman. Saat itu rasanya sulit sekali untuk membuat tulisan panjang. Bahkan hingga saat inipun tulisan-tulisan saya baru sekitar 2-3 halaman. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Namun menulis di blog pribadi ternyata juga menimbulkan kebosanan karena hampir tidak ada orang yang berkunjung dan menuliskan pendapatnya di blog saya. Rasanya saya telah menuliskan sesuatu hanya untuk diri saya sendiri seperti nama blog saya &lt;a href="http://rihat-online.blogspot.com/"&gt;Solitude.&lt;/a&gt;Lantas apa maknanya semua ini kalau hanya saya sendiri yang tahu pikiran saya? Tidakkah ini hanya kesiasiaan semata? Saya kembali didera kebosanan dan rasa frustasi. Tapi saya tetap menulis di tengah-tengah rasa bosa yang melanda itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Tahun 2009, saya membaca sebuah berita di Harian Kompas mengenai buku tulisan bapak Chappy Hakim. Dipaparkan lebih jauh bahwa tulisan-tulisan dalam buku tersebut merupakan kumpulan tulisan beliau selama hampir satu tahun menulis di blog social Kompasiana. Saya langsung terlecut untuk ikut bergabung di blog bersama ini. Pada bulan Oktober&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2009 di saat libur lebaran saya pun resmi mendaftar di sini. Tulisan yang saya muat di Kompasiana di saat awal boleh dikatakan merupakan transfer dari tulisan-tulisan yang sudah ada dib log pribadi saya. Hingga semua tulisan dib log sudah terpublikasi di Kompasiana barulah saya terpaksa membuat tulisan baru. Tulisan yang saya buat di Kompasiana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga saya muat sin log pribadi saya. Belakangan setelah &lt;a href="http://www.bloggerbekasi.com/"&gt;Blogger Bekasi (beblog)&lt;/a&gt; lahir, saya juga mempublikasikannya di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Masa-masa awal bergabung di Kompasiana sangatlah mendebarkan. Saat itu tulisan tidak langsung dimuat tapi melalui moderasi admin. Terkadang sudah beberapa jam tulisan kita masih ada di kotak draft dan belum diloloskan oleh admin. Saat itu saya berpikir admin Kompasiana mungkin masih menimbang-nimbang layak tidaknya tulisan kita dimuat di Kompasiana. Ketika akhirnya tulisan dipublish saya merasakan kebanggaan yang luar biasa. Seakan-akan tulisan saya dimuat di Harian Kompas yang angker itu. Ketika sekarang kebijakan diubah dimana tulisan bisa langsung publish tanpa moderasi, ada dua perasaan tumpang tindih yang muncul. Di satu sisi senang karena bisa langsung melihat postingan kita, namun di sisi lain kita ragu apakah tulisan kita berbobot karena tulisan seperti apapun bisa masuk. Memang pada akhirnya yang menilai tulisan kita adalah pembaca. Tulisan yang berbobot&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;danaktual biasanya akan diespon postif oleh pembaca Kompasiana. Sebaliknya ,tulisan yang kurang bermutu tentu akan mendapat respon negative atau tidak dikomentari sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Selama bergabung di Kompasiana, ada beberapa tulisan yang mendapat banyak tanggapan, misalnya tulisa mengenai nenek Minah, Prita dan kasus Century. Sebaliknya ada banyak juga tulisan saya yang mendapat sedikit tanggapan. Bahkan ada tulisan yang hanya dikunjungi namun tidak mendapat tanggapan sama sekali. Bila saya mencoba mengevaluasi, tulisan-tulisan yang mendapat banyak tanggapan memang tulisan yang actual dengan persoalan yang timbul saat itu. Saya sendiri juga merasakan desakan yang kuat dari dalam diri saya sendiri untuk menuliskannya sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mempublishnya. Sebaliknya, tulisan yang kurang kuat desakan dari dalam hati, meskipun sudah dipersiapkan beberapa hari, memang kurang mendapat respon dari pembaca.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Setelah satu tahun bergabung di Kompasiana dan Beblog, saya merasa  bahwa saya tetap kurang produktif dalam menulis. Untuk menjadi  Kompasioner teraktif seperti yang diraih beberapa rekan rasanya saya  masih sangat jauh. Rencana saya untuk menulis setidaknya 2 tulisan per  minggu saja tidak bisa saya penuhi. Mungkin salah satu penyebabnya  adalah saya kurang merasakan ada yang mendesak harus saya sampaikan.  Sementara jika hanya mengutip dari ilmu-ilmu yang ada di buku tanpa ada  relevansi dengan peristiwa yang aktual saat ini,bagi saya terasa hanya  pengulangan yang tak berarti. Saya harap&lt;span&gt; &lt;/span&gt;1 tahun ke depan  saya bisa menjaga produktifitas 1-2 tulisan perminggu..  Semoga kemajuan Kompasiana dan Beblog dalam hal tampilan dan fasilitas jseperti  saat ini juga diikuti kemajuan para penulisnya, khususnya saya pribadi,  dalam hal kuantitas dan kualitas tulisan yang dimuat di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3108858405169094967?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3108858405169094967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/11/ngeblog-membangkitkan-kembali-gairah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3108858405169094967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3108858405169094967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/11/ngeblog-membangkitkan-kembali-gairah.html' title='NgeBlog Membangkitkan Kembali Gairah Menulis'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TOrsztDp_7I/AAAAAAAAARk/k76aXIZYPRo/s72-c/gbr3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-54924609136409531</id><published>2010-10-19T04:25:00.001-07:00</published><updated>2010-10-19T04:28:32.555-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Antara Gaya kepemimpinan Presiden Pinera dan SBY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TL2AgI1dg6I/AAAAAAAAARc/UlDdJkKOEDQ/s1600/pinera.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TL2AgI1dg6I/AAAAAAAAARc/UlDdJkKOEDQ/s320/pinera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529717207096722338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Respon seorang pemimpin atas peristiwa yang menimpa masyarakatnya bisa berbeda-beda, tergantung &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;br /&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; kepemimpinannya. Hal itu bisa dicermati dari perbedaan sikap dan tindakan yang diambil oleh Presiden Sebastian Pinera dalam penyelamatan 33 orang pekerja tambang di Cile dan juga respon Presiden SBY atas peristiwa banjir bandang yang menewaskan lebih dari 150 orang dan 160 orang lainnya hilang di Wasior,Papua Barat. Hal ini menarik disimak karena kedua peristiwa tersebut berlangsung dalam waktu yang bersamaan, sama-sama menarik perhatian publik, namun dengan hasil yang jauh berbeda.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Dalam teori kepemimpinan dikenal dua &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kepemimpinan. Pertama adalah kepemimpinan bersifat Membantu (Supportive Behaviour). Pemimpin tipe ini selalu bersifat mendukung warganya, memberikan semangat, pujian dan melibatkan timnya dalam mengambil keputusan. Kedua, pemimpin yang bersifat Mengarahkan (Directive Behaviour). Pemimpin tipe ini bersifat mengarahkan segala sesuatu secara rinci, apa yang harus dilakukan, kapan dilaksanakan dan bagaimana melaksanakannya. (&lt;i style=""&gt;Terobosan Kepemimpinan, Ari Retno Habsari,2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Presiden Pinera tergolong pemimpin yang bersifat Membantu. Dia mendukung upaya penyelamatan korban sejak awal peristiwa terjadi di bulan Agustus 2010. Dia menghubungi Badan Antariksa Amerika NASA untuk memberikan bantuan karena mereka berpengalaman dalam pekerjaan-pekerjaan yang sulit. Pinera juga meminta perusahaan tambang Cile untuk ikut membiayai upaya penyelamatan yang bernilai milyaran rupiah. Dia juga memberikan semangat bagi mereka. Presiden juga memberikan pujian kepada pemimpin tim yang berhasil memotivasi seluruh anggotanya untuk tetap bekerja dan mengatur system jadwal makan untuk menghemat perbekalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Hal yang mendorong Presiden Pinera untuk ikut terlibat aktif dalam upaya penyelamatan tersebut adalah karena ada rasa empati presiden bagi ke 33 warganya yang terancam kematian di perut bumi. Dia menganggap penderitaan warganya adalah penderitaannya juga sehingga dia berjanji akan melakukan apapun yang bisa dilakukan manusia untuk menyelamatkan mereka. Dan ketika akhirnya mereka berhasil diangkat satu persatu ke permukaan, Presiden Pinera hadir di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tanpa simbol-simbol kenegaraan, tapi hadir sebagai sosok pribadi bersahaja berpakaian seperti pekerja tambang umumnya tanpa pengawalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Presiden SBY sebaliknya tampil dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kepemimpinan yang mengarahkan. Ketika hadir di Wasior 2 minggu setelah kejadian, presiden SBY lebih banyak memberikan instruksi agar para pengungsi ditempatkan ke tempat yang lebih layak. Dalam memberikan pidatonya, Presiden juga didampingi oleh sejumlah pengawal berseragam lengkap sehingga suasananya terlihat sangat formal-struktural. Sebelum berangkat ke Papua, presiden masih menyempatkan waktu menonton pertandingan sepakbola antara &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; melawan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Uruguay&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Presiden juga sempat menunda kunjungannya dengan pertimbangan tidak ingin merepotkan pemerintah daerah setempat untuk menyambut dan mempersiapkan kunjungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Sesungguhnya, akan lebih indah bila presiden hadir sebagai sosok seorang bapak yang menyentuh, menyapa anak-anaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terluka batin dan raganya. Presiden SBY dapat langsung ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tanpa harus khawatir merepotkan pemda setempat. Kehadiran Presiden sebagai pribadi tanpa simbol-simbol keneragaraan akan lebih meresap dalam sanubari rakyatnya yang melihat pemimpinnya perduli (berempati) dengan derita mereka. Justru dari empati yang lahir dari melihat langsung kondisi lokasi itulah masyarakat berharap presiden membuat keputusan yang tepat dan mendesak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Perbedaan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kepemimpinan antara Supportive dan Directive dan kombinasinya bukanlah sesuatu yang menetap dalam diri pemimpin. Kedua hal tersebut dapat dipergunakan sesuai kondisi dan kepentingannya. Dalam kasus yang hampir sama, Presiden Pinera dan presiden SBY memilih pendekatan yang berbeda. Hasilnya, Presiden Sebastian Pinera dipuji dan menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia Sementara pendekatan kepemimpinan yang diambil SBY dalam kasus Wasior, dan juga kasus Lapindo, malah mendatangkan kritik dan tidak simpati dari warganya sendiri. Semoga kita bisa belajar dari kasus ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-54924609136409531?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/54924609136409531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/10/antara-gaya-kepemimpinan-presiden.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/54924609136409531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/54924609136409531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/10/antara-gaya-kepemimpinan-presiden.html' title='Antara Gaya kepemimpinan Presiden Pinera dan SBY'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TL2AgI1dg6I/AAAAAAAAARc/UlDdJkKOEDQ/s72-c/pinera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7614742364196511871</id><published>2010-10-08T18:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T18:24:22.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Nasib Penulis Buku di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TK_EC2-jOLI/AAAAAAAAARU/xx5McqsDqWE/s1600/jakob_sumardjo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TK_EC2-jOLI/AAAAAAAAARU/xx5McqsDqWE/s400/jakob_sumardjo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525850821203540146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kompas minggu tgl 5 September 2010 menampilkan sosok penulis dan kritikus sastra&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Indonesia, Prof.Drs. Jakob Sumardjo. Dalam tulisan itu dipaparkan bagaimana beliau yang telah puluhan tahun menulis buku hampir-hampir tidak mendapat royalty apa-apa dari buku -buku yang ditulisnya. Sering kali dia mendapatkan bayaran hanya bila diminta ke penerbit dan itupun hanya dalam jumlah yang kecil saja. Selain Jacob, pengarang NH Dini juga pernah mengeluhkan kecilnya royalty yang didapatnya dari sekian banyak bukunya sehingga untuk biaya berobatpun harus minta bantuan teman-temannya. Hal ini tentu berbeda sekali dengan para pengarang di luar negeri yang bisa hidup mapan hanya dari menulis buku. &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persoalan yang dihadapi penulis Indonesia sangatlah beragam. Pertama, kecilnya persentase penghasilan yang didapat penulis dari buku yang ditulisnya ,yaitu hanya sekitar 10% dari harga jual buku. Katakan seorang penulis yang menulis buku dengan oplah sekitar 3000 eksemplar dengan harga Rp 50.000,-, dengan royalty 10% akan mendapatkan sekitar Rp 15 juta. Namun pembayarannya adalah berdasarkan jumlah buku yang terjual sehingga jumlah yang diterima untuk periode tertentu pastilah sangat kecil hingga buku terjual habis. Sementara penerbit sekaligus menjadi toko buku akan mendapatkan 90% dari harga jual ,yaitu total sekitar Rp 135 juta &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bila semua buku terjual.Itu baru dari satu buku.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, tingkat pembajakan di Indonesia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang masih tinggi ,khususnya buku-buku yang popular dan buku wajib, membuat jumlah buku resmi yang terjual menjadi sedikit. Otomatis royalty yang diterima oleh penulis pun akan ikut merosot. Pengarang buku laris “Laskar Pelangi” Andrea Hirata pun mengakui betapa masifnya pembajakan buku yang ditulisnya sehingga hatinya miris saat melihat buku yang hendak ditandatanganinya saat peluncuran adalah buku bajakan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, tingkat kebutuhan membeli buku masyarakat Indonesia belum cukup besar. Dampaknya adalah pada rendahnya oplah setiap buku yang dicetak. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa, jumlah tiras tertinggi katakan sekitar 5000 eksemplar tentu tergolong kecil. Namun penyebabnya bisa juga diakibatkan tingginya harga buku,sementara jumlah buku yang dibutuhkan bukan hanya satu buku..&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi penulis Indonesia , ada beberapa alternative solusi yang bisa ditempuh. Pertama, pemerintah harus menetapkan persentase minimal yang menjadi hak penulis, misalnya 30% dari harga buku. Dengan penetapan persentase minimal tersebut, penulis akan terlindung dan terjamin hak-haknya dan bisa menutup biaya yang telah dikeluarkan selama proses penulisan buku tersebut maupun biaya penulisan buku selanjutnya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, Pemerintah harus secara proaktif memberantas praktek pembajakan buku. &lt;span lang="SV"&gt;Tindakan konkrit antara lain berupa undang-undang yang menetapkan hukuman penjara berat untuk pelaku dan pengedar buku bajakan. Selama ini terlihat bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum seperti tutup mata dengan kondisi yang ada. Terbukti dengan penjualan buku-buku bajakan secara bebas di beberapa tempat penjualan buku. Selain itu, pemerintah dan asosiasi penerbit perlu mengkampanyekan anti buku bajakan kepada masyarakat khususnya siswa seolah dengan menjelaskan tujuan kampanye tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ketiga, penerbit dan pemerintah harus berupaya menurunkan harga buku untuk menghindari praktek pembajakan dan sekaligus menaikkan oplah buku yang dicetak. Upaya menurunkan biaya produksi buku bisa disiasati dengan menampilkan iklan yang sesuai dengan isi buku tersebut. Namun perusahaan mau membayar iklan umumnya jika tiras buku dalam jumlah yang tinggi. Dengan harga buku yang lebih murah berkat subsidi iklan, akan lebih mudah manikkan jumlah oplah buku sehingga lebih banyak masyarakat yang mampu membeli buku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Keempat, para penulis sudah saatnya tidak terlalu bergantung dengan penerbit dan toko-toko buku besar. Maraknya percetakan dengan biaya murah telah memungkinkan pengarang untuk menerbitkan sendiri buku-bukunya (Self Publishing). Untuk pemasaran bisa dilakukan secara langsung melalui internet. Beberapa pengarang seperti Sapardi Djoko Damono dan Dewi Lestari telah mulai menerbitkan sendiri bukunya dan menjualnya melalui internet. Para penerbit besar juga sebenarnya sudah mulai melakukan penjualan online lewat internet. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Kemajuan suatu bangsa antara lain ditandai seberapa banyak buku-buku yang diterbitkan Negara tersebut. Kontinuitas penulisan buku-buku bermutu yang mencerdaskan anak bangsa tidak terlepas dari tingkat kesejahteraan para penulis buku tersebut sehingga mereka bisa fokus dan mampu membiayai kehidupannya sehari-hari maupun untuk penelitian buku-bukunya selanjutnya. Pemerintah, asosiasi penerbit dan penegak hukum wajib berperan serta sesuai fungsinya untuk mengangkat derajat para penulis yang selama ini terabaikan. Penulis atau pengarang adalah inti (Core) dari industri buku itu sendiri yang ditopang oleh penerbit dan jaringan toko buku. Tanpa penulis, tidak akan ada ilmu atau buku yang dicetak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7614742364196511871?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7614742364196511871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/10/nasib-penulis-buku-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7614742364196511871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7614742364196511871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/10/nasib-penulis-buku-di-indonesia.html' title='Nasib Penulis Buku di Indonesia'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TK_EC2-jOLI/AAAAAAAAARU/xx5McqsDqWE/s72-c/jakob_sumardjo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-6815491462950410951</id><published>2010-09-14T19:47:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T21:27:03.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>Pemerintah Perlu Revisi SKB 3 Menteri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TJBKwHR5A3I/AAAAAAAAARM/78yFkpnsIaI/s1600/hkbp.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TJBKwHR5A3I/AAAAAAAAARM/78yFkpnsIaI/s320/hkbp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516991733977121650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintah Pusat sepertinya hendak melepas tanggung jawab dalam kasus kekeraasan terhadap penatua dan pendeta HKBP Ciketing,Bekasi. Dalam pernyataannya, pemerintah menganggap kasus ini bersifat lokal dan karenanya menjadi ranah tanggung jawab Gubernur dan Walikota Bekasi untuk mencari penyelesaiannya. Padahal , kasus ini sesungguhnya berpotensi terjadi di seluruh wilayah Indonesia dan menimpa semua agama karena akar masalahnya justru bermula dari kebijakan pusat melalui SKB 3 Menteri yang mengatur persyaratan pendirian rumah ibadah dengan harus mendapatkan persetujuan minimal 60 orang warga sekitar untuk bisa mendapatkan IMB. Dengan persyaratan ini, orang Muslim dan Kristen akan menemui masalah di Bali yang mayoritas Hindu, dan oramg Muslim, HIndu, Budha akan kesulitan di  Papua,Sulut, NTT dan Tapanuli Utara yang mayoritas Kristen. Bila hal ini terjadi, maka bangunan NKRI  17 Agustus 1945 yang kita jaga dan rawat selama ini tinggal menunggu waktu untuk runtuh berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pendirian tempat ibadah seharusnya tidak dinilai dari segi kuantitas penganut agama tersebut di wilayah tersebut tapi dari segi karakteristik dan kemampuan jemaat itu sendiri. Dalam agama Islam misalnya ada Muhammadiyah, NU, Ahmadiyah dan berbagai kelompok baru yang bermunculan saat ini. Meski keyakinan sama, namun tetap saja ada perbedaan dalam implementasi dan tata cara ibadahnya. Adalah wajar bila kemudiaan terjadi pengelompokan tempat ibadah sesuai ibadahnya sebagaimana kita lihat dalam kasus penyerangan mesjid Ahmadiyah. Mungkin antara Muhammadiyah dan NU pun ada perbedaan sehingga bisa saja beribadah di tempat yang berbeda. Mohon dikoreksi bila saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Kristen pun terdapat berbagai aliran yang jumlahnya mungkin lebih banyak dari aliran dalam agama Islam. Selain Katolik dan Protestan yang sudah berbeda sejak Renaissance, dalam Protestan sendiripun terpecah dalam berbagai aliran seperti Lutheran, Calvinis, Pentakosta (Karismatik), Advent. Dalam Lutheran sendiri terdapat berbagai gereja yang berbasis nasionalis maupun etnis seperti GKI (Nasionalis), HKBP (Batak Toba),  GKJ (Jawa), Gereja Toraja,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing jemaat gereja tentu membutuhkan tempat ibadah sesuai dengan jumlah maupun penyebaran geografis tempat tinggal jemaatnya. Dalam kasus HKBP di Bekasi misalnya, saat ini terdapat gereja HKBP di Perumnas 2, Jati Asih, Rawa Lumbu,dll. Pendirian HKBP di lokasi baru seperti di Kelurahan Mustika Jaya dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan beribadah dari jemaat dalam jarak radius sekian kilometer dari lokasi tersebut. Tujuannya tentu agar mereka tidak perlu pergi terlalu jauh yang menyulitkan untuk membawa keluarga dan dari segi biaya transportasi akan lebih murah. Jadi sama sekali tidak bertujuan penyebaran ibadah ke masyarakat sekitarnya seperti dikhawatirkan beberapa pemuka agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tindakan preventif yang harus diambil pemerintah pusat untuk menghindari kasus yang sama terulang kembali. Pertama, pemerintah harus segera merevisi SKB 3 menteri tersebut dengan dengan aturan yang lebih mempermudah setiap umat beragama membangun tempat ibadah karena hal tersebut adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar. Sebagai contoh untuk pengurusan IMB untuk tempat usaha ,hanya butuh persetujuan warga sekitar yang diwakili oleh warga yang berbatasan langsung dengan bangunan tersebut, Ketua RT/RW, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Tata Kota. Dengan prosedur yang sudah ada ini, akan lebih mempermudah pengurusan ijinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Pemerintah di tingkat daerah bersama pemuka agama harus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa pendirian tempat ibadah tersebut bukanlah untuk mengajarkan agama tersebut kepada penganut agama lain di sekitarnya namun karena kebutuhan internal. Bila ternyata ada pemaksaan agama kepada penganut lain, aparat hukum boleh mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pihak-pihak yang sedang mengurus perijinan, seperti HKBP Ciketing, agar tetap mengikuti aturan pemerintah yang masih berlaku dengan tidak melakukan ibadah maupun pembangunan di tempat tersebut hingga Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) disahkan. Organisasi agama adalah bagian dari masyarakat yang wajib tunduk pada aturan pemerintah. Yang harus dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan pemerintah agar aturan-aturan yang mempersulit bisa diubah sehingga pelayanan dan pengembangan jemaat menjadi  warga negara yang baik dan bertanggung-jawab bisa dilakukan dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-6815491462950410951?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/6815491462950410951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/09/pemerintah-perlu-revisi-skb-3-menteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6815491462950410951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6815491462950410951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/09/pemerintah-perlu-revisi-skb-3-menteri.html' title='Pemerintah Perlu Revisi SKB 3 Menteri'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TJBKwHR5A3I/AAAAAAAAARM/78yFkpnsIaI/s72-c/hkbp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5497288321153570116</id><published>2010-09-08T20:21:00.001-07:00</published><updated>2010-09-08T20:25:11.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Rumah Untuk Rakyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TIhSz1e5uHI/AAAAAAAAARE/n-MXk61YtQA/s1600/gedungbarudpr.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 235px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TIhSz1e5uHI/AAAAAAAAARE/n-MXk61YtQA/s320/gedungbarudpr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514748794198669426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di beberapa perumahan sederhana di pinggiran kota Jakarta, anda bisa  membeli rumah sederhana type 21 atau 27 dengan 1 atau 2 kamar dengan  harga Rp 50 juta tunai. Dengan rumah sederhana dengan luas tanah sekitar  60 m2, bisa ditempati sebuah keluarga muda dengan 2 anak. Itu artinya  bila pemerintah berbaik hati memberikan uang Rp 1 milyar untuk rakyatnya  untuk membeli rumah tunai, akan didapat rumah sekitar 20 rumah untuk 80  orang. Dengan uang Rp 1,6 trilyun (sama dengan 1600 milyar) maka akan  ada 36.000 rumah yang tersedia secara gratis untuk 144.000 orang. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun di Jakarta, uang senilai Rp  1,6 trilyun hanya cukup untuk sebuah gedung megah berlantai 36. Gedung  yang menggapai awan tersebut hanya cukup dihuni 500 orang “perwakilan  rakyat” beserta 5 orang stafnya. Berbeda dengan rumah-rumah sederhana  ala kadarnya di pinggiran kota itu, di sini akan tersedia beragam  kemewahan yang tak terbayangkan “rakyat sejati” tersebut : Spa,  restoran, kolam renang,Apotik,dll.Mungkin ada juga karaoke dan panti  pijat terselubung,siapa tahu?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan rumah ‘wakil rakyat’  yang diperoleh secara gratis selama menjabat, rumah sederhana ala  kadarnya milik para rakyat sejati harus dicicil selama 10-15 tahun  dengan cara mengiris-iris keringat dari tubuhnya dari pagi sampai  petang. Pemerintah ,kabarnya, tidak memiliki dana yang cukup untuk  menyediakan rumah secara gratis untuk mereka. Lagipula, siapa sih  mereka,sehingga mereka mau menuntut disediakan rumah secara gratis? Bila  ‘perwakilan rakyat’ tadi mendapatkan fasilitas mobil mewah seharga Rp 1  milyar, gaji Rp 60 juta per bulan, , itu semata-mata karena mereka  adalah warga-warga terpilih dan terhormat negeri ini. Mereka adalah  simbol pengakuan bahwa negeri ini adalah termasuk Negara Demokrasi :  Pemerintahan Oleh Rakyat Untuk (Wakil) Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap kali bencana alam melanda,  ribuan bahkan puluhan ribu rakyat tercerabut dari rumah dan kampung  halamannya. Mereka hidup di tenda-tenda, berdesakan, berhimpitan,  berebutan sepiring makanan. Pemerintah seakan selalu terlambat karena  tak punya apa-apa untuk diberikan. Bantuan dari Negara-negara lain yang  memiliki rasa iba mengalir ke rekening pemerintah ketika Tsunami melanda  Aceh dan Nias 6 tahun lalu, tapi masih banyak rakyat yang belum  mendapatkan penggantian rumah. Mereka mungkin masih menunggu rumah  mereka akan dibangun, tapi mungkin pejabat yang dulu ditunjuk untuk  menangani bantuan tersebut sudah melupakan mereka karena sekarang sudah  nyaman menjadi Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Istana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Gunung Sinabung bangun dari  tidur panjangnya selama 400 tahun, puluhan ribu penduduk di sekitarnya  panik melarikan diri. Mereka hidup di tenda-tenda, berdesakan,  berhimpitan dan berebutan sepiring makanan. Mereka mungkin tak tahu, di  Jakarta, wakil-wakil mereka sibuk berdebat penting tidaknya membangun  sebuah gedung mewah dan sejuk untuk 500 orang penghuninya beserta  stafnya. Begitu jauh ternyata jarak yang memisahkan Tanah Karo dan  Jakarta sehingga ,seperti kata Ebiet G.Ade, Jeritan mereka tak bersuara.  Wakil Rakyat, mungkinkah kau mendengarnya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5497288321153570116?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5497288321153570116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/09/rumah-untuk-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5497288321153570116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5497288321153570116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/09/rumah-untuk-rakyat.html' title='Rumah Untuk Rakyat'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TIhSz1e5uHI/AAAAAAAAARE/n-MXk61YtQA/s72-c/gedungbarudpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2961126514256863925</id><published>2010-08-09T13:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T13:33:31.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Pasar Rakyat Bekasi 2010 : Saatnya Untuk Berbagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TGBjo3pgqmI/AAAAAAAAAQs/lpsHoAIOefA/s1600/IMG_1063.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TGBjo3pgqmI/AAAAAAAAAQs/lpsHoAIOefA/s320/IMG_1063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503508298430720610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar 6000 nasi kotak dan 3000 buah Paket embako dan dibagikan dalam kegiatan “Pasar Rakyat Bekasi 2010” yang diadakan pada hari Sabtu tgl 7 Agustus 2010 di Komplek Pertokoan Perumahan  Kemang  Pratama ,Bekasi. Paket embako senilai Rp 50.000,- yang terdiri dari 3 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak sayur dan 5 bungkus indomie dijual dengan harga hanya Rp 10.000,- sedang nasi kotak senilai Rp 7.000,- dijual dengan harga hanya Rp 1.000,-. Masyarakat umum yang berada di 2 kelurahan lingkungan perumahan tersebut tampak datang berduyun-duyun dari pagi hingga pasar ditutup pada sore hari untuk mendapatkan  bahan-bahan kebutuhan rumah tangga yang sangat dibutuhkan ditengah-tengah naiknya harga-harga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan Pasar Rakyat Bekasi 2010 diorganisir oleh 3 gereja yang berlokasi di perumahan tersebut bertema “Bekasiku Permai, Bekasiku Damai” bertujuan untuk membantu masyarakat umum maupun jemaat gereja dan karyawan di lingkungan pertokoan yang membutuhkan bahan-bahan pokok rumah tangga dengan harga murah. Untuk itu , jemaat gereja diminta yang mampu diminta memberi sumbangan Rp 50.000 untuk satu paket embako dan Rp 7.000 untuk 1 paket nasi kotak. Ada juga sumbangan baju-baju bekas yang akan dijual dengan harga murah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk kelancaran acara, Panitia menjalin kerjasama dengan pihak kelurahan untuk membagikan kupon kepada warganya masing-masing. Kupon yang diterima di kelurahan (RT/RW) kemudian ditukar dengan kupon baru di meja panitia dan membayar Rp 10.000 untuk 1 bh kupon. Untuk nasi kotak tidak diberlakukan sistem kupon. Masyarakat yang datang bisa langsung antri dan membayar Rp 1.000 untuk mendapatkan 1 bh nasi kotak. Setiap orang maksimal boleh membeli 2 buah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain embako dan nasi kotak, di pasar Rakyat ini juga tersedia banyak stand yang menawarkan jasa dan produk berharga murah. Diantaranya adalah jasa potong rambut dengan biaya hanya Rp 3.000,-, paket alat rumah tangga  terdiri dari sabun, pasta gigi, detergen seharga Rp 7.000,-, Susu nestle 400 gr seharga Rp 10.000,-, ganti oli Motul seharga Rp 10.000,-,pakaian-pakaian murah, air mineral, penganan kecil, dll. Ada juga hiburan musik dari band-band anak muda potensial yang membuat suasana Pasar Rakyat jadi cukup menghibur dan tidak membosankan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaksanaan pasar rakyat yang kedua ini berlangsung cukup lancar dan tanpa ada insiden berdesak-desakan yang mebahayakan jiwa. Hal inin tercipta karena selain persiapan panitia yang cukup rapih, juga karena bantuan dan kerjasam dengan pihak keamanan dari kepolisian dan tentara dan juga petugas dari kelurahan  yang ikut mengawasi dan mengatur antrian warga. Sistem kupon yang dilakukan juga membatasi masyrakat yang antri hanya yang benar-benar warga dari kelurahan yang ditunjuk. Sebagian masyarakat umum yang melihat kegiatan tersebut juga menyatkan minatnya untuk mendapatkan embako,namun mereka urung  setelah diberitahu bahwa harus ada kupon dari RT/RW.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah-tengah isu redominasi rupiah yang tidak dipahami sepnuhnya oleh warga akan makna dan dampaknya terhadap perbaikan kehidupan mereka, kegiatan Pasar rakyat seperti ini terasa lebih konkrit dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Semoga lebih banyak lagi organisasi keagamaan (semua agama), sosial, bisnis dan pemerintahan mau bergandengan tangan untuk berbagi dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan untuk menciptakan Indonesia yang Damai.Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2961126514256863925?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2961126514256863925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/08/pasar-rakyat-bekasi-2010-saatnya-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2961126514256863925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2961126514256863925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/08/pasar-rakyat-bekasi-2010-saatnya-untuk.html' title='Pasar Rakyat Bekasi 2010 : Saatnya Untuk Berbagi'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TGBjo3pgqmI/AAAAAAAAAQs/lpsHoAIOefA/s72-c/IMG_1063.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-6744088976910437782</id><published>2010-08-05T14:37:00.001-07:00</published><updated>2010-08-05T14:50:15.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Bara di Bulan mei '98: Militer Terlibat ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TFsvxDcKbdI/AAAAAAAAAQk/f2uYs62cwGw/s1600/trisakti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TFsvxDcKbdI/AAAAAAAAAQk/f2uYs62cwGw/s320/trisakti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502043889546718674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIHAT_%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0" hspace="0" vspace="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;" align="left" valign="top"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 62.05pt; page-break-after: avoid; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:73.5pt;"&gt;S&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;uatu minggu sore di bulan Mei 1998,seusai ibadah minggu saya berbincang dengan seorang teman. Dia mengajak berjualan cairan pembersih. Kebetulan saat itu saya sedang menganggur. Saya pun menerima ajakannya. Esoknya kami pun berjumpa di tempat distributor di suatu tempat yang saya tidak tahu persis, mungkin di daerah Jembatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atau Jembatan Tiga. Lalu, dengan membawa beberapa botol cairan pembersih,kamipun berjalan menyusuri toko demi toko. Teman saya mencoba menawarkan dan meyakinkan mereka mengenal manfaat dan keunggulan cairan pembersih tersebut. Terkadang kami sengaja menuangkan cairan itu ke kaca atau aluminium etalase toko mereka untuk membuktikannya. Dan, sim salabim, kaca dan aluminium etalase mereka pun jadi mengkilap. Namun nyatanya mereka belum tertarik membeli produk kami.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kembali kami mengayunkan langkah di antara trotoar jalan dan emperan toko. Setengah hari sudah kami berjalan, namun belum ada setitik cahaya akan ada pembeli yang terpikat hatinya. Kaki saya terasa mulai memberat dan keluhan mulai bergayut di rongga dada. Namun teman saya itu ternyata tetap bersemangat. Tawa dan senyum riang senantiasa terukir di bibir dan wajahnya. Tak lupa dia menggugamkan mantera sakti yang selalu diulangnya: “Semakin banyak yang mengatakan ‘tidak’, semakin dekat kepada ‘Ya’”. Wah, guru mana yang mengajarkan dia nasihat bijak itu? pikirku.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah lelah menyusuri jalan, menawarkan produk kepada siapa saja yang kami temui, akhirnya ada juga yang percaya produk kami. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa botol yang terjual saat itu. Tawa riang kami meledak ke angkasa. Keletihan dan kaki yang membatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terasa cair dan ringan. Ternyata kenikmatan terbesar dalam menjual adalah ketika akhirnya ada orang yang percaya akan manfaat produk kita. Dan kata-kata teman saya itu mulai terbukti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hari sudah mulai sore. Kami kembali melanjutkan perniagaan kecil kami. Tapi di suatu tempat, tampak ada kemacetan lalu lintas. Sebagian kendaraan dialihkan ke jalur lain. Saya sendiri kurang mengenal daerah itu. Apa yang terjadi dan dimana terjadi kemacetan, saya tak paham. Akhirnya kami kembali ke tempat distributor mengembalikan barang-barang yang tersisa. Saya pun kembali ke Salemba, tempat saya menginap saat itu di sekretariat sebuah organisasi mahasiswa. Dari berita televisi saya mendengar ada peristiwa penembakan mahasiswa di Universitas Trisakti. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa mahasiswa yang meninggal yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royandan dan Hendrawan Sie. Saya jadi maklum mengapa tadi sore&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada kemacetan di daerah Jembatan Lima.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Esok harinya kami kembali menyusuri toko demi toko untuk menawarkan produk pembersih yang kami bawa.. Namun sore hari ketika kami masih terus berkeliling, kami mendengar suara gaduh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di kejauhan. Terdengar juga suara kaca-kaca yang pecah terkena lemparan. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Namun rasa ketakutan yang menyergap membuat kami berlari masuk ke gang-gang sempit. Akhirnya kami kembali ke tempat distributor mengembalikan produk yang tersisa. Kami berpisah ketika malam telah menyelimuti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Perlahan saya menyusuri jalanan yang kelam. Tak ada angkutan yang lewat sama sekali. Selepas perempatan di bawah jembatan layang, saya berpapasan dengan rombongan perusuh yang sedang berkumpul. Saya didera ketakutan akan jadi korban kemarahan mereka. Dengan berjalan menepi, saya memperhatikan kelompok tersebut. Mereka sedang mendengarkan pengarahan dari 2 orang berseragam militer di atas motor. Entah apa yang mereka samapaikan, saya tak bisa mendengar. Saya tak berani mendekat. Tak lama kedua orang tersebut pun pergi dengan motornya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang umumnya masih muda-muda tersebut mulai bergerak. Mereka segera melempari toko-toko atau kantor sepanjang jalan. Saya bergerak perlahan di belakang mereka. Suasana sangat gelap dan mencekam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah sekian lama, akhirnya saya berhasil meninggalkan kelompok &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut. Saya terus menyeret langkah karena tidak ada angkot yang lewat. Di daerah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, saya melihat angkot yang sedang ngetem. Segera saya naik mobil jurusan Senen. Dari Senen saya melanjutkan pulang ke Salemba.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ada pertanyaan yang tersisa dalam diri saya hingga kini: Siapakah dua orang berpakaian militer yang memberikan pengarahan kepada massa tersebut? Apa yang mereka sampaikan sehingga setelah mereka pergi massa tersebut mulai melempari toko dan kantor dengan bebas?Mengapa mereka membiarkan massa tersebut melakukan aksi nya bukaan menangkapnya? Apakah ini berarti massa tersebut adalah suruhan dan bukan murni amuk massa seperti diyakini selama ini? (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-6744088976910437782?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/6744088976910437782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/08/bara-di-bulan-mei-98-militer-terlibat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6744088976910437782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6744088976910437782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/08/bara-di-bulan-mei-98-militer-terlibat.html' title='Bara di Bulan mei &apos;98: Militer Terlibat ?'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TFsvxDcKbdI/AAAAAAAAAQk/f2uYs62cwGw/s72-c/trisakti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7232442535838968381</id><published>2010-07-17T16:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-17T16:11:57.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='birokrasi'/><title type='text'>Presiden Sebaiknya Naik Helikopter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TEI4bcUa6nI/AAAAAAAAAQU/hKbGpdzFw6g/s1600/helikopter.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 96px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TEI4bcUa6nI/AAAAAAAAAQU/hKbGpdzFw6g/s400/helikopter.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495016539454892658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iringan-iringan mobil pengawal presiden bila presiden lewat di satu tempat ternyata sering menimbulkan masalah. Ketika Presiden SBY baru saja menjabat di periode pertama, iringan-iringan mobil tersebut menimbulkan kecelakaan beruntun yang meminta korban jiwa keluarga yang hendak berwisata ke Kebun Binatang Ragunan. Kemacetan lalu lintas akibat menunggu rombongan presiden lewat sudah jadi hal biasa. Berita terakhir, seorang pengendara yang juga tetangga pak SBY di Cibubur mengeluh di Koran Kompas karena diperlakukan dengan tidak pantas oleh petugas pengawal rombongan presiden.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Masalah kemacetan lalu lintas akibat rombongan presiden lewat tentu bukan hanya di masa pak SBY saja. Pada masa presiden Soeharto, setiap hari Rabu biasanya, beliau memiliki jadwal main golf di Ramawangun. Maka bila saat keberangkatan ke Rawamangun tiba, seluruh jalanan dari Cendana ke DIponegoro menuju Salemba langsung dibersihkan. Tidak boleh ada kenderaan yang lewat hingga mobil Sang RI1 lewat. Yang lucunya, ketika mobil tersebut lewat, para polisi yang berada di pinggir jalan harus membalikkan badan. Mungkin malu kalau dia dikenali presiden atau aturannya memang begitu,entahlah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Namun ternyata tidak semua presiden dunia mengabaikan dampak kemacetan yang timbul bila rombongannya lewat.. Presiden baru Philipina Benigno Aquino kabarnya tidak mau dikawal konvoi pengawal. Sang presiden memilih diperlakukan sebagaimana rakyat umumnya, termasuk ikut terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Pilihan tersebut mungkin diambil secara sadar oleh sang presiden untuk turut berempati dengan penderitaan rakyatnya. Memang seperti itulah seharusnya seorang pemimpin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghindari kemacetan lalu lintas dan berbagai resiko akibat rombongan presiden lewat, sebaiknya dicari solusi lain yang lebih mudah. Salah satunya adalah presiden SBY menggunakan transportasi udara yaitu dengan naik helicopter dari Cikeas ke Istana Negara dan sebaliknya. Pilihan ini memberikan beberapa manfaat baik untuk presiden maupun untuk masyarakat umum..Pertama, presiden bisa menempuh perjalanan ke istana dalam waktu yang lebih singkat. Bila dengan menggunakan iring-iringan mobil mungkin membutuhkan waktu setengah jam, dengan helicopter mungkin hanya butuh 10 menit. Kedua, lalu lintas akan lebih lancar karena tidak terganggu iring-iringan mobil presiden walau tanpa kehadiran rombongan presiden pun sesungguhnya sudah macet. Jadi persisnya adalah tidak menambah kemacetan yang ada. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebenarnya penggunaan helicopter sudah umum digunakan para petinggi perusahaan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Hal ini bisa terlihat dengan pembangunan helipad di puncak gedung-gedung tinggi yang ada di kawasan bisnis &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tujuannya tentu untuk menghindari kehilangan waktu mereka yang sangat berharga akibat tejebak kemacetan lalu lintas. Jadi, bila para petinggi perusahaan tersebut sudah memilih &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;helicopter sebagai alat transportasinya, mengapa tidak untuk presiden?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7232442535838968381?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7232442535838968381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/07/presiden-sebaiknya-naik-helikopter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7232442535838968381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7232442535838968381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/07/presiden-sebaiknya-naik-helikopter.html' title='Presiden Sebaiknya Naik Helikopter'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TEI4bcUa6nI/AAAAAAAAAQU/hKbGpdzFw6g/s72-c/helikopter.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7567205869640823715</id><published>2010-07-01T16:31:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T04:29:52.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Perwira Tinggi Polri : Can Do No Wrong?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TC0nwXeKQzI/AAAAAAAAAQM/TjcnMqa441c/s1600/polisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TC0nwXeKQzI/AAAAAAAAAQM/TjcnMqa441c/s400/polisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489087232722223922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemberitaan Majalah Tempo mengenai adanya rekening&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencurigakan milik Para Perwira Tinggi Polri telah mendapat penyangkalan dan tuntutan balik dari Mabes Polri. Polri menganggap pemberitaan merupakan fitnah dan penghinaan bagi sekitar 400.000 anggota Polri di seluruh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mabes Polri berencana menuntut balik Majalah Tempo karena dinilai telah melecehkan institusi Polri dengan penggunaan ilustrasi seorang anggota Polisi ditarik 3 buah celengen berbentuk  babi..  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Terlepas dari hak Institusi Polri untuk membela diri, pengingkaran dan penuntutan balik terhadap Majalah Tempo ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengandung 3 kelemahan. Pertama, data-data yang dipaparkan Tempo adalah data yang dirilis oleh PPATK, sebuah lembaga Negara yang bertugas untuk memonitor transasi keuangan mencurigakan di perbankan. Jadi, validitas data tersebut bisa dipertanggungjawabkan karena dikeluarkan oleh lembaga Negara. Bila ternyata data yang dikutip tersebut tidak benar, maka yang harus dituntut adalah PPATK, bukan Tempo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kedua, yang disinggung Majalah Tempo adalah beberapa Perwira Tinggi Polri, bukan Institusi Polri, dan dengan secara jelas menyebutkan beberapa nama yang dimaksud. Sebagai Institusi, Kepolisian Republik &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak mungkin salah menjalankan tugas-tugas kenegaraannya. Namun demikian, para personil yang ada di dalamnya selaku manusia biasa dengan segenap perilaku negatifnya, mungkin dan sangat mungkin salah dan menyimpang. Dengan demikian, tuduhan Polri bahwa Tempo melecehkan Institusi Polri tidak dapat dibenarkan karena jelas yang dimaksud adalah personil perwira Polri (oknum seperti sering diistilahkan Polri sendiri). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketiga, pernyataan bahwa pemberitaan mengenai rekening gendut beberapa orang perwira Polri melukai 400.000 orang anggota Polri adalah klaim yang belum tentu mengandung kebenaran. Betulkah seluruh anggota Polri merasa terluka dengan pemberitaan tersebut? Tidakkah anggota Polri yang hidup di barak dan rumah sempit justru merasa tersinggung bila mengetahui para perwira tinggi hidup dengan uang bermilyar-milyar? Jika betul 400.000 orang anggota Polri merasa terluka, bagaimana dengan perasaan 200 juta lebih anggota masyarakat lainnya? Semua ini tentu membutuhkan penelitian lebih lanjut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Reaksi negatif mabes Polri atas laporan majalah Tempo ini tanpa meneliti terlebih dulu kebenarannya melahirkan anggapan bahwa bagi Mabes Polri,para Periwira Polri tidak mungkin salah dan tidak boleh disalahkan. Praduga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini berangkat dari beberapa kasus yang menyangkut perwira tinggi Polri pada beberapa kasus sebelumnya. Pertama. Ketika mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Williadri Wizar dalam kasus mantan Ketua KPK  Antasari Azhar menyatakan bahwa dia dipaksa perwira tinggi Polri untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengorbankan Antasari Azhar, Mabes Polri langsung mengeluarkan bantahan tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada respon positif untuk menguji keterangannya sejauh mana mengandung kebenaran.Hasil akhirnya, si mantan Kapolres dijatuhi hukuman, dan para perwira Tinggi Polri lepas bebas tanpa pemeriksaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kedua, pada saat Kombes Susno Duaji mengisyaratkan adanya perwira Polri yang terlibat dalam kasus Gayus Tambunan, Mabes Polri langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan jumpa press. Dengan berapi-api Irjen (Pol) Edward Aritonang dan jajarannya menyangkal keterangan Susno Duaji tersebut. Namun, kemudian terbukti kedua pejabat yang dimaksud ditarik dari jabatannya dan semua yang dikatakan Susno terbukti kebenarannya.Yang disayangkan, hingga saat ini tidak terdengar apa sanksi yang dijatuhkan Mabes Polri terhadap kedua pejabat tersebut. Sebaliknya, Susno Duaji malah sudah ditahan dengan dakwaan kasus lain. Publik menangkap kesan adanya tindakan balas dendam terhadap Susno atas pelaporan ini. Seandainya Susno ditahan, dan kedua pejabat terkait juga ditahan mungkin masih melahirkan citra Polri yang seimbang dan netral.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Terkait dengan HUT Bhayangkara ke 64 hari ini, saatnya Polri melakukan isntropeksi mengenai citra dan kinerja di mata publik. Hal ini perlu agar rakyat tidak hilang pengharapan kepada Polri sebagai Lembaga Pengayom dan Sahabat rakyat. Polri harus membersihkan diri dari personil-personil dengan jabatan apapun yang berupaya mengambil keuntungan pribadi atas nama institusi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kapolri sebagai Pejabat Institusi tertinggi juga harus responsif dengan laporan media &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan melakukan penindakan terhadap anggota perwira tinggi yang memiliki jumlah rekening mencurigakan yang tak sebanding dengan penghasilannya sebagai pejabat publik. Media adalah mata dan cermin yang membantu Kapolri dan pemerintah menjalankan pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance). Sepantasnya Mabes Polri dan Kapolri mengucapkan terima kasih atas jerih payah mereka, bukan malah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menututnya ke pengadilan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7567205869640823715?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7567205869640823715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/07/perwira-polisi-can-do-no-wrong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7567205869640823715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7567205869640823715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/07/perwira-polisi-can-do-no-wrong.html' title='Perwira Tinggi Polri : Can Do No Wrong?'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TC0nwXeKQzI/AAAAAAAAAQM/TjcnMqa441c/s72-c/polisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5324818795348471997</id><published>2010-06-28T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-28T06:09:12.016-07:00</updated><title type='text'>FIFA Harus Segera Menerapkan Pemakaian Video</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TCieuVGL_nI/AAAAAAAAAQE/-h9WfZ9_Ycw/s1600/england.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TCieuVGL_nI/AAAAAAAAAQE/-h9WfZ9_Ycw/s400/england.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487810664725216882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fair play senantiasa menjadi semboyan yang ditekankan kepada para pemain sepakbola. Bila mereka melakukan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tersebut, mereka bisa mendapat hukuman kartu kuning atau bahkan kartu merah. Seorang pemain yang mengganggu pemain lawan yang berpeluang mencetak gol di kotak penalti misalnya  bisa diganjar kartu merah sekaligus hukuman tendangan  pinalti. Dalam piala Dunia di Afsel saat ini beberapa kali terjadi kejadian serupa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun prinsip yang sama tampaknya belum berlaku bagi para wasit. Beberapa kali wasit melakukan kesalahan dalam menilai terjadinya pelanggaran sehingga keputusan yang diambil terasa merugikan salah satu pihak. Kaka ,misalnya menerima kartu kuning kedua karena dianggap menyikut pemain lawan. Padahal dari tayangan televisi terlihat jelas justru pemain lawan yang menabrak dia, meskipun mungkin terlihat dia mengangkat tangan untuk menghindari tabrakan lawan. Kartu kuning kedua ,diikuti kartu merah telah mengurangi kesempatan Kaka untuk tampil membela  Brazil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak kesalahan wasit yang saya lihat adalah apa yang terjadi malam ini pada pertandingan antara Jerman melawan Inggeris di Free State Stadium, dalam perdelapan final. Saat kedudukan  2-1 untuk Jerman, tendangan Frank Lampard dari luar kotak finalti jelas terlihat telah melewati garis gawang sebelum kemudian memantul ke tiang atas dan kemudian turun menyentuh garis gawang. Seolah-olah bola belum masuk, penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer, segera merebut dan melempar bola kembali ke tengah lapangan. Tragisnya, wasit dan hakim garis tidak melihat bahwa bola sudah masuk dan  tidak mengesahkannya. Frank Lampard dan seluruh pendukung  Inggeris hanya bisa menelan kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterbatasan jarak pandang wasit mungkin saja mengurangi keakuratan keputusan yang mereka ambil. Namun kondisi tersebut semestinya disikapi dengan mengadopsi penggunaan perangkat teknologi untuk membantu wasit mengambil keputusan terbaik yang tidak merugikan salah satu pihak yang telah berjuang keras selama pertandingan. Dalam kondisi keragu-raguan untuk mengambil keputusan apakah bola telah melewati garis gawang, wasit semestinya bisa meminta bantuan hakim  keempat untuk memutar ulang video pertandingan. Dengan demikian, wasit dan hakim garis bisa secara jernih memutuskan bahwa gol sah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalannya adalah, FIFA sebagai induk organisasi dunia ternyata tidak menyetujui  penggunaan teknologi video untuk membantu wasit dalam memonitor pertandingan.Terlalu dini menyatakan FIFA anti tenologi karena kenyataannya mereka telah mengadopsi penggunaan telepon wireless untuk memudahkan komunikasi antara wasit dan hakim garis. Lantas, mengapa untuk penggunaan video yang senyatanya mampu mengatasi kekurangan  pengamatan wasit akibat jarak dan sudut pandang ditolak?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila FIFA tetap dengan keputusannya untuk meniadakan penggunaan video, maka di masa depan kita akan menyaksikan kembali berulangnya kejadian yang merugikan salah satu kesebelasan akibat keputusan wasit yang tidak tepat. Akan ada gol “Tangan Tuhan” ala Maradona kembali, gol bantuan tangan ala Thiery Henry saat melawan Republik Irlandia di babak penyisihan, hukuman penalty karena diving seperti yang dilakukan Grosso dari Italia yang menyingkirkan Australia tahun 2006. Hari ini kita menyaksikan peristiwa yang persis sama 44 tahun yang lalu saat Inggeris melawan Jerman di Stadion Wembley.. Haruskah kita melihat peristiwa hari ini di Piala-piala Dunia yang akan datang hanya karena administrator sistem persepakbolaan sejagad ini tidak mau berubah ? Jika demikian, mungkin wasit dan FIFA juga perlu diberi kartu merah!! Masalahnya, siapa yang berwenang memberi mereka kartu merah?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5324818795348471997?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5324818795348471997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/fifa-harus-segera-menerapkan-pemakaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5324818795348471997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5324818795348471997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/fifa-harus-segera-menerapkan-pemakaian.html' title='FIFA Harus Segera Menerapkan Pemakaian Video'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TCieuVGL_nI/AAAAAAAAAQE/-h9WfZ9_Ycw/s72-c/england.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1901129136366317374</id><published>2010-06-19T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T03:56:22.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Jalan Rusak di Setu, Bekasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TBye7-2IgGI/AAAAAAAAAP8/WlyKBkGNlfM/s1600/gbr3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TBye7-2IgGI/AAAAAAAAAP8/WlyKBkGNlfM/s400/gbr3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484433199549939810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Meski baru sekitar 1 tahun diaspal, namun jalan raya dari Setu menuju Kali Malang sudah rusak berat dimana-mana. Salah satu ruas jalan yang rusak adalah di pertigaan Setu,  Bantar Gebang dan Cileungsi sebagaimana terlihat pada foto di samping ini.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Penyebab kerusakan jalan yang begitu cepat disebabkan beberapa faktor. Pertama, jalan-jalan di Bekasi, dan Setu khususnya tidak dilengkapi dengan saluran air (drainase) yang memadai. Akibatnya, ketika hujan deras turun, jalanan langsung tergenang air hujan. Sebagaimana diketahui, jalan aspal umumnya tidak kuat bila tergenang hujan. Dampaknya, jalanan yang baru diaspal pun kemudian tampak berlobang dimana-mana.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kedua, truk-truk yang lewat di sekitar jalan Setu seringkali memuat muatan yang melebihi kapasitas yang ditentukan.  Truk bermuatan karung (beras?) menjulang tinggi nampak seriing lewat di sepanjang jalan tersebut. . Mengingat jalan yang sudah berlobang dimana-mana, truk bermuatan tinggi tersebut sangat rawan terguling. Resikonya sangat berbahaya bagi para pengendara yang kebetulan lewat di sisi truk-truk tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Anehnya, meskipun petugas kepolisian,DLLAJR dan Koramil  ada di sekitar jalan tersebut, truk-truk tersebut masih tetap lewat tanpa hambatan. Bahkan di depan salah satu kantor tersebut, selalu terlihat ada petugas yang mengutip uang dari para pengemudi. Secara tidak langsung hal ini mendorong para pengemudi truk untuk memuat beban berlebihan tanpa resiko apa-apa sepanjang mereka mau memberikan tips untuk petugas di jalanan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk menghindari kerusakan jalan secara terus menerus dan memperbesar resiko keamanan para pengguna jalan, sebaiknya pemerintah daerah Bekasi membuat jalan cor semen. Dengan menggunakan jalan cor, maka resiko kerusakan karena hujan semakin kecil. Hal ini sudah terbukti dengan penerapan jalan cor di sepanjang Jalan raya Narogong yang dulu rusak parah namun sekarang sudah mulus. Arus kenderaan yang dulu macet di sepanjang jalan itu sekarang sudah tergolong lancar. Kita berharap hal yang sama juga bisa diterapkandi jalan raya setu menju Kali M&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;alang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hal ini mengingat jalan ini merupakan jalan menuju dan dari Pintu tol Cibitung dan juga karyawan yang menuju kawasan industri MM 2001.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1901129136366317374?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1901129136366317374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/jalan-rusak-di-setu-bekasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1901129136366317374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1901129136366317374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/jalan-rusak-di-setu-bekasi.html' title='Jalan Rusak di Setu, Bekasi'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TBye7-2IgGI/AAAAAAAAAP8/WlyKBkGNlfM/s72-c/gbr3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8973863285221515918</id><published>2010-06-07T08:15:00.001-07:00</published><updated>2010-06-07T08:20:54.580-07:00</updated><title type='text'>OBITUARI : SELAMAT JALAN PAK NADEAK,KETUA PERTAMA GMKI PALEMBANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TA0N4Q4kvFI/AAAAAAAAAPs/-MCCMoc11tk/s1600/khnadeak-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TA0N4Q4kvFI/AAAAAAAAAPs/-MCCMoc11tk/s320/khnadeak-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480051581835852882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar 13 tahun lalu, saat menjadi pengurus BPC GMKI Palembang, saya datang ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk mencari dana kebutuhan komputer untuk sekretariat. Saya mendatangi senior-senior GMKI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang ada di Jakarta. Salah seorang yang sangat saya cari adalah nama K.H. Nadeak, yang merupakan ketua pertama GMKI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ketika dibentuk tahun 1963. Ketika mengunjungi abang Calvin Simbolon, Ketua Cabang tahun 1972-1974, saya menanyakan apakah bang Calvin mengetahui keberadaan bang Nadeak. Bang Calvin ternyata mengenal bang Nadeak yang merupakan teman satu gerejanya di HKBP Tebet, tapi tidak tahu persis apakah beliau pernah menjadi Ketua GMKI Palembang. Bang Calvin kemudian menelepon ke rumah Bang Nadeak dan diangkat oleh inang, istri pak Nadeak. Ketika bang Calvin menanyakan apakah bang Nadeak dulu pernah aktif di GMKI, inang membenarkan bahwa pak Nadeak dulu aktif waktu pembentukan GMKI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sayapun akhirnya janjian untuk ketemu pak Nadeak di rumahnya di Jl. Rasamala II, di belakang Bidakara. Pak Nadeak sudah berusia sekitar 70 tahun saat itu Beliau juga menelepon temannya satu angkatan dan kepengurusan waktu itu marga Manurung. Kamipun berbincang-bincang mengenai masa-masa pembentukan GMKI Palembang masa itu. Saat itu, pak Nadeak menjadi mahasiswa dan aktif di GMKI sembari menjalankan tugas di Pertamina. Setelah dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;palembang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, pak Nadeak pindah ke Irian dan turut aktif mempeolopori pembangunan gereja di sana.Setelah makan malam, kami berbincang-bincang kembali. Sebelum berpisah, pak Nadeak memberikan foto sewaktu masih muda dan aktif di organisasi. Foto dirinya tampak masih muda dan gagah, sosok yang sudah hilang pada wajah yang saya temui saat itu. Meski demikian, pak Nadeak kelihatan masih sehat dan energik untuk ukuran usianya. Mungkin karena,seperti kata pak Nadeak, beliau rajin jalan kaki. Bahkan beliau pernah jalan kaki dari &lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt; ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Setelah saya pindah di Jakarta, kami masih sempat berkunjung ke rumahnya awal tahun 2000 bersama senior-senior GMKI Palembang lainnya dalam acara kebaktian Bulanan yang saat itu aktif kami adakan. Namun ,setelah itu, boleh dikata kami jarang berhubungan lagi. Pak Manurung meninggal sekitar tahun 2004-2005. Pernah terlintas di benak saya untuk mewawancarai pak Nadeak untuk mendapatkan informasi akurat mengenai masa pembentukan dan kegiatan GMKI Palembang saat itu. Mungkin banyak informasi penting yang bisa didapatkan mengingat masa itu adalah masa pergolakan menjelang terjadinya Gerakan 30 September 1965, dan seperti apa posisi atau sikap GMKI atas situasi politik yang terjadi. Namun, penundaan-penundaan akibat kegiatan lain mengakibatkan segala-sesuatunya menjadi terlambat. Pagi hari, tgl 1 Juni 2010, saya menerima sms dari Bang Calvin Simbolon bahwa pak Nadeak sudah pergi menghadap sang Khalik. Saya tersentak. Tiba-tiba saya tersadar telah melewatkan sesuatu yang tak mungkin kembali lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Malam tgl 2 Juni 2010, bersama senior-senior lainnya melayat ke rumah duka. Di hadapan saya terbaring satu sosok yang dulu saya kenal cukup energik dan bersemangat membicarakan organisasi mahasiswa yang dia akrabi sekian puluh tahun sebelumnya. Rambutnya ternyata telah memutih semua. Ya, usianya sudah 84 tahun saat pergi, meninggalkan seorang istri yang tabah dan 4 orang anak. Anak kandung yang ditinggalkan pak Nadeak hanya 4 orang. Namun “anak rohani’” yang ditinggalkannya melalui gerakan yang turut beliau pelopori 47 tahun yang lampau mungkin sudah berjumlah ribuan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mereka sekarang tersebar dimana-mana dan menuai kesuksesan tanpa pernah mengenalnya. Mungkin inilah saatnya kita berhenti dan merenung sejenak untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang beliau dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rekan-rekannya saat itu perjuangkan. Seperti kata pepatah: Bila engkau berteduh di sebuah pohon rindang, ingatlah pada orang yang menanamnya. Selamat Jalan Pak Nadeak, kami semua mengenangmu. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8973863285221515918?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8973863285221515918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/obituari-selamat-jalan-pak-nadeakketua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8973863285221515918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8973863285221515918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/06/obituari-selamat-jalan-pak-nadeakketua.html' title='OBITUARI : SELAMAT JALAN PAK NADEAK,KETUA PERTAMA GMKI PALEMBANG'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/TA0N4Q4kvFI/AAAAAAAAAPs/-MCCMoc11tk/s72-c/khnadeak-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4709745219028024388</id><published>2010-03-13T19:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T19:22:16.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sepakbola'/><title type='text'>Mengapa Manchester United Bisa Juara ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5xS1BymmiI/AAAAAAAAAOI/9uJ-gfHSwIg/s1600-h/mu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5xS1BymmiI/AAAAAAAAAOI/9uJ-gfHSwIg/s320/mu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448320720178682402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak awal tahun 90-an,hingga 2010 ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manchester United di bawah manager Alex Ferguson, menjelma menjadi tim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling kuat di Liga Inggeris. Artinya, selama 20 tahun klub ini berhasil mempertahankan prestasinya secara konsisten menjadi klub papan atas. Hal ini terbukti dengan keberhasilannya meraih gelar juara Liga premier 11 kali sejak tahun 1992 -2009, dan tiga kali runner-up, juara Piala carling tahun 2010, serta 2 kali juara Pila Champion tahun 1999 dan tahun 2008 dan finalis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun 2009. Tahun 2010, MU melangkah ke perempat final setelah mengalahkan AC Milan dengan aggregat 7-2.   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya pada awal 80-an, Manchester Unted adalah golongan runner-up di Liga Inggeris. Di puncak klasemen, bertengger sang Juara Liverpool. Saat itu, MU diperkuat pemain-pemain yang kini sudah pensiun dari sepakbola dan sebagian menjadi pelatih. Di antaranya adalah Bryan Robson, kapten United dan Inggeris yang kini menjadi pelatih tim nasional &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Selain Robson, United juga diperkuat Gordon Strachan, sekarang menjadi manager klub Skotlandia, Norman Whiteside, Ray Wilkins yang sekarang menjadi asisten manager Chelsea, . Sementara Liverpool diperkuat Ian Rush, Kenny Dalglish, Graeme Sounness. Selama tahun 80-an, United tidak pernah mampu menjadi juara Liga Inggeris, hanya pernah jadi juara Piala FA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkaca dari keberhasilan MU&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam merajai Liga premier selama hampir 20 tahun, ada beberapa catatan penting yang patut kita pelajari untuk diterapkan dalam pembinaan klub-klub negeri kita. Pertama, kunci utama kesuksesan MU adalah karena mereka memiliki manager berpengalaman dan memiliki otoritas yang kuat, yaitu Alex Ferguson sendiri. Sebelum menangani MU, Alex sudah membawa klub &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Aberdeen&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ,Skotlandia, menjadi juara piala Cup Winners Cup, yang kini sudah dihapuskan. Generasi demi generasi datang dan pergi selama 24 tahun di Old Trafford, namun Fergie tetap bertahan di singgasananya. Berlainan dengan manager&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;klub lain yang datang dan pergi sesuai kehendak manajemen klub, Alex memiliki pengaruh yang kuat di MU dalam menentukan apapun. Alex juga keras terhadap pemain bintang yang mulai berulah dan sering menendangnya keluar sebagaimana dialami, David Becham, Jap Stamps, Ruud van Nistelroy,dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kedua, MU berhasil membina pemain-pemain muda ,baik yang dibina langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Akademi MU maupun talenta muda yang direkrut melalui jaringan pencari bakatnya yang tersebar di seluruh dunia. Pemain-pemain bertalenta tersebut masuk dalam Tim akademi MU &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berusia sekitar 18 tahun, akhirnya masuk sebagai cadangan di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tim utama. Menariknya di Liga Premier sendiri mengenal kompetisi untuk Tim Cadangan sehingga pemain cadangan di tim utama tetap bisa bertanding secara regular. Saat ini, United sementara memimpin klasemen teratas dalam kompetisi ini. Pola regenerasi yang sistematis ini memungkinkan MU mendapat pasokan pemain yang memiliki skill tinggi, dan juga kekompakan secara tim karena durasi kebersamaan yang telah lama mereka jalani. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemain muda ini juga, disisipkan dengan pemain utama sehingga mereka mendapatkan pengalaman secara bertahap dan ketika pemain senior tersebut mundur, mereka sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menggantikan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ketiga, selain memiliki manajer dan pemain yang handal, MU memiliki pemimpin yang kuat dari sisi bisnis. Antara keahlian bisnis dan keahlian di lapangan hijau ibarat 2 sisi mata uang yang saling tergantung dan saling mempengaruhi. Manajemen bisnis yang kuat membuat MU termasuk sebagai klub terkaya di dunia dengan harta kekayaan sekitar… MU mendaptkan pmasukan yang besar dari penjualan merchandise berlogo MU, restoran MU, MU TV, sponsor, penjualan tiket,dll. Penghasilan bisnis ini memungkinkan MU memberikan gaji yang tinggi bagi pemainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Bagaimana dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertama, tidak berbeda dengan kebanyakan klub Inggeris, klub di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak memiliki manajer yang memiliki otoritas besar sebagaimana yang dimiliki Fergie. Penyakit menendang pelatih jika tidak langsung berprestasi semakin umum dijumpai di lingkungan sepakbola kita. Kesabaran untuk menunggu hasil dari pembinaan dalam jangka waktu panjang semakin hilang dari persepakbolaan kita. Padahal kalau diingat, Fergie sendiri membutuhkan 6 tahun untuk dapat menuai hasil menjadi juara Liga Premier. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, hampir semua klub professional &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak memiliki akademi sepakbola sendiri. Kebanyakan klub mengambil pemain yang sudah jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari klub lain. Memang klub di negarap-negara lain pun membeli pemain dari klub lain, namun mereka memiliki klub junior sendiri. Kondisi ini mengakibatkan lambannya regenerasi pemain berkualitas yang dimiliki klub karena pemain yang didapat tidak jelas pola pembinaannya mulai dari junior, cadangan hingga ke tim utama. Pola pencarian bakat-bakat muda juga belum umum akibat tidak adanya akademi klub untuk membina mereka hingga menjadi pemain bola yang matang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, pengelolaan klub maupun liga sepakbola di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; masih berkonotasi amatiran meskipun berjulukan klub professional. Manajemen sepakbola sebagai suatu Industri membutuhkan orang-orang yang professional di setiap bidang,kecuali pemilik klub. Dukungan dana APBD yang diterima setiap klub membuat pengelolaannya hanya berkecenderungan menghabiskan dana yang ada. Berbeda dengan pengelolaan klub secara professional yang merangsang energi kreatif pengurus untuk menghasilkan uang karena merekapun hidup dari dan untuk klub. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prestasi sepakbola &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; tidak bisa dicapai hanya dengan mendatangkan pemain asing bermain di klub &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; atau mengirim tim berlatih di luar negeri. Dengan mempelajari apa yang diterapkan Manchester United, khususnya, pengelola sepakbola Indonesia, PSSI maupun pengurus klub harus mulai melakukan pembenahan sistem pendukung yang penting untuk menghasilkan suatu prestasi klub secara ajeg, seperti pemberian waktu dan wewenang yang cukup untuk manager untuk mengatur pola pembinaan jangka menengah dan jangka panjang klub, pembinaan sendiri talenta muda berbakat untuk menjaga kelanggengan prestasi klub, dan managerial sepakbola yang professional sebagaimana industri dan bisnis pada umumnya. Dengan demikian ,secara bertahap, kita berharap akan dapat menyaksikan prestasi klub maupun tim nasional di tingkat regional dan internasiona. Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai sumbang saran untuk kemjuan sepakbola Indonesia. Semoga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4709745219028024388?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4709745219028024388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/03/mengapa-manchester-united-bisa-juara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4709745219028024388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4709745219028024388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/03/mengapa-manchester-united-bisa-juara.html' title='Mengapa Manchester United Bisa Juara ?'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5xS1BymmiI/AAAAAAAAAOI/9uJ-gfHSwIg/s72-c/mu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-9013856403165721377</id><published>2010-03-04T12:11:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T12:20:22.673-08:00</updated><title type='text'>PERSAHABATAN DI PERSIMPANGAN SEJARAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AVUYQS2WI/AAAAAAAAAOA/ZtJvMwsp3Ys/s1600-h/ruhut.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 196px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AVUYQS2WI/AAAAAAAAAOA/ZtJvMwsp3Ys/s400/ruhut.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444875389343291746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AU5yIpd9I/AAAAAAAAANw/L7t_tBj5_uM/s1600-h/adnan.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AU5yIpd9I/AAAAAAAAANw/L7t_tBj5_uM/s400/adnan.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444874932434073554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Persahabatan seringkali ternyata tak bermakna sekali untuk selamanya. Keakraban dan yang teranyam melalui benang-benang biru yang terbentuk satu ketika karena kesamaan visi, kondisi, tempat dan waktu, akhirnya terurai ketika situasi berubah. Perubahan itu bisa hanya sekedar tidak bertegur sapa, namun seringkali juga menjadi situasi yang saling menjegal dan meniadakan.&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AN3_A-VSI/AAAAAAAAANY/Bf2IAdbt5Tc/s1600-h/ruhut.jpeg"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ketika situasi bulan Mei 1998 semakin kritis setelah terjadinya pembakaran dan demo massa dan mahasiswa dimana-mana, Ali Sadikin, Adnan Buyung Nasution, Ruhut Sitompul dan beberapa tokoh lain, berjalan bergandengan tangan erat di barisan terdepan dari Kantor YLBHI di Jalan Diponegoro menuju Kampus UI di Salemba. Di dalam kampus UI telah berkumpul mahasiswa UI yang siap mendengar orasi tokoh-tokoh tadi untuk meminta Soeharto lengser dari jebatannya. Sementara di luar pagar, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan mahasiswa dari kampus lain menunggu mahasiswa UI untuk keluar dari kandangnya untuk bersama-sama menuju Senayan..Hasilnya ,seperti kita semua tahu, telah menjadi sebuah tonggak sejarah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lebih dari 10 tahun kemudian, ketika Adnan Buyung Nasution mengkritik Presiden SBY agar bersikap jantan mengakui masalah Bank Century sebagai tanggung jawabnya, Ruhut Sitompul tampil membela Presiden SBY dan berbalik menuding Adnan Buyung Nasution sakit hati karena diberhentikan sebagai Wantimpres. Ruhut juga menuding gelar yang diperoleh Adnan Buyung di Belanda bermasalah dan pernah dipecat sebagai Advokat di era Soeharto. Anehnya, SBY sendiri akhirnya menyatakan sebagai presiden bertanggung jawab atas masalah Bank Century. Dalam ruang waktu dan kepentingan yang berbeda, tangan yang tadinya bergandengan berbalik menerpa wajah sahabat di sebelahnya. Siapapun yang melihat dan meresapi dua peristiwa ini akan mengguratkan kesimpulan dalam dadanya, kebersamaan tak selalu bermakna kesamaan pandangan, tapi mungkin juga karena ada musuh bersama. Ketika musuh bersama hilang, kebersamaan itu pun bisa berubah jadi satu permusuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lembar-lembar sejarah bangsa kita sesungguhnya telah dipenuhi catatan perpisahan tokoh-tokoh yang sebelumnya bersama-sama menumpahkan darah dan airmata untuk bumi pertiwi. Dwi tunggal proklamator Soekarno-Hatta pun harus berpisah di persimpangan sejarah`. Tokoh-tokoh mahasiswa Angakatan 66 akhirnya terbelah saat sebagian memilih masuk ke dalam parlemen, sementara sebagian memilih untuk tetap menjadi kritis dari luar gelanggang. Kepentingan pragmatis dan individualistis seringkali menabrak dan mengaburkan garis-garis perjuangan yang semula disepakati dan dikumandangkan. Suara-suara perubahan demi rakyat akhirnya pelan-pelan menghilang &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jenderal A.H. Nasution dan Jenderal Soeharto bersama-sama lolos dari upaya pembunuhan PKI. Jenderal Nasution kemudian sebagai Ketua MPRS kemudian melantik Soeharto sebagai Pj.Presiden. Namun perbedaan pandangan kemudian membuat Soeharto mengucilkan Nasution. Barangkali bila Ali Sadikin tidak menangis di hadapan Habibie meminta nasib Jenderal Nasution diperhatikan, Prsiden Soeharto juga tidak akan memberikan penghargaan yang layak bagi Nasution berupa Jenderal Bintang Lima bersama-sama dirinya dan Jenderal Soedirman. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Paparan kondisi di atas, sekali lagi menegaskan bahwa tidak ada persahabatan yang abadi. Ketika kepentingan, dan situasi sudah berubah, kita juga harus siap berpisah dengan teman seperjalanan sebelumnya. Kelokan dan persimpangan sejarah begitu banyak menghadang di depan. Pada akhirnya masing-masing akan menentukan pilihan yang mungkin baginya. Pilihan-pilihan itu mungkin berbeda atau bahkan bergesekan. Namun sesungguhnya akan teramat indah bila perbedaan pandangan, kepentingan pribadi dan kelompok tidak memutus jalinan persahabatan yang terukir di masa-masa sulit dan penuh perjuangan. Persahabatan itu semestinya dijadikan simpul pengikat segala perbedaan yang ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-9013856403165721377?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/9013856403165721377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/03/persahabatan-di-persimpangan-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/9013856403165721377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/9013856403165721377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/03/persahabatan-di-persimpangan-sejarah.html' title='PERSAHABATAN DI PERSIMPANGAN SEJARAH'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S5AVUYQS2WI/AAAAAAAAAOA/ZtJvMwsp3Ys/s72-c/ruhut.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-6919720629957978786</id><published>2010-01-27T13:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T13:51:01.145-08:00</updated><title type='text'>Kasus Century : Mengapa Tidak Pilih Opsi Ketiga?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S2C09YTj-0I/AAAAAAAAAM0/myxGXPiDwuo/s1600-h/rizalramli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S2C09YTj-0I/AAAAAAAAAM0/myxGXPiDwuo/s320/rizalramli.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431540117198338882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini kita hanya mendengar dua opsi dalam menyelesaikan kasus Century. Opsi pertama, menutup Bank Century dengan menjual asset-aset yang dimilinya. Opsi ini ditengarai akan menimbulkan dampak sistemik berupa dampak tagihan tidak tertagih bagi bank-bank lain dan pemilik dana dan simpanan yang tidak dijamin bagi nasabah di atas Rp 2 milyar serta hilangnya kepercayaan masyrakat terhadap perbankan yang diikuti tindakan rush. Opsi kedua, Bank Indonesia melalui LPS mem-bailout Bank Century dengan dana mencapai Rp 6,7 trilyun untuk menghindari kasus bila memilih opsi pertama.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kita semua tahu bahwa Gubernur Bank Indonesia dan Menkeu atau Ketua KSSK saat itu akhirnya memilih opsi kedua ini. &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sesungguhnya ada opsi ketiga, yaitu pengambilalihan Bank Century oleh Bank yang lebih besar sehingga LPS tidak perlu mengeluarkan dana hingga Rp 6,7 trilyun tersebut. Direktur utama Bank Mandiri Agus Martowardoyo sebenarnya sudah menawarkan opsi tersebut pada saat rapat KSSK. Namun, entah dengan pertimbangan apa, Gubernur Bank Indonesia dan Ketua KSSK Sri Mulyani tidak menerima tawaran tersebut. Padahal jika pihak berwenang saat itu mengambil pilihan ini, kita tidak akan menghadapi kasus bank Century seperti saat ini karena opsi ini sebetulnya sudah pernah diterapkan dan berhasil.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam keterangannya di hadapan Panitia Pansus Bank Century, Rabu tgl 21 januari 2010, mantan Menko Ekuin Rizal Ramli memaparkan situasi yang mirip kasus Century tapi dengan skala lebih besar ketika Bank BII di-rush hingga mencapai 0,5 trilyun dalam satu hari akibat kekhawatiran nasabah karena hutang Grup Sinar Mas yang meningkat. Rizal Ramli sebagai Menko Ekuin memanggil Deputi Gubernur BI Anwar Nasution dan Direktur Bank Mandiri E.C.W. Neloe, untuk menyusun scenario bahwa Bank Mandiri&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mengambil alih bank BII untuk menenangkan nasabah. Tapi sesungguhnya tidak ada transaksi antara Bank Mandiri dan BII. Rizal mengancam agar scenario ini tidak bocor kepada siapapun, hanya antara mereka bertiga. Jika bocor, Neloe harus siap-siap dicopot dari jabatan Direktur Bank Mandiri.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Selain memanggil Direktur Bank mandiri dan Deputy Gubernur BI, Rizal Ramli juga memanggil direksi BII dan mengultimatum mereka jika tidak bisa memulihkan BII dalam 3 bulan, maka mereka harus siap-siap cari pekerjaan baru. Hasilnya, menurut Rizal Ramli hanya dalam 6 minggu, BII kembali pulih. Semua uang nasabah kembali masuk.Inilah hal yang paling mendasar yang membedakan antara kasus bank BII dan bank Century. Pilihan skenario “pengambilalihan” bank BII oleh Bank Mandiri dilakukan karena adanya rush yang benar-benar terjadi dan berhasil memulihkan kepercayaan nasabah. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sementara, keputusan melakukan bail-out Bank Century hanya didasarkan kepada kekhawatiran akan terjadi rush.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari segi kepemimpinan, keputusan yang diambil Rizal Ramli untuk membuat skenario “pengambilalihan” Bank BII oleh Bank Mandiri dan berhasil memulihkan kepercayaan public tanpa biaya sama sekali menunjukkan kualitas kepemimpinannya dibanding para pihak yang turut mengambil keputusan dan menyetujui bail-out Bank Century. Dalam situasi sulit dan genting, seorang pemimpin diuji untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan umum dengan biaya seminimal mungkin.Rizal Ramli menyelesaikan hanya dengan sebuah scenario dan ultimatum, sementara Budiono dan Sri Mulyani gigih membela opsi bail-out meskipun harus dibayar dengan dana Rp 6,7 trilyun.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, meski telah mengelontorkan dana Rp 6,7 trilyun untuk membail-out Bank Century, permasalahan ternyata belum selesai. Banyak nasabah Century masih terombang-ambing karena dana mereka belum kembali. Walau sudah melakukan demonstrasi dan menyurati Presiden, belum ada kepastian mengenai nasib dana mereka. Timbul pertanyaan, apakah dana Rp 6,7 trilyun tersebut belum memperhitungkan dana nasabah yang belum kembali tersebut? Jika sudah termasuk, mengapa mereka tidak bisa menarik dana mereka kembali? Bukankah tujuan keputusan bail-out justru untuk menjaga kepercayaan masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan dana yang mereka simpan?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin dalam segala tingkatan sejatinya identik dengan pengambilan keputusan. Keputusan yang diambilnya akan sangat menentukan kemaslahatan masyarakatnya. Untuk itu, tidak ada salahnya setiap pemimpin belajar dari pemimpin lain yang pernah menghadapi problema yang sama atau mirip. Ketika New York diserang dengan pembajakan pesawat yang menghancurkan gedung WTC, walikota New York Rudy Giullani membaca buku mantan PM Inggeris Winson Chruchill mengenai apa tindakan yang dilakukannya ketika Inggeris diserang bom tentara Jerman. Hasilnya dia mampu kembali membawa New York bangkit. Dengan analogi yang sama, mestinya Gubernur BI dan Menkeu saat itu, bisa mengambil pelajaran dari kasus BII untuk menyelesaikan kasus Bank Century. Terlebih pada saat itu Direktur Bank Mandiri ,Agus Martowardoyo sendiri sudah mengusulkan solusi yang sama dengan yang dilakukan Rizal Ramli. Kita memiliki contoh pemimpin yang memiliki pengalaman konkrit untuk ditiru. Seandainya opsi ini yang diambil, pemerintah saat ini tidak akan kehabisan waktu dan energi menghadapi berbagai persoalan turunan yang tidak terpikirkan saat itu, dan fokus menjalankan program 5 tahunan yang sudah disusun.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Source: http://www.rihat-online.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-6919720629957978786?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/6919720629957978786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/kasus-century-mengapa-tidak-pilih-opsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6919720629957978786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6919720629957978786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/kasus-century-mengapa-tidak-pilih-opsi.html' title='Kasus Century : Mengapa Tidak Pilih Opsi Ketiga?'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S2C09YTj-0I/AAAAAAAAAM0/myxGXPiDwuo/s72-c/rizalramli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8480925878792643930</id><published>2010-01-18T03:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T04:06:59.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Bagaimana Memimpin di Masa Sulit dan Ketidakpastian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S1RNlBcw5_I/AAAAAAAAAMs/3X2mA2dXCz4/s1600-h/leeiacocca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S1RNlBcw5_I/AAAAAAAAAMs/3X2mA2dXCz4/s320/leeiacocca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428048749327869938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Seorang pemimpin yang baik memiliki dua ciri. Pertama, dia m&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;ampu mempengaruhi dan menginspirasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anggotanya sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka rela melakukan yang terbaik untuk tujuan bersama. Kedua, memiliki tujuan (visi) organisasi ke depan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan mampu mengkomunikasikannya ke tim atau anggotanya. Anggota bisa terinspirasi karena visi yang menggairahkan atau mulia, nilai-nilai hidup (prinsip), teladan ,kemampuan berkomunikasi. Pemimpin bukan jabatan namun pengakuan dari orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Anggota akan berpaling kepada pemimpin di masa-masa kesulitan dan tidak pasti. Pada saat panik orang menjadi tidak rasional sehingga pemimpin harus bicara dari hati ke hati dan mengerti perasaan serta kesulitan mereka.  &lt;span style=""&gt;Ada dua type orang (pemimpin) di masa krisis. Pertama, Pemimpin yang Fokus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bisnis seperti arena balap yang memiliki jalur lurus dan tikungan. Pemimpin harus memiliki kemampuan bagaimana melewati saat-saat sulit (tikungan) sehingga bisnis bisa tetap berjalan baik.Pemimpin harus fokus satu masalah pada satu saat (fokus pada kompetitor, target penjualan,dll). Kedua, &lt;b&gt;Freezed (membeku). &lt;/b&gt;Kesalahan terbesar pemimpin adalah tidak melakukan apa-apa pada saat krisis (wait and see)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Donald Trump, seorang pemimpin harus memimpin dengan otoritas. Pemimpin yang memiliki otoritas harus berpikir independen meski sering harus bertentangan dengan orang lain. Dia juga harus membuat keputusan dan memiliki rasa tanggung jawab atas konsekwensi dari keputusan yang dibuatnya. Pemimpin boleh merasa tidak pasti mengenai hasil yang akan dicapai namun tidak boleh tidak jelas mengenai arah atau visi perusahaan.  &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemimpin harus mengkomunikasikan visinya kepada pengikut dengan jelas sehingga bisa dipahami dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada saat terjadi masa sulit dan ketidakpastian ada t&lt;span style=""&gt;iga hal yang umum dilakukan orang .Pertama , mencari rasa aman (security). &lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Dalam keadaan panik, semua orang orang akan mencari pegangan. Bila pemimpin tidak jelas, pengikut akan mencari keamanan pada orang lain (bisa jadi adalah provokator), Kedua, m&lt;span style=""&gt;encari harapan (Hope). &lt;/span&gt;Semua orang memiliki harapan hari esok akan lebih baik Pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus bisa memberikan harapan kepada pengikut dengan melakukan tindakan. Ketiga ,m&lt;span style=""&gt;embeku (tidak melakukan apa-apa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ada beberapa tindakan penting yang dapat dilakukan pemimpin di masa ketidakpastian. Pertama, m&lt;b&gt;empelajari pemimpin lain. S&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;eorang pemimpin harus mempelajari apa yang dilakukan pemimpin lain yang menghadap kondisi yang sama dan berhasil. Misalnya ketika New York diserang tahun 2001, walikota Rudy Guillani mempelajari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;apa yang dilakukan PM Churchill saat London dibom tentara Nazi saat perang dunia II sehingga dia berhasil membangun New York lebih baik dari sebelumnya. Bangsa yang besar selalu meninggalkan buku untuk dipelajari generasi berikutnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kedua, m&lt;b&gt;emberi harapan. &lt;/b&gt;Harapan di masa depan adalah kekuatan saat ini. Pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus memberi harapan dengan membuat mereka bertindak. &lt;span style=""&gt;Harapan adalah perpaduan antara realitas dan peluang. &lt;/span&gt;Pemimpin yang bisa memberi harapan adalah pemimpin yang mampu melihat realitas sebagaimana adanya (keadaan tidak menyenangkan,terancam,dll) tapi sekaligus juga mampu melihat peluang-peluang ke depan yang lebih baik. Pemimpin yang memberi harapan tanpa melihat realita memberi harapan kosong Pemimpin yang terlalu melihat realita tanpa melihat kemungkinan-kenungkinan (peluang) yg lebih baik menjadi tidak melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa-apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pemimpin harus bisa melihat adanya harapan sebelum orang lain melihatnya. Pemimpin harus memiliki gambaran yang jelas. Pemimpin harus menyampaikan harapan kepada orang lain sebelum orang lain mengatakannya (ada resiko dicaci orang). &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pemimpin harus menciptakan harapan sebelum orang lain menciptakannya (we will find the way or we'll make one). Contoh : Pada tahun 1963, masa dimana terjadi diskriminasi berdasar warna kulit di Amerika, Martin Luther King menyampaikan mimpinya bahwa suatu saat anak-anaknya akan tinggak di negeri yang tidak menghakimi orang berdasarkan warna kulitnya tapi berdasarkan kadar karakternya dan anak-anak kulit hitam dan anak kulit putih akan bergandengan tangan sebagai saudara dan saudari. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat ini mimpinya sudah terwujud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin melihat masalah sebagai peluang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Pemimpin sering lahir (muncul) karena adanya krisis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Krisis merupakan pintu masuk dan memberi peluang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk berkembang meskipun ada resiko,contoh : pada masa krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998, banyak perusahaan yang tidak bisa membayar trainer dari luar negeri karena biaya transportasi, akomodasi dan fee sangat mahal karena dibayar dalam dollar. James Gwee menawaran diri sebagai trainer asing tapi biaya lebih murah karena dia tinggal di Indonesia, dan dibayar dalam rupiah.Sekarang James Gwee menjadi favorit trainer di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin memberitahukan realita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Pemimpin harus memberitahukan kebenaran apa adanya. Contoh: Pada saat kampanye, Lee Kwan Yeu memberitahukan kepada para pemilih bahwa jika dia terpilih sebagai Perdana Menteri Singapura, dia akan menaikkan pajak dan mengetatkan kesejahteraan warga,bukan untuk kepentingannya dan warga saat itu tapi untuk kepentingan anak cucu mereka 20 tahun berikutnya. Mereka dipersilahkan untuk tidak memilih dia jika tidak setuju dengan programnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemimpin melihat kemungkinan-kemungkinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang pemimpin harus bisa melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Pertama, &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pemimpin harus bisa melihat yang tidak terlihat (invisible). &lt;/b&gt;Contoh : Saat Steve Jobs, pendiri Apple Computer, berkunjung ke kantor temannya, dia melihat temannya menggunakan alat yang dapat menunjuk dan memberi perintah melalui monitor tanpa harus mengetik di keyboard. Saat itu Steve melihat alat ini akan sangat membantu mempermudah pekerjaan dan meningkatkan penjualan komputernya yang mengalami penurunan karena kalah bersaing dari IBM. Sejak itulah lahir komputer yang dilengkapi dengan Mouse. Kedua, &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sejarah selalu berulang.&lt;/b&gt; Untuk mengetahui masa depan ,pemimpin harus mempelajari masa lalu karena suatu kondisi biasanya berulang dalam jangka waktu tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Perubahan radikal ala Jack Welch (mantan CEO General Electric)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jack Welch melakukan perubahan radikal di General electric dengan penekanan pada tiga hal : Pertama, &lt;b&gt;Kecepatan Hidup. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat karena dalam kompetisi, kecepatan merupakan faktor yang sangat berharga. Orang-orang yang tidak kompeten akan terseleksi dengan sendirinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena kalah cepat. Kedua, &lt;b&gt;Penyederhanaan (Simplify). P&lt;/b&gt;emimpin harus membuat sesuatu yang rumit menjadi lebih sederhana, misalnya mengurangi prosedur, menyederhanakan tempat kerja, melepas sebagian wewenang kepada anak buah, menyederhanakan rapat, mengurangi memo dan surat menyurat. Ketiga, &lt;b&gt;Lebih Informal. &lt;/b&gt;Tidak membuat aturan dan approval yang tidak perlu, orang bebas menyatakan pendapat, mengadakan rapat secara informal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Gaya Kepemimpinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kita mengenal beberapa gaya kepemimpinan yang umum diterapkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertama, m&lt;b&gt;emimpin dengan menakut-nakuti orang lain. Cara ini b&lt;/b&gt;isa digunakan pada saat krisis serta warga belum berpendidikan. Kedua, &lt;b&gt;Memimpin dengan menginspirasi orang lain (supporting). &lt;/b&gt;Digunakan pada saat kondisi tenang dan warga atau pengikut sudah berpendidikan yang baik. Pemimpin harus sadar gaya kepemimpinan mana yang sesuai dengan zamannya. PM Winston Chruchill yang berhasil memimpin Inggris pada masa Perang Dunia ke 2, diturunkan 2 tahun kemudian karena tidak menyesuaikan gaya kepemimpinannya di masa damai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kepemimpinan Lee Iococca di Chrysler&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; Perusahaan mobil Chrysler mengalami kebangkrutan karena dikelola seperti manajemen warung dimana  Kepala pabrik dan Sales di bawah 1 pimpinan sehingga produksi sengaja dibuat rendah agar target penjualan bisa tercapai sehingga pabrik dalam kondisi under capacity. Lee Iococca mengambil tindakan keras untuk menyelamatkan perusahaan :&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pertama, dari 35 kepala departemen, 33 orang dipecat di bulan pertama. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akibatnya para karyawan merasa bila mereka tidak bekerja baik mereka juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa kena pecat seperti atasannya. Kedua, gaji Lee Iacocca hanya U$ 1 per bulan selama setahun (hampir sama dengan tidak digaji). Ketiga, bicara langsung dengan Serikat Buruh dan menyatakan bahwa pabrik bisa buka dan menerima ribuan karyawan jika buruh mau menerima upah U$ 17 per jam atau tidak ada pekerjaan (tutup) jika buruh menuntut U$ 20 per jam. Serikat buruh mau menerima pengurangan upah karena melihat bahwa Lee Iococca sendiri tidak digaji selama satu tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Orang mau menerima kesengsaraan bila semua menderita bersama (Equality of Sacrifice)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Disarikan dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seminar James Gwee : How To Lead in Difficult and Uncertain Times&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tgl : 29 Oktober 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tempat: Hotel Novotel, Mangga Dua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Http://rihat-online.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8480925878792643930?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8480925878792643930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/bagaimana-memimpin-di-masa-sulit-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8480925878792643930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8480925878792643930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/bagaimana-memimpin-di-masa-sulit-dan.html' title='Bagaimana Memimpin di Masa Sulit dan Ketidakpastian'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S1RNlBcw5_I/AAAAAAAAAMs/3X2mA2dXCz4/s72-c/leeiacocca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5342410153053816011</id><published>2010-01-12T15:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T15:37:38.786-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Kereta Gantung sebagai Alternatif Moda Transportasi Perkotaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S00HQe3t06I/AAAAAAAAAMk/CY5yiXx9gRw/s1600-h/metrocablecolombia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S00HQe3t06I/AAAAAAAAAMk/CY5yiXx9gRw/s320/metrocablecolombia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426001105797370786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Persoalan kemacetan lalu lintas merupakan persoalan yang tak kunjung selesai dalam sistem transportasi Indonesia, khususnya Jakarta. Masalahnya pertambahan kenderaan roda dua dn roda empat tidak sebanding dengan pertambahan dan perluasan jalan yang ada. Pesatnya pertambahan kenderaan di jalan raya, selain akibat tidak adanya pembatasan produksi dari perusahaan otomotif, juga akibat semakin mudahnya mendapatkan kredit kenderaan saat ini. Hanya dengan DP Rp 700 ribu, orang sudah bisa membawa pulang sebuah kenderaan roda dua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemda DKI Jakarta sesungguhnya telah membuat terobosan mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas ini. Hal ini terlihat dari kebijakan mantan Gubernur Sutiyoso untuk mengadakan Busway sebagai salah satu cara untuk menarik para pengendara roda empat untuk beralih menggunakan transportasi umum dengan fasilitas yang lebih baik dibanding bis kota umumnya. Namun keefektifannya masih dipertanyakan karena kenyataannya  para penompang busways hanya peralihan dari penumpang bis kota namun belum mampu menarik para pengendara roda empat. Akibatnya, jumlah kenderaan pribadi roda empat tetap masih banyak dan timbul kemacetan baru karena jalur kenderaan umum diambil alih oleh busway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengatasi kemacetan transportasi darat, maka perlu dipertimbangkan untuk mrnggunakan moda transportasi alternative di atas tanah. Salah satu moda transportasi di atas tanah yang bisa ditempuh adalah penggunaan kereta gantung (Aerial Tram). Kereta gantung ini sudah dipergunakan untuk transportasi di tempat –tempat wisata seperti Taman Mini Indonesia Indah dan di Taman Impian Jaya Ancol. Kereta gantung di TMII memiliki 85 kabin dengan jarak tempuh 2.688 m dengan ketinggian 20 m di atas permukaan tanah. Pengunjung bisa dengan mudah melihat dan mengelilingi seluruh tempat wisata dengan view yang lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain untuk transportasi di arena wisata, kereta gantung juga sebenarnya bisa digunakan untuk alat transportasi di perkotaan. Salah satu kota di dunia yang sudah menggunakan kereta gantung adalah kota Medellin di Kolombia. Di sini, kereta gantung khususnya digunakan untuk mengangkut penduduk dari daerah pegunungan ke perkotaan. Dari data yang ada, disebutkan bahwa system kereta gantung dengan 13 jalur dan panjang 2,7 km ini mampu mengangkut penumpang 25.000 orang per jam dengan lama tempuh 11 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa keuntungan menggunakan kereta gantung . Pertama ,dari segi biaya investasi  lebih murah dibanding menggunakan  monorel karena teknologinya lebih sederhana. Kedua, jumlah penumpang yang dapat diangkut juga cukup besar tergantung kabin yang digunakan. Satu kabin bisa memuat 4-12 orang penumpang. Ketiga, kereta gantung tetap bisa dijadikan sarana rekreasi di perkotaan sehingga orang akan beralih dari menaiki kenderaan di darat ke kereta gantung sehingga pengguna kenderaan darat akan berkurang dan jalanan akan lebih lancar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persoalan kepadatan lalu lintas hanya akan bisa diatas jika pemerintah mau mencari alternative moda transportasi di luar jalan darat. Penggunaan kereta gantung, selain waterway dan monorel, bisa dipertimbangkan oleh pemerintah karena faktor kemudahan teknologi dan biaya lebih rendah. Dengan penggunaan kereta gantung sebagai alternative moda transportasi di dalam kota, kita berharap masalah kemacetan lalu lintas akan bisa dikurangi.Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5342410153053816011?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5342410153053816011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/kereta-gantung-sebagai-alternatif-moda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5342410153053816011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5342410153053816011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/kereta-gantung-sebagai-alternatif-moda.html' title='Kereta Gantung sebagai Alternatif Moda Transportasi Perkotaan'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S00HQe3t06I/AAAAAAAAAMk/CY5yiXx9gRw/s72-c/metrocablecolombia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2009529149019976872</id><published>2010-01-05T12:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T12:48:41.765-08:00</updated><title type='text'>Mari Belajar E-Government dari Jembrana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0OlIy-5ITI/AAAAAAAAAMc/n1x_NmQLQdg/s1600-h/evoting.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0OlIy-5ITI/AAAAAAAAAMc/n1x_NmQLQdg/s320/evoting.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423359946827309362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada waktu kampanye pemilihan Gubernur &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; di salah satu TV nasional, calon Gubernur Prof.Dr.drg. I Gede Winasa yang juga Bupati Kabupaten Jembrana memaparkan program pendidikan gratis dan biaya kesehatan gratis bila dia terpilih jadi Gubernur Bali. Apakah dia menghayal? Tidak. Program itu dalam tingkat lokal kabupaten Jembaran sudah diimplementasikan dan terbukti bisa berjalan. Namun dalam pemilihan ternyata I Gede Winasa kalah daricalon dari PDIP , I Made Mangku Paskita yang juga mantan Kapolda &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;. Mungkin nama besar Paskita mampu meredam visi Wisana yang sudah terbukti bisa diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun dalam pemilihan E-Government Award yang diadakan oleh majalah Warta Ekonomi tahun 2009 , kabupaten Jembrana justru berhasil mempertahankan gelar juara tahun 2008 dalam penerapan E-government untuk tingkat kabupaten. Keunggulan Jembrana adalah penerapan kartu J-Card (Jembrana Card). Setiap warga Jembrana yang memiliki J-Card dapat pergi ke rumah sakit dan menunjukkan kartunya. Kartu akan ditempelkan ke mesin pembaca (card reader). Untuk otorisasi, si pasien cukup menempelkan tangannya. Di layar komputer akan terpampang riwayat medis si pasien dan pengobatan yang pernah diterimanya. Setelah diobati, si pasien boleh pulang dan cukup mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jembrana Card (J-card) juga ternyata berfungsi ganda. Selain kartu berobat, kartu ini juga sekaligus menjadi KTP dan ATM. Dengan penggunaan J-card sebagai KTP, pemerintah daerah bisa mengetahui jumlah, penyebaran dan tingkat ekonomi penduduknya. Menurut data, sudah 60% dari  263.000 warga Jembrana yang memiliki kartu J-card. Kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan kemampuan pemerintah daerah untuk memproduksi kartu per hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Manfaat penting lain implementasi J-Card adalah untuk pelaksanaan e-voting atau pemilu dengan sistem elektronik. Dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting, rata-rata waktu yang dibutuhkan pemilih untuk memberikan suaranya hanya 25,83 detik. Tingkat keakuratan data hasil pemilihan bisa dipastikan akan lebih tinggi karena bebas dari kesalahan perhitungan manual dan kemungkinan manipulasi data seperti yang sering kita dengar pada pemilu tingkat nasional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prestasi kabupaten Jembrana dalam mengimplementasikan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat sepatutnya menjadi benchmark bagi kabupaten lain di Indonesia. Pemerintah pusat atau provinsi bisa menginstruksikan ke seluruh jajaran pemerintah daerah di bawahnya untuk mencontoh dan menyempurnakan program J-card yang sudah berjalan di kabupaten Jembrana. Dengan demikian diharapkan seluruh kabupaten dan kotamadya di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; akan mampu memberikan pelayanan publik yang memuaskan bagi warganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Permasalahan umum yang sering terjadi untuk penerapan system teknologi seperti ini adalah membengkaknya biaya pengadaan peralatan yang dibutuhkan. Padahal penggunaan teknologi tidak berarti harus dengan biaya ratusan milyar atau trilyunan rupiah. Pemerintah Jembrana sendiri menurut data hanya berinvestasi antara Rp 100-500 juta di tahun 2009. Tentu biaya inipun relatif tergantung jumlah penduduk yang harus dilayani. Namun pada hakekatnya, biaya tersebut harus bisa dibiayai dari alokasi anggaran pemerintah daerah yang bersangkutan untuk implementasi iptek di lingkungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Pusat juga perlu memberikan penghargaan kepada kabupaten/kotamdadya yang terbukti berprestasi dalam implementasi iptek untuk peningkatan kesejahteraan warganya. Dalam sebuah tulisan berjudul &lt;i style=""&gt;Menyiasati Rendahnya Adopsi Iptek&lt;/i&gt;, dalam &lt;i style=""&gt;Buku Sains &amp;amp; Teknologi Jilid 2&lt;/i&gt; (Penerbit Gramedia,2009), halaman 440, Fathoni Moehtadi, menyatakan bahwa untuk mendorong dan memotivasi pemda untuk semakin banyak memanfaatkan kandungan iptek dalam kegiatan, perlu diberikan penghargaan oleh pemerintah. Tugas memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang menerapkan iptek ini adalah menjadi tanggung jawab Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Kita berharap untuk pemerintah daerah seperti Kabupaten Jembrana diberikan penghargaan oleh KNRT sehingga bisa memicu daerah tersebut dan juga daerah-daerah lain untuk menerapkan iptek dalam pelayanan masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penerapan perangkat teknologi dan informasi dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat jelas sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti apa yang telah dibuktikan pemerintah daerah kabupaten Jembrana. Kita mengharapkan pemerintah daerah lainnya bisa menerapkan di wilayahnya masing-masing. Pemerintah pusat juga perlu mendorong kebijakan penerapan e-government di daerah dengan memberikan penghargaan kepada daerah yang berhasil menerapkan e-government dengan terwujudnya pelayanan yang lebih cepat, efisien dan peningkatan kemakmuran rakyat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2009529149019976872?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2009529149019976872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/mari-belajar-e-government-dari-jembrana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2009529149019976872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2009529149019976872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/mari-belajar-e-government-dari-jembrana.html' title='Mari Belajar E-Government dari Jembrana'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0OlIy-5ITI/AAAAAAAAAMc/n1x_NmQLQdg/s72-c/evoting.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7824216900365540918</id><published>2010-01-03T01:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T01:28:28.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Ada Dinosaurus di Kota Wisata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BfksMlzWI/AAAAAAAAAL8/-l0hvJe_MvA/s1600-h/dinosaurus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BfksMlzWI/AAAAAAAAAL8/-l0hvJe_MvA/s320/dinosaurus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422439035297975650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Wisata sesungguhnya nama sebuah komplek perumahan mewah di wilayah Cibubur Jakarta Timur. Namun di dalam komplek perumahan ini juga ternyata terdapat tempat wisata yang sering dikunjungi banyak orang. Bukan hanya penduduk di sekitar perumahan, tapi terkadang juga dari luar daerah. Hal itu terlihat dari seringnya bis parawisata yang sering nongkrong di lokasi wisata ini. Tempat ini bisa dijangkau dari berbagai arah ,misalnya lewat pintu depan di daerah Cibubur, dari Jalan Raya Narogong, Bekasi dan bisa juga dari arah Bojongkulur ,Bogor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat liburan tahun baru tgl 1 Januari 2010, saya bersama istri dan adik, seusai kebaktian di gereja, mencoba singgah dan menikmati suasana di tempat ini. Ketika sampai, suasana tampak cukup ramai. Terlihat dari parkiran mobil dan motor yang nampak penuh. Berbeda dengan tempat wisata lainnya, tidak ada karcis ketika kita masuk. Paling hanya tiket parkir kenderaan. Tiket hanya dibayar sesuai dengan jenis permainan yang nanti kita mau ikuti di dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beberapa permainan di tempat ini. Salah satu yang banyak diminati pengunjung tentulah wisata air. Antrian&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0Bf15dbEBI/AAAAAAAAAME/ImbFORyKV5Y/s1600-h/kereta+air.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0Bf15dbEBI/AAAAAAAAAME/ImbFORyKV5Y/s320/kereta+air.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422439330916012050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; pengunjung terlihat cukup ramai menunggu giliran untuk naik sepeda air yang cukup banyak di danau (situ). Orang tua dan anak-anak terlihat gembira mengayuh sepeda air menuju tengah-tengah danau.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di atas danau ini terdapat juga terdapat permainan semacam kursi gantung. Terlihat anak-anak duduk di kursi gantung yang meluncur dari sisi danau menuju tepi di seberang. Mungkin ada juga rasa khawatir di hati anak-anak,misalnya bagaimana kalau jatuh dari kursi dan nyemplung ke danau? Meski rasa khawatir itu ada, tapi saya yakin setelah mereka selesai menyelesaikan permainan ini , akan timbul keberanian dan rasa percaya diri dalam hati mereka bahwa mereka telah bisa menempuh permainan yang mendebarkan dan sedikit menakutkan.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BhBqWj6cI/AAAAAAAAAMU/zbUVzsHL8J4/s1600-h/fllying+wheel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BhBqWj6cI/AAAAAAAAAMU/zbUVzsHL8J4/s320/fllying+wheel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422440632530758082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di tepian danau, tiba-tiba mata tertumbuk ke sebuah sosok 'hewan' yang sangat besar, seolah dia berjalan di atas danau. Sosok hewan purbakala Dinosaurus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nampak dengan gagah tegak di atas air. Kaki, tubuh dan lehernya nampak menjulang. Dalam tubuh dinosaurus buatan ini terdapat banyak permainan. Cukup banyak pengunjung yang antri. Kami sendiri, karena melihat antrian yang panjang, tidak jadi masuk dan melanjutkan jalan-jalan ke bagian lain.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BgcWxjtuI/AAAAAAAAAMM/4fyiaAtfDUE/s1600-h/kampung+cina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BgcWxjtuI/AAAAAAAAAMM/4fyiaAtfDUE/s320/kampung+cina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422439991620122338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain berbagai bentuk wisata permainan, tempat ini juga ternyata menjadi tempat wisata belanja. Di sini terdapat beragam pernak-pernik pakaian dan hiasan dari berbagai daerah dan Negara. Selain kampong &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, terdapat juga area kampong Cina. Di sini dijual berbagai jenis pakaian dan kaos dengan model khas Cina maupun sekedar tulisan dengan aksara &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Baju dan kaos warna merah menyala terlihat di mana-mana. Yang agak unik harganya dijual sesuai ukuran. Kaos ukuran XL misalnya dijual seharga Rp 35.000,- sedangkan ukuran L seharga Rp 32.000,-. Melihat dari mereknya, kaos-kaos ini adalah buatan Hongkong. Apakah FTA sudah mulai berlaku? Atau kaos-kaos buatan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ini sebenarnya sudah membanjiri pasar kita jauh sebelum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;FTA dengan Cina disahkan?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buat anda yang ingin berlibur bersama keluarga di dalam kota, berwisata ke Kota Wisata bisa menjadi pilihan. Terutama bila anda sudah pernah mengunjungi tempat wisata yang sudah dikunjungi seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah atau Kebun Binatang Ragunan. Yang penting bisa menjalin kebersamaan bersama anggota keluarga di hari libur khususnya di Tahun baru ini. Selamat Tahun Baru 2010!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7824216900365540918?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7824216900365540918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/ada-dinosaurus-di-kota-wisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7824216900365540918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7824216900365540918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2010/01/ada-dinosaurus-di-kota-wisata.html' title='Ada Dinosaurus di Kota Wisata'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/S0BfksMlzWI/AAAAAAAAAL8/-l0hvJe_MvA/s72-c/dinosaurus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2187635034434198259</id><published>2009-12-27T14:04:00.001-08:00</published><updated>2009-12-27T14:05:53.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Buku "Gurita Cikeas" dan Perlunya Transparansi Keuangan Parpol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SzfaBh6qjDI/AAAAAAAAALs/d7TNTNTf2rA/s1600-h/cikeas.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SzfaBh6qjDI/AAAAAAAAALs/d7TNTNTf2rA/s320/cikeas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420040396382833714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika terjadi gempa di Sumatera Barat baru-baru ini, Harian Kompas membuka rekening Kompas Peduli. Setiap hari dimuat daftar penyumbang yang sudah diterima berupa nama penyumbang, besar sumbangan, baik disampaikan secara langsung maupun lewat transfer bank serta total sumbangan yang sudah diterima setiap hari. Sebagai penyumbang, ada rasa puas melihat uang yang kita sumbang sudah diterima dan tercatat dalam data Kompas. Selanjutnya Kompas memberikan laporan kepada pembaca berapa dana yang sudah disalurkan dan kemana dana tersebut disalurkan. &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus partai politik, kita sangat jarang melihat transparansi data keuangan dalam hal siapa penyumbang dana yang mereka terima, berapa jumlahnya dan kemana dana tersebut dipergunakan. Ketidakterbukaan sumber dan penggunaan dana parpol menimbulkan berbagai spekulasi adanya aliran dana terselubung dari pihak-pihak tertentu kepada partai salah satu parpol, khususnya parpol pemenang Pemilu. Ketika Golkar menjadi penguasa jagad perpolitikan Indonesia, ramai diberitakan adanya aliran dana dari para konglomerat Indonesia,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lembaga-lembaga BUMN, pejabat-pejabat Negara, serta kader Golkar yang menjadi pengusaha. Namun tidak sekalipun ada data transparan di media cetak atau televisi mengenai data jelas siapa penyumbang dan besarannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam periode Presiden SBY, transparansi keuangan Partai Demokrat juga sejauh ini belum tersedia dalam media publik. Misalnya berapa dana yang berhasil dihimpun oleh Partai Demokrat selama kampanye pemilihan calon legislatif dan Pilpres kemarin. Dari mana saja sumber dana tersebut dan bagaimana pendistribusiannya sesuai kebutuhan pada saat kampanye. Misalnya, berapa dana yang diperoleh dari iuran anggota, sumbangan politisi demokrat, sumbangan pengusaha atau lembaga yang bersifat tidak mengikat.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak transparannya manajemen keuangan Parpol ini, telah menimbulkan swasangka yang berkepanjangan. Kasus bailout Bank Century yang dipersepsi akibat terjadinya krisis global, misalnya, telah ditarik ke ranah politik berupa adanya penyaluran dana bailout tersebut ke salah satu partai politik tertentu. Pansus Bank Century yang dibentuk DPR ujung-ujungnya sebenarnya hanya ingin membuktikan satu hal: apakah Partai Demokrat menerima aliran dana tersebut atau tidak? Bila benar, seperti apa konsekuensi politiknya terhadap Presiden SBY dan Wapres Boediono?&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kasus terakhir yang mencurigai adanya keterkaitan antara Presiden SBY dengan kasus Bank Century adalah terbitnya buku “&lt;em&gt;Membongkar Gurita Cikeas,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di Balik Skandal Bank Century”&lt;/em&gt; karangan George Junus Aditjondro. Buku ini belum beradar luas di pasaran, namun dikabarkan sudah ditarik dari toko buku. Dalam buku ini diceritakan adanya 6 Yayasan yang terkait dengan Cikeas yang berperan sebagai pemasok dana bagi Partai Demokrat. Namun sebenarnya tindakan pelarangan atau penarikan buku ini dari peredaran justru menimbulkan citra negatif bagi SBY karena mengesankan ada hal yang ditutup-tutupi dan membiarkan spekulasi sumber dana Partai Demokrat tetap berkembang.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Transparansi keuangan Partai Politik jelas sangat dibutuhkan untuk menghindari berbagai spekulasi dan kecurigaan masyarakat terhadap setiap partai Politik. Pemerintah harus menetapkan aturan bagi semua partai politik yang ada untuk menyampaikan laporan tertulis ke masyarakat di Koran-koran Nasional secara periodik, khususnya setelah penyelenggaraan Pemilu. Dengan proses keterbukaan semacam ini, masyarakat bisa menilai mana partai yang benar-benar bersih dan mana partai yang menerima dana dari pihak yang tidak jelas. Partai dengan sistem manajemen keuangan yang jelas dapat diharapkan akan mengelola keuangan Negara secara jelas dan terbuka. Sebaliknya, partai-partai yang tidak jelas sumber dananya dan penggunaannya, bisa diduga akan mengelola keuangan Negara secara tidak transparan pula.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Undang-Undang Parpol No 31/2002, setiap parpol yang mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM harus menyerahkan laporan keuangannya setiap tahun ke KPU. Namun, menurut laporan ICW, tahun 2004 tercatat hanya 10 partai (4,2%) yang menyerahkan laporan audit, tahun 2005 hanya 9 partai (3,7%) . Kita belum tahu persis berapa partai yang sudah menyerahkan laporan tahun 2009. Persoalannya adalah, metode audit yang digunakan adalah Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan (PSAK) 45 yang tidak mengecek sumber dana. Hasilnya, aliran dana terlarang tetap tidak bisa terungkap.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di luar ketentuan pelaporan keuangan di atas. Pemerintah juga perlu memperbarui aturan mengenai sumber dana partai. Dalam aturan yang ditetapkan bahwa partai politik dilarang menerima sumbangan dari beberapa sumber pendanaan, seperti pihak asing, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, yayasan, dan lembaga swadaya masyarakat, menerima sumbangan yang tidak jelas identitasnya atau melebihi batasan, serta mendirikan badan usaha. Pelanggaran &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ketentuan ini dapat diganjar dengan hukuman dari teguran terbuka hingga larangan mengikuti pemilu berikutnya atas perintah pengadilan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pelarangan mendirikan badan usaha justru bertentangan dengan upaya memandirikan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;partai politik dalam hal pendanaan. Justru dengan pemasukan dana dari badan usaha&lt;span&gt; &lt;/span&gt;internal ini, partai tidak perlu melakukan upaya-upaya ilegal dalam pendanaan partai. Di Negara lain seperti Jerman yang tingkat ekonominya lebih maju, partai politik justru diijinkan untuk mendirikan badan usaha. Dalam sebuah situs &lt;a href="http://www.forum-politisi.org/"&gt;di sini&lt;/a&gt;, disebutkan bahwa Partai Sosial Demokrat Jerman&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mendapatkan pemasukan dari badan usaha partai sebesar 3,5%, komersialisasi kekayaan partai 5%, dan penjualan publikasi dan berbagai aktivitas lainnya sebesar 7,8 &amp;amp; dari total pemasukan partai. Jenis usaha mereka pun beragam mulai dari penyewaan gedung kantor, perumahan penerbitan koran, percetakan, toko buku, dll.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Transparansi dan akuntabilitas keuangan partai politik sangat diperlukan untuk mencegah kecurigaan masyarakat mengenai adanya aliran dana terlarang yang dipakai membiayai kampanye partai politik saat pemilu. Peraturan dan sanksi yang tegas dari pemerintah atau KPU perlu agar kebijakan ini berjalan efektif. Di samping itu, peraturan-peraturan yang menghambat partai untuk memperoleh dana secara legal melalui badan usaha harus ditinjau ulang sehingga partai-partai mampu mandiri dan terhindar dari tindakan-tindakan penggalangan dana yang dilarang oleh undang-undang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2187635034434198259?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2187635034434198259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/buku-gurita-cikeas-dan-perlunya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2187635034434198259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2187635034434198259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/buku-gurita-cikeas-dan-perlunya.html' title='Buku &quot;Gurita Cikeas&quot; dan Perlunya Transparansi Keuangan Parpol'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SzfaBh6qjDI/AAAAAAAAALs/d7TNTNTf2rA/s72-c/cikeas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-6536366603632962359</id><published>2009-12-20T07:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T07:45:14.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Jangan Anggap Rendah Malaysia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sy5EPUgZ4eI/AAAAAAAAALU/_9kAO0XNbV0/s1600-h/cimb-niaga-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sy5EPUgZ4eI/AAAAAAAAALU/_9kAO0XNbV0/s320/cimb-niaga-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417342431766634978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu, negeri ini geger oleh penayangan sejumlah ikon budaya, seperti Reog Ponorogo dan Batik, yang diklaim seolah produk budaya asli &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebagian besar masyarakat kita marah dan menganggap &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; telah melecehkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Bahkan  ada plesetan jargon &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; : The Truly Asia menjadi The Truly Malingsia. Ketika dulu ada indikasi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; mau mengklaim salah satu pulau terluar &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; sebagai milik &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;, sebagian masyarakat yang marah dan tersinggung bahkan siap untuk dikirim berperang melawan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun sedikit kita yang menyadari bahwa sekitar 130 perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah beroperasi  secara legal di Indonesia dan menguasai banyak sektor penting. Dalam liputan khusus edisi No 20, Oktober 2009, majalah &lt;a href="http://www.wartaekonomi.co.id/"&gt;Warta Ekonomi&lt;/a&gt; menyajikan informasi mengenai perusahaan-perusahaan Malaysia yang berkiprah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Sebagian perusahaan tersebut merupakan perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; yang mengambil alih saham perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebagian lagi merupakan perusahaan asli &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; yang membuka cabang di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sedemikian masifnya perusahaan Malaysia yang berkiprah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; di segala sektor, sehingga bukan tidak mungkin di masa depan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; akan turut mengendalikan perekonomian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; melalui perusahaan-perusahaannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang perbankan misalnya, Malaysia hadir dengan penguasaan Bank CIMB Niaga, yang merupakan merger antara Bank Niaga dan Bank Lippo, Bank BII dan Bank Bumiputera. Bank CIMB Niaga merupakan bank kelima terbesar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam hal aset ,Dana Pihak Ketiga dan kredit yang kini 77,8 % sahamnya dimiliki CIMB Group Malaysia.  Nilai asetnya per 31 maret 2009 sebesar Rp 102,9 trilyun. Sementara bank BII termasuk dalam 10 bank terbesar Indonesia yang sahamnya kini 97 % dimiliki Bank Maybank, bank terbesar di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sektor perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit, perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; diperkirakan menguasai 2,1 juta hektare lahan sawit di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; . Tercatat ada 13 perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; yang bermitra dengan perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; dan diperkirakan menguasai 30 % lahan sawit di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Lahan sawit di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; diperkirakan sekitar 7 juta hektare dan menghidupi lebih dari 4,5 juta petani dan pekerja. Ekspor CPO Indonesia (dan turunannya) pada tahun 2008 merupakan 4,5% dari total ekspor nasional dengan nilai US $ 12,4 milyar. Sebagian besar perkebunan milik perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; ini berlokasi di &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan lahan sawit ini ditengarai juga menjadi modus pembalakan liar perusahaan Malaysia di Kalimantan. Lahan sawit yang baru dibuka dengan mengorbankan lahan hutan. Keuntungan dari penebangan hutan malah dijadikan motif dalam pembukaan perkebunan kelapa sawit yang baru. Menurut mantan menteri Kehutanan, M.S.Kaban, kerugian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mencapai sekitar Rp 35 trilyun per tahun akibat perdagangan kayu ilegal ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di sektor Migas, Petronas yang dulu belajar dari Pertamina, kini membidik industri hilir  sektor migas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan memproduksi minyak pelumas dan pendirian SPBU.  Petronas, melalui PT Petronas Niaga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, memproduksi 4 &lt;i style=""&gt;brand&lt;/i&gt; minyak pelumas yaitu Syntium, Sprinta, Mach5 dan Motolub. Sementara, dengan pemberlakuan UU Migas No 22 yang mencabut monopoli Pertamina di sektor hilir, Petronas mulai membuka SPBU pada tahun 2005 di Cibubur dan direncanakan akan mendirikan sekitar 400 SPBU hingga tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; juga masuk dengan pengambilalihan saham di sektor-sektor penting lainnya seperti Telekomunikasi dan Penerbangan. Di sektor &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Telekomunikasi&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; masuk melalui pengambilalihan saham PT Exelcomindo Pratama (XL) pada tahun 2004. XL merupakan operator ketiga terbesar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; setelah Telkomsel dan Indosat dengan jumlah pelanggan sekitar 26 juta orang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di sektor penerbangan, Air Asia Malaysia masuk dengan membeli 49 % saham Awair dan berganti nama menjadi PT Indonesia AirAsia pada tagun 2005.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sementara perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; sudah nyata hadir dengan skala yang signifikan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang merambah pasar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; justru bisa terbilang kecil. Menurut Sofyan Wanandi , faktor penyebab sedikitnya pengusaha &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang melakukan ekspansi bisnis ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; adalah ,pertama karena umumnya pengusaha &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; adalah pemain lokal.Pebisnis &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang go internasional hanya sekitar 10% dan berasal dari pengusaha atau konglomerat lama. Kedua, adalah pasar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang kecil dan sudah jenuh. Kondisi inilah yang juga mungkin justru memicu perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; melirik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, mengingat pasarnya yang begitu besar dengan jumlah penduduk 230 juta orang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; yang begitu besar di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; merupakan indikasi bahwa perekonomian &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; di masa depan juga akan ditentukan oleh kebijakan ekonomi yang diambil &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; sendiri memberikan kemudahan dan dukungan kepada perusahaan-perusahaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; yang berekspansi ke luar negeri melalui kredit-kredit yang lebih murah dari suku bunga di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Jumlah perusahaan maupun sektor bisnis yang akan mereka masuki di masa depan tentu akan semakin besar dan semakin luas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya adalah: bagaimana sikap pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sendiri dalam mensikapi situasi ini? Dapatkah pemerintah dan perbankan nasional memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk mampu menjadi tuan di negerinya sendiri? Selanjutnya, adakah kebijakan pemerintah dan perbankan nasional untuk mendukung perusahaan-perusahaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; bereskpansi ke luar negeri? Bila pemerintah dan perbankan nasional tidak memiliki kebijakan yang holistik ke arah tersebut, bukan tidak mungkin kita akan semakin tertinggal dari Malaysia dalam perekonomian regional. Kita tidak dapat lagi menganggap rendah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; hanya karena mereka dahulu belajar kepada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Apalagi menggertak mereka semata-mata karena jumlah penduduk kita jauh lebih banyak dari mereka. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-6536366603632962359?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/6536366603632962359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/jangan-anggap-rendah-malaysia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6536366603632962359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6536366603632962359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/jangan-anggap-rendah-malaysia.html' title='Jangan Anggap Rendah Malaysia'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sy5EPUgZ4eI/AAAAAAAAALU/_9kAO0XNbV0/s72-c/cimb-niaga-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1810702240482839605</id><published>2009-12-14T08:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T08:27:43.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Di Taman Safari: Gajah pun Mengerti Uang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZimi0y-5I/AAAAAAAAAK0/KxYtzVy0DfE/s1600-h/gbr3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZimi0y-5I/AAAAAAAAAK0/KxYtzVy0DfE/s320/gbr3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415124016282401682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari minggu tgl 13 Desember 2009, bersama seluruh karyawan perusahaan, kami mengadakan acara Tour Karyawan Tahunan ke Taman Safari Bogor. Sebanyak kira-kira 800 orang karyawan dan keluarga beranjak dari dua lokasi, dari Bekasi dan Pondok Indah mengendarai sekitar 15 buah bis. Sekitar pukul 7 pagi, satu persatu bis berangkat dari Bekasi, dikawal mobil polisi hingga ke tol Cibubur. Celoteh riang anak-anak bergema menggambarkan kegembiraan mereka bisa pergi berwisata dengan orang tua dan teman-teman seusianya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di daerah Sentul, rombongan dari Bekasi bertemu dengan rombongan dari Jakarta. Kotak&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZjQZ10aLI/AAAAAAAAAK8/0esx3py7U4k/s1600-h/gbr2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZjQZ10aLI/AAAAAAAAAK8/0esx3py7U4k/s320/gbr2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415124735425276082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; makanan dari rombongan Jakarta dioper ke rombongan Bekasi untuk dibagikan ke peserta di bus masing-masing. Setelah istirahat sejenak, rombongan berangkat kembali. Di daerah puncak, kondisi jalanan cukup padat sehingga polisi terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalan. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya rombongan bisa melaju kembali menuju lokasi wisata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar pukul 10 pagi, rombongan akhirnya tiba di lokasi. Karena hari libur, pengunjung yang datang cukup banyak. Bis dan mobil pribadi yang masuk terpaksa melaju perlahan karena padatnya kenderaan. Kami akhirnya bertemu dengan rombongan gajah yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Sebagian gajah sedang menikmati wortel yang disodorkan pengunjung dari balik kaca jendela. Terkadang geli juga melihat mereka menjulurkan belalainya ke dalam mobil mengambil makanan dari tangan pengunjung. Beberapa adegan gajah yang sedang menikmati makanan itu sempat saya abadikan. Demikian juga waktu melewati rombongan zebra. Namun setelah itu, ernyata batere kamera tidak bisa diajak berdamai lagi. Saya tidak bisa lagi mengabadikan adegan-adegan menarik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZkIsuAxKI/AAAAAAAAALE/sN61oaB6Gt8/s1600-h/gbr4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZkIsuAxKI/AAAAAAAAALE/sN61oaB6Gt8/s320/gbr4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415125702565479586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ternyata banyak sekali jenis binatang yang belum pernah saya jumpai sebelumnya ada di Taman ini. Beberapa mirip kerbau, atau kuda, namun sepertinya tidak ada di Indonesia. Ada juga harimau yang sedang bermalas-malasan dengan tidur di atas balai-balai. Seekor macan tutul, terlihat tidur di balik lubang pohon. beberapa kali perjalanan tersendat karena ternyata binatang-binatang itu masuk ke jalanan untuk mengambil makanan langsung dari kaca mobil pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di suatu tikungan mendaki, seekor gajah dengan penunggangnya berjalan di tengah jalan. Mobil-mobil pribadi berhenti sambil menjulurkan wortel ke belalai sang gajah. Langsung wortel-wortel tadi dilahap oleh si gajah. Kemudian sang supir menyodorkan uang kertas ke belalai gajah. Si gajah langsung memutar belalainya ke belakang ke arah si penunggang (pawang?)dan menyerahkan uang kertas tersebut. Kami tertawa menyaksikan ulang si gajah. Gajahpun ternyata bisa mengenali uang, dan uang itu adalah jatah si pawang...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak jenis binatang lain yang ada di taman ini. Ada bison, beruang yang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZkmnvdNRI/AAAAAAAAALM/V9ZK7Wd_N5g/s1600-h/gbr7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZkmnvdNRI/AAAAAAAAALM/V9ZK7Wd_N5g/s320/gbr7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415126216625435922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sedang bermalas-malasan sambil mandi matahari. Harimau putih yang tidur-tiduran. Kuda nil yang sedang mandi. Dua ekor banteng bermoncong putih dengan tanduk yang sangat besar nampak berduaan di atas bukit. Dua ekor bdak bercula satu ditemani burung jalak nampak murung di bawah atap perlindungannya. Ada yang terasa kurang dengan mengadakan perjalanan rombongan sendiri tanpa pemandu. Misalnya kita kurang tahu apa nama binatang yang banyak berkeliaran, termasuk daerah asalnya, dan kebiasaan-kebiasaannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai acara pembukaan dan pembagian doorprize di Balai Riung, seluruh peserta diberi waktu bebas untuk jalan-jalan atau bermain di area permainan yang ada. Nampak juga rombongan dari Daihatsu yang kebetulan sedang mengadakan Tour bersama keluarga. Saya sempat membeli dua potong kaus untuk kenang-kenangan buat orang rumah. Ketika sore menjelang seluruh rombongan kembali ke Jakarta dan Bekasi dengan membawa sepotong kenangan indah dari Taman Safari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1810702240482839605?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1810702240482839605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/di-taman-safari-gajah-pun-mengerti-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1810702240482839605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1810702240482839605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/di-taman-safari-gajah-pun-mengerti-uang.html' title='Di Taman Safari: Gajah pun Mengerti Uang'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyZimi0y-5I/AAAAAAAAAK0/KxYtzVy0DfE/s72-c/gbr3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1272788051667687674</id><published>2009-12-10T05:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T07:30:46.730-08:00</updated><title type='text'>Catatan Ringan dari Peluncuran Buku  Intelejen Bertawaf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyEODsJ1hjI/AAAAAAAAAKU/rPIB8ks02us/s1600-h/gbr1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyEODsJ1hjI/AAAAAAAAAKU/rPIB8ks02us/s400/gbr1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413623683630859826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRIHAT_%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="Street"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="address"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hujan lebat mengguyur kota Jakarta ketika bis Mayasari yang saya tumpangi dari Bekasi Timur mendekati daerah Blok M. Saya bertanya ke kenek bis, kalau mau ke jalan Darmawangsa naik apa.? Kenek Bis dan seorang penumpang menyarankan saya naik bajai yang biasa mangkal di STM Penerbangan menuju Jl. Darmawangsa X, lokasi peluncuran buku Pak Prayitno Ramelan, "Intelejen Bertawaf". Begitu besarnya hasrat saya untuk hadir dalam acara ini sehingga hujan badai pun di tempuh agar  bisa hadir dalam perhelatan ini. Di bajai yang membawa saya, saya mencoba mengenali daerah yang saya lewati dimana kira-kira saya berada. Saya terkejut, meski sudah 12 tahun di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sekitarnya ternyata saya tak kenal satupun daerah itu. Sekitar 10 menit kemudian sayapun sampai di Essence Darmawangsa. Kembali saya terkejut, karena di area ini ternyata hujan tak menampakkan jejaknya. Kemana dikau gerangan?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Di area pintu masuk, ternyata pemeriksaan cukup ketat. Beberapa kompasioner ternyata sudah hadir menyambut. Seseorang yang saya tahu kemudian tahu bernama pak Honny ramah menyapa."Blogger ya?" Saya mengangguk. Dan saya dipersilahkan menulis nama di buku daftar hadir. Tapi berbeda dengan acara ulang tahun I &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Kompasiana di Marios Place&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;, peserta tidak diberi name tag. Saya sempat berpikir, kalau tidak ada name tag bagaimana mengenali orang-orang nantinya? Dan memang cukup terasa saat pertemuan, kita tidak bisa langsung mengenali peserta lainnya. Mungkin ini bisa masukan untuk pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak orang yang hadir. Saya menyalami mereka yang sudah duduk di kursi bagian nelakang satu persatu. Saya duduk di kursi paling belakang. Untuk mencairkan suasana, saya mencoba menyapa seorang teman berambut ikal yang duduk di ujung barisan bangku saya. Kami pun berkenalan. "Edi Santana Sembiring", katanya mempekenalkan diri. Saya terkejut. Wah, ini penulis favorit saya ini,saya pikir. Dia masih cukup muda ternyata. Tulisan-tulisan sastra pak Edi bagi saya cukup memikat. Kami-pun langsung akrab berbincang, terutama karena sama-sama "halak hita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama seorang wanita cantik dan temannya, Inderaputra datang menyalami dan duduk di samping saya. kamipun berkenalan lagi. "Saya Lintang", ujarnya ramah. Wah ,ketemu lagi ni orang ngetop di Kompasiana. Lintang saya tahu pernah memenangkan lomba menulis, kalau tidak salah dalam rangka ulang tahun I Kompasiana. Bersama Inderaputra, kami berempat berbincang banyak hal di bangku paling belakang itu. Terutama mencoba mengenali siapa-siapa Kompasioner yang hadir. Lintang ternyata sudah menyiapkan print-out peserta yang sudah mendaftar akan hadir dalam acara ini dan mencari beberapa nama yang ingin dikenalnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setelah cukup lama menunggu, acara dimulai dengan sapaan-sapaan "ice-breaker" oleh Bapak Dali  Taher. Bapak Dali Taher sempat menyinggung kesukaan main golf Pak Prayitno dengan sebuah cerita anekdot. Pernah katanya Sri Paus berjumpa dengan PM Israel dan membuat kesepakatan untuk membuat pertandingan golf antara Vatikan (Katolik) dengan Israel (Yahudi) untuk mempererat hubungan antara kedua agama tersebut. Oleh Sri Paus diangkatlah pegolf dunia Jack Nichalaus jadi Kardinal agar bisa mengalahkan Israel. Setelah bertanding ternyata 'Kardinal' Jack kalah. Rupanya Israel juga tidak kalah lihai, mereka memasang Tiger Wood.....&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Acara pembahasan buku yang dimoderatori oleh Rosiana Silalahi, dimulai dengan tanggapan bapak Chappy Hakim. Pak Chappy menyinggung pentingnya blog bagi perkembangan intelektual siswa sesuai hasil penelitian di Perancis. Siswa-siswa yang aktif ngeblog umumnya jauh lebih pintar dibanding siswa lain yang tidak aktif, karena dengan membuat tulisan di blog mereka aktif membaca dan mereproduksi ilmu pengetahuan. Yang menarik, pak Chappy menyatakan para menteri di kabinet semestinya tidak perlu mengangkat staf ahli ,cukup aktif membaca Kompasiana .Karena di Kompasiana terdapat banyak informasi dan pengetahuan dari berbagai disiplin  ilmu dan latar belakang penulisnya. Tepuk tangan riuh penuh kebanggaan menyambut penegasan pak Chappy ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt; Terkait dengan dunia intelejen, pak Chappy menyatakan ada 3 jenis intelijen: Intelejen murni, yaitu yang benar-benar murni intelejen dan membawa sanpai mati informasi yang diperolehnya. Yang kedua, intelejen melayu. Yaitu intelejen yang hanya mencari uang. Intelejen jenis ini menurut pak Hendro Priyono,saat sesi berikutnya, suka duduk di restoran tapi pistolnya kelihatan di pinggangnya.Intelejen jenis ketiga, adalah Intelejen yang Bijaksana, yaitu intelijen yang masih mau bercerita, tanpa mengungkapkan hal-hal yang sifatnya rahasia. Dalam hal ini, menurut Pak Chappy,pak Prayitno masuk dalam golongan ketiga.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pak A.M. Hendropriyono, banyak mengungkap sejarah hubungan Indonesia dan Malasyia. Menurut beliau, pada era Soekarno, angkatan laut Indonesia termasuk disegani karena memiliki 12 buah kapal selam. Namun sekarang kita hanya memiliki 2 kapal selam. Tak heran Malasyia sekarang agak meremehkan Indonesia, karena kekuatan angkatan bersenjata mereka sekarang jauh lebih maju dibanding Indonesia. Dengan berseloroh pak Hendro menyatakan kapal selam Indonesia tidak bisa menembak kapal musuh yang di permukaan laut, sementara kapalnya yang di permukaan juga sudah mau tenggelam...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Sebelum pak Prayitno menyampaikan tanggapannya, beliau terlebih dahulu memanggil penyanyi mungil nan cantik Yuni Shara untuk menghibur pengunjung. Penampilan Yuni yang seksi disambut meriah pengunjung ditandai dengan banyaknya Kompasioner yang maju mengambil foto. Terlebih saat Yuni mengajak pak Prayitno duet menyanyikan  lagu " Di dadaku Ada Kamu".&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Pak Prayitno mencoba menjelaskan makna Intelejen Bertawaf sebagaimana tercantum dalam bukunya. Analogi ini diambil dari kegiatan mengelilingi Kabah saat menunaikan ibadah haji. Tawaf  adalah gerakan yang teratur dan terstruktur. Dengan jumlah jutaan jemaah haji yang melakukan tawaf, bila terjadi ketidakteraturan gerak sedikit saja maka akan menimbulkan akibat yang fatal. Dunia intelejenpun memiliki gerak yang teratur dan terrsruktur dalam mengumpulkan informasi secara teratur dan terus menerus. Informasi yang dihasilkannya haruslah akurat agar user yang menggunakan informasi tersebut tidak salah mengambil tindakan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Setelah tawa canda yang seru dalam mengakhiri  acara bincang-bincang tersebut, acara ditutup dengan makan siang bersama. Banyak sekali jenis makanan yang tersedia. Saya sendiri hanya mengambil nasi brongkos yang kebetulan agak kosong antriannya. Selesai makan, saya berbicang lagi dengan rekan-rekan yang sudah ngumpul di tempat acara. Ada Charles Tobing, bung Edi Santana, Berti  Rahawarin, mbak Mariska dan Rukmana dari bandung (dalam picnya ditulis Ruzzolongan, jadi saat ketemu tidak tahu orangnya sama). Saat bincang-bincang mbak Mariska sempat mengajak teman-teman Tahun Baru-an di Bandung. Tawaran yang manis, mungkin ada teman-teman yang tertarik...??&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Mbak Linda juga tidak sampai hati membiarkan mik menganggur. Maka langsunglah sang Madame Kompasiana ini melantunkan beberapa lagu. Setelah selesai satu lagu, kami teriak "Tambo Ciek.." mengikuti suasana di Restoran Padang. Mbak Linda menjawab "Once more.." dan melantunkan satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Acara dilanjutkan dengan penandatanganan buku oleh pak Prayitno. Para fans pak Prayitno dengan sabar mengantri  untuk mendapatkan tanda-tangannya. Mbak Lintang malah minta tanda-tangan 2 buku, satu buku untuk ayah,katanya. Ada yang sempat menggoda, komentator dapat royalti gak? Pak Prayitno tidak kalah sigap menjawab, sudah untung juga dimasukkan, numpang terkenal...he..he..Yang paling akhir pastilah foto-foto dengan segala keceriaan dan tawa bahagia. Mudah-mudahan ada acara launching buku lagi, agar kita bisa ketemu lagi, dan berfoto ceria lagi...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1272788051667687674?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1272788051667687674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/catatan-ringan-dari-peluncuran-buku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1272788051667687674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1272788051667687674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/catatan-ringan-dari-peluncuran-buku.html' title='Catatan Ringan dari Peluncuran Buku  Intelejen Bertawaf'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SyEODsJ1hjI/AAAAAAAAAKU/rPIB8ks02us/s72-c/gbr1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4646495342884531031</id><published>2009-12-05T10:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T10:28:59.345-08:00</updated><title type='text'>KASUS PRITA: HARUSNYA TUNTUTAN MALPRAKTEK BUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sxql-0ZXfaI/AAAAAAAAAKE/UGk8FZwhQVo/s1600-h/prita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sxql-0ZXfaI/AAAAAAAAAKE/UGk8FZwhQVo/s320/prita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411820400874585506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasus penahanan Prita Mulyasari sekali lagi membuktikan bawah pemutarbalikan fakta kembali berulang dalam dunia peradilan kita, yaitu kasus malpraktek berubah menjadi pencemaran nama baik. Malpraktek dalam undang-undang kesehatan diartikan sebagai kelalaian dokter dalam melakukan tugasnya yang berakibat kerugian materi, mencelakakan bahkan merenggut nyawa orang lain. Sementara Pencemaran nama baik dalam HukumPedia didefenisikan sebagai bentuk perusakan nama baik (defamation) seseorang baik yang bersifat verbal (slander) maupun tertulis (libel). Dalam bahasa sederhana pencemaran nama baik disebut fitnah, yaitu pernyataan yang memburukkan reputasi orang lain dan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya sesuai fakta yang ada.  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus Prita , sesuai isi email yang dikirimnya, pihak RS OMNI Internasional (catatan: kata Internasional hanya nama, tidak menyatakan RS OMNI bagian dari RS berstandar internasional) telah melakukan beberapa kelalaian. Pertama, hasil pemeriksaan lab tgl 7 Agustus 2008 menyatakan jumlah trombosit Prita menurun jadi 27.000 dari normal 200.000. Dua kali pemeriksaan oleh oleh petugas lab menyatakan hasil yang sama. Atas dasar hasil lab inilah Prita kemudian diwajibkan oleh dokter menjalani rawat inap dan dipastikan mengidap penyakit demam berdarah. Prita kemudian disuntik bermacam obat-obatan. Namun keesokan harinya, dokter tersebut menyatakan ada kesalahan dari hasil lab dan sudah direvisi jumlah trombositnya menjadi 181.000. Jadi kesalahan pihak rumah sakit adalah suatu fakta yang tak terbantahkan. Sampai di sini, kelalaian pihak rumah sakit telah menimbulkan kerugian materi bagi Prita karena semestinya cukup rawat jalan tapi diharuskan rawat inap karena trombositnya dinyatakan drop jadi 27.000.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kedua, dokter tidak memberikan penjelasan yang lengkap apa sesungguhnya penyakit Prita dan terus menerus menyuruh suster untuk menyuntikkan obat yang akhirnya menimbulkan bengkak di pergelangan tangan dan leher Prita. Obat berdosis tinggi tersebut juga menyebabkan naiknya kembali suhu tubuhnya dan sesak nafas hebat yang tidak pernah dialami sebelum berobat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, hasil pemeriksaan di rumah sakit lain, menyatakan bahwa penyakit Prita adalah semacam penyakit gondongan, namun telah menjadi parah. Prita diharuskan menjalani isolasi karena dikhawatirkan virusnya berbahaya bila menular ke orang lain seperti bila mengenai pria akan menyebabkan impotensi dan ke perempuan menyebabkan penyakit pankreas dan kista. Padahal sebelumnya doker RS Omni menyatakan penyait Prita adalah demam berdarah. Jadi, kelalaian dokter RS OMNI telah memenuhi unsur kedua mencelakakan orang lain, baik Prita maupun orang di sekelilingnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Upaya Prita menyebarluaskan pengalaman pahit yang dialaminya agar diketahui orang lain, termasuk dokter dan manajemen RS Omni, agar orang lain tidak mengalami hal yang sama, tidak dapat dikategorikan sebagai pencemaran nama baik. Dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen pasal 4 Undang-undang no. 8 tahun 1999 telah diatur hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang betul, keselamatan, pelayanan, kenyamanan dan menyatakan pendapat. Jadi, email Prita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut sesungguhnya merupakan pengutaraan pendapat ke publik karena dirinya tidak mendapatkan informasi yang benar mengenai hasil pemeriksaan trombosit serta penyakit yang dideritanya serta keselamatan jiwanya akibat kesalahan penanganan dokter yang membuat sakitnya bertambah parah dan berpotensi menulari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam bantahan resmi RS OMNI yang disampaikan advokat Risma Situmorang dan Heribertus &amp;amp; Partners, Prita dituduh telah menyampaikan berita yang tidak benar. Namun &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bantahan itu tidak mencantumkan dengan jelas, bagian mana dalam email Prita tersebut yang tidak sesuai dengan fakta kebenaran sesungguhnya versi RS OMNI. Tanpa bukti yang mendukung, sebuah bantahan atau klarifikasi tidak bisa membatalkan opini lainnya yang disertai bukti pendukung. Jadi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengaduan RS Omni bahwa Prita telah melakukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pencemaran nama baik terhadap RS OMNI tidak memiliki bukti-bukti yang valid.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alternatif Solusi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pihak RS OMNI sebaiknya segera menghentikan tuntutannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap Prita karena mereka tidak memiliki bukti yang jelas untuk menganulir pernyataan yang disampaikan Prita dalam emailnya tersebut. Bukti-bukti itulah yang seharusnya berbicara untuk menyatakan apakah pencemaran nama baik seperti yang disangkakan benar adanya. Pihak Jaksa Penuntut Umum juga harus tegas menilai apakah suatu kasus laporan yang disidik polisi layak diteruskan ke pengadilan atau tidak. Bila Jaksa meneruskan kasus yang dibawa polisi tanpa bukti-bukti yang cukup, Kejaksaan sesungguhnya telah berubah jadi sekedar perpanjangan tangan atau subordinasi Polisi, terlebih bila faktor imbalan materi atau jasa dari pihak pelapor bermain didalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bila pihak RS OMNI dan Kejaksaan terus berkeras meneruskan kasus Prita ini, maka Lembaga Bantuan Hukum bersama masyarakat luas harus membantu Prita untuk mengajukan tuntutan balik tindakan malpraktek yang telah dilakukan RS OMNI. Bukti-bukti yang dialami Prita sudah cukup namun dia tidak berdaya secara pribadi menghadapi kasus ini. Tekanan publik sangat dibutuhkan dalam hal ini dan terbukti efektif saat kasus yang hampir mirip menimpa Bibit Riyanto dan Chandra Hamzah dari KPK dengan dihentikannya tuntutan terhadap mereka berdua. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dari praktek tidak bertanggung-jawab pihak rumah sakit dan menjaga agar kebebasan menyatakan pendapat tetap dibiarkan hidup di negeri ini. Bila masyarakat bersatu bisa menjatuhkan Soeharto tahun 1998 dan menghentikan kasus Bibit-Chandra, mengapa terhadap RS OMNI tidak?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4646495342884531031?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4646495342884531031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/kasus-prita-harusnya-tuntutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4646495342884531031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4646495342884531031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/12/kasus-prita-harusnya-tuntutan.html' title='KASUS PRITA: HARUSNYA TUNTUTAN MALPRAKTEK BUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sxql-0ZXfaI/AAAAAAAAAKE/UGk8FZwhQVo/s72-c/prita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-6012421420628787089</id><published>2009-11-29T01:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T02:39:24.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>Kenali Tipe Orang Dalam Tim Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SxJIymL60FI/AAAAAAAAAJ8/xvhDDFvjJ0A/s1600/tim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SxJIymL60FI/AAAAAAAAAJ8/xvhDDFvjJ0A/s320/tim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5409466136506585170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah organisasi atau perusahaan terdapat berbagai tipe orang yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini bisa disebabkan latar belakang pengalaman maupun kepribadian orang per orang. Perbedaan tersebut bila tidak dikenali  dan dikelola dengan baik bisa menimbulkan ketidakharmonisan dalam tim atau organisasi. Sebaliknya, bila perbedaan tersebut mampu dikelola, kita akan mendapatkan manfaat yang sangat besar untuk kemajuan  organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah seminar baru-baru ini di Jakarta,  dengan topik: "Discover The Secrets of Teamwork Evolution", pembicara dan trainer James Gwee memaparkan  5 type orang yang umumnya ada dalam satu tim, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1.Tipe Driver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tipe driver adalah orang selalu penuh dengan ide-ide, antusiasme dan energi. Dia selalu memiliki ide apa yang harus dilakukan organisasi ke depan. Terkadang ide yang pertama belum terlaksana, dia sudah datang dengan ide baru yang menurut dia lebih baik. Organisasi atau perusahaan yang tidak memiliki orang-orang seperti ini tidak akan memiliki ide baru untuk mendorong organisasi atau perusahaan lebih maju. Contoh posisi yang cocok untu tipe ini adalah developer (pembangun), pengarah (set direction) dan innovator.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Planner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang dengan tipe planner umumnya tidak sepintar tipe driver tapi memiliki keunggulan dalam merangkum apa yang sudah dibicarakan, mendokumentasikannya, kemudian mendistribusikan ke semua orang yang terkait. Ide-ide yang dibahas dalam Rapat kerja atau meeting yang tidak dibuat summary-nya (notulen) tidak akan pernah dilaksanakan karena orang bekerja berdasarkan notulen yang sudah dibuat. Contoh tipe ini cocok untuk : ahli Strategi, Estimator dan Scheduler (pembuat jadwal)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Enabler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tipe Enabler adalah orang yang pintar menghemat dana sesuai budget. Untuk mendapatkan harga yang paling murah, biasanya dia akan membandingkan beberapa penawaran dari suppier. Bila ada kewajiban memberi hadiah, dia akan mencari sponsor yang bisa menyediakan hadiah sehingga organisasi tidak perlu mengeluarkan dana. Orang tipe Enabler berfungsi mengerem tipe driver yang selalu ingin cepat tanpa memperdulikan pengeluaran. Contoh posisi yang sesuai untuk tipe ini adalah Manager Keuangan (Bendahara), Promotor, dan Negosiator.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Exec&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tipe Exec adalah orang yang hidup bila berada di lapangan dan menjalankan apa yang sudah direncanakan. Orang ini termasuk tipe pelaksana (eksekutor) atau organizer yang senang turun tangan langsung bila ada masalah tanpa memperdulikan itu tugas siapa. Contoh posisi yang cocok untuk tipe ini adalah Produser, Koordinator dan bagian Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Controller&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe controller adalah orang yang suka memonitor, mengevaluasi dan mengkritik setelah sesuatu terjadi tapi tidak memberi kontribusi dan usulan saat kegiatan berlangsung. Nilai positifnya adalah dia memberi masukan agar tidak mengulangi kesalahan. Contoh posisi yang cocok untuk tipe ini adalah Auditor dan Evaluator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenali 5 tipe orang di atas, maka kita diharapkan mengenali orang-orang yang ada di tim atau organisasi kita dan mengidentifikasi kira-kira dia termasuk tipe yang mana. Dengan pengenalan tersebut kita akan bisa mengetahui dimana posisi yang cocok untuk dia sehingga dia bisa memberikan kontribusi maksimal untuk kemajuan tim, organisasi atau perusahaan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-6012421420628787089?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/6012421420628787089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/kenali-tipe-orang-dalam-tim-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6012421420628787089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/6012421420628787089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/kenali-tipe-orang-dalam-tim-anda.html' title='Kenali Tipe Orang Dalam Tim Anda'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SxJIymL60FI/AAAAAAAAAJ8/xvhDDFvjJ0A/s72-c/tim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4859473610294335781</id><published>2009-11-25T06:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T07:44:12.417-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi'/><title type='text'>Rahasia Membangun Kerjasama Tim menurut James Gwee</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sw1Jt1PxKZI/AAAAAAAAAJ0/96PwmKnTask/s1600/jamesgwee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sw1Jt1PxKZI/AAAAAAAAAJ0/96PwmKnTask/s320/jamesgwee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408059779277990290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membangun sebuah tim dalam suatu bagian atau antar bagian dalam perusahaan atau organisasi tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Hal ini disebabkan sulitnya menyatukan orang-orang yang berbeda latar belakang, pengalaman, dan paradigma menjadi suatu kesatuan yang utuh dan mampu bersinergi.  Contohnya pemain-pemain bola yang memiliki keterampilan individu tinggi namun ketika bergabung dalam satu kesebelasan tidak mampu berprestasi tinggi karena mereka tetap hanya kumpulan individu-individu, bukan suatu tim yang solid dan bersinergi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut James Gwee, ada 4 tahap perkembangan tim hingga menjadi satu tim yang memiliki kinerja unggul, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Forming&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Tahap ini dimulai dengan merekrut orang type apa yang dibutuhkan untuk mencapai visi organisasi atau perusahaan. Orang-orang bekerja bersama tapi mereka belum menjadi satu tim yang padu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Storming&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap ini mulai timbul konflik antara orang lama dengan orang baru karena perbedaan gaya kerja, beda paradigma dan belum mengerti aturan main sehingga orang lama menolak orang baru. Dibutuhkan pimpinan yang bijaksana menyikapi persoalan ini dan tidak bersikap lepas tangan. Bila konflik ini terus menerus terjadi, maka orang-orang yang berkualitas dalam organisasi akan keluar karena mereka masih memiliki pilihan di tempat lain sehingga yang tinggal adalah yang tidak berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Norming&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap ini tim sudah mulai  terbentuk karena mereka sudah mulai bertoleransi dan ikut aturan yang ada. Orang-orang yang tidak lulus di fase storming akan kesulitan beradaptasi ketika masuk ke fase Norming.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Performing&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam tahap ini setiap anggota tim sudah mengerti akan perannya dan bebas mengekspresikan perannya tersebut. Masing-masing anggota tim sudah memahami keinginan anggota lainnya tanpa harus dinyatakan, ibarat pemain bola yang mampu menendang bola ke arah temannya berada tanpa harus melihatnya. Pada tahap ini operasional organisasi sudah berjalan dengan lancar. Semua anggota tim dan sudah bersinergi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun sinergi di antara anggota tim, ada 5 tips yang bisa diterapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ciptakan Identitas yang jelas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciptakan identitas yang jelas (berbeda dari yang lain), misalnya nama tim,julukan,logo,lagu,dll. Identitas penting karena anggota tim bisa mengidentifikasi dirinya dengan logo tersebut. lambang yang jelas akan menimbulkan rasa kepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Menjadi yang terbaik dalam sesuatu&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upayakan menjadi yang terbaik dalam suatu atau beberapa bidang saja sehingga menimbulkan kebanggaan bagi anggota tim, misalnya menjadi tim dengan penjualan terbesar, audit paling rapi, dll. Singapura hanya unggul dalam beberapa hal, misalnya memiliki salah satu bandara terbaik di dunia (bandara Changi) , penerbangan terbaik di dunia (SIA), tapi bisa membuat warganya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3. Ciptakan Musuh Bersama&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi harus menciptakan siapa yang menjadi musuh bersama tim dan seluruh anggota tim harus bergerak untuk menaklukkan musuh bersama tersebut. Jika tidak ada musuh bersama, maka fokus tim akan kurang. Musuh bersama bisa kompetitor, cabang atau bagian lain, target penjualan, cost yang tinggi,dll. Contohnya ,musuh bersama Coca-cola adalah Pepsi, musuh bersama Chelsea adalah MU., sehingga bila anggota tim mendengar nama musuh bersama, mereka akan marah dan ingin menaklukkannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Something to Gain, something to lose&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim harus dimotivasi bahwa bila salah satu anggota tim menang (mencapai target), maka semua anggota tim menang. Sebaliknya, bila ada anggota tim yang kalah, maka semua anggota tim kalah. Dampaknya, semua anggota tim akan bersedia membantu temannya agar tim mereka menang (ego berkurang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;5. Tim yang bermain bersama, bekerja sama&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bermain bersama dalam kegiatan family Gathering misalnya, akan membantu mengikis friksi yang terjadi pada saat bekerja dan selanjutnya melahirkan keinginan untuk bekerja sama baik saat bermain maupun sesudah kembali ke pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat disimpulkan bahwa membangun tim agar mampu bersinergi membutuhkan tahap-tahap yang tidak singkat. Namun bila pimpinan dan anggota tim memiliki kesabaran dan kemauan untuk melalui semua tahap tersebut, maka organisasi akan mempu mencapai tingkat kinerja yang tinggi sebagai buah dari sinergi yang timbul dari masing-masing anggota tim. Perusahaan atau organisasi pun akan menikmati kesuksesan dalam usahanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4859473610294335781?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4859473610294335781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/rahasia-membangun-kerjasama-tim-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4859473610294335781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4859473610294335781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/rahasia-membangun-kerjasama-tim-menurut.html' title='Rahasia Membangun Kerjasama Tim menurut James Gwee'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sw1Jt1PxKZI/AAAAAAAAAJ0/96PwmKnTask/s72-c/jamesgwee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-367173318346790742</id><published>2009-11-22T08:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T09:00:51.848-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika'/><title type='text'>Kemenangan Perancis atas Irlandia dan Hilangnya Makna Sportivitas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwltGwDJ1dI/AAAAAAAAAJs/EkqVBwpnhoQ/s1600/henry_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 192px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwltGwDJ1dI/AAAAAAAAAJs/EkqVBwpnhoQ/s320/henry_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406972790379763154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan Perancis atas Irlandia dalam pertandingan play-off untuk meraih tiket ke Piala Dunia 2010 setelah menyamakan skor menjadi 1-1 dan unggul agregat 2-1, adalah contoh nyata prinsip Machiavelli, tujuan menghalalkan cara. Dalam tayangan televisi jelas terlihat Thierry Henry menahan bola dengan tangannya sebelum mengoper bola ke William Gallas yang menanduknya menjadi gol. Wasit tetap mengesahkan gol tersebut dengan alasan tidak melihat Henry menyentuh bola dengan tangannya. Padahal Henry sendiri kemudian mengakui bahwa dia menahan bola dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hands-ball Henry mengingatkan kita akan ‘Gol Tangan Tuhan’ yang dibuat Maradona ke gawang Inggeris pada piala Dunia 1986 di Meksiko. Maradona yang lebih pendek dari kiper Inggeris ,Peter Shilton, ternyata bisa memenangkan perebutan bola di udara. Bagaimana bisa? Maradona sendiri tidak langsung mengakui bahwa gol itu dia buat dengan tangannya. Lama kemudian baru dia menyatakan bahwa gol adalah gol karena tangan Tuhan. Andaikan wasit menggunakan logika sederhana saja, semestinya dia bisa memutuskan bahwa gol itu tidak sah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan dan kekalahan memang merupakan keniscayaan dalam olahraga. Namun kemenangan semestinya tidak diraih dengan menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang menjiwai olahraga itu sendiri. Olahraga senantiasa melandaskan diri pada ungkapan Citius, Altius, Fortius (makin cepat, makin tinggi dan makin kuat) sehingga setiap kemenangan seharusnya karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;satu tim memang lebih baik dari segi teknik dan strategi bertanding dari tim lawan. Dan setiap kekalahan yang adil akan membuat tim yang kalah mengakui keunggulan lawan sekaligus menjadi cermin untuk memperbaiki diri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun justru prinsip-prinsip inilah yang kini justru menghilang dari dunia olahraga. Segala bentuk tipu daya dan kekerasan di luar batas justru nenjadi pemandangan yang umum. Dalam Piala Dunia tahun 2008, kita harus menyaksikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tersingkir karena pemain Italia melakukan diving dia daerah pinalti. Pelanggaran keras yang berniat mencederai lawan dengan tujuan melemahkan kekuatan tim lawan juga bukan hal yang jarang terjadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sungguh ironis, slogan Fair-Play , yang juga menjadi salah satu prinsip yang sering didengung-dengungkan justru sering dilanggar oleh olahragawan sendiri. Padahal salah satu prinsip dalam Etika Profesi adalah prinsip Keadilan. Artinya setiap pelaku profesi, termasuk pemain bola, dalam menjalankan profesinya tidak boleh merugikan pihak tertentu, khususnya lawan. Namun faktanya, mereka sering melakukan berbagai taktik yang merugikan lawan dan melanggar etika profesinya itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anehnya, badan olahraga seperti FIFA sendiri ternyata belum mengambil sikap dan solusi yang tegas untuk menghindari berulang-ulangnya kecurangan-kecurangan tersebut. Meski sekarang wasit sepakbola dilengkapi alat bicara wireless yang memudahkan komunikasi antara wasit dan hakim garis, namun FIFA sendiri belum mau mengadopsi teknologi visual modern untuk mengatasi keterbatasan penglihatan wasit dalam melihat kecurangan yang dilakukan pemain, baik karena faktor jarak antara wasit dan pemain yang jauh maupun pandangan wasit terhalang oleh pemain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;FIFA maupun organisasi sepakbola nasional seperti PSSI seharusnya sudah mulai menerapkan penggunaan alat bantu televisi dalam setiap pertandingan sepakbola. Dengan adanya alat bantu ini, wasit bisa meminta hakim pembantu untuk memutar ulang adegan pelanggaran yang luput dari penglihatannya untuk memastikan apakah benar telah terjadi pelanggaran dan seberapa parah. Bila ternyata terbukti ada pelanggaran sebelum terjadinya gol, seperti hands-ball, off-side, dll, maka saat itu juga wasit langsung bisa menganulir gol tersebut, Sehingga tidak akan ada tim yang telah berjuang keras untuk menang dengan segala persiapan berat, namun harus tersingkir hanya karena kecurangan lawan dan keteledoran wasit dalam memonitor jalannya pertandingan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sportivitas dan Fair play bukanlah sesuatu yang lahir di ruang hampa. Diperlukan aturan dan perangkat pendukung agar setiap komponen yang terlibat didalamnya senantiasa mematuhinya. Bila semua itu sudah terlaksana, maka kita akan melihat lahirnya atlit yang senantiasa berjuang untuk menjadi lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat. Dan kita pun bisa menikmati suguhan pertandingan yang indah dan berkualitas. Semoga kita bisa melihatnya dalam waktu yang tidak terlalu lama.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-367173318346790742?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/367173318346790742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/kemenangan-perancis-atas-irlandia-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/367173318346790742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/367173318346790742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/kemenangan-perancis-atas-irlandia-dan.html' title='Kemenangan Perancis atas Irlandia dan Hilangnya Makna Sportivitas'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwltGwDJ1dI/AAAAAAAAAJs/EkqVBwpnhoQ/s72-c/henry_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3124258190302104280</id><published>2009-11-19T08:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-19T08:31:01.220-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Mencuri 3 biji Kakao dihukum, Matinya Rasa Keadilan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwVxeUvXcuI/AAAAAAAAAJc/8Td1ZTVh3uI/s1600/minah.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwVxeUvXcuI/AAAAAAAAAJc/8Td1ZTVh3uI/s320/minah.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405851693505540834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam ini ada rasa kepedihan yang membuncah di dada saya menyaksikan berita di TV tentang seorang nenek umur 55 tahun dituntut jaksa hukuman 6 bulan atas tuduhan mencuri (?) 3 biji kakao yang sudah jatuh ke tanah milik PT  Rumpun Sari Antan IV (RSA) di Banyumas , Jawa tengah. Meskipun akhirnya Hakim menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari kepada si nenek, tanpa harus menjalani di penjara kecuali terbukti mengulangi kesalahan, namun ada rasa keadilan yang terkoyak melihat kasus ini. Bila Dewi Keadilan yang tertutup matanya digambarkan sebagai simbol yang tidak pandang bulu dalam menjatuhkan hukuman, namun dalam kasus ini terlihat jelas bahwa para penegak hukum telah bermain mata dengan para pemilik modal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mekipun mengambil sesuatu yang bukan hak milik adalah sama dengan mencuri, tapi membawa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwVx4VppRjI/AAAAAAAAAJk/s7iqyvTKiCk/s1600/kakao.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwVx4VppRjI/AAAAAAAAAJk/s7iqyvTKiCk/s320/kakao.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405852140426577458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; sesuatu kasus ke pengadilan tentulah harus melihat berat ringannya permasalahan. Bila ada pihak (orang) yang mengambil kakao berkarung-karung atau berton-ton milik suatu perusahaan jelas itu merupakan pencurian dengan sengaja dan menimbulkan kerugian besar bagi si pemilik. Dan konsekwensinya jelas pihak tersebut wajib dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun mengambil 3 biji kakao, jelas tidak pantas dijadikan suatu perbuatan pelanggaran hukum yang harus dibawa ke persidangan. Berapakah nilai 3 biji kakao tersebut sehingga dianggap sesuatu yang merugikan bagi perusahaan tersebut? Rp 100.000,-, satu juta, seratus juta, satu milyar? Bukan, hanya Rp 30.000,-....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya teringat ketika masih di kampung. Di depan rumah kami ada pohon jambu air dan rambutan yang buahnya ranum sehingga memancing air liur tetangga yang melihat untuk melempari dan mengambil buahnya. Bila kami teriaki, mereka paling akan melarikan diri. Seandainya kami menerapkan tindakan seperti yang dilakukan PT RSA, mungkin akan banyak tetangga kami yang masuk penjara. Tapi ,apakah penjara atau persidangan setimpal untuk tindakan mencuri jambu dan rambutan itu? Jelas tidak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu lalu ada juga kasus seorang bapak yang dijatuhi hukuman karena dituduh mencuri aliran listrik untuk mencharge HPnya akibat listrik di apertemennya dimatikan pengelola apartemen. Pantaskah pencurian listrik untuk mencharge HP dibawa ke pengadilan? Bagaimana dengan tindakan pengelola yang merubah status kepemilikan si korban tanpa persetujuan , tidakkah itu lebih pantas disidangkan seandainya si korban mampu? Saya katakan mampu sebab untuk membawa kasus ke persidangan bukanlah tanpa biaya. Betapapun anda dirugikan, jika tidak mampu secara financial besar kemungkinan kasus anda tidak akan diperdulikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang terasa dalam kasus –kasus yang menimpa orang-orang kecul ini, termasuk kasus Prita melawan RS OMNI Internasional, adalah matinya rasa keadilan dan hukum di hadapan uang dan kekuasaan. Perusahaan-perusahaan atau lembaga yang merasa dirugikan akan dengan mudah menuntut pribadi atau masyarakat tak mampu dengan berbagai tuduhan pencemaran nama baik, merugikan perusahaan,dll. Institusi Hukum Negara juga begitu mudah menerima pengaduan tanpa melihat urgensi perkara tersebut layak tidaknya untuk dibawa ke persidangan. Buktinya sang jaksa dengan mudah menuntut hukuman 6 bulan penjara untuk pencurian 3  biji, sekali lagi, 3 biji kakao !!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga tuntutan RS OMNI terhadap Prita dengan alasan pencemaran nama baik. Padahal Keluhan Pelanggan adalah sesuatu yang biasa untuk diterima dan diperhatikan dalam bisnis yang berorientasi kepada Kepuasan Pelanggan. Kita melihat banyak sekali keluhan orang yang tidak puas dimuat secara terbuka di koran-koran tapi mereka tidak ditangkap. Perusahaan yang dikomplain juga biasanya hanya membuat jawaban kembali di surat kabar tersebut tanpa membawanya ke pengadilan. Mengapa dalam kasus Prita yang hanya mengeluh ke teman-teman dekatnya melalui email ada pembedaan? Bagaimana dengan sepasang bayi kembar yang matanya rusak dibawah penanganan RS OMNI, tidakkah itu lebih pantas disidangkan? Tapi, sekali lagi siapa yang sanggup membawanya ke persidangan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disinilah institusi hukum Negara perlu menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka menjunjung hukum yang berkeadilan. Masyarakat melihat secara transparan betapa banyak kasus pelanggaran hukum bernilai milyaran rupiah, bahkan trilyunan rupiah hanya menjadi sebuah wacana dan debat, tapi si pelaku bebas melenggang tanpa ada tindakan sama sekali. Namun untuk seorang nenek yang mengambil 3 biji kakao, seorang bapak yang mengambil listrik untuk menyalakan HPnya karena listrik dirumahnya dicabut disidang, dan seorang ibu  dihukum karena mengeluh kepada temannya dihukum. Bila fenomena ini yang terus berlangsung, maka bisa dikatakan bahwa hukum telah mati suri di negeri ini. Institusi dan  para penegak hukum sesungguhnya secara tidak langsung menyuarakan bahwa mereka sudah tidak berfungsi lagi. Dan pada akhirnya yang berlaku adalah hukum rimba. Kita semua sungguh berharap hal itu tidak terjadi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3124258190302104280?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3124258190302104280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/mencuri-3-biji-kakao-dihukum-matinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3124258190302104280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3124258190302104280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/mencuri-3-biji-kakao-dihukum-matinya.html' title='Mencuri 3 biji Kakao dihukum, Matinya Rasa Keadilan'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SwVxeUvXcuI/AAAAAAAAAJc/8Td1ZTVh3uI/s72-c/minah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3101291718177433679</id><published>2009-11-13T14:17:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T14:32:15.136-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Skenario Pelumpuhan KPK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3bnk4flBI/AAAAAAAAAJE/_VUYA34jhJU/s1600-h/Wiliardi-Wizard02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3bnk4flBI/AAAAAAAAAJE/_VUYA34jhJU/s320/Wiliardi-Wizard02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403716600876471314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesaksian mantan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Wiliardi Wizar bahwa dirinya dipaksa oleh petinggi Polri untuk mengaku terlibat dalam pembunuhan Nazarudin sebagai bagian dari upaya menjerat Antasari merupakan pukulan telak bagi Polri khususnya dan penegak hokum umunya. Kesaksian ini secara jelas menyingkap misteri apakah benar Antasari terlibat kasus pembunuhan atau ini merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;skenario untuk menggergaji KPK. Dugaan ini diperkuat kasus penangkapan petinggi KPK lainnya ,Bibit Riyanto dan Chandra Hamzah. Tujuannya jelas agar KPK kehilangan kekuatan dalam upaya pemberantasan korupsi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum pengakuan Wiliardi terungkap di persidangan, publik disuguhi berita bahwa Williardi Wizar terlibat sebagai orang yang mencari pelaku eksekusi pembunuhan Nazarudin. Wiliardi dikabarkan berhubungan dengan Sigit Haryo Wibisono sebagai penyandang dana yang dinyatakan sebagai orang dekat Antasari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesaksian Wiliardi jelas telah menelanjangi praktek rekayasa hukum di negeri ini. Adanya mafia peradilan yang ramai disuarakan masyarakat awam bukan lagi isu semata. Wiliardi sebagai bagian dari institusi Polri secara transparan mengungkapkan bagaimana mantan Wakabareskrim Polri, Irjen Hadiatmoko,dll menekannya untuk mengakui sebagai pelaku dengan janji tidak akan ditahan dan hanya dikenai tindakan kedisiplinan. Meskipun hal ini dibantah Irjen Hadiatmoko, namun fakta dan keterangan isteri Wiliardi bahwa dia dan adiknya ada pada saat Wiliardi diminta berbohong oleh atasannya, semakin mendukung kesaksian Wiliardi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal penting yang terungkap dari kesaksian Wiliardi adalah adanya skenario besar untuk melumpuhkan KPK.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3caKnJJuI/AAAAAAAAAJM/PgZVXyPVdJw/s1600-h/antasari.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3caKnJJuI/AAAAAAAAAJM/PgZVXyPVdJw/s320/antasari.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403717469997704930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Skenario ini mungkin saja melibatkan orang-orang yang terjerat kasus yang pernah diperiksa KPK atau orang yang takut tertangkap KPK. Hal ini bisa diterima mengingat sebelum penangkapan Antasari, KPK sukses menjebak Artalita Suryani dan seorang petugas Kejaksaan Agung dalam kasus BLBI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syamsul Nursalim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kasus Bibit Riyanto dan Chandra Hamzah naik ke permukaan ,sebenarnya ada kasus besar yang ramai dibicarakan yaitu kasus talangan dana Rp 6,7 trilyun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang disalurkan Lembaga Penjamin Simpanan ke Bank Century. Dengan alasan menghindari dampak sistemik kebangkrutan bank tersebut, Gubernur BI dan Menkeu menyetujui penyaluran dana. Namun pertanyaan besarnya adalah mengapa sampai Rp 6,7 trilyun jika asset bank tersebut secara keseluruhan hanya 2-3 trilyun? Kemana larinya sisa uang tersebut?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Karena kasus ini terjadi menjelang pemilu, banyak orang menduga ada kaitannya dengan dana politik peserta pemilu. Terlebih karena Gubernur BI saat itu kemudian terpilih sebagai wapres RI. Orang mulai menduga ada pengaturan tersembunyi di balik penyaluran dana talangan tersebut. Di sisi lain, adalah ironis bahwa Boediono yang membuat keputusan bermasalah saat menjabat Gubernur BI justru dipilih SBY sebagai wakilnya di pemerintahan. Kedua faktor ini jalin menjalin melahirkan tanda tanya besar di benak masyarakat: ada apa sebenarnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Praduga di atas tentu hanya bisa terjawab jika ada laporan transparansi keuangan partai-partai peserta pemilu, hal yang hingga saat ini masih sulit terlaksana. Justru di sinilah peran penting KPK dibutuhkan untuk mengungkap benarkah ada keterkaitan antara kasus Bank Century dengan aliran dana parpol sebelum pilcaleg dan pemilu capres/cawapres tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun di sinilah tampak adanya pengalihan isu. Alih-alih mendorong KPK untuk menyelidiki kasus Bank Century, pejabat KPK justru dihadapkan dengan kasus PT Masaro dengan sangkaan penyalahgunaan wewenang menerima suap untuk menutup kasus yang melibatkan pemilik PT Masaro, Anggoro Wijoyo. Sejak merebaknya kasus ini kita tidak lagi melihat adanya penyelidikan terhadap Bank Century dan kasus-kasus korupsi lainnya. Yang terjadi adalah Bank Century dengan tenang berganti nama menjadi Bank Mutiara , sedang 3 pejabat KPK ditahan dan dicopot dari jabatannya meskipun belum ada keputusan final dari pengadilan apakah mereka bersalah atau tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;KPK sesungguhnya adalah salah satu buah reformasi yang diperjuangkan mahasiswa dan rakyat tahun 1998. Lembaga ini diharapkan menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi yang membelenggu bangsa ini selama 30 tahun lebih. Bila pemerintah memang sungguh-sungguh ingin berada di garda depan pemberantasan korupsi sebagaimana dinyatakan presiden SBY, maka pemerintah harus memberi perlindungan bagi lembaga ini dari upaya pihak atau lembaga lain yang ingin memberangusnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Polri dan Kejaksaan Agung sebagai mitra KPK dalam pemberantasan koruspi, harus terbuka apabila ada unsur dirinya yang terlibat dalam upaya pelumpuhan KPK ini. Kapolri maupun Jaksa Agung sebaiknya tidak terburu-buru menyangkal kesaksian terbuka seperti yang disampaikan Wiliardi, namun lebih baik melakukan instropeksi dan pemeriksaan internal kebenaran kesaksian itu. Sebab penyangkalan yang terburu-buru justru menguatkan dugaan adanya hal yang coba ditutupi dalam kasus ini. Kita semua belum lupa bagaimana Jaksa Agung terisak-isak dihadapan media televisi setelah terbongkarnya kasus persengkongkolan anak buahnya dengan Artalita Suryalina dalam kasus pembebasan Syamsul Nursalim. Padahal beberapa hari sebelumnya dengan penuh keyakinan Jaksa Agung menyampaikan keputusan membebaskan Syamsul Nursalim sudah sesuai dengan bukti-bukti yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3dMorIJgI/AAAAAAAAAJU/LgFWF7wVGWo/s1600-h/79223_bibit_chandra_beri_informasi_ke_tim_8___bibit_samad_riyanto_dan_chandra_m_hamzah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3dMorIJgI/AAAAAAAAAJU/LgFWF7wVGWo/s320/79223_bibit_chandra_beri_informasi_ke_tim_8___bibit_samad_riyanto_dan_chandra_m_hamzah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403718337060939266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;DPR sebagai wakil rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintah juga harus bijak membaca&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;suara hati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;masyarakat. Sungguh ironis bila sebagian besar masyarakat sudah menyatakan keresahannya atas upaya kriminalisasi KPK, seperti yang digelorakan dalam jejaring social melalui gerakan 1.000.000 Facebooker mendukung Bibit Riyanto- Chandra Hamzah, namun DPR mengambil sikap yang berlawanan. Pertanyaannya adalah DPR sesungguhnya mewakili siapa? Sekali lagi, DPR perlu tegas dan cermat membaca arah mata angin nurani rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rihat Hutagalung&lt;br /&gt;Blog : Solitude (http://rihat-online.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3101291718177433679?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3101291718177433679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/skenario-pelumpuhan-kpk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3101291718177433679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3101291718177433679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/skenario-pelumpuhan-kpk.html' title='Skenario Pelumpuhan KPK'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Sv3bnk4flBI/AAAAAAAAAJE/_VUYA34jhJU/s72-c/Wiliardi-Wizard02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4216122208446272101</id><published>2009-11-04T16:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T02:46:43.247-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>CERITA TENTANG NEGERI RAMPOK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah tersebut sebuah negeri yang telah hilang dari peta bumi dan terpecah menjadi beberapa Negara. Negeri ini dulu dikenal sebagai negeri yang kaya dan makmur. Kekayaan alamnya luar biasa. Segala jenis bahan tambang dan mineral terdapat di rahim bumi negeri itu. Minyak, batubara, emas, tembaga, dll. Belum lagi hasil hutan seperti kayu, rotan, tumbuh subur di negeri yang terletak di khatulistiwa itu. Hasil laut apalagi. Berhubung luas lautnya melebihi luas daratan, maka kekayaan lautnya tidak terkira-kira.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penduduk negeri itu jumlahnya berjuta-juta. Semua penduduknya wajib memeluk agama. Jadi tidak ada tempat bagi orang yang tidak mengakui adanya Tuhan dan menyembahNya. Bahkan bila aliran agama yang dianutnya sedikit berbeda saja dengan yang umum diikuti umatnya, maka mereka akan dicap sebagai aliran sesat. Hal itu bukan hanya berlaku di satu agama, hampir semua penganut agama meyakini hal seperti itu. Begitulah taatnya mereka akan ajaran Tuhannya sehingga tak boleh ada yang lain dari yang mereka yakini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kekayaan alam dan ketaatan beragama ternyata tidak otomatis membawa kemakmuran bagi sebagian besar rakyatnya. Sebagian orang memang hidup berlimpah hampir cukup untuk 17 turunan. Namun sebagian lagi hidup pas-pasan, sebagian besar lagi tidak pas untuk disebut hidup. Banyak peneliti dan arkeolog datang ke negeri itu mencoba mengais informasi yang tersisa, apa sebenarnya terjadi dengan negeri yang pernah bercita-cita menjadi negeri yang adil makmur dan sentosa  itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian mereka ternyata menyimpulkan bahwa di negeri ini dulunya banyak perampok. Ya, Perampok!! Mereka merampok negeri mereka sendiri dengan berbagai cara untuk kepentingan tabungan dan warisan anak cucunya. Para pedagang dan pengusaha misalnya selalu berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan proyek-proyek pemerintah. Mereka lalu memberikan komisi bernilai milyaran kepada penguasa agar mereka bisa mendapat proyek itu. Caranya sangat halus sehingga hampir tidak terlihat ada yang salah dan menyimpang dari prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengusaha besar tidak puas hanya jadi pengusaha. Merekapun masuk ke pusat kekuasaan. Untuk apa lagi sih ?Rupanya dengan  kekuasaan yang dimilikinya, jaringan bisnisnya makin cepat berkembang dan menggurita kemana-mana. Hanya dengan sebuah memo dan segores tanda-tangan, maka bank akan mudah memberikan pinjaman ke seluruh unit usaha miliknya. Perusahaan-perusahaan milik negara pun langsung ramai-ramai membuat MOU dengan perusahaan miliknya. Sebab kalau tidak, direkturnya bisa langsung dicopot dari jabatannya. Siapa yang mau dicopot? Jadi tanda tangan sajalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini juga dikenal sangat rajin berhutang. Dari tahun ke tahun jumlah hutangnya bukannya berkurang, namun makin bertambah saja. Para lembaga donor memuji-muji negeri itu sebagai negeri yang layak dipercaya dan diberi pinjaman karena negeri itu sangat stabil keamanannya. Padahal sebenarnya karena mereka membutuhkan Negara yang mau meminjam dan membayar bunga yang sangat besar jumlahnya. Bahwa rakyat mereka akhirnya jadi miskin karena dijerat hutang turunan dari generasi ke generasi, bahwa hutang itu juga dikorupsi bertingkat-tingkat oleh pejabat dari pucuk sampai ke akar, itu sih urusan mereka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seorang peneliti tidak puas mendapati bahwa negeri itu miskin karena terjerat hutang. Dia bertanya-tanya, kemana uang hasil pajak dari sekian banyak pengusaha dan orang kaya itu?Bukankah hasil pajak mereka bisa mengurangi hutang dari lembaga dan Negara donor yang baik budi itu? Hasil penelitiannya ternyata menunjukkan bahwa tidak semua uang pajak itu masuk ke kas Negara. Koq bisa, bagaimana caranya, kan langsung disetor ke rekening Negara? Ternyata hasil penelitiannya petugas pajaknya juga kongkalikong dengan si wajib pajak. Pilih mana, sampeyan bayar pajak ke Negara 10 milyar, atau bayar 5 milyar tapi kasih saya 1 milyar? Enak toh, mantap toh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, saya jadi ngeri membaca kisah ini, Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi di negeriku tercinta Indonesia…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4216122208446272101?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4216122208446272101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/cerita-tentang-negeri-rampok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4216122208446272101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4216122208446272101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/11/cerita-tentang-negeri-rampok.html' title='CERITA TENTANG NEGERI RAMPOK'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-8910840435813509722</id><published>2009-10-23T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-11-08T02:55:25.692-08:00</updated><title type='text'>Catatan Kecil dari Ultah Kompasiana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SuHFmqIDS7I/AAAAAAAAAHI/3eTnQIF4hoQ/s1600-h/IMG_0295.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SuHFmqIDS7I/AAAAAAAAAHI/3eTnQIF4hoQ/s400/IMG_0295.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395811096500325298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesan pertama saya saat memasuki ruangan perhelatan ulang tahun I Kompasiana adalah rasa canggung yang menyergap, merasa aneh ,karena suasana ruangan yang cukup temaram. Mungkin karena biasanya perayaan ulang tahun dihiasi suasana ceria, balon warna-warni, hiasan bunga-bunga,dll. Saya sempat ragu apakah saya tidak salah masuk ruangan. Namun mungkin begitulah suasana yang diinginkan panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena baru pertama kali ikut Kopdar Kompasiana,  maka pertemuan ini telah memungkinkan saya bertemu dan berbincang atau melihat sekilas beberapa Kompasioner yang sering muncul di blog ini. Ada pak Kusmayanto Kadiman (KK), pak Prayitno Ramelan, Omjay, mas Sigit Kurniawan, Ragile, Elha, mbak Linda,Mariska Lubis,dll. Ada perasaan senang karena bisa berjumpa langsung mereka yang selama ini hanya melihat fotonya. Meskipun memang perbincangan kami belum mungkin lebih jauh. Mungkin lain waktu ada kesempatan mengenal lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dibuka dengan sambutan "super admin" Kompasiana, pak Taufik Miharja. Pak Taufik berharap jejaring sosial ini bisa berkembang ke depan menjadi blog 100 terbesar di Indonesia. Pak KK, yang mengaku pekerjaannya sekarang setelah pensiun jadi menteri adalah "mencari pekerjaan" dan menulis di Kompasiana, dalam sambutannya malah menganggap 100 terbesar di Indonesia terlalu 'cetek', dan menantang untuk jadi 100 terbesar di Asia. Tantangan ini tentu menjadi tugas seluruh Kompasioner untuk mewujudkannya. Menjadi 100 terbesar di Asia dalam hal produktivitas dan kualitas tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat musisi Piyu Padi mendendangkan 2 buah lagu dari grupnya, suasana terlihat adem-adem saja. Saat turun dari panggung ,Piyu mungkin sedikit kecewa karena penontonnya banyak dari "Silver Generation" dan tidak ada yang berjingkrak-jingkrak seperti yang biasa dia hadapi. Mungkin justru lagunya yang sedikit melo yang membuat peserta terbawa suasana sunyi dan terdiam. Terbukti saat rapper Pandji membawakan lagu dan mengajak penonton aktif dan berseru "Angkat Tanganmu untuk Indonesia" ,para hadirin juga turut mengangkat dan mengayun-ayunkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SvajKkUhibI/AAAAAAAAAI0/tdTM65rOksI/s1600-h/ompray.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 310px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SvajKkUhibI/AAAAAAAAAI0/tdTM65rOksI/s400/ompray.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401684205021268402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Acara yang seru tentu saat peniupan lilin selamat ulang tahun Kompasiana ,disertai pembunyian terompet tanda peresmian tampilan baru Kompasiana oleh pak Taufik. tawa ceria dan jepretan foto menyambar di sana-sini. Namun lebih seru lagi setelah acara resmi berakhir. Alunan lagu dari musisi pengiring membuat peserta yang masih bertahan langsung ikut bertepuk dan menggoyangkan badan. Terlebih setelah pak Prayitno didapuk untuk naik panggung. Ternyata pak Pray tak hanya jago di medan laga dan menulis, tapi juga jago tarik suara di atas panggung dengan tampilan seperti vokalis tulen. Old soldier never dies...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas kesan dan kenangan yang tergurat dalam sejenak perjumpaan di hari ulang tahun Kompasiana. Hari-hari penantian tibanya tgl 22 Oktober 2009 terjawab sudah. Selesai sudah acara ultah Kompasiana yang penuh keceriaan. Dan saatnya untuk kembali ke rumah menyusuri kelamnya malam...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-8910840435813509722?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/8910840435813509722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/10/catatan-kecil-dari-ultah-kompasiana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8910840435813509722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/8910840435813509722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/10/catatan-kecil-dari-ultah-kompasiana.html' title='Catatan Kecil dari Ultah Kompasiana'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SuHFmqIDS7I/AAAAAAAAAHI/3eTnQIF4hoQ/s72-c/IMG_0295.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-578094014454931981</id><published>2009-10-21T13:52:00.000-07:00</published><updated>2009-11-08T03:01:35.830-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Sungai di Kotaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kota kelahiran saya,Padang Sidempuan, terdapat sebuah sungai yang membelah kota. Namanya Sungai Batang Ayumi. Saat masih kanak-kanak, kami sering mandi di sungai ini. Waktu itu, awal 80-an, air sungainya masih deras dan lubuknya dalam. Biasanya sehabis main bola di lapangan sebelah rumah kami pasti mandi di sungai itu. Saat itu banyak anak-anak yang pintar berenang dan bahkan salto dari atas pohon dan terjun ke sungai. Sangat indah untuk dipandang. Saya sendiri tidak terlalu pintar berenang. Kalau mandi, selalu saya pilih tempat yang lubuknya dangkal. Tapi suatu kali, saat kami mandi sehabis hujan, saya sempat terseret ke tempat yang dalam dan hampir tenggelam. Untung seorang teman menyelamatkan saya dengan cara menangkap leher saya dari belakang. Sangking paniknya saya balik menangkap lehernya dan hampir kami berdua tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini bila saya pulang kampung, derasnya air sungai sudah hilang. Lubuk yang dulu dalam tempat anak-anak bersalto ria terjun ke sungai sudah tampak dangkal. Bahkan kini orang bisa jalan kaki menyeberangi sungai yang cukup lebar. Penggundulan hutan di hulu sungai nampaknya telah membuat sungai kesayangan kami merana. Tidak ada lagi keindahan sungai. Hanya aliran air yang kecil mengalir sampai ke hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya beranjak dewasa dan merantau ke Palembang awal 90-an, saya bertemu lagi sungai besar yang membelah kota Palembang, Sungai Musi dengan jembatan Amperanya yang terkenal itu. Saat itu saya cukup takjub memandang betapa lebarnya sungai itu. Mungkin ada 10 kali lebar sungai Batang Ayumi di kota kami. Air Sungai Musi saat itu masih cukup deras dan kapal-kapal kecil hilir mudik mengangkut barang. Di pinggiran sungai cukup banyak rumah-rumah terapung. Saat itu sudah tidak ada lagi kapal besar yang melewati Jembatan Ampera karena jembatan sudah tidak bisa lagi diangkat naik. Dalam sebuah kartu pos yang pernah saya beli, nampak foto jembatan diangkat saat ada kapal besar (mungkin kapal timah) yang sedang lewat di bawah jembatan. Satu hal yang saya tidak duga adalah ternyata semakin ke hilir sungai Musi semakin lebar. Di daerah pertemuan sungai dengan laut menuju pulau Bangka, luas sungai Musi mungkin ada 2 kali lebar sungai di tengah kota Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penulis meninggalkan Palembang tahun 1997, kondisi tepian sungai Musi masih semrawut sebagaimana saat saya datang. Namun ,saat saya kembali lagi tahun 2005, tepian sungai di dekat jembatan ternyata sudah berubah jadi indah. Di pinggiran sungai di bangun tempat orang bisa menatap  keramaian aktivitas sungai dan keindahannya di waktu malam. Di Kawasan ini kebetulan terdapat Istana Badarudin, bekas istana raja di Palembang tempo dulu. Cukup menyenangkan melihat perubahan yang cukup bagus di tepian sungai Musi saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2003 penulis bermukim dan bekerja di kota Bekasi. Di kota ini pun terdapat sungai yang cukup panjang, Kali Malang namanya. Panjangnya sekitar 20mkm mulai dari Cikampek hingga Cawang (Jakarta Timur). Air sungainya masih cukup deras dan bahkan digunakan sebagai sumber air oleh PDAM. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di kali ini adalah perayaan 17 Agustus dengan perlombaan panjat pinang dan semacam adu bantal di atas sungai. Biasanya yang membuat riang adalah saat ada yang gagal memanjat pohon pinang atau kalah adu pukul, biasanya akan langsung tercebur ke sungai. Penonton sangat ramai di sepanjang jalan di tepian kali Malang di daerah Jati Waringin hingga untuk kenderaan lewat pun menjadi sangat susah. Tapi tidak mengapalah, yang penting senang bisa menyaksikan hiburan di hari kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, di beberapa bagian sungai, khususnya daerah dekat Tambun, area sungai nampak menyempit karena banyaknya jelaga yang menutupi permukaan sungai. Tampaknya pemerintah daerah kota belum memberikan perhatian khusus untuk melakukan pengerukan tumuhan liar secara kontinu agar aliran sungai bisa lancar dan sedap dipandang mata. Saya kira, jika penataan sungai bisa dilakukan dengan baik dan terarah, bukan tidak mungkin Kali Malang pun bisa menjadi area wisata yang menyenangkan untuk dikunjungi. Santai sore-sore menjelang malam sambil menyaksikan indahnya aliran sungai tentu sangat menyenangkan bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan di atas, penulis berharap semua pihak mau bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan keberadaan sungai di kota kita masing-masing. Menjaga aliran air tetap bersih dan deras dengan menjaga hutan di hulu sungai adalah hal paling penting untuk diperhatikan. Ini sekaligus juga untuk menghindari banjir bila musim penghujan tiba akibat tidak ada daerah resapan air di hulu sungai. Selain itu,penataan kebersihan sepanjang sungai dan menjadikan sungai sebagai tempat wisata bagi penduduk sekitar juga sangat penting sebagaimana yang dilakukan pemerintah daerah Palembang sehingga penduduk kota memiliki area bermain dan bersantai dan di sisi lain juga bisa mengangkat perekonomian daerah. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-578094014454931981?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/578094014454931981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/10/sebuah-sungai-di-kotaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/578094014454931981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/578094014454931981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/10/sebuah-sungai-di-kotaku.html' title='Sebuah Sungai di Kotaku'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1460736511512735329</id><published>2009-08-07T07:55:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T09:06:49.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Sajak Burung-burung Kondor : Tribute to Rendra</title><content type='html'>Sajak Burung-Burung Kondor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin gunung turun merembes ke hutan,&lt;br /&gt;lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas,&lt;br /&gt;dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hatinya pilu&lt;br /&gt;melihat jejak-jejak sedih para petani – buruh&lt;br /&gt;yang terpacak di atas tanah gembur&lt;br /&gt;namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tani – buruh bekerja,&lt;br /&gt;berumah di gubug-gubug tanpa jendela,&lt;br /&gt;menanam bibit di tanah yang subur,&lt;br /&gt;memanen hasil yang berlimpah dan makmur&lt;br /&gt;namun hidup mereka sendiri sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memanen untuk tuan tanah&lt;br /&gt;yang mempunyai istana indah.&lt;br /&gt;Keringat mereka menjadi emas&lt;br /&gt;yang diambil oleh cukong-cukong pabrik cerutu di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila mereka menuntut perataan pendapatan,&lt;br /&gt;para ahli ekonomi membetulkan letak dasi,&lt;br /&gt;dan menjawab dengan mengirim kondom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan mengalir&lt;br /&gt;dari parit-parit wajah rakyatku.&lt;br /&gt;Dari pagi sampai sore,&lt;br /&gt;rakyat negeriku bergerak dengan lunglai,&lt;br /&gt;menggapai-gapai,&lt;br /&gt;menoleh ke kiri, menoleh ke kanan,&lt;br /&gt;di dalam usaha tak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari senja mereka menjadi onggokan sampah,&lt;br /&gt;dan di malam hari mereka terpelanting ke lantai,&lt;br /&gt;dan sukmanya berubah menjadi burung kondor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu-ribu burung kondor,&lt;br /&gt;berjuta-juta burung kondor,&lt;br /&gt;bergerak menuju ke gunung tinggi,&lt;br /&gt;dan disana mendapat hiburan dari sepi.&lt;br /&gt;Karena hanya sepi&lt;br /&gt;mampu menghisap dendam dan sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung-burung kondor menjerit.&lt;br /&gt;Di dalam marah menjerit,&lt;br /&gt;bergema di tempat-tempat yang sepi.&lt;br /&gt;Burung-burung kondor menjerit&lt;br /&gt;di batu-batu gunung menjerit&lt;br /&gt;bergema di tempat-tempat yang sepi&lt;br /&gt;Berjuta-juta burung kondor mencakar batu-batu,&lt;br /&gt;mematuki batu-batu, mematuki udara,&lt;br /&gt;dan di kota orang-orang bersiap menembaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                             +++++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang baru di bawah matahari. Ada saatnya lahir dan ada saatnya mati. Satu generasi datang.Satu generasi pergi. Namun setiap kali satu tokoh generasi pergi, selalu ada penanda yang diwariskan sebagai gambaran gejolak zamannya. Penanda itu mungkin buku, lagu, sajak, lukisan atau apapun yang merupakan hasil kreativitas sang tokoh. Lantas, apakah penanda yang tinggal bersama kita ketika Begawan Sajak Indonesia,W.S. Rendra kembali pada sang Khalik? Sesuatu yang bisa menjadi suluh dalam kelam dan tongkat di jalan kehidupan yang licin dan berlumpur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi karakter Rendra yang terbawa sepanjang hidupnya adalah sifat pemberontakan kepada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya. Perseteruan dengan orang tua, agama, penguasa dan pemberontakan terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat lingkungannya yang hidup dalam kemiskinan.Lihat dan resapilah kegalauan hatinya menyaksikan para petani tembakau yang hidup dalam kemiskinan di tengah tanah mereka yang subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kehidupan memang seringkali memalingkan muka dari para petani. Betapa banyakpun keringatnya yang tercurah ke bumi, namun hasilnya justru dinikmati para pemodal dan industriawan yang hidup dalam gelimpang kemewahan. Penjajahan tak hanya dilakukan negara kaya terhadap negara miskin, namun oleh manusia atas manusia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis memang bila para kaum terpelajar bangsanya sendiri, yang semestinya menjadi kaum yang memberi pencerahan justru menjadi sosok yang mengembalikan mereka dalam labirin kehidupan. Kemanakah hidup yang getir ini kan menuju? Dimanakah derita kan menemui titik akhir? Siapakah yang bisa menjawabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ,setiap kali penindasan terjadi akan timbul perlawanan diam-diam. Perlawanan, kemarahan itu, akan mulai mengental, menyatu, menyentak-nyentak dan akhirnya mencari jalannya sendiri menuju matahari kebebasan itu. Dalam kemarahan yang sepenuh-penuhnya. Mereka akan merusak apapun. Melawan apapun. Penjarahan.Pembakaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang baru di bawah matahari. Sebagaimana perlawanan-perlawanan sebelumnya atas nama kemiskinan dan ketertindasan, akan ada lawan yang menyiapkan peluru atas nama si kaya dan penguasa. Dan bedil itu tanpa perasaan memuntahkan pelurunya di gubug-gubug petani dan di dada mahasiswa yang bersatu melawan rezim yang lalim. Dan mereka, sebagaimana Burung Kondor yang bermula dari sepi, akan kembali pada sepi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi, 7 Agustus 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1460736511512735329?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1460736511512735329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/08/sajak-burung-burung-kondor-tribute-to.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1460736511512735329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1460736511512735329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2009/08/sajak-burung-burung-kondor-tribute-to.html' title='Sajak Burung-burung Kondor : Tribute to Rendra'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7602542358435972296</id><published>2008-11-06T21:26:00.000-08:00</published><updated>2009-04-30T04:03:14.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>MENEMUKAN SETELAH BERHENTI MENCARI</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SRPSeXAHLVI/AAAAAAAAACE/nA6Fr8WF9Nw/s1600-h/beach.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265783808338636114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 145px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SRPSeXAHLVI/AAAAAAAAACE/nA6Fr8WF9Nw/s320/beach.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita diajarkan bahwa untuk mendapatkan yang kita inginkan, maka kita harus berdaya upaya sekeras mungkin untuk mencarinya. Ketika gagal menemukannya. kita diminta untuk tidak langsung putus asa. Berjuang dan berjuang terus hingga bisa menggenggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,dalam hidup ternyata kita tak selalu meraih apa yg kita cari. Betapapun kita mencoba, namun impian semakin menjauh.Betapa lamapun kita menunggu, tampaknya tak jua kita melihat seberkas sinar di ujung lorong waktu yang gelap dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada saatnya,setelah lelah berpeluh dalam pencarian tak bertepi,kita berhenti sejenak. Melupakan apa yg kita cari dan membuka diri untuk hal lain. Saat itulah,kita tiba-tiba melihat apa yg kita cari datang sendiri.Contoh, saya begitu terpengaruh mendengar kehebatan buku Laskar Pelangi.Namun ketika saya mencoba mencarinya di toko buku,harganya Rp 70.000.Padahal si penulis juga masih memiliki 2 buku lagi dgn harga lumayan mahal.Ketika saya telah melupakan keinginan membeli buku yg fenomenal itu, tiba-tiba di bis ada penjual buku yg menjual ketiga buku tersebut dgn harga hanya Rp 50.000 saja. Ketika kita berhenti mencari kita menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab kita sulit mendapat jodoh atau hubungan kita gagal sebenarnya adalah karena kita terus saja mencari seseorang yang seperti kita inginkan. Seseorang yang sempurna dalam kecantikan, kepribadian, pendidikan, materi,dsb. Namun ketika kita menemukannya,ternyata kita bukanlah seseorang seperti dia cari. Di titik inilah semestinya kita tiba pada garis kesadaran untuk berhenti melangkah dalam pencarian. Seseorang yang sempurna untuk kita ,dalam ketidaksempurnaannya, mungkin telah terlewat di belakang karena kita mengabaikannya. Berhentilah sejenak dan menunggunya. Ketika dia lewat, genggamlah erat dan jangan lepaskan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7602542358435972296?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7602542358435972296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/11/menemukan-setelah-berhenti-mencari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7602542358435972296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7602542358435972296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/11/menemukan-setelah-berhenti-mencari.html' title='MENEMUKAN SETELAH BERHENTI MENCARI'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SRPSeXAHLVI/AAAAAAAAACE/nA6Fr8WF9Nw/s72-c/beach.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-4788252529386709156</id><published>2008-06-10T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T03:27:30.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><title type='text'>SETELAH PESTA  PILKADA USAI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE5pxc9gWSI/AAAAAAAAAB0/AVxcP4sC6tM/s1600-h/pilkada.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE5pxc9gWSI/AAAAAAAAAB0/AVxcP4sC6tM/s320/pilkada.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210218117222914338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa reformasi telah membawa banyak perubahan dalam tata cara pengelolaan kehidupan bernegara bangsa kita. Hal ini terlihat dari perubahan cara pemilihan kepala pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemilihan kepala negara dan gubernur maupun bupati sekarang bersifat langsung oleh masyarakat pemilihnya, berbeda dengan masa orde baru yang lebih banyak ditentukan oleh lobi-lobi partai politik. Masyarakat setidaknya telah diberi peluang untuk memilih calon yang disukainya, meskipun calon-calon tersebut masih berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh partai pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian adalah: apa yang berubah secara konkrit dengan sistem pemilihan yang baru ini? Adakah perubahan cara pemilihan tersebut berdampak positif dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat pemilihnya?Adakah pemilihan yang lebih transparan juga melahirkan pengelolaan pemerintahan yang lebih terbuka dan bertanggung-jawab? Sejauhmana perubahan-perubahan itu juga turut merubah kehidupan sosial kita bersama sebagai bangsa? Jawabnya mungkin tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati pola pemilihan yang berlangsung di DKI Jakarta  dan beberapa daerah lain, terlihat bahwa sistem yang digunakan masih sama seperti pola kampanye yang digunakan dalam Pemilihan Umum di tingkat nasional. Kandidat Gubernur masih lebih banyak berkampanye dengan tujuan mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya, termasuk mengikutsertakan artis untuk mempengaruhi massa agar memilih kandidat tersebut. Pidato-pidato hanya berisi janji-janji tanpa penjabaran rinci bagaimana mencapai tujuan tersebut. Bahkan pidato tersebut terkesan hanya pelengkap belaka,karena pada akhirnya yang bisa menarik perhatian massa adalah artis penghibur tersebut. Orang seakan tidak peduli dengan janji-janji tersebut. Mungkin mereka sudah tahu bahwa akhirnya janji tersebut pun tidak akan ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRANSPORTASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang nyaris tak pernah berakhir di ibukota adalah masalah transportasi dalam kota. Penambahan ruas jalan berupa jalan layang , underpass,dll seakan hanya menjawab permasalahan untuk sementara. Kemacetan masih jadi pemandangan yang umum di hampir seluruh pelosok Jakarta. Sebagai contoh, penambahan ruas jalan layang di jalan Gatot Subroto ternyata tidak mampu menghapuskan antrian panjang di sore hari saat jam pulang kantor. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan : sebenarnya apa permasalahan dasar (akar masalah) transportasi di Jakarta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan utama yang nyaris tidak pernah disentuh berada di hulu muda transportasi, yaitu tidak adanya pembatasan produksi kenderaan roda dua dan empat dari manufaktur yang ada di Indonesia. Jika dalam satu hari setiap pabrik menghasilkan ratusan kenderaan, berapa ribu kenderaan yang diproduksi oleh semua pabrik yang adadalam satu hari, dalam satu minggu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi yang over-supply ini kemudian melahirkan upaya untuk memasarkan sebanyak mungkin kenderaan dengan persyaratan kredit yang makin murah dan mudah. Saat ini jumlah perusahaan leasing diIndonesia semakin meningkat. Jumlah penduduk Jakarta,khususnya, yang begitu besar merupakan pasar potensial yang menarik banyak investor domestik dan asing untuk masuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya masih banyak persoalan mendasar yang perlu dicermati dan dijadikan program kerja Gubernur terpilih. Misalnya, persoalan banjir yang selalu menerpa ibukota setiap musim penghujan semestinya bisa diantisipasi sejak dini pada musim kemarau. Gorong dan bantaran sepanjang tepi sungai harus dibersihkan terus menerus sehingga tidak terjadi pemampatan pada saat musim penghujan. Demikian juga masalah pengangguran  bisa diatasi jika Pemda memberi peluang bagi warga dan membantu  membuka usaha kecil menengah. Dengan demikian ,setahap-demi setahap persoalan di ibukota bisa dikurangi sehingga Sistem Pilkada langsung bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat dalam hal peningkatan kesejahteraan hidup dan lingkungan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-4788252529386709156?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/4788252529386709156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/setelah-pesta-pilkada-usai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4788252529386709156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/4788252529386709156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/setelah-pesta-pilkada-usai.html' title='SETELAH PESTA  PILKADA USAI'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE5pxc9gWSI/AAAAAAAAAB0/AVxcP4sC6tM/s72-c/pilkada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-601175829997161510</id><published>2008-06-09T05:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T03:27:30.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><title type='text'>TOWARD  PEACEFULL INDONESIAN COUNTRY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0fLSJ8X4I/AAAAAAAAABs/_QmLuivQT4Q/s1600-h/resize-of-akkbb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0fLSJ8X4I/AAAAAAAAABs/_QmLuivQT4Q/s320/resize-of-akkbb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209854622650097538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The face of Indonesian lately has been marked by  a series of violence which triggered by many reasons. The  first cause is by demand from the hard line Islamic groups to ban the Ahmadiyah sect. The tense prolonged as effect of the indecisive stance of the government. Until now , there is no clear decision  on this issue. The government not yet stated firmly Ahmadiyah sect as illegal, but on the other hand there is no punishment upon the certain group who destroyed the properties of that group, even tortured its members.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The increasing of oil price in the end of May has bring many demonstrations all over the country, mainly staged by university students. The students protest because the increasing has stimulated the hike of staple food, transportations cost  and so on.  The peak of this demonstration happened when the student of National Univeristu (Unas) staged demonstration in their campus, and clashed with the police, About 90 student was arrested in jail.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The last violence  occured on Sunday when many activist held demonstration to commemorate  the birthday of Pancasila (The State Ideology) on June 1. The participanst of the demonstration was ambushed by the member of Islamic Defending Front (FPI). Many man and women became the victims of this brutal action. But one weird thing is that the police not arrested even  one member of FPI during the riot. The Police seem applied double standard if  we compare  to what they did to the student of Unas a few week earlier.  The Big question left to many people is why so ? Is there previlege for the members of the groups who fight for their purpose by using violence everywhere,everytime? The police must make it clear if they want to maintain their image as the guardian and protector of all the citizens, especially for the weak like the member of Ahmadiyah and the Student.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;If we really want to make this beautiful country as a peace and comfort home for all its citizen, all parties must make  serious efforts to prevent violance as a tools to reach its own goal. We do have to maintain the harmony between all differents groups. We must learn how to make a dialogue to achieve a mutual understanding. The religious leaders should encourage its followers to respect people from different background. The state apparatus should treat people without discrimination  so the can gain trust from the people. At this point, I think,  we can develop a peaceful country named Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-601175829997161510?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/601175829997161510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/toward-peacefull-indonesian-country.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/601175829997161510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/601175829997161510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/toward-peacefull-indonesian-country.html' title='TOWARD  PEACEFULL INDONESIAN COUNTRY'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0fLSJ8X4I/AAAAAAAAABs/_QmLuivQT4Q/s72-c/resize-of-akkbb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-9015462841014810031</id><published>2008-06-09T04:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:55:49.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>KINDLE: FORMAT BUKU MASA DEPAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0bHBizmXI/AAAAAAAAABc/FKGYolcTLLs/s1600-h/v3-whispernet._V4948240_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 189px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0bHBizmXI/AAAAAAAAABc/FKGYolcTLLs/s320/v3-whispernet._V4948240_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209850151424989554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Persoalan buku di masyarakat hingga saat ini adalah sulitnya mendapatkan buku yang murah dan bisa tersedia dimanapun dan kapanpun. Bentuk buku yang berat menyulitkan untuk bisa dibawa (portable). Namun dalam waktu yang tak lama lagi persoalan ini mungkin akan bisa teratasi dengan lahirnya bentuk e-book dengan perangkat yang mampu menampung ratusan judul buku. Dengan kata lain, kemanapun anda pergi ,anda membawa perpustakaan anda serta. Sehingga, bilamana anda membutuhkan referensi untuk satu tulisan, anda tinggal membuka perangkat anda yang disebut Kindle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kindle sesungguhnya merupakan pengembangan dari teknologi komputer dan hp yang kini bisa menyimpan data dalam jumlah besar dalam perangkat mini. Hasilnya , isi buku dalam ratusan halaman bisa diubah dalam format digital dalam memory berkapasitas besar dan bentuk yang cukup kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi harga, mungkin untuk saat ini masih cukup mahal. Namun dalam beberapa tahun ke depan , dipastikan harganya akan mengalami penurunan dengan kapasitas yang makin meningkat. Dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang mampu membeli dan dengan demikian acces ke ilmu pengetahuan akan semakin mudah. Dari sinilah kita berharap akan terbangun masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersedianya perangkat buku portable Kindle, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat content buku atau tulisan dalam bentuk digital sebanyak mungkin. Buku-buku atau tulisan yang ada, terutama yang sudah tidak ada soft copynya, harus segera diketik ulang dan kemudian disimpan dalam bentuk e-book. Penyebaran (desseminasi) ilmu pengetahuan akan bergerak secara cepat dengan biaya yang lebih murah. Olehnya dibutuhkan ketekunan dan komitmen untuk membuat sebanyak mungkin content yang bisa dimuat dalam bentuk electronik book.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;span class="post-author vcard"&gt; Diposting oleh &lt;span class="fn"&gt;Solitude&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-timestamp"&gt; di &lt;a class="timestamp-link" href="http://littlegift-solitude.blogspot.com/2008/04/kindle-format-buku-masa-depan.html" rel="bookmark" title="permanent link"&gt;&lt;abbr class="published" title="2008-04-18T04:09:00-07:00"&gt;04:09&lt;/abbr&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-comment-link"&gt; &lt;a class="comment-link" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3541731162283745341&amp;amp;postID=39953714447212144" onclick=""&gt;0 komentar&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-9015462841014810031?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/9015462841014810031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/kindle-format-buku-masa-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/9015462841014810031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/9015462841014810031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/kindle-format-buku-masa-depan.html' title='KINDLE: FORMAT BUKU MASA DEPAN'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SE0bHBizmXI/AAAAAAAAABc/FKGYolcTLLs/s72-c/v3-whispernet._V4948240_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-5576759010499663065</id><published>2008-06-06T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:59:15.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>CHAIRUL TANJUNG: SOSOK DIBALIK BANK MEGA DAN PARA GROUP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEktt5i5uZI/AAAAAAAAABM/NyWmjZ2vbxE/s1600-h/chairultanjung.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEktt5i5uZI/AAAAAAAAABM/NyWmjZ2vbxE/s320/chairultanjung.thumbnail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208744710595262866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Chairul Tanjung merupakan sosok pengusaha muda yang namanya berkibar saat ini. Komisaris utama Para Group berusia 44 tahun ini berkicimpung di bidang Keuangan, property dan multimedia. Menurut majalah Forbes, kekayaannya ditaksir sekitar $310 juta. Chairul Tanjung dianugerahi majalah Warta Ekonomi sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Di bidang keuangan, Para group memiliki Bank Mega, yang dulu bernama bank Tugu. Sebagai salah satu bank papan atas, bank Mega memiliki nilai buku asset mencapai Rp 1,5 trilyun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pada tahun 2005. Selain Bank, group ini juga masuk ke bisnis sekuritas dan asuransi jiwa dan kerugian.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam bidang property, Chairul Tanjung juga memiliki kompleks pertokoan yang terkenal di Bandung yaitu Bandung Supermall. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Saat ini, Para group merupakan pemilik stasiun televise Trans TV dan Trans 7, yang merupakan pengambilalihan sebagian saham &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari TV 7, milik Kompas Gramedia group. Hingga saat ini tercatat sejumlah perusahaan yang bergabung dalam jaringan bendera Para Group, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Asuransi Umum Mega&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Asuransi Jiwa Mega Life&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Para Multi Finance&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bank Mega Tbk&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mega Capital Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bank Syariah Mega&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Para Bandung Propertindo&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Para Bali Propertindo&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Batam Indah Investindo&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mega Indah Propertindo&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;11.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;12.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Televisi Trans 7&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;13.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mahagaya Perdana&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;14.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Trans Fashion&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;15.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Trans Lifestyle&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Chairul Tanjung memulai bisnisnya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Chairul tanjung memulai aktivitasnya ketika masih kuliah di Universitas Indonesia tahun 1984. Saat itu Chairul memulai dengan berjualan buku stensilan kuliah, sepatu,kaos dll kebutuhan teman-teman kampusnya di Fakultas Kedokteran Gigi. Dari situ dia kemudian mendirikan took peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen. Usahanya itu kemudian bangkrut. Dari situ ,dia kemudian mencoba usaha kontraktor, dan kemudian mendirikan pabrik sepatu. Hingga suatu saat, tahun 1996, dia mengambil alih bank yang hampir bangkrut, yaitu bank Tugu dan kemudian mengubahnya jadi bank Mega. Selanjutnya adalah sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; Dengan kepemilikan di Trans Tv dan Trans 7, Chairul Tanjung merupakan satu dari 3 orang penguasa industri TV nasional, bersama Hary Tanoesoedibyo dari RCTI,TPI dan Global, serta Anindya Bakrie pemilik ANTV dan Lativi. Menurut catatan Lembaga research AGB Nielsen, hingga kuartal ke-3 tahun 2006, 71,8% belanja iklan dikuasai ketiga orang tersebut dengan total nilai Rp 10,5 trilyun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur, 27 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-5576759010499663065?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/5576759010499663065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/chairul-tanjung-sosok-dibalik-bank-mega.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5576759010499663065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/5576759010499663065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/chairul-tanjung-sosok-dibalik-bank-mega.html' title='CHAIRUL TANJUNG: SOSOK DIBALIK BANK MEGA DAN PARA GROUP'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEktt5i5uZI/AAAAAAAAABM/NyWmjZ2vbxE/s72-c/chairultanjung.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-1750944814535196332</id><published>2008-06-06T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:59:15.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>BISNIS BERBASIS ILMU PENGETAHUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksv5i5uYI/AAAAAAAAABE/vwhm1VXh_yU/s1600-h/BILL%2B%2BGATE.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksv5i5uYI/AAAAAAAAABE/vwhm1VXh_yU/s320/BILL%2B%2BGATE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208743645443373442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bisnis saat ini tak lepas dari pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan yang berkembang di segala bidang. Fenomena ini bisa dilihat dari meluasnya penggunaan komputer dan HP dengan kecepatan yang luar biasa dalam waktu yang relatif singkat. Yang menarik, peningkatan teknologi tersebut justru diikuti dengan penurunan harga. Artinya, di masa depan kita akan semakin mudah mendapatkan produk berteknologi tinggi dengan harga yang relatif terjangkau. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa entrepreneur yang maju saat ini berlatar belakang dari bidang teknologi. Bill Gates, Steve Apple, adalah nama yang sudah mendunia di bidang komputer. Bisnis yang mereka bangun semata-mata dibangun dari keyakinan dan komitmennya pada teknologi dan bagaimana teknologi tersebut bisa dinikmati masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jepang adalah negara yang dikenal sangat kuat dalam penelitian dan manufacturing bidang teknologi, mulai dari otomotif, teknologi audio visual,dll. Keunggulan Jepang dalam teknologi telah membawanya menjadi negara maju yang jauh dari krisis ekonomi sebagaimana negara maju lain yang lebih banyak mengembangkan ekonomi 'buble": bursa saham, komoditi berjangka, dll. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk bisa maju dalam bisnis dalam bidang teknologi, maka diperlukan kemauan kuat dan komitmen untuk terus menggali ilmu pengetahuan yang terus menerus berkembang. Teknologi HP yang saat ini ada, akan terus berkembang hingga batas tak terbayangkan. Kemauan untuk mendalami, dan senantiasa jeli melihat peluang yang ada akan tetap membuka kemungkinan untuk masuk dan berhasil dalam bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Negara-negara industri baru seperti Korea dan Taiwan telah mulai masuk dan memimpin dalam teknologi televisi layar datar dan komputer. Produk televisi flat LG dan Samsung saat ini tergolong dalam barisan pionir teknologi tersebut. Demikian juga komputer Acer dari taiwan sudah masuk dalam merk top komputer di dunia. Ke depan, India akan menjadi pemimpin dalam bidang software dan program komputer. Saat ini Cina pun telah mulai masuk pasar komputer dunia lewat brand Lenovo, meskipun merupakan akuisisi dari perusahaan komputer Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari seluruh paparan di atas, kita memperoleh keyakinan bahwa mendedikasikan diri dalam bisnis yang berbasis ilmu pengetahuan akan memberikan masa depan yang cerah. Berlainan dengan bisnis lain yang berdasar sumber daya alam yang prospeknya akan semakin kelam seiring dengan eksplorasi tanpa batas, bisnis berbasis teknologi justru akan semakin memperkaya kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita manfaatkan dengan eksplorasi tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur, 9 November 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-1750944814535196332?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/1750944814535196332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/bisnis-berbasis-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1750944814535196332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/1750944814535196332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/bisnis-berbasis-ilmu-pengetahuan.html' title='BISNIS BERBASIS ILMU PENGETAHUAN'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksv5i5uYI/AAAAAAAAABE/vwhm1VXh_yU/s72-c/BILL%2B%2BGATE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3939663138170670527</id><published>2008-06-06T05:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:59:15.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksD5i5uXI/AAAAAAAAAA8/tc3Ed3Lo7OY/s1600-h/bobsadino.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksD5i5uXI/AAAAAAAAAA8/tc3Ed3Lo7OY/s320/bobsadino.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208742889529129330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Penulis buku terkenal Robert Kiyosaki dalam bukunya &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Cashflow Quandrant&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Pustaka Gramedia) menyatakan bahwa pada dasarnya pekerjaan dapat dibagi dalam 4 jenis : &lt;b style=""&gt;Employee&lt;/b&gt; (menjadi pegawai di perusahaan atau di pemerintahan), &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Self Employee&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ( membuat pekerjaan sendiri sesuai keahlian, misalnya dokter, pengacara), &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Business Owner&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (wirausahawan, menciptakan suatu sistem dan menggaji orang lain untuk menjalankannya), dan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Investor&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (melakukan investasi, membiarkan uang yang bekerja untuk kita). Employee dan Self Employee termasuk dalam kuadran kiri, sedang Business Owner dan Investor termasuk dalam Kuadran kanan. Menurut Kiyosaki, agar kita bisa dalam kebebasan finansial, maka kita tidak cukup berada di kuadran kiri, tapi harus berusaha masuk ke kuadran kanan. Pada kuadran kiri, pemasukan kita sepenuhnya tergantung pada usaha kita sendiri, sedang pada kuadran kanan pendapatan kita berasal dari sistim yang kita ciptakan dan uang yang kita investasikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk masuk ke kuadran kanan sebagai Business Owner, maka diperlukan pengetahuan mengenai sifat-sifat dan watak yang diperlukan menjadi seorang pemilik usaha yang sukses. Selain itu perlu juga diketahui bagaimana latar belakang para pemilik usaha yang berhasil dan bagaimana mereka menjalankan usahanya. Tulisan singkat ini mencoba mengenali hal-hal tersebut sebagai panduan untuk yang bermaksud memulai usaha sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apa ciri-ciri seorang yang berjiwa wirausaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Menurut &lt;i style=""&gt;Geofffrey Meredith et al&lt;/i&gt;, dalam buku &lt;b style=""&gt;Kewirausahaan&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Penerbit PPM,2002) profil seorang wirausahawan bisa dilihat dari ciri-ciri serta watak antara lain : Percaya diri (misalnya watak Keyakinan, ketidaktergantungan),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berorientasikan tugas dan hasil (kebutuhan akan prestasi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energitic dan inisiatif), Pengambil resiko (kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan), Kepemimpinan (Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain, menanggapi kritik dan saran),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orisinalitas (inovatif dan kreatif, fleksibel, serba bisa), dan Berorientasi ke masa depan (Perseptif). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Mengapa wirausahawan sukses terjun jadi wirausaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Banyak alasan mengapa para wirausahawan sukses masuk ke dalam dunia usaha. Bagi Bob Sadino, hal itu didasari keinginan untuk Merdeka. Merdeka dalam arti bebas dari perintah orang lain dan bebas untuk menentukan rencana sendiri. Didasari keinginan untuk merdeka tersebut, Bob Sadino meninggalkan pekerjaan di PT Djakarta Loyd, dan memulai usaha menjual telur kebutuhan para ekspatriate yang tinggal di kawasan Kemang. Bob, sebagaimana anda tahum sekarang memiliki jaringan Kem’s Chick.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Bagi Sofyan Ponda, pendiri jaringan Hotel Sofyan Groups, sebagaimana dipaparkan dalam bukunya Sofyan Ponda, pendiri Hotel-hotel Kecil (1992) yang ingin dicapainya dalam bisnis adalah kepuasan. Untuk itu Sofyan rela meninggalkan jabatannya di Departemen Keuangan di akhir tahun 60-an dan memulai bisnis Hotelnya dengan menjadikan rumahnya di Jl. Gondangdia 108 menjadi Losmen (sekarang jadi Hotel Menteng). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bagaimana mereka membangun keberhasilan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Roma tidak dibangun dalam sehari. Analogi yang sama juga berlaku bagi sebagian besar para entrepreneur. Proses jatuh bangun membangun usaha selama puluhan tahun adalah gambaran umum wirausahawan besar. Umumnya mereka memulai dari tangga yang paling bawah dengan cucuran keringat dan air mata. Sebutlah Bob yang mulai menjual telur dari rumah ke rumah. Atau pendiri perusahaan Farmasi Konimex, Djoenaidi Josoef, yang memulai dengan menjual obat di toko ayahnya. Agung Laksono, Ketua DPR dan pemilik beberapa perusahaan seperti AN-TV, perusahaan penerbangan Adam Air, dll,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memulai bisnisnya dengan mendirikan bisnis Cleaning service sebelum tamat kuliah di Fakultas Kedokteran UKI pada awal tahun 70-an. Purdi Chandra, memulai usaha bimbingan belajar Primagama dengan hanya punya dua murid pada awal tahun 80-an. Sekarang jaringan franchisee Primagama sudah tersebar di seluruh Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Semua ini membuktikan bahwa ada proses yang panjang dan berliku yang harus dilalui sebelum tumbuh menjadi bisnis yang besar dan kuat. Dalam proses ini terdapat banyak kerikil-kerikil dan jalan yang licin dan terjal yang mesti dihadapi. Justru semua rintangan ini nampaknya menjadi suatu pemacu mereka untuk lebih giat dan matang dalam mengarungi dunia usaha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kembali ke pendapat Kiyosaki mengenai empat kuadran pekerjaan, tidak dapat dipungkiri bahwa kita sulit untuk berada dalam kebebasan finansial jika tetap bertahan di kuadran pertama sebagai employee. Tingkat persaingan usaha yang keras yang membuat kita senantiasa terancam kehilangan pekerjaan, tingkat inflasi dan kenaikan harga yang jauh melebihi kenaikan gaji, aneka ragam pajak yang harus kita bayar membuat pilihan berlama-lama sebagai pegawai bukan lagi pilihan yang aman. Kita harus mulai masuk ke kuadran kanan, sebagai business owner atau investor. Prosesnya bisa perlahan-lahan, tidak harus drastis. Namun yang pasti kita harus memulai. Selanjutnya, kita tinggal mengarungi suka dukanya, seperti yang sudah dijalani oleh mereka yang telah lebih dahulu berhasil. Bagaimana menurut anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur, 29 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3939663138170670527?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3939663138170670527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/menumbuhkan-jiwa-wirausaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3939663138170670527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3939663138170670527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/menumbuhkan-jiwa-wirausaha.html' title='MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEksD5i5uXI/AAAAAAAAAA8/tc3Ed3Lo7OY/s72-c/bobsadino.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-163614269402340162</id><published>2008-06-06T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:59:15.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>MENUMBUHKAN WIRAUSAHA SOSIAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkrVpi5uWI/AAAAAAAAAA0/arQr0BWYsIY/s1600-h/muhammad%2Byunus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkrVpi5uWI/AAAAAAAAAA0/arQr0BWYsIY/s320/muhammad%2Byunus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208742094960179554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wirausahawan sosial bermakna seseorang yang memiliki visi, kreatifitas dan komitmen yang luar biasa untuk melakukan perubahan-perubahan maupun upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada di sekelingnya. Mereka mengabdikan kemampuannya untuk memperkenalkan solusi baru terhadap masalah-masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wirausaha sosial mulai populer akhir-akhir ini, terutama setelah terpilihnya Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh sebagai pemenang hadian Nobel Perdamaian tahun 2006. Kemenangan M.Yunus menyadarkan banyak orang bahwa usaha-usaha Perdamaian tidak semata-mata berkaitan dengan upaya meredam ketegangan bersenjata antar pihak, tapi juga bagaimana mengentaskan kemiskinan yang ada di sekitar kita. Praktek pemberian kredit untuk warga miskin yang berjalan lancar selama 30 tahun sekaligus mematahkan argumen pihak perbankan yang selalu memberi alasan orang miskin tidak bankable, tidak punya jaminan dsb, untuk tidak berani memberi pinjaman kepada orang miskin. Padahal justru karena miskinlah maka seharusnya pihak bank memberi pinjaman dan membantu cara mengelola keuangan agar mereka mampu keluar dari lingkaran kemiskinan yang melingkupinya dari generasi ke generasi. Di sisi lain , pihak perbankan mau memberikan pinjaman bernilai milyaran hingga trilyunan rupiah kepada pengusaha yang ujungnya berakhir sebagai kredit macet.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tingkat lokal, salah seorang yang juga mendapat penghargaan dari Ashoka Foundation sebagai wirausaha sosial adalah Santoso, pendiri Kantor Berita 68H. Pada era Suharto, stasiun radio swasta tidak diperkenankan untuk memproduksi berita. Semua radio harus merelai siaran berita yang dipancarkan oleh RRI. Bermula dari ide di selembar kertas yang disampaikan ke beberapa rekan kerjanya, Santoso memulai kantor berita yang mula-mula direlai oleh 7 stasiun radio pada tahun 1999. Kini sudah ada sekitar 500 stasiun radio yang bergabung dalam jaringan 68H di seluruh Indonesia dengan pendengar sekitar 13 juta orang. Selain itu, KBR 68H juga aktif membantu perintisan radio-radio di daerah -daerah terpencil di Papua dan Maluku, juga membangun kembali stasiun-stasiun radio yang rusak akibat bencana. Pembangunan stasiun radio juga berarti membangun infrastruktur dan sumber tenaga listrik untuk pemancar. Saat ini , KBR 68H sudah mulai menjalin hubungan dengan stasiun radio dan televisi di luar negeri. Atas usahanya tersebutlah, Santoso memperoleh Fellowship Ashoka 2006.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masa depan, sesungguhnya dibutuhkan lebih banyak wirausaha sosial yang mampu melihat solusi dari sekian banyak permasalahan yang melingkupi negeri ini. Permasalahan sempitnya lapangan kerja, lulusan perguruan tinggi dan sekolah menengah yang kurang memiliki keterampilan, penggundulan hutan, sulitnya mendapatkan modal untuk memulai usaha,dll, merupakan masalah yang tak henti mendera. Di sinilah dibutuhkan individu-individu yang memiliki jiwa wirausaha sosial yang tangguh dan konsisten. Diperlukan M.Yunus muda dan Santoso-santoso lain untuk menjawab persoalan ini. Andakah orangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur ,17 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-163614269402340162?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/163614269402340162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/menumbuhkan-wirausaha-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/163614269402340162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/163614269402340162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/menumbuhkan-wirausaha-sosial.html' title='MENUMBUHKAN WIRAUSAHA SOSIAL'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkrVpi5uWI/AAAAAAAAAA0/arQr0BWYsIY/s72-c/muhammad%2Byunus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3668148127755832437</id><published>2008-06-06T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T03:59:15.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneurship'/><title type='text'>MEMBANGUN BISNIS DARI HOBBY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkpq5i5uVI/AAAAAAAAAAs/AhBDBJDxgMg/s1600-h/purdi%2Bchandra.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkpq5i5uVI/AAAAAAAAAAs/AhBDBJDxgMg/s320/purdi%2Bchandra.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208740261009144146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali kita diperhadapkan antara 2 kenyataan yang melahirkan dilema : apakah kita akan menggeluti hobby kita yang menghabiskan waktu dan dana, atau membangun bisnis yang menghasilkan uang meski tidak sesuai dengan hobby kita. Hobby jelas bisa diolah menjadi bisnis, tapi hasilnya belum tentu mampu menopang hidup kita sepenuhnya. Di sinilah masalahnya: hidup tertekan demi hobby , atau hidup lumayan dengan mengubur habis hobby kita itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari 2 pilihan di atas, mungkin kita tetap bisa menjalaninya secara bersamaan sembari perlahan-lahan mengembangkan kreatifitas agar keduanya bisa saling menopang. Hobby bahasa misalnya, bisa dijadikan bisnis dengan mulai mengajar dari sedikit murid. Seiring waktu dan pengalaman yang bertambah, kita bisa menjadikannya menjadi kursus yang lebih formal dengan fasilitas yang lebih besar dan lengkap.Infrastruktur berupa gedung dan peralatan audio visual ,laboratorium, perpustakaan, bisa kita tambah perlahan-lahan. Demikian juga kurikulum bisa diperkaya dengan perbandingan kurikulum maupun hasil yang didapat dari pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa perguruan/lembaga pendidikan yang ada saat ini sebenarnya didirikan atas hasrat dan minat yang tinggi pada pendidikan. Dari bidang ini, usaha mereka kemudian berkembang, walaupun core bisnisnya tetap lembaga pendidikan. Primagama, misalnya, berhasil memperluas line bisnisnya menjadi aneka rupa bisnis: restoran, ritel,dll.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencapai skala yang lebih besar , mungkin perlu dibuat perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek. Harus ada tenggat waktu untuk mencapai target-target tertentu . Misalkan sebuah kursus bahasa Inggeris yang dimulai dari murid di bawah 10 orang. Mungkin bisa dibuat target 1 tahun ke depan memiliki 50 orang siswa, tahun kedua 100 -150 orang dsiswa bahasa Inggeris. Di tahun ketiga jenis kursus bisa diperluas menjadi 2-3 jenis kursus, misalkan ditambah kursus komputer dan bahasa Perancis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kursus komputer bisa dimulai secara terpisah berupa kursus MS. Office, Excel, word, Power Point. Bisa juga dibuat paket kursus Bahasa Inggeris + Komputer. Tujuannya adalah melengkapi siswa dengan kemampuan berbahasa secara aktif serta juga mampu mengoperasikan komputer yang umum dipakai dalam urusan kantor. Dengan menggabungkan kedua skill ini, siswa diharapkan mampu bersaing dalam dunia pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan kursus komputer bisa dilakukan dengan menambah penawaran kursus , misalkan kursus pemograman menggunakan bahasa Visual basic, C++,Delphi,dll. Di bidang hardware, bisa dibuat kursus merakit dan mereparasi komputer. Arahnya adalah menyiapkan siswa untuk mampu bekerja mandiri setelah usai menjalani kursus. Siswa yang sudah mengikuti kursus pemograman diharapkan menjadi programmer handal. Demikian juga siswa hardware, diharapkan menjadi teknisi handal yang banyak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kunci utama kesuksesan lembaga pendidikan adalah mampu bertahan seiring waktu, sebab orang umumnya lebih percaya dengan lembaga yang sudah lama berdiri dan memiliki banyak pengalaman. Reputasinya akan meningkat bila para alumni lembaga tersebut memiliki karir dan prestasi yang bagus di masyarakat. Jadi, teruslah berjuang...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur ,10 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3668148127755832437?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3668148127755832437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/membangun-bisnis-dari-hobby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3668148127755832437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3668148127755832437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/membangun-bisnis-dari-hobby.html' title='MEMBANGUN BISNIS DARI HOBBY'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkpq5i5uVI/AAAAAAAAAAs/AhBDBJDxgMg/s72-c/purdi%2Bchandra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-2805996747949034352</id><published>2008-06-06T05:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T04:01:38.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>MENGENANG TRAGEDI WTC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkoDZi5uUI/AAAAAAAAAAk/EynRW2ADQFk/s1600-h/424px-Wtc_arial_march2001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkoDZi5uUI/AAAAAAAAAAk/EynRW2ADQFk/s320/424px-Wtc_arial_march2001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208738482892683586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali kita bermimpi tentang sesuatu kejadian yang mengerikan. Betapa lelah kita dalam tidur ,berjuang untuk bisa lari dari 'kenyataan' itu. Ketika akhirnya kita terbangun, kita tersadar bahwa itu hanyalah mimpi. Dan kita sungguh bersyukur semua itu memang hanya sebuah mimpi. Bukan sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun terkadang kita diperhadapkan dengan kenyataan yang juga mengerikan, dan berharap itu hanyalah mimpi. Tapi tidak. Dia sungguh ada terjadi di pandangan wajah kita. Apa yang membuat kita mempertanyakan apakah ini sebuah kenyataan, mungkin karena kejadian semacam itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kita berharap bahwa semua ini hanya mimpi. Tapi bukan, ini sungguh sebuah kenyataan yang pahit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peristiwa runtuhnya gedung kembar WTC di Manhattan pada tanggal 9 September 2001 oleh dua pesawat yang dibajak, mungkin adalah satu kengerian tak terperi abad ini. Pernahkah anda terpikir ada orang yang dengan sengaja membajak pesawat dan kemudian menabrakkanya ke gedung yang menjadi ikon suatu negara ? Ribuan orang telah tewas dlam tragedi ini. Tapi mungkin, ada jutaan orang yang menjadi korban trauma olehnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika David Rockefeller memulai ide pembangunan gedung di tahun 1960, mungkin dia membayangkan gedung ini akan menjadi suatu 'landmark' kota New York selama berpuluh-puluh tahun. Maka di tengah kesulitan ekonomi Amerika kala itu, dia berupaya mewujudkan impiannya hingga selesai sekitar tahun 1970. Namun, oh, hanya dalam 17 menit kedua menara kebanggaanya itu luluh lantak di tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencana penabrakan pesawat ke gedung WTC tentu tidaklah singkat. Barangkali diperlukan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan, untuk mempelajari rute penerbangan yang ada, sistem keamanan, rekrutmen orang yang bersedia untuk pekerjaan bunuh diri , dll. Namun, betapapun, upaya penghancuran tersebut tidaklah lebih bernilai dari pembangunannya itu sendiri. Dibutuhkan orang yang memiliki visi, kemampuan arsitektural dan sipil yang handal, yang membuatnya berdiri kukuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin itulah semangat yang perlu kita warisi ke depan. Yakni, kita perlu lebih menghargai manusia dan cipta karyanya. Di balik kemegahan gedung WTC, sesungguhnya tersimpan jiwa yang agung untuk membangun peradaban, ketelitian, kerja keras. Dengan pemahaman semacam itu, maka kita akan tergerak untuk ikut menjaga dan menciptakan yang baru, bukan menghancurkan yang sudah ada. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur, 11 September 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-2805996747949034352?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/2805996747949034352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/mengenang-tragedi-wtc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2805996747949034352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/2805996747949034352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/mengenang-tragedi-wtc.html' title='MENGENANG TRAGEDI WTC'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkoDZi5uUI/AAAAAAAAAAk/EynRW2ADQFk/s72-c/424px-Wtc_arial_march2001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3747385479420406221</id><published>2008-06-06T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T03:27:30.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Demokrasi'/><title type='text'>MUNIR DAN MASA DEPAN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEknapi5uTI/AAAAAAAAAAc/MY7ILPXt_rI/s1600-h/Munir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEknapi5uTI/AAAAAAAAAAc/MY7ILPXt_rI/s320/Munir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208737782813014322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kematian, ternyata begitu dekat. Dalam sekian helain nafas, seseorang yang begitu kita kasihi atau hormati, tiba-tiba telah pergi. Tanpa isyarat. Tanpa lambaian tangan. Dan setelah sekian waktu berlalu, ternyata kenangan itu tak mudah pupus. Jejak langkah dan perjuangannya rupanya masih tergurat jelas. Hari ini, 7 September 2007, genap 3 tahun kematian aktivis HAM Indonesia,Munir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah yang harus kita serap dari seorang lelaki muda ini, yang begitu kukuh membela hak anak bangsanya? Dalam sekian banyak liputan tentang perjuangannya membela mereka yang tertindas, barangkali ada juga rasa kesepian dan ketidakpastian , apakah semua ini akan menghasilkan buah? Apakah dalam pembelaannya bagi sekian banyak orang korban penindasan, suatu saat mungkin dia sendiri akan menjadi korban ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu gelap ternyata, apa yang berkelibat di balik pembunuhan Munir. Begitu banyak persidangan yang telah digelar, namun kabut itu belum tersingkap jua. Begitu kuatkah kekuasaan yang telah merenggutnya? Begitu berartikah kematiannya untuk kelangsungan kekuasaan mereka?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun ada dampak yang mungkin tidak kita sadari dengan kematian Munir. Bahwa perjungan untuk membela masyarakat yang terpinggirkan, tercabik-cabik hak kemanusiannya, harus siap dibayar dengan harga yang sangat mahal. Nyawa. Darah seorang anak manusia nyatanya tak lebih dari darah-darah yang berceceran di penjagalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti apakah nantinya wajah demokrasi kita, jika nasib orang yang memperjuangkannya menjadi tidak jelas. Mungkinkah masih ada anak muda yang mau memperjuangkannya sesamanya jika pada akhirnya dia harus terbujur sendiri dalam kesia-siaan? Akankah lahir generasi yang lebih memilih jalan aman, tanpa harus perduli dengan jeritan-jeritan di sekelilingnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangkali menarik untuk diketahui apa tanggapan generasi muda terhadap sosok Munir. Apakah mereka menganggapnya sebagai idola? Adakah perjuangan dan pengorbannya memberi inspirasi bagi mereka untuk melakukan hal yang sama? Ataukah mereka menganggap pengorbanan diri sendiri untuk orang lain sebagai suatu kebodohan semata? Mungkin suatu saat kita akan mendapatkan jawabnya. Di situ, kita akan melihat wajah Indonesia yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojong Kulur, 27 September 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3747385479420406221?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3747385479420406221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/munir-dan-masa-depan-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3747385479420406221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3747385479420406221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/munir-dan-masa-depan-indonesia.html' title='MUNIR DAN MASA DEPAN INDONESIA'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEknapi5uTI/AAAAAAAAAAc/MY7ILPXt_rI/s72-c/Munir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-7700840514159601789</id><published>2008-06-06T04:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T04:03:14.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>SUARA BENING ANDREA BOCELLI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEklqpi5uSI/AAAAAAAAAAU/a6h9t5Y7A54/s1600-h/andreabocelli2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEklqpi5uSI/AAAAAAAAAAU/a6h9t5Y7A54/s320/andreabocelli2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208735858667665698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan, betapa sering kita meratapi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam diri.Kita seolah tak ubahnya sekumpulan ketaksempurnaan yang membawa kita pada kesimpulan sendiri bahwa kita tak berarti dibanding orang lain. Terlalu sering kita hanya melihat apa yang tiada dalam diri kita, sementara kekuatan yang ada seolah hilang tersaput kabut pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun apa yang kita lihat dari seorang Andrea Bocelli? Dalam kegelapan pandangan matanya, bersinar cahaya kehidupan. Dari ketinggian pegunungan Toscana ,Italia, sinar itu berpendar jauh ke sudut-sudut bumi. Dengarlah nyanyiannya, dan temukanlah kebeningan hatinya. Celino Dion bahkan berkata: "Jika Tuhan memiliki suara, pastilah suaranya seperti suara Andrea Bocelli."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebutaan, kegelapan, ternyata tidak menghalangi Andrea untuk menggali dan mempersembahkan talenta yang diberi Tuhan baginya. Sekeping talenta, suara itu , cukup untuk membawanya menjelajahi bumi ini untuk bertemu, berbagi dan berkomunikasi dengan orang-orang di negeri asing. Senandung sebagai sarana untuk membagikan perasaan dari hati dan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:void(0)" tabindex="10" onclick="return false;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andrea ,seperti halnya musisi besar yang senasib dengannya, telah memberi kita sebuah kesadaran. Bahwa kekurangan bukanlah kata akhir. Soalnya, kata Antony Robin, bukan apa yang terjadi dengan diri anda, tapi apa sikap anda dengan kejadian tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangkali inilah saatnya bagi kita untuk mendata segenap kemampuan kita dan melupakan apa saja yang menjadi kelemahan kita. Kekuatan kita, biarlah menjadi modal bagi kita untuk maju dan memberikan sesuatu bagi dunia dalam kehidupan yang singkat ini. Sementara kelemahan, biarlah itu menjadi cermin untuk membuat kita tetap rendah hati dan hormat kepada sesama. Gracia ,Andrea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bojongkulur ,27 Agustus 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-7700840514159601789?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/7700840514159601789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/suara-bening-andrea-bocelli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7700840514159601789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/7700840514159601789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/suara-bening-andrea-bocelli.html' title='SUARA BENING ANDREA BOCELLI'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEklqpi5uSI/AAAAAAAAAAU/a6h9t5Y7A54/s72-c/andreabocelli2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1075853710712473913.post-3974771650342447201</id><published>2008-06-06T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T04:01:38.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>SAVE THE CHILDREN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkjFZi5uRI/AAAAAAAAAAM/e3ZZNLTCG7M/s1600-h/24raisya.gif.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkjFZi5uRI/AAAAAAAAAAM/e3ZZNLTCG7M/s320/24raisya.gif.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208733019694283026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini betapa sering kita mendengar berbagai sering kita mendengar kekerasan yang sering dilakukan terhadap anak-anak. Penyiksaan fisik oleh orang tua kandung, saudara, bahkan penculikan dengan motif ekonomi menjadi berita yang kerap hadir di berbagai media. Dalam kerapuhan fisik dan mentalnya, anak-anak sering menjadi sasaran hasrat berkuasa orang dewasa. Mungkinkah ini merupakan pelampiasan ketidakmampuan mereka dalam bersaing dalam kehidupan sosialnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WINXP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/WINXP%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;s style=""&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:261pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\WINXP~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/s&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penculikan anak TK bernama Raisya yang berakhir hari ini sekali lagi membuktikan bahwa kita telah menempatkan anak-anak yang polos itu menjadi korban orang dewasa yang penuh dengan keinginan berkuasa. Orang dewasa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya kemudian menjadikan anak yang tak berdaya sebagai alat pemenuhan kebutuhannya itu. Pernahkah kita berpikir bagaimana perasaan takut yang dialami si anak ketika berhadapan dengan orang yang begitu kuat secara fisik? Seperti apakah kerusakan mental yang diakibatkan ketercekaman selama penculikan itu? Sebandingkah itu semua dengan nilai ekonomi yang diminta oleh si penculik? Penculikan selama 9 hari itu mungkin akan menyisakan trauma yang sulit terhapus sepanjang hidupnya yang masih sangat panjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mencermati berita-berita penyiksaan yang sering dialami oleh anak-anak, barangkali diperlukan suatu gerakan untuk membangkitkan kesadaran bersama bahwa anak-anak memerlukan perlindungan dari kita para orang dewasa (orang tua). Begitu besar harapan mereka kepada kita untuk dapat membantu mereka menghadapi begitu banyak hal dalam hidup ini yang masih begitu bagi mereka. Tidakkah apa yang mereka rasakan juga sama seperti yang kita rasakan saat kita kecil dulu? Tidakkah kehadiran, perhatian dan pertolongan saudara yang lebih tua atau orang tua kita merupakan hal yang kita nanti-nantikan? mari kita selamatkan anak-anak dari segala beban penyiksaan. Merekalah masa depan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1075853710712473913-3974771650342447201?l=rihat-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rihat-online.blogspot.com/feeds/3974771650342447201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/save-children.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3974771650342447201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1075853710712473913/posts/default/3974771650342447201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rihat-online.blogspot.com/2008/06/save-children.html' title='SAVE THE CHILDREN'/><author><name>ARETHA COURSE CENTER</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13087375291651951227</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/Su13x05DhSI/AAAAAAAAAHk/gOQPQLjQ2uI/S220/rihat-batik.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TdQsszIkADk/SEkjFZi5uRI/AAAAAAAAAAM/e3ZZNLTCG7M/s72-c/24raisya.gif.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
